Archive for April 14th, 2012

11 Hari Lagi YES Live in Jakarta

April 14, 2012

Going For The One

(Kelewatan lagi …harusnya postingan ini kemaren. Namun karena jadwal penuh, ya gak sempet).

Album ini menandakan kembalinya Rick Wakeman ke Yes setelah di album sebelumnya Yes merekrut kibordis Patrick Moraz dalam album Relayer. Di album ini ada kontribusi Patrick Moraz namun sayang gak ditulis kreditnya sehingga Patrck sempat uring-uringan mangkel sama Yes. Semua track di album ini keren dan saya paling suka “Awaken”. Melayang …!!!

Studio Album, released in 1977

Songs / Tracks Listing

1. Going For The One (5:30) 
2. Turn Of The Century (8:58) 
3. Parallels (6:52) 
4. Wonderous Stories (3:45) 
5. Awaken (15:38) 

Total Time: 40:43

Review by Gatot
SPECIAL COLLABORATOR Honorary Collaborator

5 stars This album remarks the return of keyboard maestro Rick Wakeman to the band and reformed one of the finest line-up of Yes. For my personal taste, this is really an excellent album that demonstrates excellent quality of Yes music in terms of songwriting, composition, musicianship, and production. In terms of moods, there are rocking tracks like “Going For The One” and “Parallels” (which later would become an opening track of Yes live replacing the long standing Yes classic opening tune for live act “Siberian Khatru”). It also has classical influence track in the vein of “And You And I” (of “Close To The Edge” album), i.e. “Turn of The Century” and “Wonderous Stories”.

Without any intention to demean the quality of other four tracks that, in my view, all of them are wonderful, my all-time favorite track of this album is definitely “Awaken”. Yeah man . this is a superb track combining a catchy melody, tight composition with flawless delivery. My ultimate enjoyment happens exactly on segment where Rick plays his solo accompanied by Jon’s triangle work. Oh man . this segment is definitely killing!!! The music flows like magic from start (great piano and powerful voice line) to end of track. And, this track is best to conclude this wonderfully crafted album!!!

My overall rating: 4.5 out of 5. Highly recommended!! [In 2003, I purchased RHINO's re-mastered and expanded version of this album that has 7 bonus tracks. Almost all bonus tracks are not worth listening. The only good thing is the sleeve note by Tim Jones and band's photographs]. –

Open Invitation for Yes to Perform “YES for Tsunami in Indonesia”

Dear Jon, Rick, Chris, Alan, and Steve:

One year has passed since you (or Yes management – it does not really matter who) “cancelled” your gig in Jakarta as part of your Asia Second Leg Tour sometime in September 2003. I did purchase the ticket at front row with other 7 colleagues of mine. For me personally it was kind like dream came through and I did prepare a long banner (10 meter) marked with “29 Years in Waiting .” to be shown during your gig in Tennis Indoor Senayan. But, I (and also Yesmania in Indonesia) were very disappointed that you did not make our dream came true due to unrealistic “travel warning” that you care more than our starving to see your band live in my country. Why unrealistic? Because many other foreign bands did successful shows in Indonesia like DEEP PURPLE (3 times already), TOTO (three times), RICK WAKEMAN, AIR SUPPLY, WHITE LION, SCORPIONS, MEGADETH, HELLOWEEN, LINKIN’ PARK and many more pop acts “despite” the travel warning. Even, Scorpions did their gigs in many cities of Indonesia around the time when the bomb issues were floating around my country. [Even though finally I attended your gig in Singapore 25 Sept 2003 and had a short chat with Jon before the show, but I still want to see you "live" in Indonesia].

Now, it’s time for YES to perform in Indonesia doing the live aid (or whatever you call it), at least for the people of Banda Aceh and North Sumatra and other countries. You will just do fine to perform here, don’t worry. Ask Rick Wakeman who did a wonderful show in February 2002. Rick even agreed to meet us, the Indonesian Progressive Society, got together with us in his hotel. He played his piano while we got together one day after the show. What a memorable event!

It’s a perfect time now for Yes (and other progheads) to do a live performance in Indonesia. You might collaborate with other progheads such as Dream Theater, The Flower Kings, Marillion, Arena, Spock’s Beard, Neal Morse, etc. and make a “Prog for Humanity” show, down here in Indonesia. Okay? How prog are you man??? And . I’ll be your roundabout! We love you .. Jreng!

Progressively Yours,

GW, Indonesia.

Keep on progging!

Send comments to Gatot (BETA) | Report this review (#13397) | Review Permalink
Posted Sunday, January 09, 2005

7 Hari Lagi Dream Theater Live in Jakarta

April 14, 2012

Melacak Lokasi MEIS

Tepat 7:40 tiba di gerbang Hailai Ancol. Perjalanan gowes santai 35 KM ditempuh dalam waktu 80 menit. Alhamdulillah.

Jreng!

Pagi ini saya gowes ke Ancol dengan tujuan mencari lokasi tepat MEIS (Mata Elang Indoor Stadium) itu dimana. Saya masuk dari pintu pertama dari arah Gunung Sahari – lurus terus belok kanan. Ternyata masuk dari pintu ini kurang efisien dikarenakan di dalamnya banyak berkelak-kelok melewati banyak wahana di Taman Impian Ancol. Saya bahkan sempat kesasar di Putri Duyung. Dari dulu saya membayangkan bahwa yang namanya MEIS itu megah besar dan bangunan tersendiri …. Namun selama saya gowes di dalam Ancol, tak ada satupun …saya ulang ya …tak ada satupun signage yang menunjukkan arah kemana MEIS. Saya baru ‘ngeh’ setelah ada info bahwa letaknya di pantai CARNAVAL. Dan fakta mebuktikan bahwa:

MEIS bukan merupakan stadion bangunan tersendiri (seperti selama ini saya bayangkan), NAMUN:

Sebuah bangunan pada lantai tiga di mall Ancol Beach City!!!

Oalaaaaaah … Kalau liat petanya di internet mentereng banget. Ternyata hanya sebuah gedung di lantai tiga sebuah mall!!!

Dan ternyata juga, mall ini baru 50% jadi dan masih banyak tukang yang bekerja di situ. Tadinya saya dapat info katanya MEIS ini sepeda-friendly alias ada tempat parkir khusus sepeda. Ternyata itu adalah isapan jempol semata. Tempat parkir sepeda? Manalah terpikirkan oleh manajemen Ancol Beach City lifestyle mall ini ….Sepeda hanya diberi parkir di tempat parkir motor di lantai dasar yang masih kasar dan belum jadi.

Tersesat mencari MEIS karena saya berharap banyak signage menunjukkan arah MEIS ternyata mboten wonten. Sanati dulu di Ancol's CFD.

Sayang saya gak bisa naik ke lantai 3 karena hanya akan dibuka kalau ada acara saja.

Sekarang, gimana mencapai MEIS?

Pertama, Anda harus masuk areal Ancol dari pintu masuk Carnaval. Bila dari arah Gunung Sahari, Anda belok kanan setelah traffic light, terus ngikutin jalan sampai jalan itu belok ke kiri sehingga kali comberan yang bau itu berada di sebelah kanan Anda. Terus Anda lurus saja. Nanti ada suatu belokan lagi saat jalan Anda ini akan menyeberang kali ke arah kanan, tapi Anda jangan ke kanan, lurus saja. Tak jauh dari situ, sekitar 50 meter ada Pintu Masuk Carnaval. Sayang gebleknya, tak ada tulisan bahwa itu Pintu Masuk Carnaval! Inilah kelemahan wisata kita, miskin signage! Rentetan foto ini saya ambil mulai dari Pintu Masuk Carnaval (foto 1).

Gerbang Luar Pintu Masuk CARNAVAL. Ini foto saya ambil dari jalan raya. Di paling ujung terlihat bangunan bertingkat: di situlah MEIS terletak di lantai 3 ANcol Beach City Mall (belum jadi).

Gerbang tiket masuk dari pintu CARNAVAL dimana Anda harus bayar buat masuk Ancol.

Ancol Beach City Mall (tampak depan). Lobby utama ada di sini namun belum jadi. Mall ini baru terbangun 50%, masih jauh dari operasional meski lantai dasar sudah ada resto.

Menuju Ancol Beach City Parking. Anda memasuki areal parkir di lantai dasar. Cukup luas namun tak bisa menampung DT fans, saya yakin!

Bila Anda melihat signage ini, berarti ANda menuju LOBBY UTARA yang pintunya persis di depan areal parkir mobil lantai dasar.

Begitu laporan singkat ini ditulis, semoga bermanfaat.

JRENG!

Keep on proggin’ …!

Bagi yang mau nonton DT gowes, ayo berangkat bareng dari tikum di Sarinah. SMS saya di 0811-931175 ya …. Keep on gowessin’ ..!!!

10 Hari Lagi YES Live in Jakarta

April 14, 2012

Yours Is No Disgrace

Ada kemungkinan besar lagu ini menjadi pembuka konser Yes di Jakarta tanggal 24 April nanti. Lagu yang melibatkan Steve Howe pertama kali sebagai gitaris Yes di ‘The Yes Album’ ini terasa segar baik dari segi musik maupun makna dari liriknya. Musiknya sendiri memang terasa pas sebagai pembuka konser karena melibatkan kocokan gitar yang menghentak dari Steve Howe diiringi dengan istrumen lain yang dinamis. Lirik lagu ini juga terasa segar hingga kini karena bercerita tentang perang, khususnya yang sedang hot saat itu yaitu perang Vietnam. Namun tak hanya itu, lebih jauh Yes menyuarakan tentang sia-sianya perang karena lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Namun Yes cukup jeli dalam menorehkan lirk karena fokus yang diangkat adalah peperangan antar pemerintahan (government) bukan peperangan antar individu.

Memang sampai sekarangpun perang tak pernah usai dan manfaatnya memang tak ada. Namun bila kita dalam posisi diserang atau dijajah, tentunya kita tak ada pilihan lain selain angkat senjata untuk melawan. Dalam konteks negeri ini, kita sedang berperang sengit dengan korupsi yang telah membudaya di negeri ini. Perang sejenis ini tak boleh berhenti selama masih ada ketamakan dari tikus-tikus pemakan uang rakyat dan negara.

Alkisah, teman baik Jon Anderson: David Foster, sebetulnya berkontribusi dalam menciptakan lagu ini. Namun sayang, tak pernah mendapatkan kredit pada saat lagu ini akhirnya dirilis dalam The Yes Album.

Keep on proggin’ ..!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers