29 Hari Lagi YES Live in Jakarta

YES sudah USANG!

 

Countdown kali ini mencoba membahas agak berbeda. Kalau selama ini saya mengulas dari aspek penggemar yang masih menyukai Yes hingga kini, termasuk saya tentunya. Kali ini akan saya mulai dengan pernyataan seorang “teman” saya di Facebook yang memberi komentar ini di wall saya:

Boncu Bonexmania kalo musik yess pasti jaminan mutu,tapi sekali lagi, yes sudah lewat masa keemasan beliau2 dalam memainkan musik, beliau udah sepuh sodara2:)saya kurang “mbelani” dgn alasan tersebut tanpa mengurangi penghormatan saya terhadap Yess, musisi jaman skarang lebih maju dlm hal skill dan teknologi,jumlah mereka juga lebih banyak:)

salam damai komandan2 yang saya hormati,ane msh anak kmarin sore

Menurutnya yang penting itu melihat musik dari segi skill dan teknologi dan musisi-musisi muda banyak yang jauh lebh bagus. Di sini sudah terjadi perbedaan yang mendasar dari cara pandang. Saya tak pernah melihat musik dari kecanggihan musisinya memainkan alat musik tapi bagaimana setiap musisi bisa menciptakan komposisi dahzyat. Saya yakin bahwa Marillion, misalnya, dari penguasaan alat masih jauh dibawah musisi seniornya di Gentle Giant, Genesis, maupun Yes. Tapi toh mereka bisa menghasilkan album-album dahzyat yang tak perlu menonjolkan kemahiran memainkan peralatan tertentu. Saya juga menyukai Opeth, Porcupine Tree, Sylvan dan band2 prog baru lainnya, tapi tetep menganggap msuik prog 70an layak dicintai …..

Dalam YES, menurut saya personil-personil yang bagus penguasaan terhadap instrumennya adalah Rick Wakeman, Bill Bruford, Steve Howe, Patric Moraz dan Chris Squire. Namun ketika menikmati musik Yes, yang saya perhatikan adalah bagaimana alunan melodi dibuat bersamaan dengan kompleksitas perpindahan mood dan tempo serta bagaimana harmoni dijaga sehingga terjadi keseluruhan komposisi yang terpadu atau bahasa kerennya terjaganya structural integrity dari musik yang dihasilkan. Kita ambil contoh lagu yang tak memiliki melodi kuat seperti Sound Chaser (Relayer, 1974). Mengapa musiknya indah padahal melodinya gak terlihat nyata? Karena mereka jago memainkan harmoni dan perpindahan tempo dan mood yang indah. Tak heran bila lagu ini tak terkenal. Tapi mengapa penggemar Yes menyukainya? Ya itu tadi, musiknya memiliki structural integrity yang kokoh.

Sekarang kita ambil contoh ‘And You And I’. Secara melodi, lagu ini indah. Tapi apakah ini musik pop? Bukan! Lihat aja bagaimana setiap segmen dipenuhi dengan lick indah dari Steve Howe dan permainan kibor yang inventif dari Wakeman. Kita semua melihat lagu ini dari keseluruhan komposisi dan sampai kita melupakan faktor skill. Mengapa? It does not matter! Yang penting kalau musik prog itu ya keindahan komposisi total, menggabungkan lima komponen utama: melodi, kompleksitas, perpindahan tempo / mood, ketrampilanm, dan structural integrity. Coba kasih CD Close To The Edge ke orang yang belum pernah denger Yes, pasti langsung pusing denger lagu Close To The Edge karena intronya gak jelas. Tapi coba dengerin sampai 5 kali atau lebih, baru terasa nikmatnya dan it’s eternal ….

Jadi, musik YES sudah usang! Gak perlu nonton lagi konsernya!

(bila Anda tak progressive in a true sense!)

Keep on proggin’ …!

Salam,

G

About these ads

12 Responses to “29 Hari Lagi YES Live in Jakarta”

  1. Narada Says:

    Skill dan teknologi (teknik?) emangnya main bola? Kl main bola jelas Messi yg skill dan tekniknya paling tinggi. Kalo urusan musik skill dan teknik adalah sebagian aspek, tp aspek lain adalah soul dan rasa. Teknik jago tp ga bisa menghasilkan melody2 indah kaya gitarannya Howe, Clapton, Blackmore mah sama aja dgn kategory GA ENAK. Contoh ERIC BELL…tekniknya mah kaga jago2 amat tapi melody-nya sangat abadi dalam Whisky In The Jar…gitaris yg berteknik tinggi macem Kirk Hammet aja ngos2an bawain lagu itu..(baca: soulnya ga dapet).

  2. Edi Apple Santoso Says:

    Yang pasti musik Yes tidak akan pernah usang ….

  3. lonlide Says:

    Konser di mana mas … kok ga ada beritanya … setahuku 28 mbesok Earth Wind and Fire ….

  4. fanny Says:

    Seperti saya katakan sebelumnya Oom Gatot,
    Menikmati musik progessive apalagi itu YES, memang tidak cukup 2-3 kali kita baru merasakan keindahan komposisinya setelah beberapa kali seperti menyusun puzle menjadi gambar yang indah atau mungkin menikmati lukisan affandi kali ye seperti acak2an, dilihat agak jauh baru keliatan bentuknya.

  5. apec Says:

    Jadi ingat guyonan ala orang madura, mereka kalo ditanya siapa Gubernur Jawa Timur? mereka jawab Muhammad Noer ( Gubernur Jatim th 1968-1976) yang notabene berasal dari Madura.Kemudia disangkal si penanya” lho,bukankah Gubernur jatim itu Pak Karwo? lalu dijawab lagi sama si Madura, ” lha Pakde karwo itu cuma penerusnya…ha..ha..
    Analogi dengan cerita tersebut, maka jika ditanya siapa pemusikprogresif itu ? jawabnya tentu saja Yes, sedangkan yang lainnya itu cuma penerusnya….ha..ha….
    tapi memang musisi muda sekarang juga makin pinter berprogresif ria….

  6. hippienov Says:

    Yes sudah usang?salah besar itu..kl diliat usia beliau2 memang ud tua tp musik mrk eternal..musisi2 baru bnyk yg piawai teknik n bertekno canggih tp pernah terpikir gak di jaman yg tekno musiknya msh blm aneh2 yes bs bikin musik begitu indah?

  7. gt Says:

    Sepertinya perlu juga diperdengarkan Sound Chaser yang dimaikan oleh Jordan Rudess.

  8. Rizal B. Prasetijo Says:

    Waaahhh… Blog gemblung ini memang suwangaaatt provokatif… Saya rasa kalo bicara skill dan kemampuan, Eyang buyut Ludwig van Beethoven juga gak ada apa-apanya dibandingken dengan eyang Wakeman… Cuma, ndak bisa dibantah kalo Symphony no. 5, ciptaan eyang buyut Beethoven jauh lebih ndredegh dari ciptaan eyang Wakeman atawa Banks… Apalagi yang dimaenkan oleh Berliner Philharmonic Orchestra waktu dibawah pimpinan Herbert von Karajan yang direkam dalam piringan hitam edisi Deutschegramaphonne tahun 1968. Wuuuiiiiihhhhhh… Baru kita ngerti, kenapa eyang Wakeman, Banks, dan pendekar2 kibod art rock awal 70an mendapatkan ide2 permaenan syncopate mereka…

  9. doddy znp Says:

    saya bersyukur nonton konser @ ritz…sayang g ktmu mas GT….en mnrt saya,,,,album Yes ” fly from.” jangan dikira gampang bikinnya,,klo ga maestro” prog yg bikin..jadi klo kata Boncu..udah ga asik lagi …yaaaahh mungkinudah sering denger Spock’beard atau beard fish..yg skill nya lumayan tapi individual skill di banding YES…hmmmmmmmmm jauh ke bedug..kalo mas Soen sumojo tau ttg ulasan boncu bisa ” di santet tuhhhh hehehhehee

    • Gatot Widayanto Says:

      Ha ha ha …bisa aja bro Doddy znp ini … Apa kabar bro? Lama gak saling kontak ya … thx comment nya.

      Keep on proggin ‘ ….

  10. doddy znp Says:

    hehhhhee baek mas GT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 144 other followers

%d bloggers like this: