WHOOOAAAAAAA…. Akhirnya tadi malam kesampean juga nonton bareng hajatan penggalangan dana buat mas Donny Fattah, bassist GodBless yang sedang sakit karena serangan jantung. Tadinya sempat ragu juga ketika setelah shalat Maghrib di kawasan Ratu Plasa, hujan tambah deras, meski masih tergolong gerimis. Artinya musti bersabar karena bakalan gowes. Melalui email, kami: Sigit Prabowo, Danang Suryono, Pungky, Igun, Indra Kusuma (Mamak) dan saya mengatur koordinasi kondisi lalulintas dan tikum (titik kumpul)nya mau dimana. AKhirnya disepakati bertemu di Bakmi Jowo Mbah Surip sebelah Rolling Stone cafe. Biyuh jal….macetnya luar biasa, apalagi daerah Kemang. Udah Jumat, hujan pula. Namun ya Alhamdulillah …karena naik sepeda Brompton, saya tempuh dalam waktu yang jauh lebih cepat dari yang naik mobil. Lagian haree genee kok masih ngotot naik mobil seeeh?? Gak progresip amat cara berpikir dan bersikapnya! Hua ha ha ha ha ha ha …..
Setelah sempat singgah shalat Isya berjamaah di masjid seputar Kemang (baru kali ini tahu ada masjid ini di sini … Subhanallah! Dan juga …kalau naik mobil, mana mungkin bisa shalat Isya lha wong muwacet nya jiyaaan setengah mati jal!) akhirnya nyampe di Mbah Surip sekitar jam 19:45. Langsung dah nyantap mie godog dan jeruk panas (gula sedikit, soalnya wis tuwek kudu mengurangi gula jal! meski rajin gowes sekalipun …). Saking enaknya, saya nambah separoh lagi …ha ha ha ha … Maklum abis gowes gitu loh! Kami tadinya berenam … Namun karena saling provokasi, Nelwin Aldriansyah (sang kolektor KISS) bergabung juga …. Maka lengkaplah kami ber tujuh. Ini dia fotonya:
Memang salah satu tujuan nonton bukan sekedar mau liat performance GodBless Perjuangan (yang dibawakan oleh band nya mas Jockie JSOP) juga pengen ngobrol nuansamatik sama sesama temen penggemar musik. Lucu juga pembicaraan tadi malam di warungnya Mbah Surip, mulai dari membahas grup di FB “Turunkan Harga Tiket DT” yang ternyata semua anggotanya secara “diam2″ telah memborong tiket dan juga konser Yes yang akan digelar 24 April nanti di Ritz Carlton. Nelwin juga cerita tentang konser Rod Stewart. Udahlah pokoknya seru …! Kalo ngomongin musik selalu aja kagak ada berhentinya. Sigit mengulas tentang lagu standar kalau ada acara kantor: Ini Rindu, Kemesraan, Kopi Dang Dut, dst yang kita sambut dengan saling ketawa …. Yang paling lucu adalah cerita Pungky tentang temennya yang ngotot vokalis Yes namanya Ian Anderson meski dikasih tahu bahwa itu dedengkotnya Jethro Tull; masih ngotot juga…ha ha ha …. Sampe akhirnya ditanya: “Suka Jethro Tull gak?” …temennya jawab: “Gak! Mosok rock kok pake suling!” ….HA HA HA HA HA …kami bertujuh semuanya meledak tawa bersama … Lucu abis!!!! Ha ha ha ha ha … Obrolan nuansamatik tenaaannn!!!
Saking asiknya ngobrol sama temen2, kami baru berjalan menuju venue sekitar jam 21:00. Ternyata mainnya bukan di outdoor, namun indoor. Saya pernah mengalami fatal tragedy di kafe ini saat penampilan The Miracle dalam Tribute to Dream Theater terpaksa harus dibubarkan sebelum puncak acara lantaran diprotes tetangga karena suara musiknya jedhang jedhung mbribeni wong turu jarene … Wah …kita kuciwa berat saat itu. Kali ini saya heran kok katanya akan digelar sampe jam 2 pagi segala…… Agak gak percaya sih.
Acaranya sih, jujur aja, agak garing karena MC seperti tak memahami sosok Donny Fattah yang luar biasa sehingga obrolan2nya terasa standar dan hambar meski mencoba menghibur sih. Saya tadinya berharap ada ulasan2 nuansamatik berkhasanah musikal mengingat perjalanan musik Donny Fattah atau Godbless – apalagi ada Teddy Sujaya, Jockie, Eet Syahranie yang pernah memperkuat formasi GodBless. Baru setelah di rumah liat teve saya menyadari bahwa ternyata ada juga Yaya Muktio sedang menemani Sis, Diah Pitaloka (istri Donny) dan Iman Fattah (anak Donny) dalam obrolan di setiap jeda. Obrolan Sis pun juga kurang banyak menyentuh aspek musikal. Tapi saya senang mbak Diah mengungkap keseharian Donny yang suka bangun jam 3 atau 4 pagi dan Shalat Subuh. Subhanallah ….. Ini baru rocker tulen! Tak meninggalkan shalat karena itu yang paling penting setelah syahadatain.
Acara dibuka dengan penampilan beberapa band cabutan yang mereka masing2 mengaku sangat mendadak buat tampil sehingga kurang persiapan. Namun gak masalah, yang penting mereka berusaha tampil terbaik. Ada beberapa nama yang saya catat karena memang saya kurang faham nama2, yaitu ada Oppie, Ario Wahab, Iwan Xaverius, Abdee…dan beberapa lagi. Oh ya, ada Geisha yang menurut saya salah kamar bisa tampil dan merusak nuansa rock tadi malam. Musiknya pop biasa dan garing menurut saya. Namun karena vokalisnya wanita berbaju nerawang warna hitam, jadi perhatian juga … ha ha ha .. Ada beberapa temen yang saya kenal, memperhatikan sang vokalis terus ,….ha ha ha … Ndelok musik opo ndelok wedokan rek????
Sebenernya yang sungguh dinanti adalah penampilan JSOP atau GodBless Perjuangan dengan formasi Jockie (kibor), Eet (gitar), Teddy Sujaya (drums), pemain bass yang saya gak kenal, plus vokalis yang gonta-ganti (saya gak kenal juga …. Yang sempat dikenalkan: Amirus, Bagus Netral plus tiga cewek penyanyi altar). Dibuka dengan Bis Kota dan nyambung ke Kehidupan. Pas lagu Kehidupan inilah Mamak dan saya ikut nyanyi, sedangkan penonton lainnya manyun aja. Kok kalah sama penonton Bontang ya? Waktu GodBless main di Bontang, banyak yang ikut nyanyi di lagu Kehidupan ini. Payah nih penonton Jakarta! Ngakune rocker, tapi nontonnya koyok nonton keronchonk … Wis jiyan gak metal blas penonton tadi malam! Yang saya suka, di lagu Kehidupan ini saat interlude yang memainkan permainan kibor sederhana dan sebentar tapi bener2 “keluar” suaranya seperti kaset aslinya. waktu nonton di Bontang, yang main kibor Hary Anggoman, payah dah … bagian paling nuansamatik yang cuma empat bar itu “gak keluar” dari permainan Hary Anggoman sehingga “roh” dari Kehidupan langsung hilang dan hancur luluh berantakan, meski yang nyanyi Ahmad Albar.
Yang mebuat hati ini berbunga-bunga ya saat lagu TRAUMA dibawakan. Mamak dan saya langsung histeris ikut nyanyi karena memang lagu ini sangat jarang bahkan saya sendiri tak pernah menyaksikan GodBless membawakan live. Waktu di Bontang saya dicipoain sama mas Ian Antono yang katanya mau bawain Trauma ternyata hanya isapan driji jempol thok! Diapusi aku. Lha …. Tadi malam, di luar dugaan mbahe sangkil ….kok lagu ini dibawain … Waduh! Mbrebes mili tenan aku jal! Padahal sebelumnya saya sudah pamitan mau pulang karena gowes dan sudah jam 22:30…..lha kalo gowes malem2 kan bisa bronchitis (masih ada gak sih penyakit jadoel ini? wakakakakakak …).
Sepinya hidup dalam penjara
Tak juga hilangkan
Rasa sesal dan rasa bersalah
Bayangmu wajahmu ….
Jiyaaaannnn jangkrik tuwenaaaannn!!! Saya langsung menderita kepuasan paripurna dah! Pokoke jiyan multiple orgasm tenan! Saya bener2 menyukai lagu ini. Menurut saya lagu ini memiliki struktur yag hampir sama dengan lagunya Deep Purple BURN. tentu Trauma lebih sederhana karena lebih pendek. Namun lihatlah interlude kibor dan gitarnya ….wah …..decak kagum saya …. Ini lagu yang sangat indah dan membanggakan. Meski struktur lagunya mirip Burn bukan berarti lagu Trauma ini njiplak Burn lho ya ….. Sama sekali beda jal! Oh ya..yang main gitar dua lho: Piyu dan Eet.
Usai Trauma dibawakan, saya mohon diri dari teman2 soalnya musti mengayuh sepedah lagi …. Dalam perjalanan pulang, saya gowes melalui jalan kecil di sebelah Rolling Stone sehingga masih mendengarkan lagu Sang Jagoan dibawakan. Konon lagu2 lainnya yang bagus dari karya Jockie di GodBless pada dibawain, seperti Maret 1989 (keren nih!), Menjilat Matahari, dan sebagainya. Konon banyak lagu2 dari album Raksasa dibawakan. Yo memper rek, wong sing main gitar Eet Syahranie gitu loh ….
Meski saya tak menonton sampe usai, namun saya puwas dengan penampilan GodBless Perjuangan bernama JSOP ini. Memang saya tak berencana nonton sampe abis kayak orang kurang kerjaan aja…mosok sampek jam 2 pagi, trus gimana mau bisa Subuh? Gak lah! Ha ha ha ha ….. Sambil gowes saya senandungkan Trauma sambil merenung…. salah satu renungan saya di kegelapan malam Jakarta dan menikmati setiap kayuhan pedal sepeda saya berpikir …mengapa ya kok Ian Antono dan Achmad Albar gak hadir? memang sudah menjadi rahasia umum bahwa ada ketidak-harmonisan antara Ian-Iyek dengan Jockei .. Tapi mosok sih dalam momen memperingati teman seperjuangan yang sedang sakit si dua orang ini gak mau datang? Mosok sih gengsi? mereka kan pernah berjuang cari kehidupan bersama? Mosok harus berakhir dengan perseteruan? Nabi Muhammad sudah menginstruksikan kita umatnya untuk menjalin dan mempererat tali silaturahim, lha masak udah mencapai usia di atas 60 tahun kok masih “gelut” (boso Jowone berantem)? Wah jiyan …gak progesip tenan. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberi mereka semua hidayah untuk saling memaafkan dan mengisi kehidupan ini dengan silaturahim yang kuat tanpa permusuhan. Aaamiin….


