Steve Howe “Turbulence”

By Hardani Kristanto

Saya inget betul beli kaset ini di Duta Suara Sabang, tanya kenapa ?

1. Karena satu2nya kaset impor yang pernah saya beli, sekitar awal 1990-an, waktu itu seharga Rp.12,000 sementara kaset2 lainnya di sekitaran 7000-an.

2. Salah satu kaset terakhir yang saya beli sebelum bertransformasi ke cakram CD impor (belinya sih juga di jalan Sabang). 

Dulu biasanya saya ke Duta Suara, naik metromini P-27 dari Setiabudi (kos2-an) dan turun persis di depan toko nuansamatik tersebut. Saya inget juga kalau di lantai 2 toko tersebut waktu itu penuh dengan rak2 berisi CD, sementara kaset dapat porsi menempati lantai bawah. Saya belum tertarik beli CD waktu itu, karena selain harganya termasuk masih mahal buat ukuran orang yang masih baru bekerja, juga belum punya CD playernya, hehehe …

Suatu ketika, temen kos yang kerja di Philips, Wajyu, nawarin campaign CD player di kantornya dan dapat diskon 40% karena karyawan, dan akhirnya saya terpaksa nguras tabungan untuk bisa beli player seharga 1,250,000 setelah diskon. Setelah punya CD player tersebut saya mulai tertarik membeli CD2 karena memang suaranya lebih jernih dan mantap, selain mudah scanning lagu yang dimaui. CD2 pertama yang aku beli adalah Marillion, Rush dan Pink Floyd, saya gak berani ambil resiko beli CD yg mahal untuk artis bahkan album2 baru yang belum saya kenal. Jadi apa referensinya waktu beli CD2 tersebut ? Ya kaset2 yang kebetulan sudah punya dan hapal lagu2nya, rekaman Yess lagi, hehehe … Singkat cerita, kartu kredit Citibank visa dan master-lah yang jadi sarana pelampiasan nafsu beli CD, sampai2 baru bisa saya tutup kartu2 tersebut sekitar akhir 90-an waktu alhamdulillah dapat bonus 2 bulan gaji di kantor, huahahaha ternyata koleksi CD saya banyak yang kreditan … KPR, KPM sih mahfum, lha ini KPC yang bukan Kaltim Prima Coal, tapi Kredit Pemilikan Compact disc …..

Lho lho, kok jadi ngomongin yang lain, padahal judul tulisannya aja tentang kaset ? Yo ben lah, sing penting masih ngomongin musik di blog gwmusic yang kata si empunya biar gemblunk tapi artistik dan nuansamatik kemlitik …

Kembali ke kasetnya gitaris Yes, Asia, GTR dan entah apalagi ini … Album ke-3 Steve Howe ini (sepertinya gak ada rilisan Yess-nya deh, soalnya rilis tahun 1991) covernya juga di desain oleh Roger Dean, dan yang pasti full instrumental, gak pakai acara vocal2an segala …

Track listingnya:

  1. “Turbulence” – 4:57
  2. “Hint Hint” – 3:28
  3. “Running the Human Race” – 4:23
  4. “The Inner Battle” – 3:32
  5. “Novalis” – 2:25
  6. “Fine Line” (Howe, Ocasek) – 3:25
  7. “Sensitive Chaos” – 4:25
  8. “Corkscrew” – 3:56
  9. “While Rome’s Burning” – 4:25
  10. “From a Place Where Time Runs Slow” – 3:43

Musisi pendukungnya:

(Moga2 copy paste-nya dari Wiki tetap kebaca nih …)
Nomor2 dari album yang sampai sekarang masih saya tunggu CD remaster-nya ini, boleh dibilang sangat dinamis, rancak, driving power dan tentunya tetap bernuansa progressive. Gak percaya ? Beli aja albumnya atau donlod …
Lagu jagoan saya “Fine Line”, “Corkscrew”, dan tentunya “Turbulence”. Wis pokoke mantap surantap lah album iki …
Dari daftar musisi yang ada, bisa jadi jaminan kalau album ini pantas ditengok. Selain Steve dan Bill Brufford, ada juga si Billy Currie yang ex- Ultravox (sekali lagi katanya mbah Wiki lho …)
Have a good weekend …

4 Responses to “Steve Howe “Turbulence””

  1. Apec Says:

    Saya juga dapat kaset album ini berupa kaset bule(kaset import maksud saya)..hanya warnanya tidak hijau,tp hitam dengan cover penuh..tnyata sehati dan seiman dg mas Kris..

    • Kristanto Says:

      Bro Apec, kalau boleh milih, saya lebih suemeng kalau warna hijau-nya adalah gradasi kaset YESS, hahaha … Setuju yo bro’ , biar sehati dan seiman gitu …

  2. hippienov Says:

    Baca postingan mas Kris ini ak senyum2 dewek (bukan krn stress loch.. :-D tp…) krn critanya mirip yg ak alami sendiri.
    1. Ak jg sk naik bus/angkot ke DS bareng paman (yg sama2 penggila musik), konco2 sekolah atw kadang2 jalan sendirian. Kalo ud ke DS (baca: toko2 kaset) ak bs menghabiskan waktu berjam2 hanya u/ beli 1-2 item aja..betah bgt..

    2. Era 90an awal (90-93an) ak jg suka hunting kaset impor mas tp syg wkt itu ak masih blm “bertobat” memeluk progrock :-D
    Ak lagi gila dgn thrash metal/death metal/grindcore/black metal n sejenisnya (maklum terbw arus temen2) n yg ak cari ya kaset2 aliran sesat itu.

    3. Ak jg inget dulu lt. 2 DS diisi full cd..harga cd wkt itu kl gak salah sekitar 30-40 ribuan. Sama spt mas ak jarang ke lt 2 krn blm minat2 bgt beli cd.
    O ya tp ak sempet beli cd jg n cd pertama yg ak beli adalah album “yellow submarine” Beatles n setelah itu album perdana Venom,mrk band black metal dr Inggris era 80an n disebut2 salah satu pioneer thrash/black metal.

    3. Ak jg menghbskan pagu kartu kreditku u/ beli cd,hehe.. Ini dimulai setelah ak krj n mulai mapan.tiap tagihan dtg yg terdata ya cuma DS Sabang, Musik+ Sarinah n Aquarius PI..
    Sampai skrgpun ak masih suka beli cd dgn “ngutang” pake kartu kredit..hehehe..

    Kita pny kemiripan mas Kris,mgkn bedanya skrg mas Kris ud mapan bgt sedangkan ak masih “ngepot2″ numbur rana-rene cari recehan buat byr tagihan kartu kredit :-D

    • Kristanto Says:

      Mas Hippienov, saya merasa “mapan banget” ya pas ndengerin/ muter kaset rilisan Yess, hehehe … Satu lagi yang mapan, ya kalau pas tidur angler (pules), hahaha …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers