JRENG!
Pas lagi gak sempet ngisi blog ini ada mas Hippienov yang sudi mengulas kaset nuansamatik ini ….. Terima kasih mas! Aku juga punya kaset ini tapi gak tahu kemana lagi nih kaset …. Yang seru side B nya kok KAYAK – jiyan …mesakne tenan yo …..
Monggo dikomentari ….
Salam,
G
—–
Iseng-iseng kirim email ke Mas G buat topik obrolan di blog markotop ini.
Kali ini giliran kaset Queen “The Game” dari Aquarius yang di dalamnya termuat juga album Kayak “Periscope Of Life” walau sayang cuma beberapa lagu saja.
“The first appearance of synthesizer on Queen’s album” demikian kata pembuka di sampul kaset ini. Memang Queen mulai explore menggunakan synth di era 70an akhir,tapi kayaknya di album “news of the world” synth sudah terdengar juga. Padahal pada awalnya mereka anti synth, malah di sampul “a night at the opera” ditulis jelas ‘no synthesizers’. Gak jelas kenapa Queen anti synth di masa awal berdiri padahal band-band prog banyak yang menggunakannya. Belakangan Queen malah selalu gak pernah lupa utilizing synth/keys di hampir semua lagu mereka plus di tiap tour era 80an sampai masa-masa akhir sebelum Mercury wafat, selalu ada additional musician untuk playing keyboard. Perubahan ini terasa sekali mulai album “flash gordon” lanjut di “hot space” yang sangat disco itu dan “works” – “a kind of magic” sampai “made in heaven” yang dirilis setelah Freddie Mercury wafat.
Album ini menghasilkan beberapa hits yang terkenal:
“play the game, save me, another one bites the dust dan crazy little thing called love”. Tapi menurutku lagu “sail away sweet sister” Brian May bagus juga. Yang lainnya menurutku lumayan meski secara keseluruhan rasa komersialisme terasa di album ini.
Yang buat aku tertarik pas liat kaset ini adalah ada tambahan album Kayak “periscope of life”, padahal gak nyambung ya Kayak yang lumayan prog ditandem dengan Queen yang glam. Tapi okelah yang penting ada taste of prog sedikit di kaset ini. Malah menurutku album tambahan Kayak lebih tepat kalau jadi album utama dibanding “the game” nya Queen.
Dari lagu pembuka “astral aliens” yg langsung disambung
“what’s in a name” langsung nendang adrenaline.
“stop that song” yang riang bertempo lumayan cepat dengan unsur terompetnya lebih enak dibanding “crazy little thing called love.
“if you really need me now” juga gak kalah melankoli dari “save me”.
“periscope of life” dan “beggars can’t be choosers” enak terdengar di kuping bahkan mungkin lebih oke..
Tapi ini semua sekedar pandanganku saja, pastinya ada yang bependapat kebalikan dariku.
It’s a free world and anybody can have different opinios but we, proggers are always be open minded individuals..”
Peace on earth..
Hippienov
Sent using a Sony Ericsson mobile phone


November 3, 2011 at 10:14 am |
Sami-sami mas G,ak jg matursuwun saget diposting ulasanku yg sekenanya ini.semoga berkenan n menarik u/ dikomentari
suwun mas G
November 3, 2011 at 1:51 pm |
Sorry mas, komen saya lebih sekenanya … Kalau yang rilis YESS pasti tuh dibalik mas, Kayak yg jd headliner, Queen sbg supportingnya di side B, hehehe …
Btw, album Queen ini salah satu yg lumayan nuansamatik, selain yg A Night of the Opera, A day at the Races, Jazz, dan juga yg sangat nge-rock, Sheer Heart Attact ….
November 3, 2011 at 6:57 pm
Dulu jaman masih kuliah saya lebih sering nangkring di markas YESS Jl Veteran Bandung ketimbang kuliah. Kalau sarjana bidang Teknik Industri kan banyak to? Sarjana Progressive Rock rasanya masih langka saat itu, sekitar awal 80an. Makany saya lbh suka ngangsu kawruh sama I’an Arliandy sang arsitek kaset Yess. Kuliahnya gak lama, paling banter antara jam 11 sd jam 13 karena tokonya trus tutup, buka lagi jam 5 sore sd jam 7 malam (what a life!). Biasanya saya pulang dengan membawa bbrp kaset Yess keluaran terakhir yg kota2 lain di Indonesia belum beredar. Bangga juga jadi orang pertama yg mendengarkan “So here I am once more THENG!” (Bunyi “THENG” nya penting, jangan dilewatkan …..ha ha ha ha …..)….
Pernah dalam suatu kuliah dg Prof Dr Ian Arliandy ini saya menyanggah teori beliau yg mengatakan bahwa Queen kagak ada apa2nya. Saya debat waktu itu bahwa musik Queen itu unik dan sangat kuat di choir-nya. Dia nyahut enteng : “Gentle Giant lebih gagah choir-nya…” …… Memang bener sih ….. Makanya jangan kaget kalau jarang atau bahkan gak ada Queen rekaman Yess kecuali di kaset konser KAMPUCHEA …..
Jadi, yg dibilang mas Kris benar, bisa jadi “Periscope of Life” side A dan “The Game” side B bila Yess “sudi” merekamnya …..ha ha ha …..
Tapi lucu juga Yess …. Di sisi lain malah merekam OMD, Ultravox, Aha ……
Opo tumon?
Sing penting pokoke YESS! Yen ora YESS ora prog, masiyo Aha sing direkam …!!!!
That’s the power of branding …!!!
(Jarene Al Ries and Jack Trout ….pakar Positioning itu ….)
November 3, 2011 at 4:05 pm |
Akur mas Kris,kalo aja Yess yg rilis, pasti Kayak yg jadi album utama n Queen tambahannya.
Album2 Queen yg mas bilang memang nuansamatik markotop,tp “news of the world” kelewat nich mas Kris,padahal disana ada “we are the champions, we will rock you, spread your wings n my melancholy blues yg jazzy”.
Yg kurang nyantol di kupingku (dari era Queen 70an) adalah 2 album pertama mereka mas: Queen n Queen II. Gak tau kenapa gak dapet2 “klik” nya dimana
O ya, salah satu lagu antik Queen yg ak suka adalah Mustapha dari Jazz:
…Mustapha Ibrahim.. Mustapha Ibrahim.. Allah, Allah, Allah will pray for you.. Antik tenan rek..
November 3, 2011 at 4:34 pm |
Yep, “News of the World” juga markotop, termsk covernya yg “prog”, paling suka Spread Your Wings, Who Needs You, sama nomor yg bikin trenyuh “All dead all dead” … Paling terkenal ya ‘We’re the champions’ yg sering kita denger koor-nya di teve/ pertandingan bola ….
November 3, 2011 at 6:12 pm |
Wah iya mas Kris, “all dead all dead” nya May sedih bgt. Lirik n aransemennya bikin terenyuh. Ak inget kaset best of Queen punya pamanku lagu ini muncul juga n asiknya ada chord guitarnya, ak dulu suka nyoba bawain lagu ini sambil nyontek chord nya,asik tp pastinya gak seindah permainan May,hehe..
Bener mas,cover “news of the world” unik.
November 24, 2011 at 12:52 pm |
Salam,
selamat berjumpa kembali saudara seiman Progresif,ha..ha… baru saja pulang tanah air,tahu gak,begitu transit di Soekarno Hatta, lihat internet,lgs buka blog edan ini.
g unik selama saya di Mekkah,saat cari souvenir, dan sambil basa basi tanya nama penjualnya, dia bilang Mustapha, lgs saya menyanyikan lirik Mustapha dari Quenn, si penjual ikut senyum sambil goyang -goyang,padahal sama sekali tdk tahu siapa freddy Mercury
November 24, 2011 at 1:01 pm |
Bro Apec … Selamat datang di tanah air!!!! Keep on proggin’ …!!!
Wha ha ha ha ha ha ha ha ….namanya juga blog gemblunk bro Apec …. Jadi yo edan to … ha ha ha ha ha ha ha …
Wah kebayang tuh bro Apec nyanyi Mustapha Ibrahim …..ala ala ala ala ….. whakakakakakakakakakak ….