oleh: MH Alfie Syahrine

SEBUAH SEJARAH BARU
“Salah satu lagu abadi hasil karya cipta bangsa Indonesia yg tak tergerus oleh waktu. Indah, syahdu, mempesona dan tak mudah terlupakan…!!!. Very nice song…!” .Itulah salah satu komentar para pemerhati Youtube terhadap lagu “Merpati Putih” yang ada dalam album “Badai Pasti Berlalu” atau tebih dikenal sebagai album BPB.
Setelah era musik panggung terhempas karena kondisinya sudah tidak menopang lagi disebabkan terjangan music new wave,disco dan pop mellow maka dengan membawa perangkat musik panggung yang pernah membesarkan mereka seperti moog synthesizer, mellotrone, Hammond B2 dll ke dalam studio, mereka mencoba suatu proyek baru yang mereka tidak sangka menjadi begitu phenomenal hasilnya. Maka pada tanggal 4 Januari 1977. Badai Pasti Berlalu direkam di Studio Irama Mas dengan penata rekaman beken Stanley(Teten)dengan menghabiskan waktu 21 hari dan menyedot dana sekitar Rp 2 juta.
INDO POP PROGRESSIVE
Memang inilah album Indo Pop Progressive yang oleh banyak veteran anak-anak muda era 70-an dikatakan sebagai album evergreen yang hingga kini sudah berusia telah 34 tahun. Inilah album dahsyat yang digarap para raksasa musik prog Tanah Air dimana Wadia Balad yang memperkuat proyek ini adalah Eros Djarot bersama Yockie Soeryoprayogo (arranger/ keyboard/drum), Chrisye (bass/vokal), Fariz Rustam Munaf (drum) dan Debby Nasution sebagai bintang tamu pada keyboard untuk beberapa lagu serta Keenan Nasution Nasution sebagai additional drummer maka terciptalah lagu lagu seperti :
1.Pelangi
2.Merpati Putih
3.Matahari
4.Serasa
5.Khayalku
6.Angin Malam
7.Merepih Alam
8.Semusim
9.Baju Pengantin
10.E&C&Y (Instrumental)
11.Cintaku
12.Badai Pasti Berlalu
13.Merpati Putih (Instrumental)
Para penggemar music Indo Pop Progressive yang notabene adalah para veteran anak-anak era 70-an di youtube mengatakan bahwa album “Badai Pasti Berlalu” itu suatu maha karya yang tidak akan pernah lekang oleh zaman dimana mereka begitu terkagum akan permainan keyboard dan synthesizer Debby Nasution dalam lagu “Khayalku” itu, mereka menambahkan bahwa grup ini sudah menggunakan Hammond organ B2 seperti yang digunakan Procol Harum. suatu hal yang jarang pada zaman itu (bahkan zaman sekarang sekalipun ).Debby Nasution yang memang sangat terpengaruh oleh permainan keyboard Matthew Fisher (Procol Harum) dan Tony Bank (Genesis) disamping Johann Sebastian Bach dimana dia sangat berhasil didalam memainkan Hammond-nya pada lagu “Khayalku” sebuah lagu dengan aransemen yang paling ngeprog dari album “Badai Pasti Berlalu” itu walaupun ada sisipan melodi pada lagu “Pelangi” yang dicomot dari lagu After the Ordeal milik Genesis ungkap Debby secara terus terang pada suatu saat. Dan bilamana kita menyimak versi awal “Khayalku”, otomatis kita akan teringat pada musik klasiknya Johan Sebastian Bach.

Matthew Fisher Keyboardist Procol Harum Yang Sangat Berpengaruh Pada Debby Nasution
Memang ketika pertama album ini muncul cenderung tidak ada yang menggubris karena jenis suara Chrisye masih tidak lazim ditelinga khalayak yang masih awam dengan dengan warna suaranya akan tetapi para progger lokal dia disebut-sebut sebagai Peter Cetera-nya Indonesia,khalayak saat itu memang sedang demam lagu lagu super mellow keluaran Remaco atau Lolypop tapi karena seringnya stasiun radio kelas wahid yang ada di Menteng danKebayoran seperti Prambors, El Shinta, Amigos,Kejayaan dll. mengumandangkan album ini maka khalayakpun mulai mencari carinya .
Menurut Eros, album ini lahir setelah pembuatan music score BPB bersama dukungan tata musik dari Maestro keyboard Indonesia Yockie Suryoprayogo yang mana Yockie mengungkapkan bahwa ide dasarnya dia yang membuat sedangkan Chrisye yang mencari accord-accordnya. Menurut penuturan Yockie Secara praktis musisi yang terlibat kerja di studio tersebut hanyalah Fariz RM sementara Keenan Nasution dan Debby serta Odink Nasution karyanya hadir lewat rekaman yang sudah jadi berbentuk pita 1/4 inch minus one hasil kerja mereka sebelumnya bersama Erros di film Perkawinan dalam semusim yang juga garapan Teguh Karya.
Namun manakala menggarap kassetnya bertambahlah jumlah semuanya datang dari Eros. Padahal, ia justru tak terampil memainkan alat musik. Eros menyenandungkan melodi, lalu repertoar seperti Cintaku (Eros/Debby), Merepih Alam (Eros/ Chrisye), Semusim (Eros/Debby), Serasa (Eros/Chrisye), Khayalku (Eros/Debby), Pelangi (Eros/Debby), dan sebuah instrumental berjudul E&C&Y.

Patrick Moraz
Keyboardist Yang Sangat Mempengaruhi Permainan Yockie
Pada lagu super sendu “Merpati Putih” yang bisa membuat dada sesak itu sepintas ada kemiripan dengan lagu “Leonie” yang ngetop di era pertengahan 70-an dan sering sekali di putar di radio Prombors yang dilantunkan oleh almarhum Arjan Brass penyanyi dari Belanda yang meninggal pada tahun 2007. Pengaruh Patrick Moraz pada permainan keyboard Yockie jelas sangat terasa bila kita mendengarkan lagu “E&C&Y”. sedangkan gaya gebukannya Fariz RM yang trampil pada drum mengingatkan kita pada Bill Bruford.
Didalam lagu “Merepih Alam” sepintas ada kemiripan pada lagu Procol Harum “A Whiter Shade of Pale“.. Yockie pada suatu kesempatan mengungkapkan juga rasa senangnya bahwa album BPB garapannya dengan teman temannya di tahun 1977 itu mendapat apresiasi bukan hanya pada jamannya tetapi juga masa kini dimana majalah Rolling Stones memberikan apresiasi beberapa tahun yang lalu.

Fariz RM
Musisi Serba Bisa Yang Paling Junior Di Badai Band
Bagaimana pula dengan peranan Berlian Hutauruk saat pembuatan album BPB itu dimana dia mendapatkan jatah lagu “Khayalku”berduet dengan Chrisye,”Matahari“, ”Semusim” dan “Badai Pasti Berlalu” yang mana lagu lagu itu sesungguhnya berat semua? sedangkan usia Berlian Hutauruk saat itu baru menginjak 18 tahun di tahun 1977
masih sangat muda tetapi sebagai keturunan Tapanuli yang sangat musikal, kemampuan menyanyi Berlian sungguh luar biasa. Apalagi ia aktif di paduan suara gereja, kemudian berguru pada pemusik-pemusik Batak yang berada di Jakarta. Maka, walaupun di usia belasan tahun itu, suara Berlian Hutauruk sudah benar-benar telah jadi jenis soprano liris. Dan, ketika Eros Djarot hendak membikin “album Badai Pasti Berlalu pada 1977, dia ingat gadis Batak” yang manis itu. Apalagi, struktur melodi, lirik, 11 lagu yang dipersiapkannya untuk musik film Badai Pasti Berlalu memang berbau klassik. Ternyata pilihan Eros tidak salah, Berlian Hutauruk sebagai pendamping vocal Chrisye pada lagu “Khayalku” turut memberi karakter pada album ini yang ternyata perpaduan antara suara tenor Chrisye dan suara sopran Berlian Huaturuk menjadikan lagu ini sangat berkelas. Dalam penjelasannya pada media beberapa tahun yang lalu Berlian bersyukur bahwa dia diberi kesempatan untuk terlibat di “Badai Pasti Berlalu” sebagai penyanyi kunci, di samping Chrisye almarhum.
Penggemar musik Indonesia sudah sepatutnya berterima kasih banyak kepada Eros Djarot yang membuat karya brkualitas itu dimana dia ditopang oleh teman temannya yang memiliki selera dan visi yang sama seperti Yockie,Chrisye, Fariz RM dan Nasution Bersaudara.Padahal tahun 1977 teknologi musik masih sangat sederhana. Akses informasi tak secabggih sekarang. Toh, anak-anak muda ini dapat membuat suatu maha karya yang sangat fenomenal dalam khasanah musik Indonesia bahkan di youtube ada yang memberi komentar bahwa untuk 100 tahun kedepan saja belum tentu akan ada lagi lagu klassik seperti “Khayalku” yang ada dalam album “Badai Pasti Berlalu” itu

Trio Badai Band
Yockie, Fariz Dan Chrisye
JAMAN LATAH
Sementara album BPB aslinya dimana yang terlibat didalamnya terdiri dari Chrisye, Berlian Hutauruk, Eross Djarot, Yockie Suryoprajogo Fariz RM dan dibantu oleh Keenan dan Debby Nasution dimana album ini pertama dirilis pada tahun 1977 dan setelah melihat kesuksesan album ini maka sifat latah-pun terjadi pula rupanya bukan hanya jaman sekarang saja para penyanyi terjangkit penyakit latah itu tetapi juga sejak tahun 70-an-pun penyakit latah ini telah berjangkit dimana sudah berulang kali lagu lagu pada album Badai Pasti Berlalu ini dinyanyikan dengan penyanyi yang berbeda dengan harapan paling tidak akan dapat pula meraih fulus dan populeritas dadakan seperti yang dilakukan oleh Broery Marantika dengan home band Remako The Meicy disamping itu Yuni Shara-pun ikut-ikutan menyanyikan lagu lagu BPB ini disamping itu Chrisye –pun mendaur ulang kembali album BPB ini dengan arranger Erwin Gutawa pada tahun 1999 serta yang terakhir tahun 2007/2008 arranger muda Andi Riyanto lagi lagi mendaur ulang pula lagu lagu yang ada pada album BPB untuk pembuatan ulang film Badai Pasti Berlalu dengan mengusung banyak penyanyi dimana album ini dibuat dengan fasilitas rekaman serba modern, sedangkan gaya menyanyinya disesuaikan dengan bahasa ungkap musik pop mutakhir dinyanyikan oleh anak anak muda yang pada tahun 1977 dimana album BPB asli dirilis mereka belum dilahirkan (kecuali Andy) seperti :
1.Merpati Putih Astrid
2.Pelangi Glenn Fredly.
3.Semusim Raihaanun
4.Baju Pengantin Marshanda
5.Cintaku Lucky Octavian
6.Matahari Nindi
7.Merepih Alam Audy
8.Serasa Ello
9.Angin Malam Andy
KEHILANGAN CHEMISTRY
Dalam Album daur ulang arranger muda Andi Riyantoini gaya dan cara mereka menyanyi-pun bergaya anak gaul jaman sekarang dengan maksud agar Album daur ulang ini bisa diterima generasi muda tapi bagi para veteran 70-an model musik dan gaya menyanyi seperti yang mereka nyanyikan itu bak sebuah sajian yang dipaksakan dimana ruh klassik dari album aslinya sama sekali tidak dapat terlihat atau dirasakan…atau istilah londonya telah kehilangan chemistry dimana tidak ada sentuhan ruh 70-an sama sekali .
Yockie Suryoprayogo-pun memberikan komentarnya pula terhadap fenomena daur ulang ini dengan berujar ”Sering kali karya-karya besar justru lahir di masa prihatin. Di zaman instan, bergelimang fasilitas sekarang, rupanya manusia Indonesia baru bisa mendaur ulang karya-karya legendaris masa lalu. Apa boleh buat!“. ”Hanya saja saat lagu-lagu tersebut di release ulang …tak dapat saya pungkiri ada rasa pedih yang mengiris hati saya, “Mereka sama sekali tidak pernah mencoba untuk menghargai siapa-siapa yang turut merancang dan membidani kelahirannya”.Keluh Yockie. Dan protes keraspun dilontarkan pula oleh Debby Nasution yang merasa sama seperti apa yang dikatakan oleh Yockie.Yockie juga menambahkan bahwa banyak orang mengatakan, entah itu isu atau entah itu propaganda bahwa album BPB yang dia dan kawan kawannya buat sudah menembus bilangan angka penjualan melampui berjuta-juta banyaknya .
Dan bagaimana pula dengan pendapat Berlian Hutauruk ketika ditanya tentang hal daur ulang tersebut “Sah-sah saja lagu itu dibawakan dengan tafsir si penyanyi itu sendiri apalagi, zaman saya itu kan beda banget dengan sekarang,dulu saya memberikan apa yang terbaik yang saya miliki”.
”Saya percaya, pemusik-pemusik sekarang pun memberikan yang terbaik” ujar wanita yang kini berusia 52 tahun itu dengan bijak. Dan sebulan yang lalu sewaktu manggung di sebuah Hotel di bilangan Senayan Berlian bersama Yockie Suryoprayogo mendapat sambutan yang sangat meriah terutama oleh para saksi sejarah yang mengalami langsung kejayaan mereka berdua 34 tahun yang lalu dimana mereka namanya menjadi begitu popular dikarenakan “Badai Pasti Berlalu”.
MEREKA KINI
Yockie Suryoprayogo
Masih tetap istiqomah dengan kariernya dalam dunia musik dia seorang seniman dan filusuf yang penulis sangat kagumi cara berfikirnya yang tegas dan lugas tapi penampilannya tetap tidak berubah seperti dulu cool dan bersahaja.
Erros
Kini dia banyak disibukan dengan urusan politik terakhir dia membentuk partai PNBK. Dunia cinematografi yang dia tekuni di Jerman dan Inggris nampaknya nyaris terlupakan namun untuk musik Erros kadang masih sempat juga bermain musik atau mengarang lagu.
Chrisye
Sudah meninggal karena penyakit kangker paru paru.
Berlian Hutauruk
Selepas memperkuat album “Badai Pasti Berlalu”, Berlian lebih dikenal sebagai artis gospel alias lebih sering menyanyi di lingkungan jemaat kristiani. Dia juga pernah bikin album rohani. Lalu, album pop biasa dengan penata musik Ian Antono.Kini Berlian hidupnya lebih banyak difokuskan pada pelayanan umat dia sering diundang untuk mengisi acara kebaktian kebangunan rohani. Dia nyanyi lagu-lagu gospel, praise and worship songs.
Fariz Rustam Munaf
Masih aktif berkarya di musik, banyak grup yang dia buat dari mulai WOW, Simphony, Tresspassium, Jakarta Rhythm Section dll. Kini Fariz sering berkolaborasi dengan band band sekarang seperti White Shoes dll.
Keenan Nasution
Masih aktif di musik pada tahun 2007 Keenan membuat pagelaran tunggal dengan mengajak banyak teman-temannya sewaktu di Gipsy dulu disamping itu Keenan sempat juga merekam sebuah album baru disamping berbisnis namun kegiatannya lebih banyak dicurahkan untuk urusan dakwah dan keagamaan
Debby Nasution
Kini sering muncul di televisi sebagai seorang Da’i kondang dan memiliki pesantren dengan santri yang banyak di Puncak Bogor namun masih aktif bermusik dan memiliki band sendiri yang mana personilnya terdiri dari Debby sendiri beserta anak dan keponakannya.Debby sering berkolaborasi dengan band atau musisi lain.
(dari berbagai sumber).