Archive for May, 2011

Buku baru: The Steve Jobs Way

May 31, 2011

JRENG!

Opo blog iki ora tambah nggladrah? Wong ngomngin musik kok ujug2 ngomongin Steve Jobs. Wis embuh … Sing edan sing nulis opo sing maca? (Yang gila yang nulis atau yang baca? – red.)

Critanya saya baru pulang dari Citos, tadi ada lunch sama business partners (gaya pol! yo ….nggawe istilah londo ?). Sehabis lunch saya “nemu” buku baru di Times Book Store. Lha kalo ngaku jadi konsultan, kudu banyak baca buku sebagai investasi (selain tentunya dengerin musik prog dan rock). Kalau gak baca buku itu sama aja pencinta prog (ngaku progger) tapi ndak punya kaset keluaran Yess! Ha ha ha ha ha ha … Opo hubungane? Embuhlah jal. Memang setiap bulan saya selelu mencadangkan beli buku import berbahasa Inggris. Bukan buat kemethak atau gaya2an atau kemlondo.Dari dulu saya selalu beli buku teks asli karena ada dua manfaat: 1. bisa segera dapat ilmunya, tanpa menunggu diterjemahkan dulu’; 2. sekalian bisa memaksa diri dengan bahasa Inggris. Jadi satu tembak dua nyawa langsung sempoyongan….. Gitu lho jal.

Singkat cerita, tadi saya ambil buku ini:

Memang masih belum saya baca semua, tapi kata pengantar buku ini sungguh menggugah. Sang pengarang, Jay Elliot, itu adalah mantan Senior Vice President nya Apple. Jadi bukan sembarangan, dia kenal dekat dengan Steve Jobs (CEO nya Apple). Yang unik adalah pertemuan pertama antara Jay dan Steve. Dikisahkan mereka sedang duduk pada suatu public space dan sedang membaca berita di koran bahwa sebuah perusahaan komputer bernama Eagle Computer mendadak bangkrut karena CEO nya meninggal dunia mendadak karena kecelakaan dengan mobil Ferari yang dia kendarai dalam keadaan mabuk. Masalahnya saat itu ia baru saja resign dari Intel dan mau masuk ke Eagle Computer. Saat itu ada anak muda dengan penampilan Hippie, menggunakan jeans dan sepatu kets (yang ternyata adalah Steve Jobs) sedangkan si Jay menggunakan jas necis lengkap dengan dasi. Karena mereka sama2 membaca berita yang sama, akhirnya Jay dan Steve terlibat dalam suatu perbincangan hingga saling berkenalan. Saat itu Apple belum besar dan saat Steve memperkenalkan diri sebahai Chairman perusahaan Apple, si Jay gak percaya karena masih muda (umur Steve saat itu 25 tahun) dan penampilan lusuh.

Singkat cerita, akhirnya Jay ditawari pekerjaan di Apple. Jay ragu karena mana mungkin Apple mampu membayar gajinya. Steve menantang dengan memberikan gaji lebih besar. Empat minggu kemudian Jay bekerja di Apple Computer. Setelah beberapa mingu bekerja di Apple, Steve mengajak Jay untuk berkeliling di kompleks Apple dengan Steve duduk di kursi kemudi. Selama di dalam mobil Mercedes Benz Steve tak berkata apapun selain nyetel musik dengan volume kenceng, The Police dan The Beatles. (Sampai di sini saya terhenyak).

Ya, ternyata orang2 top itu bisa sukses karena mereka menyukai musik ya? CEO nya Starbucks juga suka The Beatles … Sepertinya ada korelasi positif antara hobi musik dengan kesuksesan .. Tul nggak? Makanya ….music for life!

Pokoknya buku ini wajib dikolksi dan dibaca… Terbitan baru lho, tahun 2011….

JRENG!

Untuk ulasan rinci tentang buku ini, silakan KLIK di sini.

Kaset Yang Sedang Saya Putar

May 31, 2011

1. Uriah Heep “Anthology” C90 rekaman GL (Golden Lion Record) ini berisi kompilasi dari album Heep th 70 sd 80. Asik banget kompilasi ini …ntar daftar lagu di posting juga.

2. Chicago VIII dengan side B nya Blood, Sweat & Tears. Justru saya lagi pasang side B nya. Ternyata album ini keren …. Ride Captain Ride, Life, No Show … Biyuh! Rekamannya masih crispy lho. Kaset ini dibeli 12 Januari 1976. Rekaman Panggung Elektronik, Surabaya. Opo tumon?

Antzo’s Cassette Collection

May 31, 2011

Selamat malam om gatot and para master proclaro semua.

Weleh…weleh…jadi memanas nih pembicaraan tentang kaset jadul jadi gatal tangan tuk ngirim dokumentasi koleksi…hahahaha…

Ini saya kirim beberapa dokumentasi koleksi saya om gatot walaupun sedikit yah paling tidak saya sudah ikut melestarikan peninggalan jaman analog, mohon maaf om kalau gambarnya kurang bagus maklum di take pake kamera HP, cuman ini yang bisa saya di dokumentasikan soalnya ngerjainnya sambil nyari journal di internet, maklum sebenarnya sih niat pertama on line tuk nyari literatur/journal tuk bahan buat sari pustaka ilmiah eh ntah kenapa kepikiran tuk buka blog om sebentar, emang dahsyat daya tarik blog ini padahal udh di niatin tuk nggak buka dulu, tetap aja di buka trus jadi gatal tuk ikut nimbrung koleksi jd tertunda deh nyari bahan jurnal….waaahhhhh…bakalan begadang nih….hahahaha… tp gak papa ding yang penting studi jalan terus demikian juga dengan hobi…..

Salam
antzo

Foto 1

Foto 2

Foto 3

Foto 4

Foto 5

Foto 6

 

Foto 7

Hippienov’s Shopping Cart 29May11

May 30, 2011

Dari mas Hippienov:

Hunting Kaset Loak di Detos

Sore mas G,
Aku baru pulang dari depok town square hunting kaset loak. Kemarin pas jalan sama istri aku liat ada “kios sederhana” di lantai LG detos yang jual kaset dalam etalase kaca. Kenapa aku bilang kios sederhana karena gak ada dindingnya n papan nama toko, cuma etalase dan lemari serta seperangkat stereo buat setel kaset. Nah kebetulan kemarin gak buka jadinya hari ini aku samperin lagi dan buka :-D
Koleksinya banyak dan kalo kita jeli + sabar nyari bisa ketemu yang antik. Kebetulan tadi aku nemu 4 kaset (photos attached) dan harganyapun reasonable gak bikin kantong kempot.
Aku ambil :
1. Peter Frampton “frampton comes alive” (yess)
2. Uriah Heep “innocent victim” (nirwana)
3. Rush “grace under pressure” (billboard)
4. Kula Shaker “k”

Item no 4 bukan classic rock group tp dari era 90an. Yg bikin menarik mereka main psychedelic rock dengan banyak elemen musik india di dalamnya n alat musiknya juga, malah liriknya pun ada yang pakai bahasa hindi. Jadi beda dengan group rock era 90an umumnya..

Rush – billboard aku beli karena masih terpengaruh bro Apec dengan koleksi billboardnya, he2..

Walah jadi panjang lebar laporanny nich, padahal email ku ini gak mutu isinya.. Ak pamit dulu mas G, thx 4 taking your precious time reading my email.

Suwun,
Hippienov

Sent using a Sony Ericsson mobile phone

Foto 1

Foto 2

Foto 3

Foto 4

Kristanto’s Cassette Collection

May 30, 2011

Wis embuh iki yen blog iki tambah gemblunk .. Semua pembacanya jadi kedanen kaset koyok wong sempel (‘sinting’ – red.). Semuanya pada mengukir makna lewat kaset jaman normal … Biyuuuhhhh …. Saya sih suweneng …. Bagi pembaca yang ndak seneng, ya maaf kalo sakit perut … sialakn minum Diatab dan ndak usah baca blog nggilani sugemblunk ini ….. Makin nggeladrah … ha ha ha ha …. Lha yang diomongin kok malah ‘media’ nya … KASET. Lha piye to jal? Pancen kaset kuwi jiyaaan nuansamatik. Opo maneh wis ra ono sing anyar … Semuanya COLLECTOR’s ITEM.

JRUENG!

Ini dia koleksi mas Kristanto ….

Foto 1

Foto 2

Foto 3

Sekedar pengantar dari mas Kris:

Selamat pagi/siang/sore/petang/ malam,
Mumpung masih hangat tentang perdjadoelan kaset, dan juga mumpung dikasih kesempatan sama mas Gatot, redaktur blog keren mukeren ini (jd ketularan boso prokem madiunan nih !), saya coba foto dan sedikit ulas dua buah kaset rekaman Yess, sebagian dari koleksi saya yg memang “sebagian” (tidak banyak).
Dini hari kemarin pas rehat duel klasik Champions Cup antara Barca dgn MU di teve, iseng2 saya tengok koleksi kaset Yess yg saya simpan tersembunyi dibalik jajaran CD.
Ada bbrp yg menarik perhatian saya, misalnya kaset rekaman Yess grup Journey (Raised on Radio), Supertramp (Free as a Bird), termasuk solo karirnya bassist/ gitarist Genesis setelah era Hackett, Mike Rutherford.
Pada akhirnya saya pilih album awal Mike Rutherford yang diberi label Mike & The Mechanics, dan biar sedikit lebih seru dan berwarna, saya ikutkan solo album ke-2 nya Phil Collins. Maunya sih pengen taruh album PC yg pertama, “Face Value”, sayang gak punya rekaman Yess-nya.
1). Kaset PC “Hello, I Must be Going !” ini lumayan nuansamatik dgn balutan gradasi biru, sungguh pas dgn cover albumnya yg juga kebiruan. Kaset ini agak unik karena daftar/sususan lagu side A menghabiskan satu laman, sementara yg side B terpaksa di taruh di sebaliknya, ini karena si arsitek kaset Yess kelewat inisiatif maksa setiap lagu di sebutkan musisi pendukungnya, lha jadi ngga cukuplah satu halaman, padahal jumlah lagu “asli”nya cuma 10 tracks. Memang sih ada bonus tracknya di kaset Yess no seri 426 ini, ada 3 lagu dinataranya yg menarik adalah “Deep Green”, yang entah dari album (kolaborasi) yg mana …
Seperti pernah disebutkan oleh yang empunya blog ini, di mana album2 solonya PC cenderung nge-pop, dan menurut penilaian saya pribadi, pop rock-nya termasuk yang hi-class. Mana ada lagu pop secanggih “I Can Not Belive It’s True”, hahaha … Nomor lain yang saya suka dari album ini adalah “Like China” dan “The West Side”. Permainan gitar Daryl Stuermer benar2 sangat menghidupkan album si botak ini.

2). Sementara kaset Yess yang “M1ke + The Mechan1c5″ (beginilahcetakan asli di covernya) yg released tahun 1985 tsb, boleh dibilang awal suksesnya proyek solo Mike Rutherford, yang pada akhirnya membuat dia keranjingan bersolo pasca mandegnya Genesis. Dibilang sukses karena dari album tsb paling tidak ada 2 nomor yang berhasil menembus Top 50, “Silent Running” dan “All I Need Is Miracle”. Peran Peter van Hooke (drum), Adrian Lee (kibor) dan vocalist Paul Carrack (jd inget “Eyes of Blue”) dan Paul Young, selain Mike sendiri tentunya, sangat kentara dalam aransemen lagu2 yang penuh warna, mulai dari “Silent Running” yg rancak dan enerjik, “Par Avion” dan “You are The One” yg sahdu, sampai nomor penutup “Taken In” yg anteng n’ nyamleng.
Saya masih setia menaruh album ini dalam top list, selain lagu2nya catchy dan penuh energy, juga covernya yang kontemporer. Album perdana Mike ini menurut saya masih lebih markotop dibandingkan album berikutnya “The Living Years” yg menampilkan nomor asik “Nobody’s Perfect” itu …
Oya, di kaset ini ada bonus tambahan solo albumnya Greg Rollie, ex keyboardist Journey.

Ke dua kaset djadoel tersebut, biar sudah ada cd-nya, masih suka saya timang2 kasetku sayang. Dan walaupun bukan dari kategori prog, lebih ke pop-rock malah, tapi karena pertimbangan mereka sbg ex-founding fathers grup (prog) ternama, Genesis, juga karena rekamannya Yess, makanya dengan gagah sumringah beranilah tampil di blog guendheng ini …

Keep on rockin’ …

 

Hippienov’s Cassette Collection

May 30, 2011

JRENG!

Met pagi konco2 prog dan rock sekalian. Apa kabar? Gimana wiken nya? Seru tentunya….. Dapet kaset atau CD apa aja wiken ini? He he he he he ….. Kalau saya kemarin cukup sibuk dengan acara undangan nikah hingga menyibukkan dan “mengganggu” acara rockin’ n proggin’ …. Tapi gak bisa berbuat apa2. Lha gimana kalo yang mantu itu kakak kandung? Tapi seneng bisa ketemu sama Wong Mediun cukup banyak, termasuk yang sesama progrockers …ha ha ha ha ha ….

Back to topic …. Ini adalah koleksi mas Hippienov :

Foto 1

Foto 2

Foto 3

Foto 4

Foto 5

Foto 6

Foto 7

Foto 8

Sekedar pengantar dari mas Hippienov:

Met hari minggu mas G :-D
Setelah mulai jumat malam sampai minggu pagi tadi ceprat-cepret bak gaya fotografer kampiun, he2.. Finally terkumpul juga beberapa foto koleksi kasetku. Sayangnya semua hasil jepretannya kurang maksimal, mungkin karena pake kamera hape ya? :-o
Tapi dari foto2 yang ada aku coba ambil beberapa foto untuk mempresentasikan koleksi yg aku punya, walau gak tercover semua. Terserah mas G diambil yg mana nanti :-D

Aku coba foto koleksi kaset prog ku, beberapa ada yg yess, ada juga 1 yg monalisa, aquarius jaman djadoel yg cm ada stempel logo aquarius nya (album wakeman: the six wives..), ada juga billboard (styx, kansas), aquarius, saturn, ada juga yg import (wakeman: king arthur..)

Aku juga foto beberapa kaset yg non prog, kalo gak lupa ada queen, hollies, george harrison, ac/dc, dio, etc. Dan gak lupa ada foto some of local groups dari rollies n jazz meeting (hidayat), godbless, soundtrack badai pasti berlalu, etc.

Koleksiku gak terlampau banyak seperti senior2ku dan itupun banyak yg kena penyakit “jamur pita”, menyebalkan sekali. Tp kemarin bro Apec sudah kasih tips nya, selain dokter manusia bro Apec juga merangkap dokter kaset, he3.. Suwun bro u/ tips nya.. Tp apa yakin gak apa2 kaset direndam di air seharian? Gak kusut pitanya pas disetel bro?

Suwun mas G for reading my email and for encouraging me to take pictures of my cassettes and show ‘em for everyone in this blog :-D

Regards,
Hippienov

Sent using a Sony Ericsson mobile phone

 

 

 

Apec’s Collection – Billboard’s cassettes

May 27, 2011

JRENG!

Inilah blog untuk kita semua …kita orang gemblunk prog dan rock … ha ha ha ha ha ….

Ck ck ck ck … hanya decak kagum saya bisa komentari dari koleksi apik Bro Apec ini. Luar biasa. Dulu saya gak pernah memandang ‘berharga’ rekaman Billboard karena desain nya norce maroce ….kayak jemuran aja, semua warna ada. Tapi rupanya sekarang jadi collector’s item juga … Aku salut tenan sama mas Apec ini. Top markotop! Monggo dikomentari ya … Jaman normal tuooobbbbzzz!!!

Saya baru tahu Billboard keluarin seri Genesis ...

Biar tambah nuansamatik, berikut saya copy paste emailnya broo Apec:

From: arief apec bakhtiar <ariefapecbakhtiar@gmail.com>
Date: 2011/5/26
Subject: MENGENAI REKAMAN BILLBOARD
To: gatotprog <gatotprog@gmail.com>

Senyampang masih berbicara mengenai topik kaset, ini saya ikut
kirimkan gambar beberapa versi Billboard.
Memang yang masuk daftar teratas adalah Yess, Monalisa dan Apple. Juga
Scorpio sebagaimana ulasan Om gatot. Yang cukup menarik dipandang
lainnya adalah Team record, meskipun jarang yang Prog. Rekaman
Billboard ini ada beberapa versi yang menarik dan kolektibel. Secara
umum memang penampilan Billboard kurang menarik.
Beberapa diantaranya yaitu versi Jazz musician seperti seri album
milik Larry Coryel . Yess sempat juga rilis album solo Coryell
disamping album trio bersama John mc, dan Al di meola,saya hanya punya
1 buah album solo Coryel versi Yess,atau memang hanya satu itu? Mohon
konfirmasi dari Om Gatot.
Selain Coryel,juga ada Billboard yang seri Rock Musician,diantaranya
seri album Rush seperti pada foto.
Versi lain yang cukup layak dikoleksi adalah yang versi The platinum
Album. Diantaranya milik Genesis dan Quenn. sayangnya yang versi
Platinum ini covernya banyak yang tidak sesuai dengan Albumnya. Contoh
sebagaimana pada foto, Platinum genesis nomer seri pertama adalah from
genesis to revelation,tapi kok cover yang dipakai adalah Tresspass,gak
nyambung pol..Tapi bukankah yang gak nyambung itu malah ciri khas
prog?? ha..ha..
Sayangnya milik saya kurang beberapa nomor, hunting perlu perjuangan.
Itupun dapetnya satu persatu nomor seri. memang lebih sulit cari kaset
daripada cari pekerjaan, buktinya om Gatot cuma hanya perlu
menjalankan fungsi telinga seutuhnya ( dibumbui HATI) selama 10 menit,
sdh dianggap bekerja. Lha cari kaset,jangankan 10 menit, 10 tahun
belum tentu dapet .
Lha versi seperti album Phenomena II, Live van halen dan The best Gary
moore yang berupa kotak gede adalah contoh kaset yang penampilannya
menyebalkan,meski tetep aja saya koleksi sampai saya menemukan versi
lain yang penampilannya jauh menyenangkan.
bagaimanapun, jaman saat itu, merupakan era keemasan kaset, sampai
banyak sekali kaset-kaset bercover nyleneh. Lha saya pernah dapat Rare
earth bercover pantai Anyer ( mungkin)…
Hidup kaset pita………..


Pallas “XXV”

May 23, 2011

JRENG!

Ulasan ini ditulis oleh mas Hardani Kristanto pagi ini dan langsung saya cemplungkan di blog gemblunk ini supaya bisa mencerahkan kita semua, termasuk saya. Jujur aja sampe detik ini saya belum pernah mendengarkan satu lagupun dari album Pallas paling gress ini. Padahal, ngakunya saya suka Pallas tapi kok telat? Opo tumoooon?!!! Ha ha ha ha ha …..

Mas Kris, matur nuwun ya … saya seneng sekali menerima ulasan ini. Semoga temen2 lainnya juga membuat review, gak usah malu2 …lha ngakune prog kok isinan ki gek piye to jal?

JRENG!

————————

CD Pallas XXV - bikin saya ngiler aja mas Kris. Ntar aku order dah .... Biyuh biyuh ...!!!

Adalah wajar, kalau tidak dikatakan sebagai keharusan, bahwa penggemar musik prog mustinya mengenal grup band asal UK tsb (hahaha, maksa nih …).

Band yang konon mengusung neo-progressive rock ini seringkali disejajarkan dengan IQ, Marillion ataupun Pendragon.

Pertanyaannya adalah kenapa saya pilih grup ini dibanding yg lain ?
Jawabannya kira2 berikut :
1. Karena mas Gatot, yg empunya blog ini, selalu menyebut kalau Pallas “lebih tidak maksa prog-nya” dibandingkan Pendragon (paling tidak sebelum album anyar Pendragon “Passion” rilis bulan lalu, hehehe …)
2. Krn kurang akrabnya saya dgn Pallas, dimungkinkan ulasan bisa lebih objective dan gemblunk. (Buktinya saya gak iso komen waktu mas Gatot taruh tret Pallas “The Wedge” dan “Cross & Crucible” bbrp waktu yg lalu).
3. Sekedar mengenang kalau dulu saya pernah punya kaset rekaman Yess, warna gradasi lupa, album Pallas yang “The Sentinel”, yg hilang gak tau kemana (tepatnya dipinjem temen gak balik lagi).
Terus kenapa saya pilih album yg bertajuk singkat padat “XXV” tersebut, jawabnya krn inilah album Pallas paling anyar yang released January ’11 lalu. Oya, saya jg ngga ngeh apakah mas Gatot sdh mereview-nya di progarchieves. (Belum mas Kris – red.)

Track listing:

1. Falling Down

2. Crash and Burn

3. Something In the Deep

4. Monster

5. Alien Messiah

6. XXV part 1

7. Young God

8. Sacrifice

9. Blackwood

10. Violet Sky

11. XXV part 2

Album ini sesuai namanya, sangat tematik, cerita tentang kisah 25 leaders yg akan menyelamatkan dunia dari collapse.

Lyricnya kira2 :

Twenty five true honest men, to rule your world with wisdom.
We can all begin again
Give me 25, good honest men
We’ve saved your world before
We can save you once again …

Nomor pembuka, Falling Down, ngga tau kenapa kurang kena di kuping, terus dilanjut dgn “Crash n’ Burn” yg rancak namun catchy, dan seterusnya dgn diakhiri “XXV part 2: The Unmakers Awake” yg juga nyamleng sebagai menu penutup ……
Overall album yang covernya ngingetin film “Transformers” ini sangat lumayan untuk dinikmati, bahkan oleh “pemula” Pallas seperti saya …

Oya, satu nomor yg membuat saya nguweblak (pinjam istilahnya ya …) adalah pada trek ke 9 gabung trek 10 yg judulnya “Blackwood/ Violet Sky”. Lagu mellow nan indah ini sekilas mengingatkan saya ke jaman jaya (d/h muda) dulu, kalau gak salah lagunya Ten Years After (?) … serasa ke awang2 !

Lagu ini masih bercerita tentang sekitar kolapnya dunia dan mengantarkan two lovers (tp gak alay lho …), liat aja lyricnya :

Won’t you take my hand, climb up the highest hill.
We’ll sit there side by side, watching the end of the world.
We’ll watch the cities burn, we’ll watch the seas run dry.
Make love for the last time, under a violet sky …

Wis pokoke nohok ati banget, di mana permainan kibor Ronnie Brown sangat aneh, indah dan menyayat ati …

Finally, let us fly up the sky, thru Pallas … Truly recommended!

Malu Punya Kaset Billboard?

May 21, 2011

Lucu juga jaman normal dulu ya …. kalau punya kaset rekaman Yess rasanya kalau jalan di Blok M gitu sengaja kotaknya ditonjolin biar orang pada liat bahwa yang kita bawa dan dengarkan di walkman kita itu rekaman Yess – the most prestigious label at that time. Bener gak? Jujur ajalah! Bahkan temen prog saya, Andy Julias, di tahun 2000 an aja di mobilnya sengaja dipasang berjentrek kaset2 Yess di dashboard biar orang pada liat bahwa yang bawa mobil ini adalah bossnya Indonesian Progressive Society (IPS). Itu jaman sekarang lho… Jaman dulu apalagi! Peringkat gengsi kedua setelah Yess tentunya adalah Monalisa, Apple, Scorpio, Aquarius (hitam-putih) dan Bootleg. Perekam2 ini juga fokus ke musik ruwet alias PROG. Barulah peringkat ketiga itu bangsanya Perina Aquarius, Private Collection, AR, Contessa, BASR, Sinar Djaya, Perina Saturn dan sebagainya. Nah ..yang gak jelas itu Billboard alias King’s. Itu perekam gak jelas sekali posisinya karena sembarang kalir dia rekam dan suka gak profesional cara rekamnya karena suka nyunat lagu di akhir kaset C 60. Gak hanya itu, Billboard ini desainnya paling norak kampungan pol. Saya sendiri merasa malu kalo punya kaset Billboard karena warnya kayak jemuran: semua warna ada. Wis pokoknya rusuh gak artistik blas!

Beberapa tahun lalu saya dapet limpahan koleksi kaset dari temen prog saya, namanya mas Dani “Yes” (karena dia penggemar grup Yes dan pernah membuatkan saya pigura semua cover album Yes). Ada beberapa kaset sih. Tapi yang menarik adalah kaset rekaman King’s Billboard bertajuk Rick Wakeman “Rock N Roll Prophet” yang dia modifikasi sedemikian rupa sehingga warna dan tulisan Billboard tak nampak lagi. Caranya pun artistik, ditutpin dengan karton bercorak seperti pulai sehingga jadinya keren:

Covernya dimodifikasi sehingga tulisan Billboard dan King's nya hilang .. ha ha ha ha ha ....

Namun sayang, dalemnya gak bisa di modifikasi lagi. Lha itu gambar rajanya masih nampak. Norak pol ya? saya dulu selalu menghindari rekaman Billboard karena masalah selera aja. Warnanya gak prog blas! Lagian lucu, masak Rock N Roll Prophet side B nya 1984. Kebalik atuh! Harusnya 1984 sebagai side A!!!!

Ad-ada aja ya jaman kaset b@j@k@n dulu? Tapi nikmat lho …. he he he he …

Salam,

G

Kaset ini 5 Tahun Lalu Ditawar Rp. 50.000,-

May 21, 2011

Dasar kolektor kaset podo gemblunk kabeh! Lima tahun lalu, kaset saya KING CRIMSON “To The Young Person’s Guide” ditawar Rp. 50.000,-. tentu saya bilang “Say NO to money!” when it comes to rare collection like this one:

Lha kok nyimut beli kaset cuman dihargai gocap? Maaf nek …. Silakan cari kolektor lain ajah … hua ha ha ha ha ha ha ha ….. Cari aja di toko kalo ada kaset ini. Collector item to the bone pol!

JRENG!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 129 other followers