Tadi malam kerja di rumah sampe malam. Seperti biasa, stamina kerja tak kan bertahan lama bila tanpa diiringi musik. Khusus tadi malam, adalah malam spesial. Apa pasal? Tadi malam adalah malam yang berbeda dengan malam2 sebelumnya lantaran media pemutar musiknya DILARANG dalam bentuk format digital, kudu ANALOG dan kudu kaset. CD bener2 tadi malam dijuthak (dicuekin – red,) karena tak kan melekat makna nuansamatiknya kalau menggunakan CD. Gimana mau nuansamatik kalau pake CD atau iPod? Itu kan perangkat moderen sementara kitorang termasuk golongan jadul-jumadul yang hidup di jaman normal (kata bang Ijal) dimana musik rock mencapai masa keemasannya.
Tak ada preferensi jenis musik yang kudu diputer tadi malam, as long as kaset. Mau gambang kromongnya Benjamin Sueb pun ok asalkan diputer dari kaset yang diterbitkan disekitar 70an sampe pertengahan 80an; pokoke sebelum Tuan Geldoff bekoar mengacak adul industri kaset jaman normal. Pertama yang saya setel adalah GARY MOORE “We Want More” yang direkam Yess, sekaligus memperingati kepergiannya. Gak hanya itu sih, sekalian ini biar aku ‘ndak didukani’ karo bro Apec lantaran melewatkan begitu saja kepergian gitaris handal ini. Biyuh ….album We Want More ini bener2 muantebh ndhredegh (pinjem istilah bang Ijal)… Rasanya ingin meneteskan air mata menikmati rekaman kaset yang masih kemrinching keren buninya ini. Meski dibeli tahun 1984, ini kaset masih mulus dan kagak bakal saya jual (siapa mau beli? ha ha ha .. GR amat!). Di konser ini gitar solonya juga dahzyat. Yang main drums di sini Ian Paice lho. Abis nyetel bolak-balik, saya ganti ke album lainnya “Victims of The Future” … Asik pokoke menikmati permainan Gary Moore via kaset. Oh ya, perangkat sound system yang saya gunakan: Walkman Sony yang dihubungkan ke amplifier NAD dan speaker B&W. Muantabsz suaranya.
Puas dengan Gary Moore, saya nyetel GENESIS “Wind and Wuthering”. Sekali lagi …airmata terasa ingin menets saat kaset ini mengumandangkan track pertama “Eleventh Earl of Mar” yang sungguh menohok sukma. Heran deh…ini lagu keren tapi kok rasanya gak pernah (baca: jarang- red.) dibawakan live ya? Keren banget nih .. aduh biyuuuuuung. Yang perlu dicatat adalah kualitas audio rekaman Yess masih tetep kemrinchink dan bass nya mantab. Udah pernah bandingkan suara bass kaset dan CD? Saya bilang lebih empuk kaset lho. Kalau CD bass nya terlalu power sehingga meelahkan kuping.
Begitulah kisah nikmatnya bekera tadi malam dengan disertai kaset2 jaman normal (Baca: bajakan – red,). Yang unik justru menikmati musik dengan cara konvensional begini membuat kita dinamis karena setiap 30 menit selalu ada tugas membalik kaset sekaligus refreshing. Jiyaaannn ….nuikmat tenan pakde …..!!!
Salam,
G


March 22, 2011 at 5:37 pm |
Mas Gatot, mantap koleksi Yess-nya. Kaset yang paling kiri itu grup Saracen ? Baru dengar nih …
Yess juga release album2nya (alm) Gary Moore, padahal album yg “We want Moore”, “Victim of the Future” dan juga “Wild Frontier” lebih ke hard rock saya pikir, mungkin boss-nya Yess record kebawa nuansa Gary Moore waktu msh di Colloseum ya ?
March 22, 2011 at 7:18 pm |
Saya cukup terhenyak ketika mendengar Gary Moore meninggal dunia. Dia rasanya sudah setara dengan senior2nya macam Eric Clapton, Johnny Winter, Stan Webb, Peter Green, etc
Salah satu lagu favorite yg paling saya suka dari GM adalah “Friday on my mind”. Ini lagu ada beberapa versi (David Bowie, Easy beats dan God Bless). Namun yg paling duuuaaahsyattt yaaa….. Alm. GM.
March 22, 2011 at 8:35 pm |
Betul mas Kris, SARACEN. Ini sebetulnya tergolong Hair Band karena musiknya relatif cemen, ndak prog blas. Rock lurus aja… Waktu itu Yess iseng. Saya suka SARACEN ini ….. Track pembukanya “We Have Arrived” asik.
Ya betul Yess release GM juga mas …
Mas Yana, kalau gak salah Friday On My Mind aslinya adalah karangan EASYBEATS
March 23, 2011 at 12:05 pm |
Betul sekali, Friday … aslinya Easybeats dari Aussie (tau juga dari majalah jadul Aktuil juga). Btw versi aslinya juga blom pernah denger, tau judulnya duluan (terbukti lagi majalah tsb telah membawa kita selangkah lebih maju, d/h tau…., Aktuil gitu loh !)
Kalau kaset Genesis “Wind & Wuthering” sih comment-nya satu aja : TOP MARKOTOP. Semua track yg ada di album ini asik semua, apalagi “Blood on the Rooftops” yang pasti bikin ngueblak (kalau gak, berarti gak prog, hehehe …)
March 23, 2011 at 3:44 pm |
Setuju mas Kris … Wind and Wuthering itu album yang bikin ngguweblak! Jadi, kunci keprogresifan Genesisi bukan di Gabriel, tapi HACKETT!!! Long live Hackett!!!
March 23, 2011 at 5:20 pm |
Dulu waktu awal2 koleksi kaset, album ini sering saya lewatkan, karena pikir saya sdh tdk lengkap ( krn tdk ada gabriel) pasti gak nggenah… tapi akhirnya saya juga menyadari kesalahan saya tadi..
Mengenai gary Moore, yang asyikmenurut kuping saya adalah lagu Hiroshima dari album Dirty Finger..
March 24, 2011 at 10:33 am |
Kuping orang emang beda, lha saya paling suka lagunya Gary Moore “Out in the Field” yg duet sama Phil Lynott, atau itu emang lagunya Thin Lizzy (?), lali aku ….
March 24, 2011 at 5:00 pm
Out in The Field, yang saya tahu ya memang album duet dengan Phil Lynott. Sebab saya punya versi Team record Rockline-nya..
March 24, 2011 at 10:10 pm |
Kalau saya, secara umum menyukai gitaran Gary Moore. Album paling saya suka BLUES ALIVE … Ada laser disc nya juga saya …. Tobz dah ini album. Ada duet dengan BB King juga. Salah satu lagu saya suka: COLD IN HELL …
March 25, 2011 at 12:55 pm |
Lagu “One Day”nya Gary Moore sampai sekarang jadi ringtone mobile
phone saya …
March 25, 2011 at 2:20 pm |
Wah ..saya malah belum ngeh ada lagu One Day mas …
March 26, 2011 at 10:30 pm |
Mas Gatot, lagu “One Day” ini ada di album GM “Ballad and Blues”,
kalau gak salah di sleeve-nya tertulis ‘previously unreleased’,
sebuah nomor ballad yang indah, harmoni dgn gitar yg elok …
March 27, 2011 at 10:47 am |
Betul mas Kris..nomer Ballads wahid dari Gary Moore menurut saya adalah nomer ini,baru Empty Rooms dan Still got the Blues..
Dulu waktu setiap mengunjungi calon istri naik kereta, lagu in i selalu menemani via walkman dan ditambah lagu Kitaro “Dreams For Yesterday ” dan Islands of Life bersama Jon Anderson..
Ha..ha.. jadi ingat peristiwa 10 tahun lalu….