The Rhythm Kings

Kugiran CadasYang Bisa Sweet

Oleh MH Alfie Syahrine


Rhythm Kings Sedang Mejeng Di Depan Rumah M Panggabean

Diawal 70-an Surabaya boleh saja bangga punya AKA dan Bandung  punya Rollies serta Rhapsodia yang nyaris menguasai panggung pertunjukan pada masa itu tapi Medan-pun punya Rhythm Kings yang berdiri pada tahun  1967 kelompok anak anak muda yang awalnya bermain musik pada acara tujuhbelasan dimana saat itu mereka belum mempunyai nama untuk groupnya itu yang ada hanyalah nama Rhythm King pada drum yang digebuk oleh  Reynold Panggabean yang mana kemudian masyarakat menjuluki mereka sebagai group Rhythm Kings yang kemudian nama itu membawa berkah dan menjadikan mereka sebagai The First Class Band In Town. Rhythm Kings pada awalnya terdiri dari Reynold Panggabean (drum), Taruna Said (gitar), Darma Purba (saksofon) dan Darmawi Purba (bass), mereka sering membawakan lagu The Monkeys, Tilman Brother, Otis Reding, The Papas & The Mamas dan The Shadows serta fifth Dimension entah sudah berapa kali sejak berdirinya Rhythm Kings ini mengalami pergantian pemain dari sejak berdirinya hingga tahun 1970 dimana pada akhirnya mereka mengalami perggantian yang mereka rasakan pas dengan masuknya Radja Muda Nasution mantan keyboardist Group The Amateurs dan Yahya mantan drummer The Fingers.

 

PH mereka pertama direkam di Singapura hasil petunjuk dan kerja sama dengan John Tangkau (mantan composer Rollies) pada tahun 1970 mereka terdiri dari  Darmawan Purba (gitar), Darma Purba (saksofon), Raja Muda Nasution (keyboard), Darmawi Purba (bass), dan Yahya (drum).Orientasi mereka dalam memilih lagu-lagu group luar-pun telah berubah total,Rhythm Kings berubah menjadi group hard rock bilamana mereka dipanggung mereka menyanyikan lagu-lagu Led Zeppelin, Deep Purple,Uriah Heep, BS&T, Chicago dan Yes, memang Rhythm Kings merupakan group rock elite dari Medan.Darma, Darmawi dan Darmawan adalah anak-anak ‘The Have’ karena ayah mereka Madja Purba adalah walikota Medan saat itu .

 

Di era awal 70’an hingga pertengahan 70’an  panggung musik rock bukan hanya di Jakarta, Bandung Surabaya serta Malang saja yang dipadati dengan konser-konser serta para penonton tetapi Medan-pun sami mawon.Persaingan antara group sudah menjadi hidangan setiap hari baik di koran-koran lokal, salah satunya koran Waspada milik Taruna Said bossnya Great Session serta di majalah Aktuil sebagai majalah musik referensi anak-anak muda penggemar musik rock saat itu dan ini membuat situasi persaingan group rock di kota Medan semakin seru !, hal ini mengilhami seorang promotor yang nekad pada bulan Juni 1974 untuk menampilkan tiga group rock papan atas kota Medan yang sedang top-topnya saat itu; Rhythm Kings, Minstrel’s dan Great Session dalam satu panggung pertunjukkan bertempat di Wisma Ria, Jl. Listrik, Medan lewat massmedia lokal acara ini diliput dimana para penggemar musik rock kota Medan tumpah ruah untuk menyaksikan group kesayangan mereka beradu, untuk memperlihatkan siapa yang pantas diacungi jempol. Serunya, bukan  hanya musisi saja yang menjadi bahan aduan tetapi diluar gedung pertunjukkan antar sesama penggemar fanatik nyaris terjadi adu jotos. Penggemar masing-masing group nampaknya gemar saling mengejek dan menjatuhkan nama group pesaingnya, termasuk teknisi masing-masing group main sabot atau putus kabel sudah menjadi barang santapan hampir disetiap pagelaran musik cadas saat itu dan hal itulah justru yang menjadi bahan pemicu semaraknya persaingan musik cadas kota Medan itu..

 

 

Darmawan Gitaris Andalan Rhythm Kings

 

Penampilan Rhythm Kings mendapat sambutan hangat disana walaupun saat itu  Minstrel’s yang didukung oleh beberapa anak-anak band Jakarta sebagai group baru yang sangat potensial baik kualitas maupun sensasinya (seperti Fadhil Usman yang baru cabut dari Ivo’s Group dan Jelly Tobing yang hengkang dari C’Blues) dan Great Session yang banyak membawakan lagu-lagu dari Emerson Lake & Palmer dengan Rizaldi Siagian sebagai Top Drummer Medan serta Iqbal Taher sebagai keyboardist paling dibanggakan oleh anak anak muda Medan saat itu tetapi semua itu tidak mengecilkan nyali anak-anak Rhythm Kings untuk tunjuk keboleh di pentas malam itu . Kebolehan Radja Nasution pada keyboard dan lengkingan gitarnya Darmawan Purba serta gebrakan drum-nya Yahya yang mantab dan asyiknya Darma Purba memainkan saksofon-nya menjadikan para penonton terhanyut dan mau tidak mau mengakui akan kebolehan anak-anak ‘sekolahan’ ini. Di atas panggung Darmawi disamping bernyanyi dia begitu sigap atraktifnya bermain bass.

Darma Purba In Action

 

Trio Vokal Yang Sangat Kompak

Group yang mengandalkan olah vokalnya pada trio Darma, Darmawan, dan Darmawi ini yang kemudian dikenal sebagai Trio Mawi ,Mawan, Darma. Pada tahun 1972 mereka sudah menghasilkan rekaman lagu-lagu pop yang diproduksi oleh Indra Record seperti; Kasih Bersemi, Permohonanku, Kisah Asmara, Sepatah Kata, Maafkan Beta dan Pertemuan Terakhir serta beberapa lagu berlirik Inggris yang ditulis oleh John Tangkau seperti It’s Hard For Me To Say ,Full Timer, dan The Promise merupakan lagu- lagu yang menampilkan kebolehan Radja Muda Nasution memainkan keyboard-nya serta kegarangan permainan gitar Darmawan pada awal tahun 1970-an.Album Rhythm Kings yang pertama itu hingga kini masih banyak diburu oleh para kolektor .

Radja Muda Nasution Keyboardist Andalan  Rhythm Kings

 

Rhythm Kings termasuk yang paling banyak menghasilkan album rekaman dibandingkan dengan dua saingan beratnya. Dalam usianya yang ke delapan pada tahun 1975, group ini telah menghasilkan tujuh album termasuk satu album lagu Batak. Padahal diatas panggung Rhythm Kings yang  menggandalkan lagu-lagu hard rock namun setelah masuk dapur rekaman ternyata lagu-lagu sweet mereka yang berirama pop-pun juga disukai penonton.Lagu-lagu seperti ; Kasih Bersemi, Permohonanku, Kisah Asmara, Sepatah Kata, Maafkan Beta dan Pertemuan Terakhir merupakan lagu lagu sweet yang selalu dikenang oleh para penggemar Rhythm Kings hingga kini, sehingga tidak heran bila album pertama yang memuat lagu lagu diatas tersebut masih tetap menjadi buruan para kolektor hingga kini.

 

Hijrah ke Jakarta

Purba bersaudara (Darma, Darmawi, dan Darmawan) ini lebih memilih berkonsentrasi pada pendidikan kemudian setelah mereka lulus mereka bertiga tak ubahnya seperti kembar saja layaknya, mereka hijrah bersama-sama  ke Jakarta.

 

Seiring dengan meredupnya era musik panggung menjelang akhir tahun 1970-an, karena musik new wave dan disco telah meluluhlantahkan musik rock yang dianggap bising dan meletihkan, banyak group rock luar yang bubar seperti Yes, Genesis, Deep Purple, Led Zeppelin, Triumvirat, King Crimson begitu juga di Tanah Air pertunjukan musilk rock menjadi vakum kalah angin dengan  musik new wave yang sedang in .banyak diantara para musisi yang meneruskan kuliahnya seperti anak-anak Rhythm Kings,Great Session, Giant Step dll, ada juga yang berkonsentrasi pada pekerjaannya atau berganti genre seperti Fadhil Usman gitaris top andalan Minstrel’s ,dikarenakan tuntutan hidup yang lebih lebih realistis dia bermethamorfosis menjadi gitaris group Dang Dhut-nya Reynold Panggabean Tarantula (yang dahulu pernah juga bergabung dengan Rhythm Kings).

 

Begitu pula dengan segala kesemarakan dan hangar binger musik rock kota Medan-pun menyurut bukan saja banyaknya pemusik Medan yang hijrah ke Jakarta, pertumbuhan penyanyi dan group  baru nyaris tidak terlihat. Akibatnya, Rhythm Kings mengurangi kegiatan bermusik untuk akhirnya…. Bubar !.

Mawi Bassist Yang Atraktif

 

Mereka Kini

Kini  Purba bersaudara hidup dalam serba berkecukupan. Darmawi yang dahulu jago dalam membawakan lagu-lagu sendu direkaman dan garang sebagai vokalist dan bassist dipanggung itu kini sudah pensiun sebagai seorang pejabat di Pemda DKI dan hidup berbahagia dengan keluarganya, sesekali dia mengunjungi studio musik miliknya di bilangan Cempaka Putih, entah apakah dia kesana untuk mengontrol manajemen studio-nya saja atau sekedar bermain musik untuk sekedar bernostalgia, Darma bukan lagi seorang Saxophonist tapi kini dia berprofesi sebagai seorang dokter gigi yang terkenal di Jakarta dan tinggal didaerah elit dibilangan Kebayoran. Darma masih nampak enegik penuh semangat dia masih sempat bergoyang dan menyanyikan dua buah lagu dalam HUT KPMI yang kelima di MU Cafe beberapa saat yang lalu sedangkan si bungsu Darmawan gitaris andalan Rhythm Kings yang pernah mendapat predikat The Best Guitarist In Town yang specialist THT lulusan Leiden itu sudah meninggal karena kangker usus pada usia 40 tahun namun entah bagaimana khabarnya dengan Yahya  sang drummer yang agressif dan sangat rapi permainannya itu serta Radja Muda Nasution sang keyboardist andalan Rhythm Kings dulu?, mereka tidak pernah terdengar lagi kabar beritanya…Mungkin kini bila mereka merasa kangen dengan Purba Bersaudara mereka sesekali melantunkan lagu ….Enasonang Dahita Na Dua bukan It’s Hard For Me To Say.

Horas Medan !! (dari berbagai sumber)

 

 

About these ads

41 Responses to “The Rhythm Kings”

  1. MH Alfie Syahrine Says:

    Aneh juga, saya yang nulis artikel saya yang jadi terharu membacanya.but anyhow Rhythm Kings di Medan memang dahsyat saat itu walaupun mereka dihadang oleh Great Session dan Minstrel’s tapi mereka lebih panjang umurnya di blantika musik panggung maupun rekaman!!

    Salam

    MH Alfie Syahrine

  2. APEC Says:

    Pak alfie…. baru kali ini saya bisa tahu biografi Rhythm King ini.. selama ini cuma dengar namanya saja.. lagu2 nya aja saya belum tahu.. hanya karena albumnya dicari banyak orang, saya jadi tahu nama Rhtythm King

    Matur tengkyu ustadz alfie..he..he..

    • Gatot Widayanto Says:

      Sampeyan mending wis weruh, lha aku blas ora nate krungu jenenge The Rhythm Kings kuwi … Ngertine The Flower Kings…

  3. apec Says:

    karo Gipsy King Om Gatot

  4. MH Alfie Syahrine Says:

    Saya penggemar Rhythm Kings sejak tahun 1971 sejak album mereka yang pertama karena di album pertama itu mereka musiknya sangat beda dengan musik band band yang ada saat itu.Kalo Flower Kings mah baru sepuluh tahun ini. Untuk membuat artikel ini saya banyak membaca majalah jadul dan langsung mendatangi Darma Purba kerumahnya dan tlp hingga beberapa kali

    Salam

    MH Alfie Syahrine

  5. firman md hakim Says:

    menurut Om saya ” music zaman dulu itu lebih berkualitas, dibandingkan music zaman sekarang”.. !! dan stelah mendngarkan music zaman dulu saya berkesimpulan, music sekarng alay-alay,,, ! alias music TIGA BATU, Kata om saya !! :P

    • edigimo Says:

      musik jaman skrg lebih berkualitas bro……mrk mendapat pelajaran musik n alat2 yg lebih bagus dr jadul….Majulah Prog!!

  6. Kristanto Says:

    Mas Edigimo, mungkin yg dimaksud oleh (Om-nya) Firman adalah musik-
    nya grup2 macam Genesis, Pink Floyd, atau Marillion (era Fish).
    Menurut saya pribadi grup2 tsb emang tak tergantikan …

  7. Gatot Widayanto Says:

    Mas Kris, Mas Edigimo, mas Firman….

    Memang ada sebagian orang yang begitu melekatnya dengan “nuansa” yang dibangun dari musik jaman dulu menganggap musik2 sekarang tak berkualitas. mengapa? Jaman dulu musik masih tak sebanyak sekarang dan aliran musik gak terlalu banyak meski setiap kelompok memiliki ciri yang sangat berbeda. Misalnya Genesis sama ELP – kan sama2 symphonic prog … tapi keduanya memiliki ciri yang distinctive banget sehingga jelas bedanya. Jaman sekarang musik sudah terfragmentasi begitu luasnya bahkan ada band yang meramu beberapa ciri khas grup-grup lama sehingga bagi generasi jadul terkesan bahwa band ini tak memiliki sesuatu yang baru.

    Selain itu telinga kita dihadapi dengan ribuan pikihan musik yang beredar, sedangkan jaman dulu paling puluhan saja, gak sampai ratusan per tahunnya. Akibatnya, keakraban kita terhadap suatu album tertentu tak kita nikmati lama. Contoh: saya suka sekali album Pain of Salvation “BE” namun ….saya memutarnya paling banter sampe detik ini cuma 25x putar saja. Coba bandingkan dengan Genesis ‘Lamb Lies’ atau Marillion ‘Script ..’ yang saya setel pasti sudah ratusan kali lha wong kasetnya sampe beli 3 kali karena bodol pitanya …

    Terus adalagi album Roine Stolt bertajuk ‘The Flower King’ (tanpa ‘s’) yang menurut saya masterpiece meski musiknya terpengaruh symphonic prog jaman dulu. Saya masih menganggap album ini dahzyat, terutama lagu ‘Humanizzimo’ yang berdurasi lebih dari 20 menit dan menggabungkan rock, symphonic prog dan jazz dengan apik. Apa ada band jadul prog yang memasukkan unsur jazz? Gak ada. Makanta Roine Stolt ini huebat dahzyat!

    Belum lagi ada band prog baru yang namanya ECHOLYN. menurut saya ini band dahzyat. Di album ‘Suffocating The Bloom’ band ini mengeksplorasi campuran symphonic dan eclectic (kayak Gentle Giant) terus ada unsur musik yang seperti jenisnya LAKE (yang membawakan lagu top CELEBRATE tahun 80an). Opo tumon?? Tapi ini album kuwereeennnnnn …!!! Jiyaaannnn ..!!! Topp!!! Liat aja di Progarchives ratingnya top!

    Belum lagi THe TANGENT dengan “The Music That Died Alone” itu kualitas musiknya super duper prima: modern Canterbury, menurut saya.

    KESIMPULAN:

    Musik jaman sekarang memang ada yang alay-alay tapi yang super duper dahzyat juga ada. Coba deh:
    Pain of Salvation “Be”
    Echolyn “Suffocating The Bloom”
    The Dear Hunter ” ACt 1 ..Act 2.. Act 3″
    The Tangent

    Wis pokoke musik prog makin maju, goro2 semangate mas Edi “Majulah Prog!”

    • boncu Says:

      joss…….

      musik jaman dulu tetap disayang……
      musik jaman sekarang mengagumkan…..

      majulah prog……….

  8. MH Alfie Syahrine Says:

    Saya sependapat dengan pakGatot mungkin musik maksudnya Firman itu msuik dulu seperti kalau lokal seperti God Bless , Giant Step,Rollies Freedom, Superkid atau kalau yg luarnya seperti ELP, King Crimson,Gentle Giant, Yes Genesis, Triumvirat atau kesiniindikit seperti Flower Kings, Marillion atau album-albumnya Roine Stolt yang ga pernah membosankan. Kalau sekarang kita juga punya band yang saya kagumi seperti Discuss, Imanisimo, Ballerina dan Vantasma dll atau yang popnya seperti White Shoes, Sore, dll mungkin band tiga batu yang dimaksud Firman seperti Kangen Band, ST 12, Bonus band dll yang cordnya langsung bisa ditebak.

    Salam

    MH Alfie Syahrine

  9. MH Alfie Syahrine Says:

    Jadi saya sangat setuju dengan pendapat mas Boncu “musik jaman dulu tetap disayang……
    musik jaman sekarang mengagumkan…..”

    Salam

    MHAS

  10. MH Alfie Syahrine Says:

    Biar band era 70′an tapi Rhythm Kings ini sound systemnya boleh kita di kasih angkat topi , di tahun 1967 saja dimana band band lokal baru pakai lokal atau paling top Fender tapi mereka sudah pakai Fox sound system yg sama dipakai The Beatles dan di awal 70′an mereka sudah pakai Sound City sedangkan Godbless saja baru tahun 1974 memakainya.

  11. MH Alfie Syahrine Says:

    Biar band era 70′an tapi Rhythm Kings ini sound systemnya boleh kita angkat topi , di tahun 1967 saja dimana band band lokal baru pakai lokal atau paling top Fender tapi mereka sudah pakai Fox sound system yg sama dipakai The Beatles dan di awal 70′an mereka sudah pakai Sound City sedangkan Godbless saja baru tahun 1974 memakainya.

  12. APEC Says:

    Saya pernah dengarkan album solonya Mawi Purba, kok rasanya termehek-mehek banget ya..saya baru tahu kalo ternyata mawi Purba itu alumni Rhythm King

  13. MH Alfie Syahrine Says:

    Bagaimana dengan Mawi ?ya seperti kata mas Apec ya termehek mehek juga kalau sudah masuk studio… dan di era 70′an & 80′an memang anak anak band itu ga bisa lepas dari permintaan para produsernya dan itu memang terjadi bukan di Indonesia saja tapi juga di Barat sana. mungkin mas Apec masih ingat dimana Genesis diminta sama produsernya buat nyanyi lagu lagu model Bee Gees atau Deep Purple dengan lagu When A Blind Man Cries

  14. Hary Says:

    Terima kasih untuk bapak Alfie dan majalah Music For Life ini. saya selalu mengikuti ulasan tentang band Indonesia th 70 an, kebetulan saya punya ph grup ini, Purba bersaudara punya vocal ala The Platters dengan hard rock yang manis komposisi John Tangkau, disamping Mintrels Great Session setahu saya di Medan ada grup Free Man yang freaks Jose Tobing dkk. kapan pak Alfie mengulas Trenchem (alm B Parnadi cs) dari Solo yang pernah sukses di Malang dengan bawa lagu dari Arthur Brown, Simon Stokes, Stray, Alice Cooper dll.
    Terima Kasih
    Salam dari Malang.

  15. MH Alfie Syahrine Says:

    Buat pak Harry, saya sudah buat tulisan tentang minstrel’s -nya ‘Jelly Tobing Great Session-nya Taruna Said, Free Men-nya Jose Tobing bahkan Destroyer-nya Guntur Simatupang begitu juga Trenchem-nya alm Benhard Parnadi dll hanya mungkin tinggal tunggu waktu atau gilirannya saja dari pak Gatot.

    Salam

    MH Alfie Syahrine

  16. MH Alfie Syahrine Says:

    Buat pak Hary, saya sudah buat tulisan tentang minstrel’s -nya ‘Jelly Tobing Great Session-nya Taruna Said, Free Men-nya Jose Tobing bahkan Destroyer-nya Guntur Simatupang begitu juga Trenchem-nya alm Benhard Parnadi yang dari solo itu dll hanya mungkin tinggal tunggu waktu atau gilirannya saja dari pak Gatot.

    Salam

    MH Alfie Syahrine

  17. Hary Says:

    Terima kasih pak Alfie, Anda adalah Chris Welch nya Melody for Life ini, yang tahu betul perjalanan musik mulai dari Nien Lesmana, Eka Sapta, The Pro’s sampai Abbhama, Discus hingga yang teenybopper ST 12. juga dari Procol Harum, Pretty Things sampai Capability Brown, Starcastle hingga Porcupine Tree dan Solaris. Anda tahu juga kalau almarhum B Parnadi jabatan terakhirnya Pembantu Dekan Fisip di UNS. saya salut dan kagum atas ulasan anda yang sangat berharga.

    Salam

    Hary

  18. Rizal B Prasetijo Says:

    Teknisi maen sabot, potong kabel, masih berlanjut sampe awal taon 80an tuh pak Alfie, jaman-jamannya festival band antar SMA lagi top topnya…

  19. MH Alfie Syahrine Says:

    Ach pak Hary bisa saja saya jadi GR ga karuan padahal saya cuma iseng saja menulisartikel artikel musik ini karena rasa kangen saya pada musik masa lampau yang penuh keindahan dimana saya ada disana saat itu.Saya punya sahabat yang koleksi PH, CD dan Cassette hingga ribuan jumlahnya yang tinggal di Puwokerto yaitu pak Haryono, beliaulah teman ngobrol sejarah musik jaman jadul yang sangat santun walaupun pengetahuan musiknya sangat luar biasa dari musik jaman lampau hingga masa kini kami seperti adik kakak saja layaknya karena kami bisa nyambung tapi sayang beliau telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa pada tahun lalu. Hingga kini saya merasa sangat kehilangan dia sahabat yang sangat baik.

    Salam

  20. MH Alfie Syahrine Says:

    ” Teknisi maen sabot, potong kabel, masih berlanjut sampe awal taon 80an tuh pak Alfie, jaman-jamannya festival band antar SMA lagi top topnya ”

    he..he..he.. pak Rizal juga saksi sejarah yang autentik salut !

  21. r_sembiring Says:

    Bapak ada koleksi lagu rythm kings ?

  22. Alfie Says:

    saya punya koleksinya tapi dipinta sama Bang Darma Purba karena saya dekat dengan beliau saya berikan koleksi itu.

    MHAS

  23. trezant Says:

    Bang Alfi apa ada koleksi lagu-lagu Minstreal ? ….
    terima kasih.

    salam.
    Trezant

  24. Farjumzal Says:

    Bapak/Ibu/abang/kakak yth…

    Apakah ada yg punya MP3 lagu2 dari rythm kings atau Minstrels..?
    atau sumber utk men-down load nya

    Terima kasih utk semua nya

  25. MH Alfie Syahrine Says:

    Buat bro Farjumzal

    Semua album Rhythm Kings hingga saat ini masih berupa kaset kaset dan PH koleksi pribadi yg kemudian di convert ke CD oleh para kolektor yg ada di KPMI karena memang susah dan jarang sekali didapatnya sedangkan atau Minstrels..ada 1 album keluaran Remaco tapi sangat parah sekali kualitas musiknya tidak seperti mereka di atas panggung

  26. baghea Says:

    untung sy punya kaset pita rhytm kings yg bareng favourite group…….kasih bersemi,mantap sekali…….salute
    ghea 085659944344 bandung
    the rhythm kings fans

  27. ediyanta purba Says:

    album rhythm king’s dalam bentuk cd saya dapatkan di disc tara satu cd 2 album tinggal kenangan dan pujaanku lewt belanja on line saya lagi mencari lagu karo rhythm kings ada gak ya bang alfie ?

  28. Baskaran Says:

    Buat Teman Teman sekalian yang mempunyai koleksi Musik dan lagu atau MP3nya kelompok the rhtym king mohon bagi ke aku ya , karena salah satu lagu favorite burung bernyanyi sangat mengingat masa remaja saya contact person aku : baskarprod@yahoo.com

    dan bagi pengirim lagu lagu tersebut pasti dan sangat pasti ada imbalan yang pantas

  29. ediyanta purba Says:

    mungkin anda maksud adalah kisah sepasang burung ada di the rhythm king’s collectors series dapat anda peroleh cdnya di disc tarra

  30. agus prasetyo Says:

    wah.., menyenangkan obrolan anda semua…

  31. sidagambir Says:

    pecinta music ….

  32. Toto Zurianto Says:

    Sejak SMP (1975) sampai sekarang (2012), saya masih tetap sebagai penggemar the Rhythm Kings, bahkan saya hapal mati lagi Tjinta Sutjiku yang tidak pernah saya dengar lagi selama lebih 35 tahun. Saya berusaha mencari album lagu ini (cassettes, atau apapun bentuknya), tapi belum ketemu..

    Lagunya gini,

    Mari sayangku, yang kucinta
    bernyanyi bersama daku.
    Irama ria lagu gembira
    Yang selalu menantimu

    Hatiku selalu bergembira
    Bila kau bersama daku
    Cinta suciku hanya untukmu
    yang selalu menantimu.

    #
    Bila wajahmu kukenang selalu
    membuat hatiku riang kasih.

  33. Bambang Cekruk Says:

    Ini group Band Rhytem Kiings yg aku msh inget lagunya “Sepatah Kata sangat terkenal sekali dikota Solo di th70an

  34. the diet solution Says:

    After checking out a handful of the articles on
    your web page, I honestly like your way of blogging.
    I book marked it to my bookmark website list and will be checking back soon.
    Take a look at my website too and let me know how you feel.

  35. Ruby Says:

    I’m truly enjoying the design and layout of your website. It’s a very easy on the eyes which makes it
    much more pleasant for me to come here and visit more often.
    Did you hire out a developer to create your theme?
    Superb work!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers

%d bloggers like this: