JRENG!
Separuh penduduk dunia tahu bahwa saya lahir dan dibesarkan secara progresip rock di kota Madiun, Jatim. Kalo gak percaya, cek aja di situs http://www.progarchives.com dan cari prog-bio saya di situ. Kalaupun ada penduduk dunia yang ndak tahu, mereka lupa saja. Muuuaaaap juga …lama ndak bikin postingan baru soalnya padat kegiatan yang menyita waktu, salah satunya ya dua kali bolak-balik ke Jatim: yang pertama ke Madiun akhir Nopember dan seminggu kemudian ke Tulungagung. Setelah itu banyak kerjaan menumpuk dan lain sebagainyalah.
Perjalanan ke Madiun adalah napak tilas karena kota ini menorehkan sejarah paling dalam bagi kehidupan saya (ciiieee…!) karena saya memang dilahirkan dan diprogresip-kan di kota ini. Selama di Madiun dari tanggal 26 Nopember sd 28 Nopember kemudian dilanjut ke Sarangan (Puncaknya Madiun) tgl 28 sampai dengan 29 Nopember merupakan napak tilas kenangan saya di kota nuansamatik kemlitik kharismatik tanpa batik ini. Kisah menyeluruh namun tak detil saya torehkan di sini sedangkan yang sifatnya ibadah saya torehkan di sini. Karena ini adalah blog gemblunk prog, maka saya hanya mengulas tempat-tempat bersejarah di Madiun yang menge-prog-kan saya…he he he …
Setelah shalat Iedul Adha, saya sengaja berjalan kaki mengitari toko-toko kaset yang telah berjasa menanamkan nilai-nilai luhur musik progrock ke dalam jiwa saya.
Pabrik Limun Kuda Sembrani
Lho? katanya mau cerita tentang toko kaset, kok jadinya ngebahas pabrik limun? Opo tumon?! …. Eits … tunggu dulu jal! Memang tempat ini aslinya adalah pabrik limun yang tutup botolnya pake kayu gabus terus dijepit pake kawat yang ada

Masih mulus dan kemrinchink ...
keramiknya. Ingatkah? Ya begitulah saat saya SD dulu. Namun kemudian di era TVnisasi (saat itu TV mulai ada di Madiun, hitam putih, kami punya merek Sierra yang lemarinya segede lemari baju! ha ha ha …) ada iklan “I’d like to teach the world to sing ….” yang dinyanyikan secara aubade di alun-alun oleh londo2 cewek, maka limun pun mulai dibunuh oleh Coca Cola. Ndak ada lagi botol bertutup gabus. Ndak ada lagi limun cap Kuda Sembrani. Lantas, toko ini berevolusi menjadi toko kaset. Nah … di ultah saya pada tahun 1978 itulah saya membeli kaset Genesis “Seconds Out” rekaman Perina Aquarius di toko Kuda Sembrani ini. Koleksinya ndak banyak, tapi lumayan bisa dapet kaset nuansamatik ini di sini. Sampe sekarang, kaset itu masih ada di saya, tersimpan dengan baik, mulus kemlunyus dan…suaranya masih kemrinchink! YES “Tormato” rekaman Perina Aquarius juga saya beli di toko ini.

Toko kaset di pabrik limun Kuda Sembrani. Lihat gambar Kuda Sembrani di atas? (sebelah kiri biskuit Monde). Di sini saya membeli Genesis "Seconds Out" dan Yes "Tormato".
Miraco – Photos of Ghost
Ini segetulnya adalah studio pas foto yang dulu sangat top terutama untuk ijazah atau surat2 lainnya. Masih ingatkah Anda? Dulu kagak ada foto digital, makanya studio seperti Miraco ini jadi ngetop dan “terbaik” (bisa dikatakan begitu) di kota Madiun. Istilah kerennya: Leading Photo Studio in Madiun .. begitulah ceritanya.
Namun jangan salah jal! Di studio ini dijual sederetan kaset rock dan progrock yang ragamnya banyak terutama rekaman Nirwana dan Starlite. Ingat Nirwana LP Series? Ya .. ya .. ya .. Kaset2 tersebut dijual paling banyak ya di Miraco ini. Waktu saya sunatan, angpo dari tamu saya kumpulkan sebesar Rp. 27 ribu …terus saya belikan Tape Recorder National Panasonic (mono) warna abu2. Nah, bersama dengan beli tape recorder tersebut, saya juga membeli enam kaset rock di Miraco ini, antara lain URIAH HEEP “Demons & Wizards” rekaman Starlite. Side B nya LUCIFER’S FRIEND “Where The Groupies Killed The Blues” dan KHAN “Space Shanty”. Huopo tumon??. Selain itu ada SANTANA yang ada lagunya : “I got nobody – JRENG! – nobody to depend on – THAK DUG DUG JRENG!”. Juga ada EL CHICANO dan DEEP PURPLE yang ada “My Woman from Tokyo”.

MIRACO - gudangnya kaset LP series keluaran Nirwana dan Starlite. Pertama kali punya tape recorder, beli kaset Uriah Heep ya di foto studio ini. Opo tumon?!
Banyak kaset rock dan progrock saya beli di MIraco ini termasuk YES “Relayer” dan PINK FLOYD “Wish You Were Here”. Lucu nih kaset…dulu saya kembalikan ke Miraco dan saya tuker CHICAGO “Saturday In The Park” lantaran di lagu “Welcome to The Machine” ada ‘kerusakan’ kaset karena lagu ujug2 brenti mendadak trus babaliyut .. ha ha ha ha.. ternyata memang gitu jal! Jangkrik tenan! Isin aku ….
Tales from Bogowonto, Minstrel InThe Ocean …
Tak jauh dari toko kaset Kuda Sembrani itu, di belakangnya ada jalan Bogowonto yang membujur agak serong membelah Jl Kolonel Mahardi menuju Pasar Kawak. Di situ banyak sekali toko-toko kecil berderet dan sebagian besar jualan alat-alat listrik termasuk solder. Saya dulu kalo beli solder suka ke toko2 di sini. Suatu hari saya “njumbul” karena di salah satu toko solder itu ada yang jual kaset YES “Tales from Topographic Ocean” rekaman Perina Aquarius hitam putih. Tanpa pikir panjang, saya beli kaset itu dan itu adalah “satu-satunya” yang ada di Madiun. Whoooaaa… bangga sekali saya bisa beli kaset YES ini … Dari kaset inilah saya belajar pusing menikmati musik rumit. Diputar sekali dua kali tak masuk. Namun begitu udah sepuluh kali .. mak BLENG langsung jatuh cinta. Tadinya hanya bisa menikmati “The Revealing Science of God” namun lama kelamaan menjamah ke “The Ancient” dan dua lagu lainnya.

Toko solder of fortune nan progresip abis! Jualan solder sampe Yes dan Jethro Tull. Opo ora huebat???!
Meski toko solder, toko ini juga di kemudian hari menyediakan kaset JETHRO TULL “Minstrel In The Gallery” rekaman Perina Aquarius hitam-putih. Wuih! Makin nggajak (baca: “keren” – red.) aja saya dapet dua kaset prog langka yang saya haqul yaqin kagak ada yang punya di Madiun saat itu ….
Duta Irama – Raja Kompilasi
Ada satu lagi toko kaset yang berlokasi tak jauh dari Miraco, di daerah Tugu Mediun namanya Duta Irama. Spesialisasi toko ini adalah membuat campursari alias kompilasi. Bagi temen2 di Jakarta dulu sangat familiar di Kota ada toko di Lokasari yang spesialis membuat campuran lagu-lagu “enak” menjadi satu kaset. Daftar lagunya diketik pake mesik ketik Brother terus diselipkan di bagian muka kaset TDK atau Maxell. Saya masih punya produksi Lokasari ini dari temen saya sang kolektor plat: Ali Gunawan. Nah, kalau Duta Irama Madiun pekerjaannya juga sama: membuat campursari. Bedanya, Duta Irama fokus kepada lagu2 produksi dalam negeri. Jadi jangan kaget dulu ada satu kaset isinya lagu-lagu dari The Rollies, Rasela, Freedom of Rhapsodia, The Gembel’s, The Favourittes, Panbers, Koes Plus, NoKoes, De Hands, D’Lloyd, The Mercy’s dll dikumpulkan ke dalam kaset C-60.
Meski Duta Irama ini fokus di kompilasi, namun juga jualan kaset bajakan. Jangan salah, saya mendapatkan ilmu dari toko ini lantaran beli kaset BLACK SABBATH “Sabotage” rekaman Sinar Djaja (warna pink), side B nya kelompok yang saya belum pernah denger sebelumnya: KANSAS. Hah? Apa ini bukan nama rokok seperti ARDATH? Begitulah saya kenal KANSAS dan langsung ngguweblak nggulung koming ping kopang kaping saat pertama kali menikmati (secara gak sengaja, karena hanya Side B) lagu bertajuk “Incomudro” – “Journey to The ATman”. WHOAAAA….!!! Uediyan keren abiess…!!!! Kaset nuansamatik inipun sampe sekarang masih saya simpan dengan baik karena banyak menyimpan kenangan ….

Duta Irama - Raja Kompilasi. Beli kaset Black Sabbath (side B nya Kansas) di sini ...
Jangan remehkan kota Madiun ya .. meski kecil, nuansa progrock begitu kental dibangun pada tahun tujuhpuluhan, melalui kaset2 “impor” dari Jakarta … ha ha ha ha … Dan, yang suka progrock bukan saya saja lho, dulu temen2 saya satu gank THUNDERSTORM menyukai progrock. Inget sekali kita jalan ke Bali bukannya mau berjemur di pantai tapi malah cari kaset Pink Floyd dan lampu tabung 807 buat pemancar gelap … What a great life man!!!
Gitu lho jal .. perjalananku ke Madiun kemarin begitu indah bisa napak tilas to the place where I crafted my progressive heart since my childhood to teenager … I was born with the heart of Madiun man .. and I am proud as Mediuner … yeah! JRENG!
But it’s OK if you were not born in Madiun as long as you have progressive heart and progressive mind .. I still treat you as friend. If you don’t, I will make you prog first before I accept you as friend. Why? Because there is no friendship without progrock …!!! Mekaten lho mas …!!!! Be progressive man ..!!!!
Salam,
G