Archive for December, 2009

“The Pinnacle” by Kansas

December 31, 2009

JRENG MUKEJRENG!!!!

Piye kabare rek? Mo tahun baruan dimana? Udahlah di rumah aja! Ngapain pulak keluyuran kemana-mana – apalagi ngadain pesta semalem suntuk, ntar gak baik lho. Lha wong Gusti Allah aja udah mengingatkan kok lewat surah At-Takaasur (Quran surah no 102) ayat 1: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,”. Jadi, buat apa kalau kita hidup ini lalai terhadap Allah swt yang MAHA KUASA itu? Lagian, kita kan tergolong jiwa yang PROG. Orang prog selalu mencoba mencari dan meningkatkan jalan menuju peningkatan iman dan takwa. Iya ndak? Lagian, di rumah kan banyak musik prog to? Udah mendingan muter musik prog di rumah, terus malemnya ngaji. Pasti ngguweblak!!!

Belakangan ini saya setel koleksi lama dan ternyata masih nunjek ulu ati. Saya lagi jatuh cinta nih untuk kesekian kalinya dengan THE PINNACLE nya Kansas sampe saya bikin status di FB saya tentang suasana hati yang asik menikmati tembang doahzyat ini. Bagaimana menurut Anda lagu ini? Asik ndak?

Ternyata saya dulu pernah nggeblak juga dan saya tulis di blog saya yang dulu (Progressive Mind) dan ini adalah link nya.

Salam,

G

Berburu Kaset di Denpasar

December 27, 2009

Jreng!

Beberapa hari lalu buka-buka lemari nemu foto-foto jadul yang diantaranya saat kami berlima dari gank yg dulu menamakan dirinya Thunderstorm berpiknik di Pulau Dewata tahun 1976. Yang berangkat saat itu, selain saya, adalah: Yuliadi (Dudiet), Eko Bayu Sasmito (alias Koko Bolek), Hadi Muhardjono (alias Djoni) dan Bagus Sudaryanto.

Kami berangkat bersama, naik bus, dari Madiun menuju Jember, menginap dulu di Benculuk (rumah Koko) dan wisata salak, memetik buahnya sendiri. Kemudian esoknya kita lanjut ke Gilimanuk (nyebrang pake feri) trus ke Denpasar. Di Denpasar kami menginap gratis di rumah tantenya Bagus di daerah Sanglah.

Lucunya, ke Bali bukannya kami cari pantai, tapi fokus kami justru berburu kaset progrock di sebuah toko kecil di Denpasar. Lumayan lengkap koleksinya dan Bagus dapet banyak kaset Pink Floyd saat itu. Juga ada yg dapet Focus. Selain cari kaset, kami juga berburu lampu tabung 807 buat pemancar kami TS-BC. Hua ha ha ha …perjalanan liburan nan nuansamatik dan tak terlupakan!

Memang pada akhirnya kami jalan2 ke Sanur, Kuta dan Tanah Lot …tapi hati kami tertambat kepada berburu kaset itu …ha ha ha ha … Opo tumon???

The Original Members of PINK FLOYD (Post Syd Era). GW - Djoni - Bagus - Koko Bolek. Berpose di rumah Sanglah, sebelum berburu kaset ...

Salam,
G

Napak Tilas ProgRock di Madiun

December 24, 2009

JRENG!

Separuh penduduk dunia tahu bahwa saya lahir dan dibesarkan secara progresip rock di kota Madiun, Jatim. Kalo gak percaya, cek aja di situs http://www.progarchives.com dan cari prog-bio saya di situ. Kalaupun ada penduduk dunia yang ndak tahu, mereka lupa saja. Muuuaaaap juga …lama ndak bikin postingan baru soalnya padat kegiatan yang menyita waktu, salah satunya ya dua kali bolak-balik ke Jatim: yang pertama ke Madiun akhir Nopember dan seminggu kemudian ke Tulungagung. Setelah itu banyak kerjaan menumpuk dan lain sebagainyalah.

Perjalanan ke Madiun adalah napak tilas karena kota ini menorehkan sejarah paling dalam bagi kehidupan saya (ciiieee…!) karena saya memang dilahirkan dan diprogresip-kan di kota ini. Selama di Madiun dari tanggal 26 Nopember sd 28 Nopember kemudian dilanjut ke Sarangan (Puncaknya Madiun) tgl 28 sampai dengan 29 Nopember merupakan napak tilas kenangan saya di kota nuansamatik kemlitik kharismatik tanpa batik ini. Kisah menyeluruh namun tak detil saya torehkan di sini sedangkan yang sifatnya ibadah saya torehkan di sini. Karena ini adalah blog gemblunk prog, maka saya hanya mengulas tempat-tempat bersejarah di Madiun yang menge-prog-kan saya…he he he …

Setelah shalat Iedul Adha, saya sengaja berjalan kaki mengitari toko-toko kaset yang telah berjasa menanamkan nilai-nilai luhur musik progrock ke dalam jiwa saya.

Pabrik Limun Kuda Sembrani

Lho? katanya mau cerita tentang toko kaset, kok jadinya ngebahas pabrik limun? Opo tumon?! …. Eits … tunggu dulu jal! Memang tempat ini aslinya adalah pabrik limun yang tutup botolnya pake kayu gabus terus dijepit pake kawat yang ada

Masih mulus dan kemrinchink ...

keramiknya. Ingatkah? Ya begitulah saat saya SD dulu.  Namun kemudian di era TVnisasi (saat itu TV mulai ada di Madiun, hitam putih, kami punya merek Sierra yang lemarinya segede lemari baju! ha ha ha …) ada iklan “I’d like to teach the world to sing ….” yang dinyanyikan secara aubade di alun-alun oleh londo2 cewek, maka limun pun mulai dibunuh oleh Coca Cola. Ndak ada lagi botol bertutup gabus. Ndak ada lagi limun cap Kuda Sembrani. Lantas, toko ini berevolusi menjadi toko kaset. Nah … di ultah saya pada tahun 1978 itulah saya membeli kaset Genesis “Seconds Out” rekaman Perina Aquarius di toko Kuda Sembrani ini. Koleksinya ndak banyak, tapi lumayan bisa dapet kaset nuansamatik ini di sini. Sampe sekarang, kaset itu masih ada di saya, tersimpan dengan baik, mulus kemlunyus dan…suaranya masih kemrinchink! YES “Tormato” rekaman Perina Aquarius juga saya beli di toko ini.

Toko kaset di pabrik limun Kuda Sembrani. Lihat gambar Kuda Sembrani di atas? (sebelah kiri biskuit Monde). Di sini saya membeli Genesis "Seconds Out" dan Yes "Tormato".

Miraco – Photos of Ghost

Ini segetulnya adalah studio pas foto yang dulu sangat top terutama untuk ijazah atau surat2 lainnya. Masih ingatkah Anda? Dulu kagak ada foto digital, makanya studio seperti Miraco ini jadi ngetop dan “terbaik” (bisa dikatakan begitu) di kota Madiun. Istilah kerennya: Leading Photo Studio in Madiun .. begitulah ceritanya.

Namun jangan salah jal! Di studio ini dijual sederetan kaset rock dan progrock yang ragamnya banyak terutama rekaman Nirwana dan Starlite. Ingat Nirwana LP Series? Ya .. ya .. ya .. Kaset2 tersebut dijual paling banyak ya di Miraco ini. Waktu saya sunatan, angpo dari tamu saya kumpulkan sebesar Rp. 27 ribu …terus saya belikan Tape Recorder National Panasonic (mono) warna abu2. Nah, bersama dengan beli tape recorder tersebut, saya juga membeli enam kaset rock di Miraco ini, antara lain URIAH HEEP “Demons & Wizards” rekaman Starlite. Side B nya LUCIFER’S FRIEND “Where The Groupies Killed The Blues” dan KHAN “Space Shanty”. Huopo tumon??. Selain itu ada SANTANA yang ada lagunya : “I got nobody – JRENG! – nobody to depend on – THAK DUG DUG JRENG!”. Juga ada EL CHICANO dan DEEP PURPLE yang ada “My Woman from Tokyo”.

MIRACO - gudangnya kaset LP series keluaran Nirwana dan Starlite. Pertama kali punya tape recorder, beli kaset Uriah Heep ya di foto studio ini. Opo tumon?!

Banyak kaset rock dan progrock saya beli di MIraco ini termasuk YES “Relayer” dan PINK FLOYD “Wish You Were Here”. Lucu nih kaset…dulu saya kembalikan ke Miraco dan saya tuker CHICAGO “Saturday In The Park” lantaran di lagu “Welcome to The Machine” ada ‘kerusakan’ kaset karena lagu ujug2 brenti mendadak trus babaliyut .. ha ha ha ha.. ternyata memang gitu jal! Jangkrik tenan! Isin aku ….

Tales from Bogowonto, Minstrel InThe Ocean …

Tak jauh dari toko kaset Kuda Sembrani itu, di belakangnya ada jalan Bogowonto yang membujur agak serong membelah Jl Kolonel Mahardi menuju Pasar Kawak. Di situ banyak sekali toko-toko kecil berderet dan sebagian besar jualan alat-alat listrik termasuk solder. Saya dulu kalo beli solder suka ke toko2 di sini. Suatu hari saya “njumbul” karena di salah satu toko solder itu ada yang jual kaset YES “Tales from Topographic Ocean” rekaman Perina Aquarius hitam putih. Tanpa pikir panjang, saya beli kaset itu dan itu adalah “satu-satunya” yang ada di Madiun. Whoooaaa… bangga sekali saya bisa beli kaset YES ini … Dari kaset inilah saya belajar pusing menikmati musik rumit. Diputar sekali dua kali tak masuk. Namun begitu udah sepuluh kali .. mak BLENG langsung jatuh cinta. Tadinya hanya bisa menikmati “The Revealing Science of God” namun lama kelamaan menjamah ke “The Ancient” dan dua lagu lainnya.

Toko solder of fortune nan progresip abis! Jualan solder sampe Yes dan Jethro Tull. Opo ora huebat???!

Meski toko solder, toko ini juga di kemudian hari menyediakan kaset JETHRO TULL “Minstrel In The Gallery” rekaman Perina Aquarius hitam-putih. Wuih! Makin nggajak (baca: “keren” – red.) aja saya dapet dua kaset prog langka yang saya haqul yaqin kagak ada yang punya di Madiun saat itu ….

Duta Irama – Raja Kompilasi

Ada satu lagi toko kaset yang berlokasi tak jauh dari Miraco, di daerah Tugu Mediun namanya Duta Irama. Spesialisasi toko ini adalah membuat campursari alias kompilasi. Bagi temen2 di Jakarta dulu sangat familiar di Kota ada toko di Lokasari yang spesialis membuat campuran lagu-lagu “enak” menjadi satu kaset. Daftar lagunya diketik pake mesik ketik Brother terus diselipkan di bagian muka kaset TDK atau Maxell. Saya masih punya produksi Lokasari ini dari temen saya sang kolektor plat: Ali Gunawan. Nah, kalau Duta Irama Madiun pekerjaannya juga sama: membuat campursari. Bedanya, Duta Irama fokus kepada lagu2 produksi dalam negeri. Jadi jangan kaget dulu ada satu kaset isinya lagu-lagu dari The Rollies, Rasela, Freedom of Rhapsodia, The Gembel’s, The Favourittes, Panbers, Koes Plus, NoKoes, De Hands, D’Lloyd, The Mercy’s dll dikumpulkan ke dalam kaset C-60.

Meski Duta Irama ini fokus di kompilasi, namun juga jualan kaset bajakan. Jangan salah, saya mendapatkan ilmu dari toko ini lantaran beli kaset BLACK SABBATH “Sabotage” rekaman Sinar Djaja (warna pink), side B nya kelompok yang saya belum pernah denger sebelumnya: KANSAS. Hah? Apa ini bukan nama rokok seperti ARDATH? Begitulah saya kenal KANSAS dan langsung ngguweblak nggulung koming ping kopang kaping saat pertama kali menikmati (secara gak sengaja, karena hanya Side B) lagu bertajuk “Incomudro” – “Journey to The ATman”. WHOAAAA….!!! Uediyan keren abiess…!!!! Kaset nuansamatik inipun sampe sekarang masih saya simpan dengan baik karena banyak menyimpan kenangan ….

Duta Irama - Raja Kompilasi. Beli kaset Black Sabbath (side B nya Kansas) di sini ...

Jangan remehkan kota Madiun ya .. meski kecil, nuansa progrock begitu kental dibangun pada tahun tujuhpuluhan, melalui kaset2 “impor” dari Jakarta … ha ha ha ha …  Dan, yang suka progrock bukan saya saja lho, dulu temen2 saya satu gank THUNDERSTORM menyukai progrock. Inget sekali kita jalan ke Bali bukannya mau berjemur di pantai tapi malah cari kaset Pink Floyd dan lampu tabung 807 buat pemancar gelap … What a great life man!!!

Gitu lho jal .. perjalananku ke Madiun kemarin begitu indah bisa napak tilas to the place where I crafted my progressive heart since my childhood to teenager … I was born with the heart of Madiun man .. and I am proud as Mediuner … yeah! JRENG!

But it’s OK if you were not born in Madiun as long as you have progressive heart and progressive mind .. I still treat you as friend. If you don’t, I will make you prog first before I accept you as friend. Why? Because there is no friendship without progrock …!!! Mekaten lho mas …!!!! Be progressive man ..!!!!

Salam,

G

The Soft Machine “Softs”

December 24, 2009

Karena ada permintaan membahas SOFT MACHINE, yuk silakan kita kupas bareng. Jujur aja, pemahaman saya tentang kelompok ini cukup cekak, itupun saya hanya modal kaset Yess. Apalagi modal saya? Ha ha ha … Memang saya akhirnya beli CDnya juga, tapi ya pertama kali dari kaset Yess. Di sini saya ulas album yang menurut saya menarik. Silakan simak dan komentari yah ….

The Soft Machine Softs album cover

Studio Album, released in 1976

Songs / Tracks Listing

1. Aubade (1:51)
2. The Tale of Taliesien (7:17)
3. Ban-Ban Caliban (9:22)
4. Song of Aeolus (4:31)
5. Out of Season (5:32)
6. Second Bundle (2:37)
7. Kayoo (3:27)
8. The Camden Tandem (2:01)
9. Nexus (0:49)
10. One Over the Eight (5:25)
11. Etika (2:21)

Total Time: 45:13

Lyrics

Search THE SOFT MACHINE Softs lyrics

Music tabs (tablatures)

Search THE SOFT MACHINE Softs tabs

Line-up / Musicians

- Roy Babbington / bass guitar
- John Etheridge / acoustic & electric guitars
- Karl Jenkins / piano, electric piano, pianette, string, Mini-Moog synthesizers, orchestration
- John Marshall / drums, percussion
- Alan Wakeman / soprano & tenor saxes
+ Mike Ratledge / synthesizer (3,4)

Releases information LP Harvest SHSP4056 (1976)
LP & CD See For Miles SEE 285 (1990)

Ini review saya di progarchives:

4 stars WOW! What an excellent album. When I bought this album in 1982, I though that I would get a music that is soft as the album tells. But in fact, the music is quite heavy and complex. I would say that this album has inspired (and probably influenced) Ozric Tentacles because in some segments I can get the nuance similar with the music of Ozric Tentacles.

The album kicks off with an ambient music which features John Etheridge’s acoustic guitar fills accompanying Alan Wakeman’s soprano saxes in “Aubade” followed almost seamlessly with second track “The Tale of Taliesin” through a nice piano solo (by Karl Jenkins) that later (with the entrance of drumming) brings to a floating music with piano as rhythm section accompanying electric guitar solo. The music turns into a fast tempo style with powerful guitar solo and dynamic drumming by John Marshall. It reminds me to the music of Colosseum II. Wow man .. I love this part and I’m lucky that this part takes relatively long guitar solo with solid bass lines by Roy Babbington. “Ban-Ban Caliban” follows with great synthesizer work by guest musician “Mike Ratledge” with a style that reminds me to Ozric Tentacles. Soprano saxes augment the music and give a richer texture. During soprano sax solo improvisation the music is performed in relatively fast tempo. It’s really an enjoyable music that any Canterbury or jazz rock fusion fans would enjoy very much. The changes in style and tempo happen nicely – for example when the solo improvisation changes from soprano sax to electric guitar, the transition happens wonderfully. Drum work is awesome. This kind of music reminds me also to artists like Billy Cobham, Jean Luc Ponty (especially “Enigmatic Ocean” album), The Flock, Mahavishnu Orchestra and also Return To Forever. The music then turns slower with “Song of Aeolus” where guitar is taking the lead melody role in slow tempo style.

With Side 2 the band offers another stream of good composition where it opens with soft piano touch in “Out of Season” combined nicely with acoustic guitar. It serves like a musical break after enjoying hard-edge music in fast tempo. The guitar changes to electric and plays a role as lead melody with piano as rhythm section. also contains excellent drum solo in “Kayoo” which reminds me of Billy Cobham’s drum solo. I do enjoy John Marshall drum work – it’s dynamic and produces excellent sounds.

It’s a highly recommended album – an excellent addition to any prog music collection. If you like jazz rock fusion or Canterbury, this album is yours. Keep on proggin’ ..!

Progressively yours, GW

Patrick Moraz “The Story of I”

December 24, 2009

JRENG!

Pertama dengar nama Patrick Moraz ya dari kaset YES “Relayer” rekaman Nirwana (Surabaya). Wah…kagum banget kok bisa ya main kibor akrobatik gitu terutama di “Sound Chaser” dan tentunya “Gates of Delirium” (lagu Yes paling keren http://gwmusic.files.wordpress.com/2007/09/refugee.jpg?w=224&h=114menurut saya). Setelah itu kakak saya, Jokky, punya kaset rekaman Perina Aquarius yang tajuknya Patrick Moraz namun sebenerna adalah band nya dia sebelum YES, yaitu REFUGEE. Wah saat denger kaset rekaman Perina hitam-putih itu saya langsung jatuh hati luar biasa sama Patrick Moraz di REFUGEE ini. Wah edan tuh lagu seperti “Credo”, “Grand Canyon”, “Papillon”, “Ritt Mickley” semuanya dahzyat. Apalagi “Grand Canyom” ada nuansa Padang SumBar …bak menikmati musiknya Malin Kundang aja nih pak Cik ….!!!

Album solo Ptarick Moraz bertajuk “The Story of I” bener2 menakjubkan. Selama bertahun-tahun, sejak dirilis di 1976, saya mengaguni album ini karena musiknya unik. Tadinya saya berpikir ini album mendapatkan cukup 4 bintang (excellent) tapi saya putuskan bahwa album ini tergolong masterpiece karena gak ada tandingan yang sejenis – bahkan sama sekali gak mirip YES …namun tetep menawan. Herannya, saya baru sempet beberapa hari lalu review album ini di progarchives. Bagaimana menurut Anda?

Patrick Moraz The Story of I album cover

Studio Album, released in 1976

Songs / Tracks Listing

1. Impact (3:31)
2. Warmer Hands (3:31)
3. The Storm (0:52)
4. Cachaca (4:07)
5. Intermezzo (2:49)
6. Indoors (3:44)
7. Best Years of Our Lives (3:59)
8. Descent (1:43)
9. Incantation (Procession) (1:51)
10. Dancing Now (4:38)
11. Impressions (The Dream) (2:49)
12. Like a Child Is Disguise (4:05)
13. Rise and Fall (5:34)
14. Symphony in the Space (2:56)

Total Time: 46:09

Lyrics

Search PATRICK MORAZ The Story of I lyrics

Music tabs (tablatures)

Search PATRICK MORAZ The Story of I tabs

Line-up / Musicians

- Patrick Moraz / keyboards, vocals, marimbaphone, additional assorted percussions
- John McBurnie / lead vocals
- Vivienne McAuliffe / vocals and additional lead vocals
- Ray Gomez / electric lead and rhythm guitars
- Jeff Berlin / electric basses
- Alphonse Mouzon / drums (1-7)
- Andy Newmark / drums (8-14)

The Percussionists of Rio De Janeiro
- Jean-Luc Bourgeois / gongs and tam-tams
- Auguste de Anthony / acoustic guitar and additional electric guitars
- Jean Ristori / cello and acoustic string bass
- Phillippe Staehli / tympanis and assorted percussions
- Rene Moraz / tap dance, castagnets
- The children of Morat, Switzerland
- Veronique Mueller / French and additional vocals

Releases information

LP Atlantic SD 18175 (1976) / LP Virgin (CDOVD 446) Switzerland 1976 / Charisma LP CDS 4002 (1976) / CD Virgin CDOVD 446 (1995)

Review saya di progarchives:

5 stars I had been thinking FOUR, but I’ve just realized that it should be FIVE stars…

This morning I planned to post a discussion about Patrick Moraz in my personal prog blog. I usually started the discussion by posting the review that I made before on this site. But I was shocked knowing that I have NOT reviewed this excellent (?) album yet. How come? I have known this album long time ago, in fact when this album was released I purchased the cassette version and it blew me away musically. Don’t get surprised that the ballad ‘Best Years of Our Lives” was once a major hit in Bandung City when I took my engineering degree. Well, it’s not really major but one famous radio kept playing this song in 1979 – 1980 so this song became quite popular at that time.

Is it an excellent album?

http://bobmoogfoundation.files.wordpress.com/2009/05/patrick-moraz-with-micro-close-up-in-grass2.jpg?w=169&h=248In fact, it’s been years I assume that this is an excellent album of progrock and the best that Moraz has ever made. But this morning, as I play this album back again I come to realize that it’s not just excellent, but it’s a masterpiece album – or five stars album. Why? Let me explain in detail as I have robust reasons to support my conclusion.

First off, look at musically.. You would never find any band or artist that had made the kind of music Moraz made with this ‘The Story of I’. You cannot call it simply symphonic nor jazz-rock fusion. There are many components and styles that Moraz has masterfully made this album as a masterpiece creation. Yes, there are extensive uses of percussion throughout the album but try compare the style! You would find your efforts useless as there had never been any music that is similar with this album. There are components of space music here, with some latin flavor and of course jazz-rock fusion plus classical music influences. I have never been able to manage listening this CD half-way through as it has always been the whole album – in its entirety! Why? It’s because of the experience that I feel, listening to this album is like listening to one long-duration song as all the songs form a cohesive whole. So, the music of this album is so UNIQUE that no one is able to emulate.

Second, the album delivers a solid storyline from start to end with varied compositions that encompass many different songs – most of them are instrumentals but Moraz has successfully composed some shots of vocal line in some songs. As this album was made when the recording format was vinyl so it has its limitation as ‘Best Years of Our Lives’ is the last song at the A side. The next songs are basically occupy the side B of the vinyl. So, listening to this album is like reading a solid novel where you cannot pick certain pages. Every piece of music presented here are absolutely excellent!

The third reason is the composition: brilliant! From the five dimensions that I usually use in reviewing a composition, this album stands really high. The melody ? i.e. the degree to which the main melody of the song is constructed from a combination of notes; this album is really excellent. The harmonies ie. how each instrument contributes in creating sounds and notes, especially the combination of dynamic percussion work and keyboard it’s really fabulous. The complexity of the arrangement i.e. the degree in which the instrument (including vocal) being played by the musicians and how they generate a piece of music stream or segment of the music is also an excellent one. The album also provides a frequent change of style which includes tempo changes and/ or heavy or soft musical sounds. The last one is the structural integrity i.e. the degree to which all musical segments, including changes of style, form a cohesiveness of the music as a whole from start to end. The five components are very fundamental for me to assess my rating towards the music, especially progressive music.

There is no reason for NOT liking this album! You MUST have it …!!!

Keep on proggin’ …!!!

Peace on earth and mercy mild – GW

Deodato 2

December 9, 2009

JRENG!

Mungkin Deodato bukan merupakan artis favorit Anda yang suka prog pada kala itu (70an). Namun, tak bisa dipungkiri bhw saat itu Eumir Deodato sangat dikenal oleh khalayak pencinta musik, terutama prog rock. Setidaknya kalau melihat album covernya pastilah nuansa 70an terlintas dengan jelas dan Anda akan ingat musisi2 jazz rock fusion seperti Herbie Hancock, Grover Washington Jr, Bob James, dlsb.

Dulu kaset saya rekaman Perina Aquarius hitam putih. Sayangnya kaset tsb sudah tak jelas lagi bentuknya. Beberapa hari lalu saya liat album ini terpampang di rak CD Aquarius Pondok Indah. Begitu liat sampulnya, langsung aja “mak DUG” dada saya teringat masa keemasan 70an. Tanpa pikir panjang, saya ambil tuh CD. Wah nikmadz banget nih album, musiknya keren dibalut dgn orkestrasi menawan hasil racikan Deodato. Deretan musisi yg direkrut oleh Deodato bukan tanggung2 lagi: Billy Cobham, Stanley Clarke, Hubert Laws dll.

Wis jan pokoke keren lah … Ini termasuk album nuansamatik yg dirilis 1973.

Wah, kalo liat cover ini ...dada saya langsung "DUG" kayak nyetrum, teringat jaman keemasan 70an ...!!!

JRENG!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 141 other followers