Tiga Mengapa
Orang bijak mengatakan bahwa kunci keberhasilan bukan terletak pada bagaimana kita menjawab pertanyaan kehidupan, namun pada bagaimana kita membuat pertanyaan yang tepat (boso Jowone: ‘asking the right question’ ngono lah pokoke …). Nah ..pada minggu ini ada tiga pertanyaan mendasar yang menurut pakar competitive strategy, Michael Porter dan CK Prahalad, harus kita tanyakan pada diri kita masing-masing:
Mengapa Pink Floyd?
- Band legendaris yang telah mempengaruhi ratusan juta manusia di dunia ini melalui album-album dahzyat yang laku sepanjang masa;
- Situs progrock terbesar di dunia, www.progarchives, menyatakan bahwa Pink Floyd telah mendominasi deretan tangga Top 10 Prog Albums of All Time, dan merupakan satu-satunya band yang dominan;
- Musik Pink Floyd telah membantu mengentaskan keterbelakangan pendidikan karena banyak lagu-nya yang merangsang urat syaraf secara positip sehingga pelajar dan mahasiswa di seluruh dunia bisa belajar secara efektif (simak lagu ‘The Great Gig In The Sky’, ‘Time’, atau ‘Comfortably Numb’ …);
- Di Jakarta jarang tuh menampilkan Pink Floyd dengan konsep yang matang ….
Mengapa Kamasutra?
- Kita semua tahu bahwa kalau lagi konser, Pink Floyd selalu menomorsatukan kedahsyatan sound system sehingga musik yang dibawakan menjadi terdengar kolosal dan megah membahana. Pokoke sound system di Kamasutra ini jan JUEGLERR JUEGLERRR …sehingga suara gemericik air yang biasa keluar dari musik Pink Floyd bisa dihasilkan dengan Total Harmonic Distortion yang optimal (embuh, opo kuwi kamsude)
- Ruangannya lega, luas dan akustiknya juga keren sehingga pada saat intro “Shine on You Crazy Diamond” yang sunyi itu, detil suara kibor Edi Daromeh terdengar bak seperti bulu ayam yang terbang di udara (puitis kali!!!!);
- Lokasi strategis banget! Apalagi jam mulainya 20:00 setelah jam ‘tiga-dalam-satu’ udah berakhir. Bisa shalat Isya berjamaah di masjid sebelah Plasa Semanggi, terus ke hotel Crowne Plaza, atau …di musholla hotel juga pas di lantai bawahnya Kamasutra. Nyaman to?
Mengapa menjadi member i-Rock! ?
- Karena Anda ingin Mink-Ployd malam itu;
- Karena sebagai proggers / rockers Anda merasa menjadi suku terasing, makanya perlu temen sosial yang bisa diajak ngomong dan ‘nyambung’ soal prog atau rock – dan i-Rock! adalah tempat berkomunitas paling asik, tiada duanya dah!
- i-Rock! udah berpengalaman mengelola event dahzyat di ranah rock dan prog. Jangan lupa lho, dua bulan lalu i-Rock! sukses menggelar ‘An Evening of Yes Music Plus’ dan bulan lalu ‘Weekend Metal Battle’ (Slayer / Iron Maiden), serta puluhan event rock yang sebelumnya digelar.

Terus, ada temen yang tanya, kenapa gak ada satu lagi: “Mengapa ELPAMAS”? Saya jawab: Lho ..buat apa ditanyakan lagi, lha wong di Indonesia ini dalam sejarah musik rock .. belum ada tuh band yang bisa bawain Pink Floyd selain ELPAMAS dan sudah menjadi PUBLIC INFO (pembokat gw di rumah aja juga tahu). Jadi, mengapa di “Mengapa” kan?
Salam,
G

Kelompok lain hanya menduduki dua posisi saja, seperti King Crimson maupun Genesis. Ini menunjukkan bahwa Pink Floyd jauh lebih dikenal dibandingkan kelompok lainnya. Makanya tak heran peminat acara “The Dark Side of The Wall” yang akan diselenggarakan i-Rock! pada tanggal 23 Juni 2009 yang akan datang telah diminati jauh lebih banyak pemesan dibandingkan Yes yang baru lalu. Pertanyaannya, sudahkah Anda mendaftar sebagai member i-Rock! untuk mendapatkan undangan ke Private Party ntar?
PINK FLOYD bisa dibilang merupakan salah satu band prog rock legendaris tujuhpuluhan seperti kita mengenal Yes, Genesis, ELP, King Crimson, maupun Gentle Giant. Formasi awal mereka terdiri dari Syd Barrett (alm), pemain bass merangkap vokalis Roger Waters, penggebug drum Nick Mason dan pemain kibor Rick Wright (alm). Awal karir musik kelompok ini lebih ditentukan oleh kepiawaian Syd Barrett yang menulis, memainkan gitar dan menyanyi, sekaligus sebagai figure sentral kelompok ini. Album awal mereka “The Piper At The Gates Of Dawn” (1967) sarat dengan musik pop manis sekaligus berisi beberapa nomor instrumental bernuansa eksperimental. Pink Floyd menelorkan single yang masuk dalam UK Top-20 melalui lagu “Arnold Layne”. Karena ketidak stabilan mental disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi LSD akhirnya Syd Barrett digantikan oleh David Gilmour (gitar, vokal) pada 1968. Di tahun 1970 Pink Floyd merekam musik untuk film 

musikalitas bener2 mumpuni. Memang tidak bisa dipungkiri pengaruh dari band 70an ke band2 baru ini..tapi ya itu mah gak usah diperdebatkan karena kalau dirunut lagi semua band prog juga ada kaitannya dengan The Beatles bahkan beberapa, seperti Yes, meng-cover lagu2 The Beatles.
Kemudian adalagi THE WATCH (dulu The Night Watch) yang format musiknya Genesis Gabriel POL tapi nikmat karena seperti Gensis Gabriel bikin album baru. Adalagi ANGLAGARD, SINKADUS, HAMADRYAD (terpengaruh Yes, Genesis dan Gentle Giant), adalagi ET CETERA (Gentle Giant pol), RPWL (yang nanggung niru Pink Floyd – saya kurang suka band ini), PORCUPINE TREE (Pink Floyd tapi lebih strong lagi di soundscape dan space music). Belum lagi THE TANGENT yang merupakan generasi penerus Canterbury macem NATIONAL HEALTH, KHAN, etc. Pokoknya buanyak banget grup prog bermutu yang saya sendiri kewalahan mengikuti karena keterbatasan waktu buat menikmati karena terlalu banyaknya band baru dengan musik bermutu.
saya mempromosikan PROG ke generasi muda. Makanya saya punya jaringan teman yang mereka usianya di bawah 20 tahun seperti: Mitha, Lody, Sesar, Lauda, dan masih ada beberapa orang lagi. Mereka pantasnya jadi anak saya .. ha ha ha .. tapi mereka prog abis. Lody malahan tergila-gila sama Van Der Graaf dan gak suka yang ada metal nya.