Archive for April, 2009

The Making of “An Evening of YES Music +”

April 30, 2009

JRENG!

Ini sekedar curhat aja. Sebetulnya buat konsumsi pribadi sih, sebagai catatan doang. Tapi ya ditulis di blog, Anda boleh tahu juga. Kalo ndak mau tahu ya ndak pa pa, ndak usah dibaca, lha wong ini buat curhat pribadi aja kok … Ini tentu kaitannya dengan acara sukses yang digelar tanggal 23 April 2009 yang lalu di Mario’s Place, Jakarta. Acara ini udah lama saya idam2kan karena setelah menggelar “An Appreciation for Genesis” pada awal Februari 2007, saya langsung terpikir kenapa gak sekalian ditindak-lanjuti dengan Yes yang seangkatan? Pada 30 April 2008 saya menulis posting di blog ini dengan tajuk Sarasehan Musik YES . Maksud saya ya ingin tahu animo dari Yes ada gak. Bukan apa2, Yes ini terkenal musiknya rumit sehingga kemungkinan penggemarnya ndak banyak di Indonesia. Saat menulis di blog ini sebenernya saya sudah bicara dengan Krisna Prameswara, namun tetep aja belum yakin bisa menggelar. Apalagi sang gitaris Noldy Howe sudah sangat sibuk main di televisi. Jadinya tertunda terus. Animo dari temen2 di blog gemblunk ini cukup seru…banyak yang semangat, namun akhirnya isu mengusung Yes jadi terhempas ditimpa angin mamiri yang mampir di jalan kemiri, parkir di pojokan sebelah kiri menunggu kiriman wangsit …..ha ha ha ha ….

Terinspirasi Genesis Nite

Pada saat Genesis Nite di Kamasutra (bulan Februari 2009 ya?) saya semakin tertantang … Mengapa selalu Genesis

yang di tributkan? Kenapa gak Yes? King Crimson? ELP? Kansas? Van der Graaf Generator? Gentle Giant? Padahal kontribusi Yes terhadap musik prog dunia cukup kental, gak kalah dengan Genesis. Dan, jangan salah lho …saya ini penggemar Genesis lho. Kalo ndak percaya, tanya tuh temen2 kuliah saya di Teknik Industri ITB angkatan 79 (ih ..udah tuwir banget ya saya? Yo ben!)… Dulu kalo kuliah saya paling suka pake kaos Genesis dan paling konsisten sampe Marillion muncul dengan Script for A Jester’s Tear, Genesis lantas tak lepeh karena kesel ama lagu macem “Who Dunnit?” “Keep It Dark” yang jan ndak nGenesisi blas ..babar pisan! Kalo kurang yakin, tanya temen2 saya di Marching Band ITB Waditra Ganesha …saya paling suka ngomongin Genesis. Namun, saya juga cinta Yes dan grup progresip lainnya.

Syahdan …suatu malam dalam perjalanan ke rumah kontrakan di Setra Duta Bandung, masih di dalam mobil ..bareng sama temen2 tim konsultan yang sedang ada proyek di Bandung, saya nelpon temen prog saya, namanya Rizal B Prasetijo (aka Bang Ijal). Intinya, saya “kemropok” (panas – red.) mengapa Genesis doang yang di “nite” kan beberapa kali di Jakarta. Kok ndak pernah YES gitu? Terus saya jual “koyok” ke Bang Ijal bahwa Yes itu prog markoprog lebih rumit dari Genesis. Penngemar Genesis belum tentu suka Yes karena lebih rumit. Tapi penggemar Yes lebih mudah mencerna Genesis karena lebih simple musiknya. Saya tahu Bang Ijal ini jatuh cinta sama Eyang Chris Squire karena teknik permainan bass yang bi-amping (opo kuwi?) itu … Saya bilang aja kalo bikin tribut Yes, kita akan pilih pemain bass yang top markotop. Eh ..tanpa mikir panjang sepanjang lagu Siberian Khatru, mungkin hanya sepanjang Excerpts from Firebird Suite ..bang Ijal setuju dan menyebutkan angka “X” (gak sopan disebutin) buat mendanai proyek ini. Wah udah ada dua orang….maka tinggal cari seorang yang bisa nambahin sehingga “XYZ” (udah kayak proyek selingkuhan Squire, White & Jimmy Page aja yah ..??? ha ha ha ha …). Tak pikir panjang, malam itu langsung saya hubungi kang Tatan Taufik (penggemar Led Zeppelin yang menggilai prog juga). Beliau juga setuju sehingga terkumpullah dana sebagai working capital menggelar proyek Yes ini. Yeah!

Tantangan selanjutnya, karena kita bertiga termasuk orang sibuk (khusus untuk saya, sibuknya ngeprog sama nulis di blog, nulis review prog .. ha ha ha …), kita musti cari partner eksekutor nih … Gimana ndak sibuk ya, lha wong bang Ijal ini CEO dari JP Morgan dan kang Tatan ini adalah Penasehat Direksi (bidang Treasury) dari sebuah perusahaan tambang besar. Maka, tak banyak pikir .. malam itu juga (udah di rumah Setra Duta Bandung) saya talipun (boso Malaysia iki rek!) Bro Riza Novara, sang Ketua i-Rock! Lha, kenapa i-Rock! ? Bukan karena saya wong i-Rock! lho ..tapi pemilihan eksekutor ini memenuhi syarat pokok. Pertama, pengalamannya dalam memanage (uih gaya banget!) event musik rock dan metal. Kedua, crowd i-Rock! yang cukup banyak. Ketiga, partner bisnis yang bisa dipercaya. Maka, langsung malam itu juga DEAL. Bro Riza berkomentar: “Om G, kita usahakan event ini sukses…setidaknya balik modal lah begitu.”. Saya jawab singkat aja “Amin”.

Masjid Nuansamatik

Tantangan selanjutnya adalah mencari band dan venue yang pas. Saat itu langsung aja kepikir Krisna Prameswara yang dulu sukses main Yes di Hard Rock Cafe. Setelah beberapa kali komunikasi lewat SMS dan tatap muka, akhirnya disepakati band yang akan main Yes dibentuk. Saya happy banget dengan format band nya. Langsung kita deal dengan line-up yang diusulkan. Salut buat Krisna yang cepet membuat keputusan dan mengumpulkan kembali band lamanya. Top dah! You really prog man! I love you …(hush! Tapi gw bukan homo man!). Lucunya, band ini belum ada nama dan saya minta Krisna nyebut satu nama. Ujug2 dia nyebut “Parallels” .. langsung saya “YES” kan. (baru ketahuan belakngan dari Igun i-Rock! bahwa di Inggris ada band prog yang memainkan Yes dengan nama Parallels juga .. Yo wis lah ndak apa2).

Krisna menyusun setlist dan saya di email, langsung setuju karena nggeblak liat lagu2 yang mau dibawakan. Yes asli aja kagak mungkin dalam konsernya membawakan lagu2 yang dibawakan Parallels. Lha mana mungkin Jon Anderson gelem (mau – red.) menyanyikan “Machine Messiah”? Ora mungkin lah rek! Potong kupingku yen tego awakmu! Iki wong siji rak ego ne jan dhuwur banget! Masih mendingan Eyang Steve Howe yang mau nggitar “Owner of a Lonely Heart”. Yen Jon iku wis jan mokong tenan uwonge ….! Ha ha ha …yang gak ngerti, silakan nyanyi aja “Nu som du soleil …”…ha ha ha ..tambah bingung rek!

Yang seru, penanda-tanganan kontrak antara i-Rock! (diwakili saya) dengan Parallels Band (diwakili Krisna Prameswara)  justru dilakukan di masjid Nurul Hidayah, Brawijaya, kebayoran Baru, tepatnya pada ba’da Magrib tanggal 28 Maret 2009. Kesan bahwa pemusik suka ngaret kalau janji, tidak saya jumpai pada diri seorang Krisna. Malahan, justru saya yang ngaret karena pas saya datang (bersepeda tentunya!) shalat maghrib berjamaahnya sudah masuk rakaat kedua. Setelah shalat usai, saya lihat justru bro Krisna sudah dateng duluan dan shalat di shaf pertama! (subhanallah!). Jadi, jangan percaya tuh bahwa musisi suka ngaret, buktinya kagak tuh. Lucu juga, setelah shalat kita ngomongin musik prog di dalam masjid. Setahu saya sih belum ada yang mengharamkan yah, proggin’ in the mosque? He he he …

Kontrak dengan PARALLELS Band ditandatangani di masjid ini.

Kontrak dengan PARALLELS Band ditandatangani di masjid ini.

Menaksir YES Crowd

Yang paling susah adalah menaksir jumlah crowd nya Yes. Mengingat musik Yes cukup rumit, maka saya tidak berani menaksir siapa saja penggemar Yes di Indonesia (Jakarta). Akhirnya ide gila saya muncul. Saya buka aja PDA saya, langsung saya lihat teman2 saya yang suka atau “mungkin” suka Yes. langsung saya buat daftarnya. Eh lumayan, ada 76 nama yang saya kenal dengan baik (ada nomer HP nya) dan beberapa pernah sama2 nontok Yes di Singapore tahun 2003. Langsung saya memakai Geurilla Marketing Strategy (katanya bapak pemasaran Phillip Kotler). Saya buat program tiap hari menelpon sekurangnya lima orang, mengundang mereka buat hadir di YES Nite tanggal 23 April 2009. Alhamdulillah, responsnya baik ..banyak yang semangat 45 dan langsung menanyakan kapan tiket bisa dipesan. Bisa dikatakan 95% dari list 76 orang itu menyatakan diri pengen hadir karena pengen menyaksikan apa ada band Indonesia yang bisa bawain Yes. Paulo Coelho, seorang penulis novel dari Brazil yang kondang dengan bukunya “The Alchemist” bilang begini: “If you have a compelling desire, all the universe will conspire to help you achieve it ..“. Itu bener2 saya alami ….

Strategi gerilya ala Panglima Besar Sudirman (gak seheroik beliau lah …wong saya ndak perlu keluar masuk hutan seperti Jendral Sudirman kok ..) ternyata membuahkan hasil. Banyak yang pesen tiket dan sekali pesen bisa 10 sampai 20 tiket. Wah, saya langsung kelabakan takut kalau Mario’s Place gak muat. Atas kebaikan bro Riza, akhirnya tiket dengan desain khusus yang YES banget dicetak. Wah ..luar biasa, ternyata animo penggemar Yes sangat dahzyat dan di luar dugaan.

Promosi Gembloenk dan Ndlosor di Studio

Kesibukan saya memang lebih banyak fokus ke menyusun konsep acara dan sekaligus promosi yang harus berbeda. Maklum..saya sadar, penggemar Yes ini pini sepuh (manula – red.) bahkan ada beberapa udah punya cucu. Segmen seperti ini gak bisa hanya sekedar diberi tahu, tapi musti ada coaching process and dialogues (mulai dah pake boso konsultan ..ha ha ha ..). Mereka perlu dibimbing …bahwa menikmati musik prog, meski tidak merupakan keutamaan dalam menjalani kehidupan ini (dan lebih baik ngaji, tilawah Quran), namun …sometimes are neccessary to motivate yourself …to see brighter future. (Lha future opo maneh, wong wis sepuh kabeh?). Lumayanlah prosesnya berjalan lancar karena banyak yang tertarik dan langsung pesen tiket.

Dari segi konsep, saya menginginkan acara ini tidak hanya menggelar musik “thok” tapi harus ada informasi yang disampaikan, tanpa ada maksud menggurui. Makanya ada talkshow yang menampilkan tiga narasumber: mbak Didy, Mita Hapsari dan Rizal B Prasetijo. Hasilnya baik karena mas Ilham dari the Jakarta Alternative Station mengomentari bahwa narasumbernya memberikan “pencerahan” bagi yang hadir malam itu. Terima kasih mas Ilham! Selain itu, sebelum lagu dimainkan Parallels, saya ingin ada sedikit ulasan mengenai lagu tersebut, seperti acara siaran di radio FM begitulah. Respons nya juga positif, karena sehari setelah acara, saya ketemu temen saya senagkatan di ITB, Chairul Hakim, yang mengatakan bahwa dengan diberi ulasan orang menjadi tahu latar belakang lagu. Dia nilai ini hal yang bagus. Wah, saya bangga ternyata ada temen saya satu angkatan yang bener2 progressive pemikirannya. Bener2 anak ITB tulen….he he he …

Ini juga terkait dengan promosi yang saya lakukan gencar, dibantu bro Riza yang membuat event page di FB. Salah satu yang saya sasar adalah alumni ITB. Kenapa? Bagi saya, bagi alumni ITB yang tidak suka musik prog, sudah pasti kuliahnya dulu tidak bener. Pasalnya, progressive rock itu ada di salah satu mata kuliah yang nilai kreditnya 2 SKS, sama dengan Konsep Teknologi yang diajarkan di TPB (Tahun Pertama Bersama). Mengapa progrock ada di ITB? Simpel… motto ITB kan “In Harmonia Progressio” yang artinya berpikiran progresif namun berjalan secara harmonis. Lha, musik YES kan juga begitu, prog namun harmonis kayak The Gates of Delirium. Strategi ini ampuh, ternyata ada 34 alumni ITB yang hadir malam itu ..ternasuk Bpk Ary Hudaya, CEO nya Bumi Resources. Juga termasuk tiga temen saya dari TI 79 yang hadir selain Chairul: Bowo dan Coki. Saya senang sekali masih banyak teman seperguruan yang masih istiqomah di jalur progresip.

Karena saya fokus dalam menyusun konsep acara, saya jarang nonton Parallels Band latihan. Bagi saya, menjaring massa dan memposisikan event ini ke pikiran segmen yang dituju lebih penting dari pada mengontrol band yang udah jelas top markotop kualitasnya. Namun, akhirnya saya sempet melihat latihan mereka juga, dua kali. Saya ndhlosor kepuasan saat mereka bawain Machine Messiah di studio Jl. Gandaria. Saya makin yakin band ini pasti “jadi” lah ….

Penutup

Akhirnya event berlangsung sukses dengan jumlah penonton yang cukup membuat MP sesak. Band nya main sangat bagus, liat ulasan di bawah. Komentar dari penonton juga sangat positif. Meski ada beberapa kekurangan disana-sini, saya puas dengan event ini. Terima kasih buat temen2 yang sudah terlibat baik itu penonton, Mario’s Place, bang Ijal, kang Tatan, mbak Didy, Mita, bro Riza, P Setiawan, Dessy, Bro Zul, Om Mamak, i-Rock! dan juga kepada Parallels band.

Disamping kegembiraan saya, ada juga satu kesedihan mendalam yang saya alami dan saya tulis di sini.

A Review on “An Evening of Yes Music +”

April 27, 2009

Karena belum ada yang mengulas, maka saya beranikan diri mengulas malam nuansamatik “An Evening of Yes Music Plus” yang digelar di Mario’s Place tanggal 23 April 2009 yang lalu. Jadinya gak obyektif sih, lha mosok penyelenggara kok membuat ulasan acara yang diselenggarakan, opo tumon? Habis .. daripada menunggu gak ada yang mengulas, yo wis tak ulas dewe wae .. Wis babah kono yen ono sing ora ujutes lha salahe dewe kok ora diulas. Yo ra? (alis mata naik turun tiga kali sambil ngucap “Yo ra?” ini …)

 

Before The Show

Saya sampai di venue tepat ba’da Ashar sekitar jam 15:45 begitu. Saat masuk ke MP, kru Parallels Band sedang ngeset peralatan. Yang jelas bunyi drums nya Rama sedang di “dhung ..dhung ..dhuh ..jedhug..” sama sang kru. Baru denger suara tom nya aja udah menggelegar. Bakalan dahzyat nih tentunya. Apalagi beberapa hari sebelumnya saya melihat latihan Parallels band dimana permainan Rama Moektio memang mantab dan rapi sekali. Rasanya gak ada beat yang lolos dari rofel stiks nya Rama.

Kibor Krisna pun sedang disetem sama kru. Noldy dipanggung sambil memainkan gitarnya unplugged. Sesekalai saya ajak ngomong. Dalam setiap event, saya selalu menikmati apa yang disebut dengan “sound check” yang biasanya dilakukan beberapa jam sebelum acara mulai. Saya ingat waktu Sharkmove Reunion concert di MP yang juga digagas i-Rock!, nuansa nyetel peralatannya juga serupa. Setelah nyetel sana sini, akhirnya jam 17:33 Parallels melakukan rehearsal. Tadinya saya cukup dag-dig-dug karena dua hari sebelumnya liat latihan Parallels suara Judhy gak ngeburu – karena baru saja terkena flu berat. Kata Krisna, gara2 latihan keras buat event ini Judhy terserang flu berat. Namun pas rehearsal, saya benar2 puas karena suara Judhy sudah bertenaga dan sound system Mario’s Place saat itu at its best.

 

 

The Show

Parallels Band "live"

Acara sempat molor lantaran saya panik karena YesAcoustic yang mustinya membuka acara, karena suatu hal, tidak jadi tampil. Padahal, cita2 saya membuka acara THENG jam 20:00 dengan ucapan selamat datang dan basa-basi 5 menit, terus mempersilakan tiga musisi membawakan YesAcoustic versi ABWH Live. Tapi karena gak jadi, maka saya kalang kabut mencari Krisna Prameswara supaya segera siap jam 20:30 (sesuai jadwal) tanpa acara pembuka. Akhirnya acara bener2 JRENG jam 20:45 …maaf …ngaret ….kebiasaan yang gak bagus nih … he he he he …

Pembukaan ala Excerpts from Firebird Suite bener2 membahana sukma karena sound yang dihasilkan bener-bener menggelegar membuat ati makin dag dig dug. Apalagi, sudah kebiasaan bahwa setelah lagu ini ya biasanya langsung masuk Siberian Khatru (versi Yessongs) atau Parallels (versi YesShows). Tapi malam itu Parallels Band membuat sesuatu yang berbeda dengan menyambung langsung ke And You And I. Sungguh ..suatu hal yang mengejutkan dan hasilnya bener-bener dahsyat karena lagu ini seperti himne yang secara sempurna nyambung dari Firebird Suite yang menggelegar. Dan “A man conceived a moments answers to the dream” dibawakan Judhy Anderson dengan baik. Tentu, tidak sama dengan Jon Anderson … tapi ya memang begitulah Allah SWT menciptakan suara manusia tidak ada yang sama. Phil Collins nya Genesis aja waktu menggantikan posisi  Peter Gabriel gak merubah suaranya tapi Supper’s Ready dinyanyikan dia enak aja tuh di Seconds Out. Setidaknya, suara Judhy sudah full power karena saat latihan saya sempat khawatir. Test case untuk Judhy bagi saya adalah saat lirik “Coming quickly to terms of all expression laid, Emotion revealed as the ocean maid..” yang ternyata bisa dia bawakan dengan baik. Selebihnya .. saya percaya bahwa Judhy will do an excellent job for the remaining of the show

Lagu kedua yang dibawakan adalah Starship Trooper yang berdurasi lebih panjang lagi, yaitu 13 menit, diambil dari The Yes Album (March 1971). Ciri dari lagu ini adalah interlude yang terletak di akhir lagu. Pada lagu kedua ini permainan Parallels menjadi lebih solid lagi terutama di bagian interlude dimana bass, gitar dan kibor menunjukkan kebolehannya memainkan solo. Selama lagu ini dimainkan, semua beban kekhawatiran saya sudah pupus dan saya yakin sekali bahwa Parallels akan bermain dengan baik sampai akhir.

Parallels kemudian menyambung dengan repertoire dari album Fragile yang sudah sangat dikenal oleh proggers Indonesia : Heart of The Sunrise. Awala dari lagu ini menunjukkan kekompakan permainan mereka merepresentasi manuver kibor, hentakan dan riff bass gitar dan gitar dijaga ketat dengan permainan mantab drums yang dimainkan oleh Rama Moektio. Drummer ini istimewa. Meski usia masih muda namun sudah piawai ngedrum buat musik Yes dan tidak kedodoran -malahan bagus sekali mainnya. Noldy Howe juga menunjukkan kepiawaiannya dalam tikungan maut permainan gitar dibalut dengan dentuman lincah jemari Kiki Squire pada dawai bass gitar.Krisna meski berpenampilan tenang namun pencetan jarinya lincah menghasilkan bebunyian khas Wakeman.

Pada lagu selanjutnya Long Distance Runaround yang nyambung dengan The Fish, memberikan kesempatan kepada bass gitar dan drums bermain solo, memasukkan unsur Tempus Fugit (album Drama) kedalam cuplikan solonya. Sungguh, sebuah solo yang menawan. Kadri (KJP / Makara) dipanggil Judhy ke panggung untuk berduet membawakan Onward dan Changes. Sungguh kombinasi suara Kadri yang cenderung serak basah dengan Judhy merupakan suatu choir yang indah.

 

 

Talk Show

Setelah first set list diakhiri dengan Changes, talkshow mengenai Yes pun digelar. Kenapa ada acara ini? Karena dulu awalnya acara ini memang akan digelar dalam bentuk sarasehan seperti saat beberapa tahun sebelumnya i-Rock!

Didy, Mita & Rizal - membahas artwork YES
Didy, Mita & Rizal – membahas artwork YES

menggelar “An Appreciation for Genesis”. Makanya dipilih tiga narasumber dengan background yang berbeda dan dari generasi yang berbeda pula. Mbak Didy adalah seorang pengusaha galeri dan sekaligus pelestari budaya wayang menak yang hampir dilupakan orang. Selain itu, mbak Didy adalah penggemar Yes tulen sejak musik ini dikenalkan ke publik di tahun 70an. Mita Hapsari adalah mahasiswi tingkat akhir jurusan Product Design dari Senirupa ITB. Mita juga pengagum berat Yes, padahal usianya masih relatif muda. Rizal B Prasetijo berasal dari angkatan satu dekade di bawah mbak Didy. Ia adalah seorang CEO dari JP Morgan dan sangat teliti dalam mengulas album-album Yes.

 

Perbincangan berkisar pada tiga hal: bagaimana Anda kenal Yes pertama kali, apa kontribusi Yes kepada musik prog rock, dan apa kesan ANda tentang artwork dari album Yes.

 

Second Set

Sebelum set kedua dimulai, Totok Tewel yang hadir malam itu didaulat oleh penonton untuk jamming di panggung. Setelah melalui pemanggilan oleh pak Log Zelebour, maka akhirnya Totok Tewel tampil juga memainkan Mood for A Day dengan gitar akustik punya Noldy. Meski udah lama tidak memainkannya, Totok masih bisa membawakan lagu akustik dari album Fragile ini dengan baik.

Pada set kedua, permainan Parallels lebih dahzyat lagi – sepertinya setiap pemain ngamuk dengan menampilkan yang terbaik namun tetap kompak secara kesatuan. Diawali dengan Machine Messiah yang dinyanyikan dengan baik oleh Kadri, lagu ini mengalir dengan beat cepat namun harmoni tetap terjaga. Rama sekali lagi membuktikan kedahzyatan permainannya dalam lagu yang berbasis riff ini. Bagi yang kenal Yes di tahun 80an, pasti mengenal lagu ini dengan baik, diambil dari album Drama. Bagian riff lagu ini dimainkan Parallels dengan gahar sekali. Ini merupakan hiburan tersendiri karena bila Yes manggung gak mungkin membawakan lagu ini mengingat ego Jon yang tinggi dan gengsi membawakan lagu dari album Drama dimana Jon sedang absen saat itu.

Setelah Machine Messiah usai, Noldy memainkan The Clap dengan gitar akustiknya. Yang terjadi kemudian adalah puncak dari permainan Parallels dimana salah satu epic Yes bertajuk Close to The Edge dibawakan dengan sempurna oleh Parallels. Ini memang yang selalu saya tunggu-tunggu karena durasinya cukup panjang (19 menit) dan komposisinya sangat bagus. Rama pun bisa merepresentasikan gaya permainan Bruford saat album ini digarap di tahun 1972. Lengkaplah perjalanan saya menikmati versi live ini dari beberapa yang Yes pernah bawakan: Yessongs, Keys To Ascenscion, ABWH (bass nya oleh Jeff Berlin), dan sekarang live beneran oleh Parallels. Wah, sebuah pengalaman yang luar biasa….!!!

Setelah dengan baik membawakan lagu epic dari Yes, Parallels memberikan kesempatan break kepada penonton dengan melantunkan The Meeting yang dilanjut dengan kibor solo dari Krisna membawakan Excerpts from Six Wives of Henry VIII versi Yessongs. Sekali lagi, Krisna membuktikan kehebatannya memainkan kibor dengan menciptakan nuansa yang pas sekali dengan aslinya di rekaman Yessongs. Setiap segmen dari kibor solo ini saya nikmati dengan baik. Krisna memang piawai karena tak ada nada yang ia lewatkan kecuali saat ada perubahan alat musik kibor yang ia gunakan. Tidak sampai menggangu sih, semuanya enak banget di kuping apalagi saya suka sekali solo versi Yessongs ini. Kemudian nyambung dengan Roundabout sebagai lagu pamungkas. Namun karena didaulat penonton, akhirnya Parallels membawakan encore dengan lagu yang sudah kondang Owner of A Lonely Heart.

 

Penutup

Penampilan Parallels malam itu meski tidak sempurna, namun sudah tergolong sangat baik dan memuaskan. Yang jelas, saya merasakan sangat menikmati selama mereka main. Selain didukung sound system Mario’s Place yang baik, permainan mereka memang sangat solid. Memang ada beberapa segmen transisi yang terasa tidak pas dengan versi studio, namun tak ada gading yang tak retak. Jangankan Parallels, YES yang asli asaja saat saya nonton mereka main live di Singapore 25 September 2003 yang lalu, saya juga melihat mereka (Yes) main ada cacatnya juga. Lagian, kita kan bicara atraksi panggung, yang namanya kurang pasti ada saja. Yang jelas, saya puwasssssszzzz sekali. Sumprit! Ini bukan gara2 saya penyelenggaranya lho, tapi bener2 keren lho …!! Kalo gak percaya, tanya aja sama temen2 saya seperti pak Alfie, pak Indrayana, mas Kelik, mas Boing, bang Ijal, kang Tatan, mas DananG, mas Adi Prakoso, mas Benny Prayudi, bro Lutfi, mas Kawal …. pokoknya semua temen saya lah …..liat aja semua nama temen saya di phonebook, semua bilang buwagussszzz kok … Mosok aku bohong seh???

Salam,

G

 

 

 

 

 

 

Komentar-2 “An Evening of YES Music +”

April 27, 2009

JRENG!

Ini adalah kumpulan komentar apa adanya dari penonton yang hadir di acara “An Evening of YES Music Plus” yang digelar di Mario’s Place tanggal 23 April 2009 yang lalu. Komentar ini tidak diedit sama sekali, berasal dari SMS yang saya terima saat acara berlangsung maupun sesudahnya, komentar dari facebook dan juga dari blog gemblunk ini:

SMS yang masuk ke 0811-931175

Sukses acara yes nya ya. (+628164825XXX)

Pak gatot, saya sudah di dalam venue. Terima kasih bnyk atas bantuannya sehingga saya bs ikut menyaksikan malam bersejarah ini. Nanti stlh acara kalo tidak repot saya minta waktunya bentar bwt interpiu ya… Terima kasih bnyk… (+6285648822XXX)

Pak Gatot, terimakasih banget bisa menikmati lagu2 YES live, teman2 puas, semoga I-rock makin OK, dan top markotop.  (+62816713XXX)

Pak Gatot, kemarin malam saya, anak dan bojo puazz ! Kalau bojo bilang lagu2nya susah, he he kecuali beberapa lagu ok dan tentu sj THE MEETING katanya, maklum itu lagu kebangsaan sy dan bojo !! Kl anak ce bilang sdh banyak denger lagu2nya maklum jg krn sering sy cekokin lagu2 prog ! He he he. Tks. Oh ya masukan saja, terlambat mulai shownya jangan kelamaan, tks. (+628161165XXX)

Satu kata utk parallel: dahsyat!!!  Next time Marillion nite wajib om hahaha,duh kok aku smalem ndak pede mau moto om G nyengklak jildhan,d dpn orang2 tob smua kekeke (+628129652XXX)

penampilannya mantap tenan, termasuk MC. Nggak nyangka band nya bisa mainin Yes. Td mlm mau nyamperin mas Gatot, nggak enak, sibuk bgt keliatannya. Sempat ketemu Riza aja . Ditunggu ulasannya. Sukses ya. (+62811141XXX)

What a nite. Bravo. Acungan jempol utk anda dan. Parallels  . Blm perna spt ini. Video nya sgra kirim ke. Y.E.S  (+6281317804XXX)

Asik bandnya. Asik dikasih ulasan sebelum lagu dimainkan. (+62816853XXX)

Yes nite nya top banget, bahkan menurut sy kalau kita bayar yes main disini ga bakal mrk bawain lagu dr album drama. Puass banget. Kl ada lg sy insya Allah hdr (+62811165XXX)

Mas Gatot selamat ya sukses berat kemarin YES nite-nya, o iya btw performance parallel kemarin sempat di-rekam ngga? Kalau ada video-nya bisa dibeli di mana ya? Thx. (+6281360810XXX)


FACEBOOK

“Apa komentar Anda mengenai YES event tadi malam?” Silakan sampaikan secara terbuka. Wong prog harus open mind …JRENG!

Jreng….kaos se wis dicekel karo Lutfi….meski tak menyaksikan sang MC bercuap-cuap….tapi membayangkan atmosfer YES…..yang semakin yes…….yes…..yes…..matur nuwun Tot…. (Mufti)

Menyenangkaaaan! Para YES-er (hehe) bermunculan seperti coro di Mario’s. SENANG! Gak sabar nunggu Pink Floyd. Gak bisa dicepetin, ya? Hehe. (Candra)

Top Markotop Om!!!:-) (Bengar)

mantafff man..apalagi pas Heart of The Sunrise (Amri)

meskipun kurang mudeng YES tapi semalem terhibur oleh ‘atraksi’ permainan PARALLEL ben !
…dua jempol ! (Arman)

Parallel ^:)^

Toto Tewel juga ^:)^ (Wayan)

bener2 prog markoprog oom.. (Faisal)

Inilah Yes rasa Phil Collins, he, he, he. Habis vokalisnya cabutan dari Cockpit. Tapi over all bagus banget, khususnya para instrumentarisnya. Mereka menyiapkan diri dengan amat baik. Cuman vokalisnya aja yang kedodoran gak bisa menggapai nada-nada tingginya Jon Anderson. (Gandhi)

baru pertama kali liat pemain drumnya……..sangat keren utk memperkuat Parallels.,…..Mas Gatot,
jadi diabadikan gak tuh dlm bentuk VCD/DVD……..???? (Bakti)

njengat polll ….. sampe menangis terharu (hehehe, hiperbolik). sayang cuma bisa sampe jam 11 abis mulainya ngaret sih hehehe …….. (Adi)

manthabz banget,lagu2 nya bener2 Yes classic (minus the gates of delirium),parallels nya keren,btw Yudi kok lebih ngepas “niru” vokal nya Jon Anderson dibanding “niru” vokal Phil Collins… (Nursyahbuddin)

mainnya mantabs … jauh lebih rapi dan lebih baik dari pas di Hard Rock dulu. Cuma kesian vokalisnya sih, beban mental bener kalo kudu dibandingin sama eyang Jon Anderson …:-) (Dicky)

hmmm pokoknya puaz, biar kata cuman dbelakang :(…..
yang penting bisa nge-YES…….jadi YES marko Yes.!!!
prog markoprog dah p GW……ditunggu Rush nite nya ………ngarep :mode on (Tieto)

TOB BGT, ndak perlu ngundang yes asline kaleee kekeke…, sayang lagu 90-annya ndak dibawain, padahal ada lagu keren juga kayak Homeworld (The ladder), Endless Dream (Talk), dll. Ditunggu yesshows berikutnya with Parallels Band.
Om G, salah satu unsur prog yg bikin serun surprise kemarin jg adalah hadirnya sepeda lipet hahaha (Lutfi)

Mas Gatot..
over all acaranya kerrenn.
noldy,khrisna,rama n kiki caloh dahsyat !~!!
emang bener yg dibilang Bang Gandhie sama Bang Gabriel
terlalu berat buat Yudi yah musti bawain Anderson…lain kali musti di back up sama cewe kalle..
trus acara kemarin ditengahnya diisi diskusi gak terlalu worthy
mustinya diskusinya di depan aja sebelum main sambil nunggu waktu yang molor…
kalau diisi bagi2 hadiah bolehlah bentar.. tp kalau diisi diskusi spt kemarin kelamaan….
jadi dah mau klimaks…terputus deh!!
Rush nite…pake Parallel…pasti dahsyat!!!(Ading)

Top Markotob… Parallels’ OK banget, anyway kalo Panthasma juga yes-cover band juga ya om?
Sy setuju banget kalo Progressive gak meledak tanpa Marillion, jadi kapan Marillion nite nya nih (emangnya ada cover band Marillion?) Thank you and goodnite! (Meru)

denger2 mao dibikin rutin ya Yes Nite-nya? wah asik nih kalo bener.. (Faisal)


Salam,

G

Pics of “An Evening of Yes Music +” @ Mario’s Place

April 25, 2009

Ini adalah foto2 jepretan mas DananG Suryono:

Parallels Band "live"

Judy (vox) & Kiki Caloh (bass)

Judy (vox) & Kiki Caloh (bass)

Noldy Howe

Noldy Howe

Krisna Wakeman

Krisna Wakeman

Kiki Squire

Kiki Squire

Judy Anderson

Judy Anderson

Kadri Horn & Judy Anderson - a powerful choir!

Kadri Horn & Judy Anderson - a powerful choir!

Tonight is THE Night…!

April 23, 2009

JRENG!

Bagi proggers yang malam ini berencana (dan sudah memegang tiket) menonton kehebatan Parallels Band (Krisna – keys, Kiki – bass, Noldy – gtr, Rama – drums, Judy – vox) membawakan repertoire klasik dari grup legendaris YES, ini ada beberapa saran yang mungkin bermanfaat:

  • Areal parkir di MM UGM yang berlokasi di kiri jalan bila dari arah Jl Soeroso (menuju Patung Pak Tani) bisa digunakan. Lokasinya tidak jauh dari gedung Menteng Huis yang berseberangan saja. Kemungkinan parkiran di Menteng Huis tidak muat menampung penggila YES tumplek bleg di Mario’s Place malam ini.
  • Bagi yang bawa sepeda, karena ada temen2 dari komunitas B2W akan hadir, sebaiknya parkir di area motor. Aman, ada security nya kok. Kalo saya, seli saya angkat ke atas karena mau dipake ntar di panggung gitu …he he he ….. Jangan lupa bawa parfum ya, kalo nggak aroma ruangan konser jadi “pekok” mambu keringet …
  • Disarankan Anda hadir sebelum jam 20:00 karena insya Allah acara dimulai tepat untuk mengejar supaya selesai acara jam 23:15 (kalau tepat waktu). Ingat! Ini malem Jumat …ada baiknya sepulang dari ngeprog Anda gunakan waktu mulia buat ngaji meski itu hanya satu ayat saja, sebelum Anda tidur.
  • Bagi yang sudah terbiasa shalat BMW (berjamaah di masjid di awal waktu), jangan kuatir … Tidak jauh dari Mario’s Place ada masjid Cut Mutia yang nuansamatik, tinggal jalan kaki. Paling afdol kalo sejak Maghrib udah shalat berjamaah di masjid ini, terus abis Isya theng kita berangkat ke Mario’s Place. (Maaf, karena saya seksi sibuk, jadi nanti saya pakai sepeda aja dari dan ke Mario’s Place biar cepet.)
  • Kalo belum biasa BMW, di dekat Mario’s Place (di lantai yang sama) ada mushalla kecil yang nyaman buat shalat maghrib atau isya. Sebaiknya jangan tunda Isya, karena lebih penting ketemu Allah SWT ketimbang menonton tribute to YES. Jadi hukumnya: Isya dulu baru nontok YES gitu loh …. Dahulukan urusanmu dengan Allah dulu, baru urusan duniawi … (jangan dibalik ye …!!!)
  • Bagi yang belum beli tiket, jangan kuatir .. masih ada beberapa tiket (tidak banyak) yang memang kita pergunakan buat Go Showers yang enggan beli tiket didepan. Namun, mohon diusahakan agar datang sebelum jam 20:00 biar kebagian tiket. Bila kehabisan tiket, mohon berlapang dada dan berbesar hati sambil berdoa di mushalla sebelah MP (di lantai yang sama). Siapa tahu doa Anda diijabah Allah…ada penonton yang pegang tiket menjual tiketnya ke Anda lantaran dapet kabar istrinya melahirkan …
  • Bagi yang pesen kaos tapi belum bayar, tolong sediakan uang pas Rp. 80.000,- ye .. Maklum panitia tak bermaksud dagangan kaos karena originally kaos hanya buat panitia. Jadi kita gak professional blas sebagai pedagang.. ..ora nduwe susuk rong puluh ewu ngono lho! Kecuali Anda “rela”  buat kemaslahatan komunitas proggers mengadakan acara prog lainnya ..misalnya PINK FLOYD kek … atau GENTLE GIANT….atau KANSAS kek …

tiket-final2

  • Acara nanti malam digelar kekeluargaan kok, jadi kita semua masuk dalam lingkaran brotherhood of proggers …jadi kita harus kompak, dan saling menghormati penonton lainnya.
  • Bagi yang sudah PESAN TIKET namun belum sempat membayar, akan kami tunggu sampai dengan jam 21:00. Selebihnya, akan diberikan ke temen lain yang membutuhkan. Maaf sekali, bukan bermaksud kejam, tapi kasihan yang sudah dateng duluan.
  • Mari kita sambut pergelaran spektakuler ini dengan semangat membara namun masih dalam koridor tidak terlalu mengutamakan (meski ada yang bilang hukumnya fardhu a’in) karena ini kan hanya pesta dunia. Pesta yang sebenarnya ya di akherat nanti …Itu yang jauh lebih penting.
  • Sampe jumpa ya .. keep on proggin’ …!!!
  • OK??? I’ll see on the dark side of the moon at Mrio’s Place tonight at 20:00 PM!!! (SHARP …distance …halah! Yes lagi Yes lagi .. ora bosen2 …)

Salam,

G

Gaung Event YES di Kompas

April 23, 2009

Seru juga event ini sampe dimuat di Kompas.com.

Salam,

G

Animo Hadir di “Tales from YES” 23Apr09

April 18, 2009

Alhamdulillah …

Animo buat datang ke event ini luar biasa, sampe ada yang musti ambil cuti dari NTB, Mataram, demi ke event ini.

Penjualan tiket via transfer akan ditutup hari Senin ini, karena perlu rekonsiliasi. Bila ada sedikit kelebihan tiket akan disediakan di venue, tapi gak jamin masih ada …karena dari pagi ini aja gw diberondong banyak pesenan …

Terima kasih bagi temen2 yang udah transfer nonton acara ini.

Keep on proggin’ …!

If you have not progged yet, why?

What’s wrong with your life?

Isn’t it that Life without music would be a mistake?

Music without progrock is a fatal tragedy as Dream Theater said it?

So …alter your life to progrock track before it’s too late man…!!!

Let progrock breathes the air of freedom and happiness

Because happiness without progrock is like mineral water without water,

bakmi ayam without noodle …

iced capuccino without coffee…

a band without musician …

live your life without heart …

start the day without hope …

How can it be?

Is it life?

Of couse it is not!

That’s absolutely definite!

If you want progressive life,

like the nature of life itself,

with its dynamic nature…

happiness and sadness come and go

fast and slow come and go …

That’s really life ….

So turn your head to PROG man!

Cause you don’t need to leave your rock taste

you don’t need to leave your metal taste

No harm at all, loving YES altogether with Kamelot, Helloween, Gamma Ray, Led Zeppelin ….

Turn your head to PROG man!


Mengapa YES? Parallels? Mario’s Place? 23 Apr?

April 15, 2009

JRENG!

Mengapa YES?

  • Band legendaris dunia yang merupakan salah satu pelopor lahirnya progressive rock di akhir enampuluhan, barengan sama King Crimson, Genesis, Pink Floyd, Gentle Giant, ELP dll
  • Memiliki fans base yang cukup kuat di seluruh dunia, termasuk Indonesia
  • Jarang sekali dipentaskan dalam bentuk “tribute” di indonesia. Terakhir kalinya dipentaskan adalah tahun 2001. Sementara Genesis sering banget
  • Musik YES itu sudah bisa dikategorikan “klasik”. Sewajarnya musiknya bisa digolongkan karya2 musik klasik seperti Mozart, Beethoven, dll. Jadi, sewajarnya musik YES dibawakan oleh grup2 baru …


Mengapa Parallels?

  • Sudah berpengalaman membawakan musik YES, termasuk tahun 1998 dan 2001. Pertunjukan mereka di Hard Rock Cafe saat itu (2001) benar2 memukau.
  • Kalau YES, paling pas ya yang perform Parallels, kagak ada yang lain.
  • Personil band ini masing2 memiliki kemampuan menonjol. Krisna Wakeman sudah piawai dengan kibor prog. Noldy Howe, arek Malang, ini juga mainnya sangat bagus. Kiki Caloh jelas bisa membawakan teknik bi-amping dari Rickenbacker bass guitar ala Squire. Rama Moektio juga mapu main seperti Bruford atau White. Judy Anderson gak kalah hebatnya ….


Mengapa Mario’s Place

  • Tempatnya enak, cozy .. cocok buat ngeprog
  • Sound systemnya keren …sedangkan musik YES harus dibawakan oleh band yang qualified dan venue yang berkualitas akustiknya seperti Mario’s Place
  • Udah lama menjadi sahabat i-Rock! dalam penyelenggaraan event


Mengapa 23 April 2009?

  • Agar persiapan matang dari panitia sehingga provokasi promosi bisa dilakukan secara gencar melalui personalized marketing strategy. Terbukti, sebagian besar tiket sudah dipesan – sudah lebih dari 75% tiket terjual. Ini benar-benar diluar dugaan siapapun dari pihak penyelenggara.
  • Hari Kamis cukup ideal buat penyelenggaraan prog event karena kalao Jumat biasanya muacet pol! Apalagi banyak kantor kalo Jumat pagi acara olah raga dulu, jadi biasanya santai ..gitu …
  • Karena dua hari kemudian (25 April) adalah ulang tahun anak saya, Endro Alkaula, yang juga bertepatan dengan ultahnya Fish Marillion. Apa hubungannya? Ada … Kalo diadakan tgl 25 April jelas saya gak bisa dateng gitu loh ….hua ha ha ha ha .. kena deh..!!!


So ..

Masih ragukah buat hadir di acara super duper spektakuler ini? Kalo ya, berarti Anda memang bukan progger sejati atau bukan tergolong orang yang penasaran “kek apa sih musik prog itu?”
Gak pa pa sih .. toh Anda masih beruntung karena saya masih mau berteman dengan Anda ..sampai Anda bener2 sadar bahwa musik prog itu indah seperti kehidupan….

Sedikit catatan tambahan:

  • Penyelenggara mohon maaf bila tiket musti dipesan dulu karena banyak YES fans yang memesan jauh hari sebelumnya dan menurut pemantauan kami ada “kemungkinan” kami tidak jual di ticket counter
  • Penyelenggara juga mohon maaf karena respons jadi lambat dikarenakan perlunya rekonsiliasi pembelian tiket antara yang pesan dan juga yang sudah transfer; juga pemesanan kaos yg didesain sesuai dengan event.


Keep on proggin’ …!
If you have not progged yet, PROG NOW man …before it’s too late ….!!!

JRENG!

Salam,
G

YES Yang Transformational

April 15, 2009

Artikel ini telah dimuat di i-Rock! e-bulletin edisi April 2009. Bila berminat dengan e-bulletin i-Rock! silakan tulis comment di bawah, saya akan kirim via email.

————-

Siapa yang tak kenal lagu Changes yang popular di Indonesia pada pertengahan 80an ini? Begitulah YES yang transformational tidak hanya dalam hal formasi pemain maupun juga musik yang terus berubah sejak band ini didirikan pada tahun 1968. Lagu yang ngetop bareng dengan Owner of A Lonely Heart berasal dari album 90125 yang merupakan bentuk transformasi radikal arah musik YES. Tak heran bila pada tahun diluncurkannya album 90125 di 1983 banyak penggemar YES fanatic merasa kecewa dan “dikhianati” kelompok kesayangan mereka yang tidak istiqomah di jalur progressive rock. Tak heran bila seorang teman saya mengatakan “Kalaupun saya ada kesempatan menembak, ada dua orang yang saya sasar: Trevor Rabin (YES) dan Hogarth (Marillion) ..”. Begitulah penggemar fanatik menyikapi masuknya Trevor Rabin ke tubuh YES dan menyuntikkan virus pop rock ke dalam musik YES.

Selalu berubah sebenarnya sudah merupakan cirri band ini sejak berdiri. Pada awalnya band ini membawakan karya orang lain seperti The Beatles dan Simon Garfunkel. Namun pada tahun 1971 band ini mengokohkan akar yang kuat pada jalur musik progressive rock yang kuat melalui The YES Album. Memang sangat terlihat bahwa warna kental musik YES mulai benar-benar mengkristal di album ini melalui nomor-nomor seperti Yours Is No Disgrace, Perpetual Change, Starship Trooper. Album selanjutnya mengakar pada wrna musik di YES Album ini dengan dirilisnya Fragile (1971), Close To The Edge (1972). Selama empat tahun tersebut saja gonta-ganti pemain sudah terjadi dengan puncaknya setelah album fenomenal Close To The Edge dimana Bill Bruford (drums) digantikan oleh Alan White. Setelah album Tales From Topographic Ocean (1973) pun Rick Wakeman (keyboards) yang merupakan faktor kritikal dalam musik Yes juga hengkang karena tidak sependapat dengan arah musik YES yang mengarah ke avant-garde di album Tales. Keyboardist dari Swiss bernama Patrick Moraz menggantikan Rick dan kontribusi dalam memperkaya khasanah perkusi beraroma jazz dalam album selanjutnya yang juga fenomenal Relayer (1974). Lucunya, Rick Wakeman kembali lagi ke YES di album selanjutnya Going For The One (1977). Begitulah YES.

Dari segi musikalitas ternyata YES sangat peduli dengan penggemar lamanya sehingga upaya untuk kembali ke warna dasar musiknya dilakukan melalui serangkaian album live yang selalu mengedepankan nomer-nomer klasik. Bahkan, penggemar mendapatkan kejutan saat live set Keys To Ascension dirilis tahun 1996. Bukan apa-apa, di album ini juga direkam karya terbaru mereka yang ternyata masih memiliki warna dasar musik mereka di 70an melalui dua lagu Be The One dan That That Is. Inilah tonggak bersatunya kembali penggemar fanatic YES yang menggandrungi musik YES 70an dan juga yang 80an. Mengapa? Karena YES berhasil membuktikan bahwa mereka masih sanggup menelorkan musik dasar mereka di 70an melalui dua lagu yang disisipkan di album konser tersebut. Hasilnya memang luar biasa: penggemar baru mulai menyelami musik awal YES dan penggemar lama mulai bisa berkompromi dengan era Trevor Rabin yang ngepop.

Inilah yang menarik dari YES. Untuk itu, tidak salah bila komunitas i-Rock! menggelar tema Tales from YES: An Evening of YES Music Plus yang akan digelar menarik pada tanggal 23 April 2009 di Mario’s Place. Repertoire YES klasik dan yang baru akan dibawakan oleh PARALLELS Band yang berformasi: Krisna Prameswara (keys), Kiki Caloh (bass), Noldy (gtr), Judy (vox) dan Rama Moektio (drums). Sudah lebih dari delapan tahun Indonesia tidak pernah menggelar YES Nite setelah terakhir di tahun 2001 oleh band yang sama. Pasti dah seru!!!! Be there!!!

Thanks to my best friends Rizal B Prasetijo and Tatan Taufik who have sponsored the event. Both of you are really prog heads man…!!!


Tales from YES: “I’ve Seen All Good People”

April 9, 2009

02. I’ve Seen All Good People 7:15

Taken from YES Album (March 1971)

Lagu ini merupakan salah satu dari album yang merupakan tonggak kemana arah musik YES berkiblat, yaitu YES “Album” yang dirilis tahun 1971. Dalam lagu ini ada komponen dan nuansa riang, namun yang sebenarnya ditekankan adalah nuansa positif dari kehidupan. Jon menginginkan bahwa lagu ini merupakan komitmennya untuk melakukan apapun dalam mencari dan menemukan Tuhan. Dia juga berharap bahwa siapapun yang mendengarkan lagu ini merasakan hal yang sama. Chris Squire menyukai riff dari lagu ini.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 142 other followers