Gugun and The Blues Shelter

By Gatot Widayanto

Oleh: Indrayana

Kira2 th 2007, saya menerima email dari kawan dengan lampiran 1 buah lagu yang lalu diminta agar menebak ” Siapa yg membawakan…..?”.
Ya……….warna lagu tersebut mengingatkan djaman ‘generasi bunga’ di akhir era 1960-an dengan raungan gitar khas Jimi Hendrix. Akhirnya saya menyerah tak mampu menebak…………di benak saya….. itu lagu 100 % produk luar dari Amrik sana……………belakangan baru tahu ternyata dari pemusik lokal bernama “Gugun and The Bluesbug”….gilaaaaaa….! Saya menjadi tolol luar biasa ….siapa Gugun ? Kenapa koq tiba2/udjug2 muntjul ke blantika musik Indonesia yg dipenuhi musik menyek2 …..? Kapan prosesnya ? Koq sedemikian enak lafal pengucapannya masuk ke kuping …..? Begitu banyak keheranan2 saya, dan akhirnya CD “Turn it on” dapat saya peroleh di Aquarius Mahakam…..Wow….gambar covernya khas era generasi bunga yg secara tak langsung sudah menyiratkan genre apa yg diusung. Setelah seluruh lagu didengar …tak salah lagi Gugun meramu musik djaman2 itu dengan amat yahud terutama menghadirkan atmosfer funky khas James Gang & Glenn Hughes (menurut kuping saya lho…..) dan
tentu saja icon penting 1960-an Jimi H , dan dia rasanya bukan pembawa genre blues klasik macam BB King.

Mei 2008
Anak perempuan saya yg kuliah di Univ. Parahyangan Bdg menelpon, Gugun serta Balawan mau main di kampusnya pada malam minggu. “Dendam membara” membawa saya masuk ke kampus tsb. Malam itu saya kurang dapat menikmati, sebab kondisi ruangan tidak mendukung. Hanya sadja mungkin saya satu2nya “orang tua” dengan usia melampaui 1/2 abad yg hadir disitu…ha…ha…ha…… dan anak2 mahasiswa itu nampaknya belum “ngeh…..” dg warna musik Gugun dan lebih dapat menikmati warna genre Jazz fusion”.

12 Maret 2009
Beberapa hari sebelum tgl 12 Kompas sudah memberitakan dan saya djuga sudah lapor ke Nyonya bahwa saya baru sampe rumah di Bgr menjelang tengah malam pada tgl tsb.
Nah..pulang kantor langsung nyengklak metromini butut No 615 dari Blok M disambung Ojek sampai persis di lokasi. Dan perlu diketahui Metro mini, Ojek, KRL n’ bus2 butut adalah alat transportasi saya setiap hari Bgr-Jkt. Mana sanggup sihhhhh , menempuh Bgr-Jkt/pp nyetir sendiri….? Bayar supir…? belum sanggup tjing…! Dan untuk meredam kedjengkelan akibat kemacetan hebat Jkt…tak lupa selalu sangu iPod 16 GB yg isinya antara lain….”Gugun n’the bluesbug”….he…he…he…..

.
“Bentara Budaya Jakarta”, inilah pertama kalinya saya mengunjungi tempat ini, panggung kecil dibuat persis didepan rumah djawa kuno dan didepan panggung dibuat payon…..seperti tempat kondangan manten.
Saat sampai disitu saya tolah toleh, sukur2 ada kenalan……Eh ..tiba2 ada teman yg datang tapi cuma ngantar anaknya yg masih duduk di bangku SMA ….. tapi belakangan ternyata banyak djuga orang2 tua yg rambutnya sudah pada memutih pada datang dg ancer2 umur sekitar 50-60…..djadinya saya gak merasa terkutjil …ha…ha…ha…..
Pertunjukan diawali dg tampilnya Adrian yg tampil solo dan hanya menyangking gitar akustik dan langsung membawakan lagu2nya sendiri dg atmosfer blues yg kental ala Johnny Winter……saya cukup terpana melihat dia bermain…….benar kata budayawan Mochtar Lubis, kekuatan orang Indonesia adalah dibidang seni dan bukan bidang2 lainnya….!!!
Tepat pk 20.00 akhirnya yg di-tunggu2 muncul dan langsung menggebrak dengan sebagian besar lagu diambil dari album “turn it on” dan sebagian lagu baru yg akan diluncurkan bulan Agst 2009. Dari lagu ke lagu aplus penonton heboh banget…………gilaaaaa……saya sangat menikmati suara gitar Gugun yg djernih bersih…massive…..beberapa kali saya memedjamkan mata menikmati petikannya ….. saya nonton amat dekat panggung sekitar 3 meter dg sound system yg djuga pas…….tidak memekakkan telinga dan……kali ini saya harus minjam kata2 Mas Gw, saya nnredegg, nggeblakkkkk…… seluruh penonton menghentakkan anggota tubuhnya…kepala…tangan…kaki………….wuih…. oeeedaaaan temenan……….Sulit dipahami mereka main hanya bertiga….tapi dapat menyajikan musik yg sedemikan solid, pedjal…..! Anak perempuan saya yg ng-band pernah ngomong “main gitar sambil nyanyi …..itu adalah bukan perkara yg mudah…! “, tapi Gugun sudah melakukan dg amat baik….. Puntjak kehebohan
ditjapai pada saat mereka membawakan lagu andalannya “woman”……….ya…ampun…..orang2 tua itu turut berdiri dan turut berdendang riuh rendah…………. Terima kasih Gugun…..anda sudah memberi nutrisi djiwa bagi kita semua………!
Sampai saat ini saya masih…ter-heran2, bagaimana mungkin saya dapat menikmati musik djempolan tanpa dipungut biaya sepeserpun dan ini terdjadi di kota besar Djakarta ……..di Bentara Budaya Jl. Palmerah. Benar2 sulit dipahami……….Saya kira ini bentuk sumbangsih pemilik Kompas/Gramedia bagi peradaban seni Indonesia yg luput dari arus utama industri musik.
Catatan:
Gugun juga pernah main di panggung i-Rock! dan diulas di blog ini:

i-Rock! 1st Anniversay

One Response to “Gugun and The Blues Shelter”

  1. Vani Says:

    yoi dah…

Leave a Reply