Archive for March, 2009

Tales from YES: “And You And I”

March 30, 2009

01. And You And I (10:51)
Taken from: “Close To The Edge” (1972)

Lagu ini, menurut Jon [1973], masuk dalam klasifikasi “himne” meskipun tak terkait sama sekali dengan kegiatan pada suatu tempat ibadah tertentu. Namun lagu ini berakar pada aspek religiusitas yang tinggi pada tataran individual. Ujar Jon, melanjutkan: ”…ini merupakan suatu perasaan yang sangat sangat aman bahwa ada seseorang ..atau dzat … termasuk juga perasaan tentang adanya Tuhan”

http://1.bp.blogspot.com/_wj3TxGjH7Oo/SLy7XxYj5JI/AAAAAAAABAE/pJ40Zey5h4Q/s320/Yes+boston+Cover.jpg

Rick [1991] mengatakan bahwa album Close To The Edge merupakan scenario menyeluruh dari tiga hal pokok, dan “And You And I” seperti sebuah sonata quintet yang unik dimana di dalamnya ada beberapa movements yang bersatu padu.

Chris [1995]: “Saya menulis sebagian besar bagian instrumental dari And You And I. Kami melakukan rehearsal berulang-kali sebelum direkam – makanya hasilnya begitu menawan….”

Steve [1995]: “Saat itu Jon bermain dengan tiga chords sambil bernyanyi ‘A man conceived a moments …’ dan itu terdengar indah sekali.

Sumber: “YES Stories: YES In Their Own Words”, Tim Morse, 1996

Keep on proggin’ …!!!

Salam,
G

Catatan:
[1973] berarti dikatakan oleh Yes Member pada tahun 1973
[1995] ditto ..tahun 1995

Tales from YES: An Evening of YES Music Plus

March 17, 2009

Kalau gak hadir di acara ngeprog abis ini, pasti bukan teman saya!!! Ha ha ha ha ha …. BE THERE!!! Keep on PROGGIN’ …!!!!

Gugun and The Blues Shelter

March 17, 2009

Oleh: Indrayana

Kira2 th 2007, saya menerima email dari kawan dengan lampiran 1 buah lagu yang lalu diminta agar menebak ” Siapa yg membawakan…..?”.
Ya……….warna lagu tersebut mengingatkan djaman ‘generasi bunga’ di akhir era 1960-an dengan raungan gitar khas Jimi Hendrix. Akhirnya saya menyerah tak mampu menebak…………di benak saya….. itu lagu 100 % produk luar dari Amrik sana……………belakangan baru tahu ternyata dari pemusik lokal bernama “Gugun and The Bluesbug”….gilaaaaaa….! Saya menjadi tolol luar biasa ….siapa Gugun ? Kenapa koq tiba2/udjug2 muntjul ke blantika musik Indonesia yg dipenuhi musik menyek2 …..? Kapan prosesnya ? Koq sedemikian enak lafal pengucapannya masuk ke kuping …..? Begitu banyak keheranan2 saya, dan akhirnya CD “Turn it on” dapat saya peroleh di Aquarius Mahakam…..Wow….gambar covernya khas era generasi bunga yg secara tak langsung sudah menyiratkan genre apa yg diusung. Setelah seluruh lagu didengar …tak salah lagi Gugun meramu musik djaman2 itu dengan amat yahud terutama menghadirkan atmosfer funky khas James Gang & Glenn Hughes (menurut kuping saya lho…..) dan
tentu saja icon penting 1960-an Jimi H , dan dia rasanya bukan pembawa genre blues klasik macam BB King.

Mei 2008
Anak perempuan saya yg kuliah di Univ. Parahyangan Bdg menelpon, Gugun serta Balawan mau main di kampusnya pada malam minggu. “Dendam membara” membawa saya masuk ke kampus tsb. Malam itu saya kurang dapat menikmati, sebab kondisi ruangan tidak mendukung. Hanya sadja mungkin saya satu2nya “orang tua” dengan usia melampaui 1/2 abad yg hadir disitu…ha…ha…ha…… dan anak2 mahasiswa itu nampaknya belum “ngeh…..” dg warna musik Gugun dan lebih dapat menikmati warna genre Jazz fusion”.

12 Maret 2009
Beberapa hari sebelum tgl 12 Kompas sudah memberitakan dan saya djuga sudah lapor ke Nyonya bahwa saya baru sampe rumah di Bgr menjelang tengah malam pada tgl tsb.
Nah..pulang kantor langsung nyengklak metromini butut No 615 dari Blok M disambung Ojek sampai persis di lokasi. Dan perlu diketahui Metro mini, Ojek, KRL n’ bus2 butut adalah alat transportasi saya setiap hari Bgr-Jkt. Mana sanggup sihhhhh , menempuh Bgr-Jkt/pp nyetir sendiri….? Bayar supir…? belum sanggup tjing…! Dan untuk meredam kedjengkelan akibat kemacetan hebat Jkt…tak lupa selalu sangu iPod 16 GB yg isinya antara lain….”Gugun n’the bluesbug”….he…he…he…..

.
“Bentara Budaya Jakarta”, inilah pertama kalinya saya mengunjungi tempat ini, panggung kecil dibuat persis didepan rumah djawa kuno dan didepan panggung dibuat payon…..seperti tempat kondangan manten.
Saat sampai disitu saya tolah toleh, sukur2 ada kenalan……Eh ..tiba2 ada teman yg datang tapi cuma ngantar anaknya yg masih duduk di bangku SMA ….. tapi belakangan ternyata banyak djuga orang2 tua yg rambutnya sudah pada memutih pada datang dg ancer2 umur sekitar 50-60…..djadinya saya gak merasa terkutjil …ha…ha…ha…..
Pertunjukan diawali dg tampilnya Adrian yg tampil solo dan hanya menyangking gitar akustik dan langsung membawakan lagu2nya sendiri dg atmosfer blues yg kental ala Johnny Winter……saya cukup terpana melihat dia bermain…….benar kata budayawan Mochtar Lubis, kekuatan orang Indonesia adalah dibidang seni dan bukan bidang2 lainnya….!!!
Tepat pk 20.00 akhirnya yg di-tunggu2 muncul dan langsung menggebrak dengan sebagian besar lagu diambil dari album “turn it on” dan sebagian lagu baru yg akan diluncurkan bulan Agst 2009. Dari lagu ke lagu aplus penonton heboh banget…………gilaaaaa……saya sangat menikmati suara gitar Gugun yg djernih bersih…massive…..beberapa kali saya memedjamkan mata menikmati petikannya ….. saya nonton amat dekat panggung sekitar 3 meter dg sound system yg djuga pas…….tidak memekakkan telinga dan……kali ini saya harus minjam kata2 Mas Gw, saya nnredegg, nggeblakkkkk…… seluruh penonton menghentakkan anggota tubuhnya…kepala…tangan…kaki………….wuih…. oeeedaaaan temenan……….Sulit dipahami mereka main hanya bertiga….tapi dapat menyajikan musik yg sedemikan solid, pedjal…..! Anak perempuan saya yg ng-band pernah ngomong “main gitar sambil nyanyi …..itu adalah bukan perkara yg mudah…! “, tapi Gugun sudah melakukan dg amat baik….. Puntjak kehebohan
ditjapai pada saat mereka membawakan lagu andalannya “woman”……….ya…ampun…..orang2 tua itu turut berdiri dan turut berdendang riuh rendah…………. Terima kasih Gugun…..anda sudah memberi nutrisi djiwa bagi kita semua………!
Sampai saat ini saya masih…ter-heran2, bagaimana mungkin saya dapat menikmati musik djempolan tanpa dipungut biaya sepeserpun dan ini terdjadi di kota besar Djakarta ……..di Bentara Budaya Jl. Palmerah. Benar2 sulit dipahami……….Saya kira ini bentuk sumbangsih pemilik Kompas/Gramedia bagi peradaban seni Indonesia yg luput dari arus utama industri musik.
Catatan:
Gugun juga pernah main di panggung i-Rock! dan diulas di blog ini:

i-Rock! 1st Anniversay

Merajut Makna Melalui Prog Rock (22 of 99)

March 12, 2009

Pesan Kematian di “Close To The Edge” – YES

Lagu yang merupakan judul album yang sama dari YES ini berorientasi kepada impian, ditulis oleh Jon Anderson. Pada tahun 1976 Jon mengomentari lagu ini di Yes Music – An Eevening with Jon Anderson : “Bagian akhirnya adalah impian yang sudah saya inginkan sangat lama sebelumnya tentang melwati dunia ini ke dunia lain, dan sekaligus perasaan fantastis tentang kematian yang sejak saat itu tak pernah saya takuti lagi.” Selanjutnya ia menambahkan bahwa pada masa kecilnya ia begitu takut terhadap kematian karena dia merasakan apa ada sesuatu yang lebih indah selain berada di dunia ini? “Akhirnya saya menyadari, bahwa menjalani kematian (dari dunia ini – red.) merupakan suatu pengalaman indah  seperti halnya kita terlahir di dunia ini. Hal inilah yang melatar-belakangi lagu ini:  tentang indahnya kematian dan bukan pada nuansa ketakutan terhadap kematian atau enggan mati…,” ujarnya.

Salam,

G

Stay tuned di blog ini …insya Allah segera diumumkan perhelatan apresiasi musik YES yang akan diselenggarakan di bulan April 2009. Wajib hadirrrrr …..!!!

Menikmati YES

March 9, 2009

Belakangan ini memang saya sering memutar CD2 dari album Yes lama terutama yang live version, termasuk Yessongs. Ini adalah album live dari YES yang pertama kali saya dengar dan pertama kali jatuh cinta dengan Perpetual Change. Keseluruhan isi album ini bener2 dahzyat dan this is YES at its best live performance! Mantabszz sekaleee….

YesYessongs album cover

Live, released in 1973

Track Listings

Disc 1: (66:04)
1. Opening (Excerpt from “Firebird Suite”) (3:45)
2. Siberian Khatru (8:50)
3. Heart of the Sunrise (11:26)
4. Perpetual Change (14:08)
5. And You and I (9:55)
a) Cord of Life
b) Eclipse
c) The Preacher the Teacher
d) The Apocalypse
6. Mood For a Day (2:52)
7. Excerpts from “The Six Wives of Henry VIII” (6:35)
8. Roundabout (8:33)
Disc 2: (63:12)
1. I’ve Seen All Good People (7:00)
a) Your Move
b) All Good People
2. Long Distance Runaround / The Fish (13:45)
3. Close to the Edge (18:41)
a) The Solid Time of Change
b) Total Mass Retain
c) I Get Up I Get Down
d) Seasons of Man
4. Yours is No Disgrace (14:21)
5. Starship Trooper (9:25)
a) Life Seeker
b) Disillusion
c) Wurm

Total Time: 129:16

Line-up/Musicians

- Jon Anderson / vocals
- Chris Squire / bass and vocals
- Rick Wakeman / keyboards
- Bill Bruford / drums on 4 and 10
- Alan White / drums on everything else
- Steve Howe / guitars and vocals

Releases information Atlantic records (lps 3SA-100)

Rustam N Ule di Rock The Nite

March 2, 2009

Salah satu pengisi acara di event Rock The Nite with Love (i-Rock! Music Community) adalah jam session antara Keith Rustam dan Ule dengan memainkan dua gitar akustik. Bagi wong pitung-puluhan seperti saya, jam session unplugged ini menarik karena membawakan repertoire prog rock 70an seperti “Your Own Special Way” dan “The Musical Box” (edited version) dari Genesis dan juga “Time and A Word” (Yes), “Owner of a Lonely Heart” (Yes), dan “Teakbois” (ABWH). Menurut saya, penampilan mereka bagus sekali meski terkesan persiapan latihan yang masih kurang. Permainan gitar akustik Ule memang cakeb sekali. Rustam juga menyanyinya bagus, hanya perlu latihan menghafal lirik saja biar lebih menarik.

Rustam (ki) dan Ule (ka)

Rustam (ki) dan Ule (ka)

Repertoire “Your Own Special Way” yang sebetulnya termasuk lagu yang biasa-biasa saja dari album “Wind and Wuthering” menjadi menarik dan dinamis dibawakan secara akustik. “The Musical Box” yang belum pernah saya dengar versi akustikannya pun jadi enak didengar. Saya pun jadi ikut nyanyi dah .. meski sebagian besar yang hadir pada gak akrab dengan lagu2 ini. Maklum, mereka generasi 80-an, jadi ya kurang peka terhadap musik prog 70an. Sayang sekali gitar Ule sering kena efek “ngik” karena sound system yang kurang mendukung.

Versi YES yang dibawakan diambil persis dari konser ABWH “An Evening with Yes Music Plus” yang keren itu. Saya puas sekali menikmati lagu-lagu versi akustik ini dibawakan. Saya sih happy banget dengan penampilan Rustam N Ule ini dan pengen liat mereka main lagi. Jadinya pengen ngajak duo ini buat membuka acara “Tales from Yes” – An Evening with Yes Music Plus. Pastinya seru acaranya. Dibuka akustikan, disambung JRENG! bawain repertoire YES dari 70an hingga era Rabin terus diperkaya dengan ulasan-ulasan top markotop, prog markoprog dari pencinta musik-musik YES yang saya kenal. Juga bakal dibahas artwork dari Roger Dean yang tiada ada duanya, pasti joz markojoz tenaaaann ….!! Gimana, mau gak kita gelar event ini dalam waktu dekat? Tunggu pengumuman resmi dari i-Rock! ye …. Ditanggung prog dah!!!

Keep on proggin’ …!! as long as proggin’ is not considered as a sin …hua ha ha ha ha ha ….

Salam,

G

KJP di Rock The Nite

March 1, 2009

Kamis lalu, 26 Februari 2009, KJP – Kadri Jimmo The Prinzes of Rhythm menggelar show di acara reguler i-Rock! yang kali ini bertema “Rock The Nite with Love”. Unik band ini karena merupakan satu-satunya band yang malam itu tampil membawakan lagu-lagu karya mereka yang saya sendiri belum pernah dengar. Nama KJP sendiri sudah cukup kondang karena didukung oleh personel dari Makara dan Discus. Kadri memang pentholan Makara sejak 80an hingga kini, sedangkan Jimmo juga memperkuat di album Makara terbaru “Maureen”.  Line-up malam itu adalah lengkap sekali: KADRI (Lead Vocal), JIMMO (Lead Vocal), FADHIL INDRA (Piano and Music Director), IYOEN HAYUNAJI (Drum), RIFKI RACHMAT (Guitar), KEN (Bass), YESSI KRISTIANTO (*additional musician-keyboard), IZQIE (*additional musician – female vocalist), dan WITRIE (*additional musician – female vocalist).

Dari awal sebenarnya saya sudah penasaran dengan jenis musik yang akan dibawakan KJP ini mengingat mereka telah tampil di event Prog Nite beberapa bulan yang lalu. Sayang, saat itu saya tidak bisa hadir. Pada event ini secara keseluruhan KJP tampil prima dan memuaskan. Kunci sukses dari pertunjukan mereka terletak pada solidnya duet vokal dahzyat antara dua vokal dengan timbre suara yang jauh beda. Kadri yang suaranya serak, agak parau, tapi bertenaga dikombinasikan suara Jimmo yang cenderung tipis melengking. Meski Kadri sudah pada batas usia yang tidak muda lagi, saya lihat penampilannya “all out” dan menawan. Jujur saja, saya suka sekali suara Kadri. Kalau lagi ngobrol sambil ngopi aja suaranya sudah bagus, apalagi menyanyi .. udah pasti top! Suara Jimmo juga bagus dan bertenaga namun pada kutub yang berseberangan dengan suara Kadri. Kasarnya, duet suara mereka ini seperti perpaduan Peter Gabriel (suara Kadri) dan Phil Collins (suara Jimmo). Itu kalau Anda biasa denger musik prog. Bagi yang suka classic rock, ibaratnya ini adalah perpaduan antara Paul Rodgers (Kadri) dan David Coverdale (Jimmo). Kalau Anda gak biasa denger classic rock atau prog rock, saya gak tahu lagi duet ini sejajar dengan apa karena saya sendiri kurang paham musik pop …soalnya gak ngeprog blas! ha ha ha ha ha ….

Foto di atas dicopas dari Facebook tanpa ijin ..maap…

Bagaimana musiknya? Ciamik dah!Ibaratnya, ini adalah terobosan baru musik pop – karena Kadri dan Jimmo selalu menekankan bahwa musik mereka adalah “pop” dan gak mau maksain bilang rock apalagi prog, meski di salah satu lagu yang dibawakan ada unsur jazz beneran (bukan acid jazz kayak Incognito …lha Incognito kok dibilang jazz ya? opo tumon? Itu mah R&B abieszzz!!!). Kalau saya rangkum, musik KJP ini seperti modernisasi musik era akhir tujuh-puluhan yang dikenal dengan LCLR (Lomba Cipta Lagu Remaja) yang dimulai tahun 1977 oleh Prambors. Masih ingat “Lilin-Lilin Kecil” yang disenandungkan almarhum Chrisye? Musik pop jaman itu ya seperti itu. Namun, KJP mengangkatnya satu tingkat di atasnya lagi dengan unsur energi dan power yang lebih kenceng dan cenderung upbeat musiknya, serta .. nah ini yang penting …ada unsur prog nya juga! . Setidaknya, itulah yang membuat impresi pertama saya saat lagu pertama mereka gebrak malam itu. Meski saya bukan pakar musik pop, namun saya yakin format musik seperti ini bisa dikatakan terobosan di blantika (wah, istilah ini jadoel abieszz .. jamannya majalah Aktuil ini mah! Yo ben!) musik pop tanah air.

Gaya panggung Kadri dan Jimmo pun atraktif dan mereka bergerak pencilakan kesana kemari meski gak seperti gaya rocker yang pethakilan. Jimmo bahkan pernah beratraksi naik ke atas kursi penonton sambil bernyanyi. Selain kualitas vokal mereka berdua ini mantab sekali, musisi yang mendukung juga tidak tanggung-tanggung. Siapa sih gak kenal Iyoen yang biasa nabuh drums di Discus? Fadhil Indra di keyboard, yang juga dari Discus dan Yessi di keyboard dari The Miracle? Kibor solo Yessi juga menarik. Oh ya .. ada satu lagi .. si Rifki yang dulu saya kenal di Pendulum, juga memberikan gitar solo menawan. Meskipun sound tidak mendukung karena akustik dari venue (9 Clouds, Menara Jamsostek) kurang mendukung, namun secara keseluruhan musik KJP ini solid dan sangat menghibur. Bagi saya pribadi, album mereka yang rencana akan dirilis tanggal 20 Maret 2009, adalah wajib hukumnya untuk dimiliki. Saya sudah ndak sabar menunggu CD nya .. Kalau bisa Pre-order udah saya KLIK dah!

Bravo KJP!!! Keep on pop-proggin’ man!!!

Salam,

G


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 130 other followers