Ini postingan dari milis i-rockmusik@googlegroups.com dari salah satu anggotanya yang saya kenal: Kai Dvil. Postingan ini layak disebar-luaskan karena gokil abis, ngerock abisz! Membacanya begitu nikmat, seperti membaca perjalanan hidup saya dengan musik rock. Nuansanya keren abisz! Silakan baca …. KipOnRokin’ …!!!
————
Semua di awali dengan sebuah rasa yang begitu indah, ketika seorang
anak kecil yang berumur 10 tahun memulai sebuah rasa akan keindahan
dari berbagai lagu yang melintas di telinganya, lagu demi lagu berlalu
tanpa jeda memasuki sanubari dengan indah, lagu – lagu oriental yang
di suarakan di sebuah tape tua merek JVC itu begitu mempesona, ketika
orang tuanya mendengarkan lagu – lagu tersebut, sang anakpun mau tak
mau ikut mendengarkan berbagai melodi yang merasuk di relung hati. Si
anakpun tersentak secara tiba-tiba, merasakan sebuah getaran yang
begitu menyiksa hatinya jika melodi itu senyap. Namun tiba-tiba
datanglah keponakan dari orang tua si anak itu yang mulai memasang
berbagai macam kaset yang isinya merupakan lagu – lagu asal negara-
negara barat sana. Berbagai artis maupun band awal 70an mulai
terdengar di telinga, sebuah musik yang sangat asing di telinga, namun
sang anak tak menyerah, diapun terus mendengar dan mendengar, alunan
suara dan melodi yang juga begitu gila mengalun, suara dari sang
maestro ABBA, Boney M, Rod Stewart, Aphrodite Child, Bee Gees dan
masih banyak lagi mulai sedikit demi sedikit merasuk kedalam belahan
jiwa sang anak itu. Dan sang anakpun memberi respon dengan baik, lagu
- lagu tersebut di dengar berulang – ulang walau dia tidak mengerti
apa yang di katakan di dalam lirik oleh sang artis. Namun tetap saja
di dengarkan dengan baik.
Semua lagu di dengarkan dengan seksama, semua begitu indah terdengar.
Lama kelamaan musik menjadi sebuah santapan sehari hari yang tidak
bisa tidak harus ada di hadapan sang anak. Musimpun berganti si anak
mulai mencari sesuatu yang baru untuk di perdengarkan, kehausan akan
melodi baru begitu membuatnya menderita, seketika juga dia mulai
menyentuh sebuah tombol di tape tua itu untuk mendengarkan siaran
radio di sebuah jalur bernama mw, dan sebuah babak baru di mulai,
ketika lagu – lagu berirama dansa patah mulai terdengar. Bam bam bam
sebuah rasa menyentakkan hatinya irama berirama stabil dengan suara
bas yang begitu menyentak mulai terdengar. Tak puas dengan suara di
radio tersebut, dia mulai mengajak kakaknya untuk mengunjungi sebuah
toko kaset di dekat rumahnya, dan semuanya pun di mulai, sebuah toko
yang begitu banyak berisikan musik musik gila mulai di lihat di kornea
matanya. Dan dia meminta sang kakak untuk mencarikan sebuah kaset yang
berisikan lagu-lagu dansa patah, dan akhirnya cita-citanya tercapai
sebuah kaset yang berisikan berbagai band super edan bermain di arena
musik beat – beat bulat mulai di dengar, band seperti Firefox,
Nucleus, Jean Michel Jarre dengan Zoo Look, Chris Taylor dengan
reckless nya mulai membahana di udara rumahnya. Walau tak bisa
berdansa namun musiklah yang di carinya, dengan berbagai cara dia
mulai merasakan energi yang begitu hebat dari lagu – lagu yang ada di
kaset tersebut.
Perjalanan panjang pun dimulai, kali ini dengan teman temannya di
sekolahan, dia mulai menanyakan musik apa yang di dengarkan oleh
mereka di rumah, banyak temannya yang bercerita namun hampir semuanya
sama dengan yang di dengarnya, namun ada seorang temannya yang agak
berbeda dengan yang lain, dia bercerita tentang sebuah musik gila nan
indah yang bernama Metalllllllllllllllll. Sang teman kemudian berjanji
untuk membawakan sebuah kaset metal bagi sang anak. Dan janjinya
memang di tepati, sebuah kaset dengan label rockshotpun ada di
genggamannya, sebuah band yang bernama sangat aneh terbaca di bagian
bawah kaset tersebut, Iron Maiden – number of the beast. Si anak
kemudian bertanya kepada temannya kaset apaan nih, Dan sang teman
berkata dengarkan saja dululah baru tahu rasanya. Dengan hati yang
begitu penasaran sang anak kemudian pulang kerumahnya dengan membawa
kaset tersebut. Langsung di setel di tape tuanya. …….It is a human
number and the number is six hundred and sixty six………i left
alone, my mind was blank…..mulai di dengar di panca inderanya.
Hatinya begitu terusik dengan lagu yang di dengarnya, tanpa terasa
waktu berlalu dan kasetpun habis di dengarnya dengan seksama. Dan
akhirnya……kaset tersebut kembali di putar balik, terus sampai dia
merasa dapat mencerna isi lagu lagu di kaset tersebut, hal ini
dilakukan sampai tiga hari berturut turut, hingga akhirnya sebuah rasa
mulai timbul di hatinya, ahhhhhhh musik yang begitu bergelora seperti
api yang menjilati matahari.
Dan dimulailah kegilaan, hampir setiap hari dia mendengarkan berbagai
kaset yang merupakan pinjaman dari sang teman, sampai akhirnya semua
kaset sang teman habis di lalapnya dengan kegilaan yang begitu
bergelora. Tak puas dengan hal tersebut mulailah sang anak mendatangi
toko kaset itu lagi, hanya sekarang musik yang berbeda yang di
carinya, hingga mulailah sebuah babak baru di mulai di hatinya. Hampir
setiap minggu sang anak mendatangi toko tersebut untuk bertanya
rilisan baru dari musik metal yang tersedia, Tyrant, Vampyr, Castle
Blak, Helloween. Namun sang anak tak juga puas dengan hal ini. Walau
setiap minggu dia mendatangi toko tersebut namun tetap hati masih
kehausan, berbagai cara dia lakukan untuk dapat mendengar lagu, sampai
akhirnya dia menemukan sebuah harta yang tersimpan di sebuah rumah
yang merupakan rumah seorang paman dari temannya. Sang paman yang
begitu menyukai musikpun diperkenalkan oleh teman sang anak. Pertemuan
tersebut begitu membekas di hatinya, ketika sang paman mulai membuka
berbagai rak yang ada di kamarnya, dan sang anak mulai terkagum kagum
melihat berbagai macam kaset dari berbagai artis yang tersimpan rapi
di rak tersebut, dan satu namapun tak di kenalnya. Sang anak melihat
kaset Led Zeppelin, Deep Purple, Cream, Blind Faith, Pink Floyd, The
Stooges, Gentle Giant dan banyak banyak lagi. Dengan mata yang
berbinar sang anak mulai merayu sang paman untuk meminjamkan kasetnya
barang satu atau dua buah. Dan rupanya sang paman adalah orang yang
sungguh baik, di pinjamkan 2 buah kaset kepada sang anak, Led Zeppelin
Iv dan Deep Purple – machine head. Dengan hati yang gembira sang anak
kemudian pulang kerumahnya. Dan mulailah kaset Led di masukkan ketape
tua orang tuanya. Kemudian….kemudian… it’s been a long time gotta
rock n roll….. let me get back let me get back. Ah hati sang anak
kembali berdegup keras, sebuah rasa yang berbeda di hatinya mulai
terasa, bagaimana sebuah musik yang lain terdengar di di telinganya,
dengan kesederhanaan melodi serta suara dapat menghasilkan sebuah lagu
yang begitu hebat dan eduan. Setelah habis satu kaset kemudian di
lanjutkan dengan kaset Deep P, sampai kemudian terdengar……. i am a
highway star……Sebuah lagu super edan yang patut di beri bintang 20
buah.
Dan akhirnya sang anakpun mempunyai jadwal yang padat untuk
mendengarkan lagu baru yang di dapat dari membeli kaset di toko dan
berbagai macam kaset yang di pinjam dari sang paman. Hari harinya
begitu padat mendengarkan musik, tiada hari tanpa musik nan keren,
cadas, keras, kasar dan yang pasti gila. Sampai pada suatu hari sang
pemilik toko yang baik tersebut bertanya kepada sang anak, “bagaimana
kalau kamu kerja di toko ini setiap malam minggu?”. Sang anak tak bisa
menjawab dengan langsung. Dia membawa pulang pesan itu kerumah untuk
meminta ijin kepada orang tuanya. Dengan merengek akhirnya ijinpun di
berikan sang mama kepada anak tersebut. Dan akhirnya di mulailah
sebuah babak baru lagi dalam hidup sang anak, dimana di toko tersebut
dia dengan bebas dapat mendengarkan musik apa saja yang terdengar oleh
telingannya. Dia melengkapi hidupnya dengan berbagai musik, dangdut,
qasidah, jazz, pop, new wave, new age, classics, ….sampai wayang
golek atau apapun jenis musiknya dia dengar dengan lahapnya. Hingga
musik apapun yang dia dengarkan akan di beri penghargaan dengan baik,
walau tetap terpatri metal adalah segalanya, namun mendengar musik
lain akan memberikan sebuah nuansa yang lain. Dengan berbagai lagu
yang di dengarnya maka apapun musik yang di tawarkan maka pasti di
dengarnya, tanpa sebuah makian, ejekan, benci atau apapun. Karena yang
di rasakan musik di buat oleh manusia untuk manusia, hingga seperti
hati untuk hati.
Terima kasih akan di lanjutkan mungkin >>>>>
Hati ini sedikit lega dengan menulis tulisan ini.
Karena musik adalah hati, darah dan jiwa.
Hingga menjelekkan musik adalah juga membenci sebuah hati, setetes
darah dan sebuah jiwa.
Hailz
Kai
February 1, 2009 at 7:36 am |
Nampaknya yg menulis kelahiran 1960-an ………. ?
February 1, 2009 at 10:29 am |
Bukan mas .. dia generasi satu dekade lebih di bawah kita mas. Jaman dansa patah (break dance) setahu saya sekitar tahun 83-85 gitu … Jadi mungkin beliau ini sekitar 1970 lahirnya .. Tebakanku yo .. ha ha ha … Apalagi kaset2 LZ, DP dipinjam dari “paman”nya ..
Salam,
G
February 2, 2009 at 3:26 pm |
Itu mah modelnya seperti keponakan saya yang senang Purple, Zeppelin, Steve Hackett atau Genesis tapi pinjam dari omnya tapi sekali pinjam ga balik balik lagi itu kaset kasetnya.
February 3, 2009 at 6:33 pm |
Hi Om G,
Thanks buat postingannya yah.
Jadi malu cerita gini di masukkin ke blog super keren gini.
Aku lahir di tahun 1971.
February 3, 2009 at 7:17 pm |
1. Suatu saat saya mencari CD2 LZ saya yg entah kemana, belakangan baru tahu ternyata diboyong anak saya ke kamarnya di lt 2…..weleh2….. apa iya sih…. ada faktor genetik dalam menyukai musik.
Dan akhirnya……..berkumandanglah intro Stairway……….lewat djemarinya …………..!!!
2. Wow..anda lahir 1971, saya sudah kelas 3 SMP. Tahun2 itu DP, LZ, ELP sedang ganas2nya mewabah …………
February 4, 2009 at 7:06 am |
Halo Master Kai! Thanks udah mengunjungi dan berkomentar di blog gemblung ini.
Tulisan ANda yang super keren …blognya tetep gemblunk ..ha ha ha …
Tahun 71 saya masih kelas 5 SD, sedang asik2nya menikmati BUNGA DI TEPI JALAN nya Koes Plus …rasanya saya belum kenal prog saat itu …
Wah, mas Indrayana, rupanya ada bakat tuh anaknya …hahaha…
(Hmmm Jakarta hujan sejak tadi subuhan hingga kini …lagi di jalan nih menuju rumah ibu, udah lama gak mampir)
Salam,
G
February 7, 2009 at 9:10 pm |
cerita mas kok persis kayak kehidupan aku kecil ya??aku di gede’in dikeluarga super rock n roll.bpk aku sukanya god blees ,deep purple.ibu aku suka nicki astria.kakak aku suka power metal
February 8, 2009 at 9:29 pm |
Lha mbok mas Budi juga posting cerita gitu lho .. biar seru mas ..
February 11, 2009 at 8:13 am |
Yang paling sedih saya anak saya yang paling kecil (11th) kok sukanya Kangen band, Wali dan ST 12
February 11, 2009 at 2:42 pm |
@pak alfie yth
anak pak alfie sepertinya hrs lbh diprovokasi lagi, masa bpknya progger banget tapi anaknya suka dgn Kangen band, Wali, es teh 2 gelas….. di wash-brain aja pak…..hee….he…he…….
alhamdulilah…. anak sy 2 orang, namanya Marillio (cowo, 13 thn) dan Marillia (cewe, 10 thn) udah enjoy dan menyukai lagu2x PROCLARO (Progressive dan Classic Rock), terutama DP, LZ, UH, BS, QUEEN dan juga PF, TFK, ASIA, YES, GENESIS….. yg sering mrk dendangkan ya……itu…… ‘Kayleigh’nya Marillion dan ‘we don’t need no education’ nya PF. Marillio bilang dia ga berani nyanyi lagu ‘we don’t need no education’ di sekolah…takut dimarahi guru…..huaaa…ha… haa…. liriknya terlalu bombamtis……dan nyeleneh pisan…….
keep on PROCLARO (Progressive and Classic Rock)…….
February 12, 2009 at 10:13 am |
Pak ALfie Yth.
Meungkin memang anak pak ALfie updated dengan perkembangan jaman, sementara kita2 orang tetep pada kittah nya .. ha ha ha ha …. Wong jadul lah ….
February 12, 2009 at 10:36 am |
Pak Gatot Yth,
Kira kira gitulah pak Gatot, tapi kalo Emile (anak saya yang Pertama pak Tom) wah saya ga bisa bilang, baru denger intro Yes atau Genesis aja dah dia tahu ! lo wong maen flutenya aja seperti Ian Anderson atau Tjis Van Lirk he..he..he..he.! dan pak Gatot benar bahwa kita2 ini orang2 yang tetep pada kittahnya yang ga bisa bergeming dengan genre lain.
Salam
MHAS
February 13, 2009 at 9:54 am |
Maksud saya Tjis Van Leer
February 14, 2009 at 5:12 am |
Saat saya masih remadja melihat orang2 tua begitu menikmati kerontjong ataupun Hawaiian Senior Alm Hugeng.
Waktu itu terbersit di benak saya, seperti apa saat nanti saya djadi orang tua……………? lagu2 apa yg diakrabi …………… ? oh……ternyata yg disetel musik hingar bingar nan menggelora (sekalipun hidup di kursi roda….) …………. huuuaaa ha…ha….ha…….!
February 14, 2009 at 5:17 am |
Nggak terbayang…… kita2 djalan dg tongkat ter-tatih2, iPod nyantel dikuping ……….sambil besenandung “jumping jack flash”………..opo tumon………….!!!!! he…he…he……
February 16, 2009 at 2:18 pm |
Sebenernya biar jadul kumadul pol .. kudunya jangan iPod mas .. tapi walkman, pake kaset rekaman Yess … bukan kaset resmi. Itu baru markotop! Ha ha ha ha ha ,……
February 16, 2009 at 3:16 pm |
Barusan saya lihat David Benoit nyanyiin lagu Close To The Edge dan Tempus Fugit . … lantas penyakit lama muncul lagi , ga nyadar ikut ikut nyanyi sambil kepalin tangan tanda salut . seperti 35 tahun yang lalu di TIM dulu …… padahal rambut dah full colour ha…ha…ha..ha..ha..ha..ha..
Salam
MHAS
February 16, 2009 at 3:22 pm |
Pak Gatot Yth,
saya mohon maaf karena sekarang jarang masuk ke bog istimewa ini karena jantung saya sudah hampir satu bulan sakit terus begitu juga dibelikat sebelah kiri belakang kalau duduk sakit sekali .
Salam
MHAS
February 16, 2009 at 5:02 pm |
Pak Alfie Yth.
Saya prihatin dengan kondisi kesehatan Bapak. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayah kepada pak Alfie sehingga kesehatan jantung Bapak pulih seperti sediakala. Tidak masalah pak tidak mengunjungi blog ini, yang penting Bapak sehat wal afiat …
Teriring salam untuk kesembuhan pak Alfie. Terima kasih sudah setia mengunjungi blog gemblunk ini dan memberikan komentar juga …
Wass,
Gatot