Dalam perjalanan ke Bandung kemarin dan juga pulangnya, saya membaca buku saku Cambuk Hati karya Dr.
Aidh bin Abdullah Al-Qarni yang sebelumnya kesohor dengan buku Laa Tahzan (Jangan Bersedih). Whoooaaaa …ternyata memang buku ini menyejukkan sekali karena banyak kata2 bijak yang dipetik dari ulama Yahya bin Mu’adz Ar-Razi. Saking asiknya, pagi ini abis subuh saya lanjutkan lagi membaca sambil ditemani playlist beberapa lagu yang sengaja saya pilih buat sambil baca.
Namun pas lagu Music Box dari Popol Ace muncul (memang sengaja saya set lagu ini karena kangen) wuah …rasanya membaca buku ini semakin nikmat aja. Bagi Anda yang tidak besar di tahun 70an mungkin gak kenal lagu ini. Namun yang pernah merasakan majalah Aktuil, hampir bisa dipastikan tahu lagu ini meski mungkin lupa judulnya. Lagu ini merupakan salah satu lagu dari kompilasi kaset keluaran majalah AKTUIL yang bertajuk ROCK VIBRATION. Kalau tidak salah, di kompilasi tu juga ada lagu2 nuansamatik lainnya berjudul ”Ain’t No Mountain” (Budgie), ”Fidegety Queen” (Nektar), ”Duchess of Orleans” (Babe Ruth).
Wah pokoke lagu ini nuansamatik lah! Apalagi diawali dengan petikan gitar akustik yang menyejukkan dengan untaian nada melodi yang miris menyentuh ati, menohok dodo menthok, dan larik lirik indah seperti ini:
Sitting in a music box
Making songs I wonder now what for?
Is there really more to tell
or haven’t you really heard it all before?
Oooo … Ooo… Who can tell?
Oooo … In the end it won’t make us no difference
What if more that you create
You can not find new words for ….eight
All we do is done before
And always it’s said by all people it’s great
Oooo… Ooo who can tell?
Ooo.. In the end it won’t make us no difference
Time has come for us to sing
The spirit tale for all music are free
But I must devote to be free
In a world of insanity
Oooo…oooo who can tell?
In the end it won’t make us no difference
Uwediyaaaaaaaaaannn ….!!! Hari semakin terasa indah dengan lagu ini. Apalagi pikiran langsung mengingatkan ke masa kecil saat saya tiap hari tertentu (saatnya majalah Aktuil terbit) saya mondar-mandir dari rumah ke toko di pojok barat Jl Sumatra Madiun bernama ”Toko Kaji” dimana mbah kajinya ndak ramah blas ama anak kecil itu ….ha ha ha ha …. Majalah Aktuil itu dulu sudah menjadi semacam ritual ”wajib baca” (meski numpang baca) … Biasanya memang yang beli majalah ini kakak saya, mas Henky, yang saat itu rajin membeli majalah ini, sedang saya menjadi yang ”numpang baca” aja … ha ha ha ha … Wah pokoke seru dah masa itu. Rasanya hidup cumak diisi dengan kaset rock dan majalah Aktuil, Top atau Muzik Ekspres (Belanda)….ditambah kadang2 baca komik Mahabarata, Si Buta dari Goea Hantu, atau buku Api di Bukit Menoreh, Nogososro Sabuk Inten …. ha ha ha ….
Selain di kaset Rock Vibration, lagu Music Box ini juga ada di kompilasi YESS bertajuk Heavy Slow 3. Ini kasetnya, saya masih punya lho! Ha ha ha ha … Pokoke jadoel jan rule tenaaaaaaaaaaannn …..!!!


Ternyata mengingat masa kecil itu bisa menimbulkan gairah hidup yang membara, tekad bulat yang keras seperti baja dan renungan hidup yang muantabsz! Ini bukti bahwa musik memiliki daya menggerakkan yang sangat dahzyat. Dengan menikmati Music Box (sampai saya ulang tujuh kali!!!!) saya menyerap kata2 Yahya bin Mu’adz yang terkandung di buku ini yang sungguh menyentuh dan mengingatkan kembali ke saya agar selalu istiqomah dalam mengingat Allah SWT. Dari halaman 71:
Ketahuilah bahwa meninggalkan keduniawian merupakan keberuntungan itu sendiri, tetapi tiada sesuatu yang lebih berat daripadanya.
Jika Anda menyembelih dunia dengan meninggalkannya, berarti Anda menghidupkan diri Anda.
Sebaliknya, jika Anda menghidupkan diri Anda dengan mengambilnya, berarti Anda membunuh diri Anda.
Oleh karena itu, tolaklah ia dengan sepenuh hati, niscaya ruhani Anda akan beroleh ketenangan di dunia dan akhirat dan Anda akan meraih kemuliaan dan penghidupan dunia dan akhirat, kalau Anda mengetahui.
Memang sih antara untaian kata indah ini kagak ada hubungannya sama lirik musiknya Music Box. Tapi sungguh, nuansa yang saya dapet tadi pagi begitu pas banget antara musik yang mengalun dan mengalir kenceng dengan penyerapan terhadap untaian kata dahzyat tersebut. Ya, setidaknya, menikmati musik menjadi tidak sia-sia karena merupakan sarana membangun nuansa agar penyerapan kata2 bijak dari Yahya bin Mu’adz menjadi maksimal dan menampar jiwa yang suka membuat banyak dosa ini …. Setidaknya, dengan kata2 bijak itu saya jadi terhibur kalau sudah dua bulan ini puasa gak beli CD lantaran dollar makin gila. He he he ….
Salam,
G
Np. ”Music Box” – Popol Ace
Ngguweblaaaaaaaaaaaaaaak…..!!!