Judul di atas bukan saya yang nulis, karena itu bener2 dari cut & paste postingan Bang Ijal pada komentar di woro-woro Koes Bersaudara di Kick Andy (postingan di bawah ini). Mengapa saya kok ndak kreatif bikin

Djon, Nomo, Yok & Yon di Kick Andy
judul? Ada dua alasan: 1.) Bang Ijal ini orangnya analitikal alias kritis dan sekaligus dia ini penggila Koes Bersaudara & Koes Plus abis! Makanya ndak salah dong kalau dia yang memebri judul artikel ini. Ada yang protes? Kalau protes, ntar tak kenalin orangnya langsung dah …dijamin jatuh cinta pada kutbah2 prog nya .. ha ha ha ha … 2.) Ngapain kerja dua kali wong sudah ada yang memberi judul. Boso Jowone rak ngene to cah: “WHy reinventing the wheel if it’s already spinning …???!” wis embuh artine opo, takoko Embahe Sangkil kono .. aku ora ngerti blas!
Lha saya ini termasuk orang paling males nontok TV. Bener2 gak pernah nonton kecuali abis subuhan di mesjid sebelah, kalo ndak ngantuk saya ya nontok Aa’ dan Mama Dede ..ba’da Subuh guna memperdalam ilmu agama. Selebihnya, saya gak nonton. Bahkan Empat Mata yang konon dahsyat, saya nontonnya ya saat tertentu, antara lain kalo ada Koes Plus, begitu. Nah .. Kick Andy juga selalu saya lewatkan …gak tahu kenapa…rasanya mending pasang kaset Marillion “Script for A Jester’s Tear” tinimbang nonton Kick Andy meski konon hebat. Tapi ya kalah to sama Marillion, meski cumak kaset doang. Namun hari Jumat itu lain. Saya sengaja pulang dari Bandung agak sore biar bisa sampe rumah jam 21:30 karena mau nonton grup kesayangan saya Koes Bersaudara dan Koes Plus.
Ternyata ..memang dahzyat sekali acara Kick ANdy hari Jumat malam (tadi malem) ini. bener2 nuansamatik kemlitik menukik hati sanubari. Saya melihat mereka rasanya sudah seperti bagian dari hidup saya meski saya yakin tidak ada satupun anggota Koes Bersaudara / Plus yang kenal saya. Tapi gak masalah …saya sudah menganggap mereka seperti saya sendiri jadi ya anggap saja mereka tentunya kenal saya. Saya sungguh mbrebes mili selama acara ini berlangsung. Beberapa hal yang saya ingat dan nuansamatik nostalgik adalah:
- Djon Koeswoyo yang bijak dan bertindak sebagai KATALISATOR buat adik2nya dengan membuat grup band supaya adik2nya dikenal masyarakat luas. Bijak sekali bapak berusia 76 tahun yang merupakan saudara paling tua dari Koes Bersaudara dan hanya sekali main saja di album pertama, setelahnya dia mundur. Saya suka waktu beliau bilang: “Saya hanya mengantarkan adik2 saya agar dikenal masyarakat melalui musik ..”. Wah hebat top markotop sentolop kemlotop tenaaannn!!!
- Prinsip Koes Bersaudara adalah “menghibur masyarakat” sebagai prinsip utama. Bayaran main gak menjadi yang utama. Duh ..bijak sekali. Saya jadi inget lagu Padi yang yang menjadi favorit saya dan merupakan lagu terbaik grup Padi “Sang Penghibur”. Apa hubungannya? Ya karena liriknya bertutur profesi penghibur.
- Meski sudah tua, Yon dan Yok masih dahzyat duetnya. Nomo juga keren tuh suaranya.
- Terharu saya dengan kisah dibalik lagu NUSANTARA yang menggambarkan ekspresi kegirangan bisa hidup di alam bebas Orde Baru …(meski hanya Orde Baru). “Kuharap kau tidak akan cemburu, melihat tingkahku …” wah .. doahzyat tenan!
- Lagu KEMBALI yang merupakan favorit saya juga dibahas dengan indahnya.
- Nomo Koeswoyo berkomentar tentang kepemimpinan di negeri ini dengan sikap positif.
- Yang juga seneng adalah kenyataan bahwa Koes bersaudara sebetulnya tidak pecah, namun Yok udah kecapaian kalau main / naik panggung lagi.
- Saya terharu saat Why Do You Love Me dinyanyikan karena saya lihat mata Yok berkaca-kaca sambil berduet dengan Yon.
- Acara ini jauh lebih bagus daripada yang pernah dibahas oleh Tukul di Empat Mata. Kelemahan mendasar Empat Mata adalah Tukul-centic dan gayanya njelehi banget, sehingga aspek Koes Plus nya ndak digarap dengan baik. Gak salah acara ini dibubarkan. he he he …
- Dengan 93 album dan 900 lagu, kelompok ini tak tertandingi di Indonesia dan bahkan mungkin di dunia.
- Saya juga prihatin terhadap sakit yang diderita Murry – one of Indonesian best drummers!
Koes Plus memamng sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan saya. Rasanya saya masih menjadi remaja saja menikmati Koes Plus.
Salam,
G

November 23, 2008 at 6:20 am |
“Empat mata” ditutup……he…he…he…. saya termasuk orang yg mengerinyitkan dahi bila kebetulan mencet remote eh….pas acara itu. Bener2 gak paham acara itu sedemikian populer…..
November 23, 2008 at 10:39 am |
Gatot how are you?
Im Alfonso, from Argentina! It has been a while. How are you doing?
Just now my friend told me that Iron Maiden will again be playing in Buenos Aires in march, last time i wrote to you, was a few weeks after seeing them, and I just read your review of BRAVE NEW WORLD and remember to send a prog-hug, jaja.
Im so excited!!
Still listening to some prog, specially Jethro Tull and Marillion.
Hope you read this, and that you re ok
Alf
November 23, 2008 at 4:09 pm |
Hi Alfonso! Good to hear from you, again … Quite surprised that you visit this Indonesian speaking article. But I am doing extra fine! How can I am not doing fine if I have been listening to IQ the whole day from Subterannea, Ever and now The Seventh House album?
Brave New World is my fave Iron Maiden album. Great music, tight composition! I know I was not wrong by putting five stars for this album! Great stuff, really!
Prog hug for you too …!!! Keep on proggin’ …!!!
Cheers,
Gatot
November 24, 2008 at 10:15 am |
Benar apa yang mas sampikan di site ini.Koes Plus selain musisi yang handal secara teknik, mentalnya juga mental seorang warga negara yang santun dan penuh etiika. Walau dipenjara tapi tetap mengangap semua itu sebagai kebijakan negara, dan tiak mendendam.Mereka pun menghargai dan mengormati jasa2 para pemimpin bangsa.Bukan seperti sekarang ini sibuk menghujat kesalahan orang lain tapi tidak pernah instropeksi kesalahan sendiri, padahal apa yang diperbuatnya belum memberikan jasa apa2 buat negara. Pantas bangsa ini mendapat musibah terus menerus, karena sekarang bukan pimpinannya yang munafik justru rakyat lah yang munafik asal ada uang dibela padahal belum tentubenar, sudah merasakan enaknya tapi lupa akan enak itu sendiri.Sudah parah memang bangsa ini,maka melaui acara Koes Plus di Kick Andy, mari kita belajar dari apa yang diomongkan Koes Plus terutama Nasinalisme nya dan bagaimana menghargai jasa2 semua orang kepada kita termasuk pimpinan2 kita.Yang menghujat belum tentu lebih baik dari yang dihujat,semuanya UUD ujung2 nya duit.
November 24, 2008 at 10:29 am |
Wah saya paling suka dengan gaya Yok Koeswoyo yang ngerock abis hihihi….., seru dan apa adanya…hihihi…, apalagi pas nyanyi Why You Love Me…., dengan cueknya ikut mengisi vokal pas reff. sambil berlari ke panggung dan kembali ketempat semula! Saya membayangkan bagaman aktraktifnya penampilan mas Yok dulu yg pasti seru sekali!
Terus yang cukup mengharukan bagi saya, karena memang sekilas mas Yok menitikkan air mata yang maknanya sangat mendalam…., wooah……. ternyata dibalik gaya nge-rocknya ada juga sisi melakonlisnya! Bagi saya mas Yok adalah bintang pada malam itu selain tentunya mas Jon yg begitu bijak dan low profile!
Cukup mengharukan juga saat melihat cuplikan klip mereka saat di penjara……, asli saya dan istri yang menyaksikan sempat terharu juga.
Sekali lagi Salut dan Bravo buat Koes Plus dan Koes Bersaudara.., semangatmu akan selalu menginspirasi kita semua….
Salam,
Chanks
November 24, 2008 at 10:46 am |
Saya yang muda…. mengambil pelajaran….
Tahun 1981 -saat saya umur 5 tahun- klo mo tidur siang yang disenandungkan mbak saya adalah lagu2 om2 Koes ini, album bhs jawa (tul jaenak, tunggak jati, sayur asem, omah gubuk dll). Baru kemarin-kemarin saya tau judul dari lagu-lagu itu. Begitu melekat di ingatan saya…..
November 24, 2008 at 3:45 pm |
Saya perdana nih, saya tahu blog ini dari pak alfie dan terus mengunjunginya. Apakabar Pak Alfie..??
Koes Bersaudara/Plus saya tahu grup ini sejak saya umur 5 tahunan (sekarang saya 37thn). Lagu-lagu mereka sederhana tapi melegenda, apa lagi lagu – lagu dari album jawanya tidak bosan untuk didengar.
Saya berharap akan ada di reuni koes bersaudara/plus.
Selamat buat Koes bersaudara/plus untuk immortal award-nya…
November 24, 2008 at 8:36 pm |
U/ sang Host acara, Mr. Kick Andy……selamat deh….anda bisa membawakan acara tsb dg sangat lentur …………… (moga2 dia baca blog ini). Dan moga2 dia bisa bikin acara TV seperti itu khusus u/ pemusik2 Indonesia yg sudah melegenda, tapi bukan seperti acara “Zona 80-an” yg kurang greget, garing…..!!
November 24, 2008 at 9:22 pm |
Hebaaaat acaranya, saya sampe 2 kali nonton (karena memang disiar ulangkan juga setiap minggu). Baru kali itu saya ngeliat “kick Andy” kena Kick sampe dua kali (diluar dugaan dia sendiri tentunya).. prinsip hidupnya TuooooB tenan
November 24, 2008 at 10:59 pm |
Dua catatan dari acara Kick Andy jum’at kemaren:
Pertama, aku teringat bagaimana excitednya aku–sewaktu listrik di negara tercinta ini masih 110V–saat pembuka acara TVRI membacakan daftar acara (jam 1700 WIB, setelah lagu Indonesia Raya) bahwa Koes Plus akan berpartisipasi dalam acara Aneka Ria atau Safari malam nanti. Wuuiiihhhh, mata melotot, jantung berdebar gak karu karuan, gak sabar menantikan TV Philip 14 inch hitam putih di rumah untuk menanyangkan program tadi (biasanya dimulai jam 2130). Dilalah (ini terjemahan bahasa Indonesianya apa ya?), perasaan excited yang sama menjelma kembali hampir 40 tahun kemudian ketika mas Gatot memberi tahu via sms blast kalau Koes Bersaudara akan tampil 2 jam penuh di acara Kick Andy, Jum’at lalu. Wuueedaaan, aku sengaja minta izin ndak ikut weekly global conf call dengan kantor pusatku di New York karena mau menikmati Koes Bers… Dan selama program berlangsung, itu yang namanya sms blast temen2 sma, temen2 kuliah, and temen2 progrock saling sahut menyahut… Bahkan ada satu temen yang udah gak bisa kasih komen apa2, karena saking terharunya, kirim sms yang cuma terbaca “Wu..a..a..a” Gile, mbrebes mili aku baca sms tersebut!!!
Kedua, Koes Bers dan Koes Plus, melalui musik2nya, mengajarkan sesuatu yang tak ternilai harganya. “Jangan takut melakukan hal yang berbeda, sekalipun apa yang kau lakukan adalah hal yang sederhana”.Betapa tidak, dijaman mengarang lagu sendiri dianggap hal yang tidak lazim, Koes Bers berani melawan arus dengan lagu2 tiga jurusnya yang simple, indah, dan abadi.Luar biasa, pantas jika industri permusikan Indonesia berhutang besar kepada oom Jon, Tony, Nomo, Yon, Yok, dan Muri. Seperti yang sudah saya sebut di postingan sebelumnya 900 lagu dan 93 album… Koes Bers/Plus memang muantebb ndredegh!!!
November 25, 2008 at 6:26 am |
WHOOOOOOOOOAAAAAAAAAAAAA……!!!!!!!
Met pagi temen2 komentator yang saya cintai ….!!! Luwar biyasa tanggapan mengenai postingan ini. Pagi ini saya masih di rumah karena kecapean hampir tiap hari mondar-mandir Jkt-Bdg dan pulang malem …sampe hampir meleset nih deadline menulis buat media cetak … Tadinya mau ditulis pagi ini … eh liat komentar tentang Koes Plus, jadi pengen nimbrung lagi …
Semua komentar jelas terpaku pada masa lalu yang begitu indah ketika lagu Nusantara muncul berseri (sampai 5 ya?) dan ternyata filosofinya bagus. Band ini positive thinking nya luar biasa. Mungkin kalo mereka sempat menulis buku dalam bahasa Inggris, saya rasa Steven Covey atau O’Tolle (yang mengarang The Power of Now) akan bertekuk lutut dengan buku bijak karya Koes Bersaudara / Plus tersebut. Mengapa? Karena berakar dari pengalaman hidup – pahit dan manis. Sedangkan Covey hanya teori atau pengalaman orang lain. Sebenernya saya ingin mendapatkan copy dari buku LELAKONING URIP (WALKS OF LIFE) karya Djon Koeswoyo…sayang gak dijual umum …
Setuju dengan Bang Ijal & mas Puji …bahwa secara musikal mereka sederhana musiknya, tapi .,… tetep aja nunjek. Cerita mas Willy juga nuansamatik tuh … saya inget dulu kaset Pop Jawa termasuk favorit saya. Apalagi Sayur Asem itu kan awalnya asik:
“Ti .. Cah Ayu … Yen nyayur mbok yo sayur asem …”
Atau lagu yang liriknya ini:
“Jok podo nelongso, jamane jaman rekoso”
(Jangan berkeluh kesah karena memang jaman susah”
“Urip pancen angel, kudune ra usah ngomel”
(Hidup memang susah tapi gak usah ngomel)
“Ati kudu seneng nyambut gawe karo tentrem”
(Hati harus senang, bekerja dengan tenang / tenteram)
Terusnya lupa saya ….
Tapi uwediyan ini lagu! Secara filosofis liriknya sangat mengakar kuat dan VERY POSITIVE THINKING ….
Lagu ini masih pas dengan situasi saat ini yang juga masih krisis juga … mungkin karena manusia lebih mencintai dunia ketimbang akhirat. Banyak to yang bilang …”Hura2 jalan, tapi jangan melupakan akhirat” yang akhirnya membawa manusia lebih MENGUTAMAKAN dunia ketimbang akhirat. Padahal mestinya kan begini: “Mari kita menuju akhirat, namun jangan luoa ..kita masih di dunia …beramal solehlah supaya terjamin akhiratmu …”
Bukankah akhirat abadi, sedang dunia hanya sementara?
“Balthu’tiruunal hayatanddunya wal akhiraati khairu wa abqo …”
(merindink kalo denger ayat ini ….)
Yang artinya kira2 “Padahal kehidupan dunia itu tak kekal seperti akhirat …” (Bang Ijal bisa koreksi tentunya … he he he he …)
Selamat bekerja!!!
Salam,
G
November 26, 2008 at 8:49 pm |
yang baik, Mas gatot.
Kebetulan saya juga nonton acara itu, emang bener-2 legend puoool!!!! Apalagi pas pak de Nomo berkomentar ttg bagaimana sosok para presiden kita (kalo gak salah beliau bilang “…yang baik-baik diambil, yang jelek dibuang, pasti jadi bener negara ini…” Andaikan beliau-beliau itu yang mewakili kita di parlemen…oh! tul jaenak jai jatul jaeji – kuntul jare banyak ndog’e bajul kari siji…
November 27, 2008 at 4:01 pm |
Saya juga, menyenangi lagu Koes Plus dan Koes Bersaudara.Yang saya banggakan adalah mereka sangat rendah hati, dan bermusik dengan hati. Mereka sangat sederhana, sangat sederhana, dan dampaknya mereka ada dihati masyarakat, for ever, mereka tidak menjaga jarak, tetapi menyatu dalam masyarakat. Perhatikan, bajunya sangat sederhana. Mereka membumi.
November 27, 2008 at 4:26 pm |
Benar mas Kusmanto .. dandanan mereka apa adanya .. dan gak sombong saat ngetop!
November 28, 2008 at 7:50 am |
Biasanya seniman memang memiliki kepekaan yg tadjam dg peristiwa2 sosial dan lewat media seni mereka menyampaikan uneg2nya. Dan belum tentu lho….mereka mampu ngurus negara. Rasanya setiap profesi memang memiliki peran atau tugas masing2 ………………….
Seperti misalnya Iwan Fals pd djaman orde baru pernah dilarang manggung, ini kan … artinya teriakannya lebih menakutkan dibanding mereka yg duduk resmi sebagai wakil rakyat.
December 13, 2008 at 12:31 am |
Lengkapilah lg2 dari kelompok musik legendaris Koesbersaudara
maupus Koes Plus
January 18, 2009 at 4:46 pm |
gw masih ada piringan hitam album Koes Bersaudara yg judulnya “Angin Laut”, “Jadikan Aku DombaMu” & “To The So Called ‘The Guilties’”, punya bokap gw cuy. sumpah Rock ‘n Roll abiez pada album “To The So Called ‘The Guilties’”. menurut gw mungkin itu karena pengaruh The Beatles, terutama lagu “Untukmu”, “Poor Clown”. di album itu gw juga suka lagu “Three Little Words” & “Bunga Rindu”. kalo album Koes Plus gw cuma ada dari volume 1 sampai 14 & album “Another Song For You” doang. enggak lengkap cuy.
wah pokoknya “The Best” banget deh Koes Bersaudara & Koes Plus. gw gak bisa komentar apa2 lagi, cuma bisa mengacungkan jempol ke atas.
January 18, 2009 at 6:00 pm |
Wah beruntung tuh Bro Rio. Kapan2 kita kopdar nyetel PH nya yuk .. seru banget tuh ….
Salam,
G
March 19, 2009 at 11:09 am |
tuuuooooop buuuangeeets!!!!!
setuju koesplus emang yang paling top makotop, pokok’e kagak ade matinye, mak nyussss lah,hehehe jujur aku baru bener-bener tau koesplus agustus 2008 lalu. waktu itu aku ama temen-temen iseng-iseng ikut ngisi acara hiburan HUT RI. Kita sepakat bawain lagu dari koesplus, sebelum manggung kita cuma latihan 2X di setudio, karena udah daftar ya siap gak siap, mau gak mau ya harus siap harus teteb maju. malam itu ada 3 grub musik, kita kebagian jam yang kedua. Ya lumayan ada waktu bwat benafas,hehehe saat cek sound dengan pedenya kita naek panggung, setelah kita pegang alat musik masing-masing temenku ada yang bilang ” lho ko gonKU bedo dewe, raiso ki aku” (lho kok punyaku beda sendiri, aku gak bisa) maksudnya temenku biyasa latihan dengan gitar bass empat senar tapi yang di panggung lima senar, kita binggung banget maklum pemula,hehehe di atas panggung kita tukaran dari pada pulang telanjang,hehe maksudnya pulang gak jadi main.. terus yang waktu latihan pegang bass sekarang pegang ritem, jadi ya kita sama aja latihan dari awal.
akirnya malam pentas pun tiba, grub yang pertama selesai main kita di panggil ke atas panggung. dengan keyakinan 0,0001% kita naik ke panggung, maklum tamu undangan banyak dari pejabat kampung, Bp anggota DPR,dsb. pertama kita nyanyiin “kolam susu” kala itu penonton masih dingin-dingin aja, lagu kedua kita bawain lagu”diana penonto tepuk tangan riuh, kita makin yakin tuk bawain lagu ketiga “jangan cemburu, tau ga apa yang terjadi sontak para penonton berjoget di depan panggung, sampai ada yang joget naik panggung. sampai lkita selesai bawain lagu terakir penonton masih antusias bahkan ada yang minta kita main lagi. kita gak yakin akan bisa menghanyutkan penonton dengan lagu Koesplus, dengan itu aku tambah yakin koesplus memang IS THE BEST pokok’e mak nyusssssss..
Salam bwat temen-temen
May 9, 2009 at 7:04 pm |
koesplus, idola saya dari jaman saya kecil sampai sekarang,…..memang koesplus bikin suasana hidup jadi lebih hidup…..
Bambang Nugroho, Cirebon
May 5, 2010 at 11:47 am |
-lagu2 di Vol.I, mengingatkan jaman sepeda mini yg sekarang jadi di ‘retro’ jadi low rider
May 1, 2012 at 10:01 pm |
wah sayang banget gak sempat nonton ini acara.. padahal ini group band kesukaan bapak, ibu, kakak, adik soudara dan tetangga rumah saya. karena dari bapak saya remaja sampe saya seumur 30 tahun ini lagu2 koes plus gak ada matinya… top markotop.. siapa yg punya rekaman acara kick andy ini ya..?