“Air Mata” by Kantata Takwa

Malam ini adalah traweh terakhir (insya Allah) dan besok adalah puasa terakhir di bulan Ramadhan 1429 H ini. Hari ini saya terpana menghayati lirik lagu AIR MATA yang ada di album KANTATA TAKWA. Liriknya terasa religius sekali apalagi malam ini juga meruoakan malam terakhir (insya Allah) I’tikaf di masjid. Dari dulu saya selalu menafsirkan musik secara pribadi, tidak peduli dengan si penulis lagu sebetulnya menulis lagu itu ditujukan untuk lainnya. Mengapa? Karena begitu saya membeli kasetnya, maka saya sudah bisa klaim bahwa itu rekaman musik milik saya, meski saya tidak bisa mengkalim sebagai penulis lagu atau komposernya. Adalh hak saya sepenuhnya menafsirkan “makna” setiap lagu yang ada di rekaman tersebut.

Tak terkecuali dengan lagu AIR MATA ini yang sebetulnya ditulis berdasarkan pengalaman pribadi mas Jockie dengan wanita (baca di : http://falsettoholic.multiply.com/reviews/item/2 ). Untungnya saya membacanya setelah saya menafsirkan sendiri lagu ini sebagai pembanding saja. Sejak lama sebetulnya saya menyukai lagu ini, bukan karena liriknya, tapi lebih ke komposisinya yang indah sekali. Anda pasti bakal setuju dengan saya kalau mendengar lagu ini. Hanya satu kata: INDAH.

Susananya menjadi lain saat ibadah Ramadhan sudah diujung garis finish dan perasaan campur sedih (karena Ramadhan akan pergi) dan bahagia (karena hari kemenangan ”sementara” akan tiba). Tadi sore setelah i’tikaf di masjid sebelah rumah, sebelum maghrib, saya nikmati lagi lagu ini. Berkali-kali saya putar dari cakram padat saya, dan kesannya semakin mendalam. Setiap torehan lirik yang ada seolah merupakan tutur kata yang diucapkan RAMADHAN (yang akan pergi) kepada saya.

Lirik asli:

“AIRMATA”

Ciptaan: Jockie S

Lirik: Iwan Fals

Disini kita bicara dengan hati telanjang

Lepaskan belenggu , sesungguhnya , lepaskan..

Sesuatu yang hilang sudah kita temukan

Walau mimpi , ternyata

Kata hati , nyatanya

Bagaimanapun aku harus kembali

Walau berat aku rasa kau mengerti

Simpanlah rindumu jadikan telaga

Agar tak usai mimpi panjang ini ..

Airmata , nyatanya

Sampai berapa lama kita akan bertahan

Bukan soal untuk dibicarakan

Mengalirlah…, mengalirlah….

Mengalirlah !

Interpretasi saya:

Disini kita bicara dengan hati telanjang

Lepaskan belenggu , sesungguhnya , lepaskan..

Di sini seolah Ramadhan yang suci mengatakan bahwa pada kesempatan yang paling baik ini, bicaralah sepuasnya, terang-terangan, “blokohan” (baca: terbuka – red.), karena selagi aku (Ramadhan) sedang sudi menghampirimu. Belum tentu tahun depan kamu akan aku temui kalau Rabbmu berkehendak lain.

Bicaralah kamu padaku, sepuasnya. Lepaskan semua tirai yang menyelimutimu. Ini saatnya kamu membuka dosamu di masa lalu. Bukalah …bukalah …selebar-lebarnya …semaumu …tanpa tedeng aling apapun …..sesukamu …freedom of speech! Katakan! Katakan!

Sesuatu yang hilang sudah kita temukan

Walau mimpi , ternyata

Kata hati , nyatanya

Akhirnya, (kata Ramadhan) kau temukan juga lukamu. Kau temukan perbuatanmu yang dulu kau anggap biasa ternyata merupakan dosa besar yang bisa membawamu ke adzab neraka yang pedih. Pernah kau renungkan apa yang kau lakukan itu sesuai hati-nuranimu? Tahukah kamu seberapa jauh kamu melenceng dari nuranimu?

Sudahkah kamu taddaburi makna ”lha illaha ilallah”?

Pernahkah kau tuhankan selain Allah?

Bagaimanapun aku harus kembali

Walau berat aku rasa kau mengerti

Aku diperintahkan oleh Rabbmu (kata Ramadhan) hanya menghampirimu selama satu bulan, dan mestinya kamu tahu. Memang terasa berat, namun aku tidak bisa melawan sunatullah, aku harus pergi …dan ini sudah saatnya aku pergi…sehari lagi.

Simpanlah rindumu jadikan telaga

Agar tak usai mimpi panjang ini ..

Airmata , nyatanya

Janganlah kamu bersedih

Jadikanlah perilakumu selama sebulan penuh ini menjadi perilakumu setelah aku pergi

Tetaplah kamu bersabar saat cobaan menerpamu

Tetaplah kamu tawadhu meski setan dunia merayumu

Dirikanlah salatmu secara berjamaah di masjid

”Kum!” …bangunlah di pertiga malam terakhir menegakkan qiyyamullail

Bermunajatlah kamu kepada Rabbmu, karena Dia lah tempat mohon pertolongan

Bertobatlah selalu

Istiqomahlah kamu dalam meraih takwa

Tetaplah kamu sodaqqoh

Santunilah anak yatim

Jangan hardik orang miskin

Jagalah pandanganmu, ucapanmu

Sayangilah tetanggamu karena mereka itu saudaramu

Muliakanlah masjid

……..

Ini semua aku katakan kepadamu

Agar kamu tidak terjerumus dalam kepedihan

Yang menuai air mata

Dan …siapa tahu aku tak pernah menghampirimu lagi

Karena Rabbmu berkehendak lain …

Sampai berapa lama kita akan bertahan

Bukan soal untuk dibicarakan

Mengalirlah…, mengalirlah….

Mengalirlah !

Seolah Ramadhan mengatakan perlunya istiqomah dalam meraih takwa. Bukan hanya kata yang diperlukan, namun juga perbuatan. Akhlak yang konsisten dan mengalir secara alami…mengikuti sunatullah ….

Salam,

G

29 Ramadhan, 1429 H

29 September 2008

About these ads

16 Responses to ““Air Mata” by Kantata Takwa”

  1. Indrayana Says:

    Adjegile mas…. sampean menangkap lagu itu benar2 dengan soul dengan hati ………………… !

  2. Gatot Widayanto Says:

    Mas Indrayana … Sudah denger lagunya belum? Nikmat sekali mas… Tekstur musiknya seperti Genesis “Many Too Many” (And Then There Were Three) tapi ada balutan electric guitar solo yang menawan sekali ….!!!

    Salam,
    G

  3. Dicky Prasetia Says:

    Mas G ini memang “super” kok … hehe.
    Mendengarkan lagu ini aja sudah merinding, apalagi ditambah intrepretasi seperti itu …. hiiii.

    btw, solo gitar dari Eet Syahrani di lagu ini juga pas banget.

  4. AnggA Says:

    Sebentar lg dia datang, kerinduan itu akan hilang

  5. Fadzal Says:

    lagu ini saya pernah mainkan ketika saya bermain gitar utama di universiti malaya ketika itu allahyarham zubir ali menyanyikan nya. sehigga hari ini lagu, lirik dan melodinya meresap mendatangkan seolah2 keinsafan….begitu lah juka musik di letakkan di tempat yang betul….

  6. iloel Says:

    masih sering pengen nangis denger lagu ini… liriknya indah bgt… komposisi musiknya super!!! Ntah kapan Iwan Fals bisa nelurin lagu sedahsyat ini lagi… yang ga akan kita dapetin diacara sejenis dahsyat….

  7. Gatot Widayanto Says:

    Memang mengharukan lagu ini mas iloel… Thx udah mampir.

  8. zackier metchal Says:

    salut…

  9. Video Iwan Fals Says:

    Wah analisanya mantab … :D
    Aku kopas liriknya ya. Trims sharingnnya

    Salam :-P

  10. Bramada Says:

    Saya kira lagu ini menceritakan tentang cinta. .

  11. Bramada Says:

    Saya kira lagu ini meceritakan tentang cinta

  12. arief rachman Says:

    indah..:)

  13. admin Says:

    sepakat, interpretasi yang mengharukan…semoga kita sama2 meresapi… ijin share nanti ya… salam musik indonesia : http://www.cinmi.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers

%d bloggers like this: