Thread ini saya tulis berdasarkan permintaan bro Ali Rasjid pada saat berkomentar di Banks pun Suka Fly on A Windshield mengenai pembagian era Genesis berdasarkan line-up. Secara spesifik, bro Ali Rasjid memilahnya sebagai berikut:
- sebelum hackett & collins gabung (from genesis, trespass)
- formasi ideal: banks, collins, gabriel, hackett, & rutherford (nursery till the lamb)
- formasi berempat bertanpa gabriel (a trick, wind, seconds out)
- formasi trio (and then, duke, abacab, till we cant dance)
- album terakhir dg ray wilson (calling all stations)
Ini pendapat saya, dari kacamata penggemar, yang sudah menyukai Genesis saat masih kelas 6 SD, melalui album Nursery Cryme utamanya lagu The Musical Box dan Harold The Barrel, kemudian menyusul menukai The Return of The Giant Hogweed.
Formasi Awal
Pada saat masih From Genesis To Revelation dengan formasi Anthony Phillips – Peter Gabriel – Tony Banks – Mike Rutherford dan John Silver, musiknya masih belum adventurous karena mereka sendiri (Gabriel) mengakui bahwa mereka mencoba meniru The Bee Gees. Namun sebetulnya, cikal bakal musik Genesis sudah terlihat jelas di beberapa lagu seperti When The Sour Turns to Sweat atau The Serpent. Dari segi musikalitas, saya sebenernya suka album ini. Bisa dikategorikan pop tapi gak pop banget.
Pasca peluncuran album From Genesis, setiap anggota Genesis sebetulnya lesu karena penjualannya hanya 649 keping dan tidak menjanjikan sama sekali. Namun mereka tetep saja menulis lagu dalam dua pasangan: Gabriel dengan Banks, Rutherford dengan Phillips. Pasangan yang terakhir ini cukup produktif karena mereka sering genjrengan main gitar berdua di dapur rumah orang tua Phillips. Lagu “Dusk”, “Visions of ANgels” diciptakan mereka lewat dapur ini. Pada saat Trespass direkam, Genesis sudah matang dengan materinya karena sudah dimainkan berulang kali selama satu tahun. Di album kedua ini sebetulnya benang merah musik Genesis sudah tercipta dan bisa dianggap sebagai cetak biru musik selanjutnya. Saya pribadi pertama kali kenal album ini ya jatuh cinta dengan “Looking for Someone” yang keren abis dan kemudian jatuh hati sama “The Knife” yang sangat energik itu.
Pada formasi Trespass dengan drummer baru John Mayhew sebenernya Genesis sudah muantabs secara musikalitas. Namun sayang, si Mayhew ini hanya seorang pemain drum yang baik tapi tidak cukup “cerdas” menangkap ide2 anggota lainnya sehingga musti dibantu Phillips yang punya pemahaman drumming sangat bagus. Artinya, kalaupun mau lanjut dengan hanya mengganti drummer, mustinya Trespass ini sudah bisa dipakai sebagai landasan kokoh untuk pengembangan musik genesis ke depan. Namun sayang, Anthony Phillips juga menyatakan mundur karena jiwanya tidak biasa dimaki-maki penonton sehingga dia stress kalau sedang konser. Maka, perlu mencari pengganti gitaris plus (sekalian) drummer nya. Masuklah Hackett dan Collins.
Formasi Puncak
Banyak yang menganggap bahwa formasi Gabriel – Banks – Rutherford – Hackett – Collins adalah yang terbaik, makanya saya sebut saja formasi puncak. Di sini jelas, sisa2 kedigdayaan album Trespass dibawa
maju ke depan dengan lebih sempurna lagi oleh Genesis. Rutherford yang biasanya bekerjasama dengan Anthony Phillips, sekarang bergabung dengan pasangan Gabriel – Banks dalam hal penulisan lagu. Karena faktor inilah, maka lagu2 di album Nursery Cryme lebih berbobot dibandingkan Trespass. Kalau di Trespass, setiap lagu kontributor utamanya tim beranggotakan 2 orang dengan 2 tim, maka di Nursery Cryme menjadi 1 tim tapi lebih solid. Tidak heran ada lagu2 seperti “The Fountain of Slamacis” yang sangat magis itu. Steve Hackett di masa pembuatan Nursery Cryme masih pasif dan bertindak sebagai session player saja.
Pada album Foxtrot dalam line-up yang sama, Genesis semakin eksploratif dengan memberanikan diri menggunakan mellotron yang dibeli dari King Crimson. Mereka bereksperimen dengan mellotron melalui “Watcher of The Skies”. Di album inilah lagu terbaik yang pernah dibuat Genesis dilahirkan, yaitu “Supper’s Ready”. Ini memang lagu luar biasa. Namun tidak hanya itu, ada juga “Can Utility and The Coastliners” yang dahsyat itu komposisi dan melodinya. Di sini Steve Hackett mulai kontribusi meski masih malu2, yaitu dengan memasukkan unsur gitar akustik yang akhirnya menjadi bagian tak terpisahkan dari Supper’s Ready: “Horizon”.
Pada album “Selling England by The Pound” (1973) kontribusi Hackett lebih kentara lagi dan semua potensinya bermain gitar sepert tercurahkan di album ini. Lihat saja, teknik gitar “tappin” yang rame dikatakan orang katanya ditemukan Eddie van Halen, sebetulnya sudah dimainkan Hackett di album ini, jauh sebelum Halen ngetop. Coba simak “Dancing With The Moonlit Knight” – bagian interlude nya penuh dengan tapping dan gitar solo yang amat garang khas Hackett. Di lagu “Firth of Fifth” dan “After The Ordeal” dia juga main sempurna.
Album terakhir formasi ini, album yang menurut saya terbaik dari Genesis, yaitu “The Lamb Lies Down on Broadway”, formasi puncak ini mulai retak karena Gabriel ingin berkarir di film. Namun, justru karena tension antar anggota memuncak, malahan membuat musiknya makin keren. Salah satunya adalah keinginan Gabriel menulis SEMUA lirik di album yang menurut Gabriel merupakan album spiritual bagi dirinya ini. Di sinilah puncak maha karya Genesis diciptakan, meski tidak ada lagu yang melebihi keindahan Supper’s Ready, namun album ini secara keseluruhan adalah album terbaik.
Formasi Awal Phil Collins sebagai Vokalis
Dengan keluarnya Gabriel, Phil Collins menginginkan Genesis jalan tanpa vokal. Namun anggota lain mengusulkan Collins jadi vokalis. Formasi awal ini hanya menelurkan dua album studio (A Trick of The Tail dan Wind and Wuthering) dan satu album live (Seconds Out) plus satu mini album “Spot The Pigeons” (1977) dimana Hackett hanya main di satu lagu “Inside and Out”. Fornasi ini secara mengagumkan menghasilkan musik yang juga berkualitas dengan lagu-lagu bagus seperti “Dance on a Volcano”, “Mad Mad Moon”, “Ripples”, “Entangled”, “Squonk” dari album A Trick of The Tail. Juga album selanjutnya “Wind and Wuthering” keren banget. Dengan formasi berempat ini sebetulnya Genesis masih kokoh dan menghasilkan musik yang sangat bagus. Namun sayang ..Hackett yang sebelumnya pernah bikin album solo “Voyage of The AColyte” merasa kebebasannya berkespresi di Genesis di batasi dan ngambek ketika lagu “Please Don’t Touch” ditolak masuk album oleh Phil, padahal sebelumnya Phil menyetujuinya.
Kemudian Bertiga
Keluarnya Hackett jelas mengurangi nilai seni interlude Genesis yang biasanya sarat dengan howling guitar sounds nya Hackett dan lincahnya kibor Banks. Sekarang tinggal Banks yang mengisi interlude dengan kibornya. Era ini menghasilakn album cukup banyak (6 buah), mulai dari “And Then There Were Three” (1978 ) sampai “We Can’t Dance” (1991). Dua album pertama formasi ini masih memikat saya. Namun sejak “abacab” saya sudah gak begitu suka lagi dengan Genesis, apalagi di album ini ada lagu juelek biyanget: “Keep It Dark” sama “Who Dunnit” yang sungguh memalukan itu.
Untunglah …ada
So here I am once more
In a playground of a broken heart ….
(Ya!!! MARILLION lahir dengan Script for A Jester’s Tear)
Sejak Marillion lahir, saya udah tidak menyimak lagi Genesis … tak jarno wae ben kejlungup nang jurang! Soale jan nyebelin buanget!
MARILLION pancen oye!!!
(Lho .. ngomongin Genesis kok ujungnya Marillion! Opo tumon?!!! Lha wong jenenge wae blog gemblunk!)
Begitulah pendapat hamba ….
Salam,
G
THREADS TERKAIT:
The Lamb Lies Down On Broadway
Genesis “Chapter & Verse”
“Anyway” by Genesis
Ketika Para Penggemar Genesis Indosat Berkumpul
Pertama Kali Kenal Marillion
”The Best of Genesis” by Perina
Genesis “And Then There Were Three”
Genesis “Duke”
Genesis “Live” Gabriel