Nggeblak Nonton YES Manggung …!!!

Ini pengalaman nuansamatik tanggal 25 September 2003 di Negeri Singa yang bukan berarti Raja Singa. Sempat saya posting di milis pada tanggal 30 September 2003. Kenangan yang gak bisa dilupakan ….nostalgik kemlitik memorable pol …!!!

————

Berbekal nekad, saya, Lita, Bowo dan Yani berangkat bersama satu pesawat hari kamis, 25 Sept jam 13:05 dg GIA. Bowo ini orang Garuda, temen kuliah saya di Bandung yang (alhamdulillah) masih setia dengan musik prog rock, terutama Yes & Genesis. Kalau Yani ini arek malang, pemilik gallery di bilangan Kemang, juga temen lama sekali yang dulu, 23 tahun lalu pernah ngebantu nempelin stiker PPN di kaset Yess bandung dan dapet upah seorang satu kaset. Siang itu kita berkumpul bersama di bandara dan terheran-heran “betapa musik bener2 bisa menyatukan orang”. Bukan apa-2, saya dan Yani ini udah bertahun-tahun gak ketemuan, meski sama2 di Jkt. Kita hanya komunikasi via sms, termasuk sms racun untuk ngipasin dia supaya mengobati kekecewaan tgl 23 gak bisa nonton, tapi diganti 25. Racun berhasil. Ternasuk ke Bowo.

Keduanya klepek-klepek …..

Sebelum kami berempat, pagi harinya, juga ada rombongan lain: Teguh and his Indosat gang of 4 gentlemen (mas Aji dkk) juga berangkat via hang nadim, batam. Juga ada boss FedEx yang ngeprog pol, Hardiansyah Rizal, yang juga nyebrang lewat Batam dan sempet saya kenalkan dg Teguh melalui SMS. Wis pokoke bener2 nokia lah, connecting rock people tenan!

Juga ada mas Benny Suyudono (temen yang saya kenal di konser RW Februari tahun lalu, yang ternyata adalah kakak kandung sobat saya kuliah dulu yang kebetulan gak ngeprog blas, bahkan gak ngerok blas. Kalah ama kakaknya). Mas Benny terbang dg pesawat yang lebih pagi, jam 9. Mas Benny ini lawyer handal di Jkt, lulusan harvard, tergolong manusia langka. Beliau pernah nonton konser the Beatles tahun ’66 di Philippines. Dia juga adik kelas bang AJ di UI.

Saya sendiri hari itu terhitung beruntung karena mulai hari Senin pagi sampai Kamis pagi saya masih di Bontang Kaltim karena lagi memfasilitasi workshop balanced scorecard untuk klien.Pesawat capung dari Bontang ke Blkpapan delay 30mnt, atiku sempet dag-dig-dug krn tiket Blkppn-Jkt saya udah OK jam 9 wita. Berbekal doa dan harapan positif …. akhirnya saya nyampe juga di bandara jam 10. Gak pulang, bau jigong, saya nunggu the rest of the gank dateng di bandara satu per satu: Lita, Bowo, Yani …. Di ruang tunggu Bowo memberi laporan bhw sewaktu di toilet, orang yang berbaju kaos item itu (sambil menunjuk pake mata) tadi juga bersenandung “And You and I” di toilet. Wah …. nuansamatik tenan pakde! Jangan2 org satu peswat cuman mau nonton paklik Anderson berkicau malamnya.

Dua hari sebelumnya, Mr. Tatan “Zepp” Taufik & istri juga udah berada di sebuah hotel di Scotts Rd nunggu hari H.

Saya, Lita dan Yani (juga mas Benny) kebetulan tinggal satu hotel yang jaraknya 10 menit dari venue. Bowo agak jauhan, di downtown, maklum boss eksekutif, nginepnya harus hotel bintang tujuh (emangnya balsem?). Motto saya dateng ke kota singa cuman satu: “Biar mbambung asal nonton Yes!” Syukur-2 kalo bisa dpt tanda tangan personil mereka, siapa saja. Sialnya roadiest nya pun boleh lah. Cover KTA 1 udah siap di ranselku. Perilaku siap kampungan, yo ben, sing penting Yes! Udah 29 tahun gw nunggu bisa liat grup ini “live” beneran, gak lewat video.

Kita bertiga dengan Yani sebagai pemandu utama diarak jalan kaki menuju venue. Gerimis sore itu. saya berharap banyak banner indah menyambut konser akbar ini. We lakadalah .. jebulnya … hanya ada tulisan kecil aja bhw di lantai 6 ada konser Yes. Mangkel tenan aku. sampe di hall nya pun ternyata cuman kita bertiga plus satu orang bule berransel yang datang di ticket box yang belum buka; jam 6:30 padahal. Ada penerima tamu londo yang mau ngajak ngobrol saya. Dia terheran-heran kita baru datang dari Jakarta. Kacel, kita turun di foodcourt cari makan. nasi lemak, gak enak tapi nambah, biar ngirit, sing penting wareg dan tahan 3 jam nonton topographic team live! Di foodcourt bertemulah kita dg mas tatan “zepp” dengan tshirt led zepp convention nya dan mas didik rahmadi and the gank of 3 rockers.

Sekitar 10 mnt sebelum konser, tumplek bleg lah manusia2 jakarta di pintu masuk. Seperti wong ndeso, kita rame2 jepret sana jepret sini. Setiap ada dinding yang ada tulisan Yes (cuman 2 dinding aja, kecil) kita tembak jepretan. Muanteb lah. Suasana hall mengharu biru, dg sekitar 15an orang indonesia dan lainnya bule2 tuwek. gak ada singaporean, sedikit sekali lah pokoknya.

JON YANG MBAMBUNGAN

Suasana panggung biasa saja, tidak ada kemewahan. Yang cukup mentereng adalah drum setnya Alan yang dipasang tinggi ada logo YES nya. Gagah banget. Ada musik samar2 diputer tapi suasananya hening tertib sekali. Dimana2 orang bule keliaran. Saya yang kebagian t4 duduk cukup enak, sempet pusing karena kursinya gak ada. Disitulah seorang pria menghampiri dan berkomunikasi dg saya yang akhirnya, setelah dijelaskan mas Benny, ternyata orang top 70an mas Triawan Munaf. Waduh, ayam sori mas … aku gak ngeh bisa ketemu Anda yang top. Duduk di deretan mas Benny ada Harry sabar. Saya dan Lita duduk sederetan dg mas Triawan. Rizal kirim sms “wis ngacxng aku mas”, sebelum acara dimulai.

Kenangan tak terlupakan ...

Lagi asiknya menunggu, saya liat ada 5 atau 7 orang gitu berkerumun di deket panggung. “Lho, itu kan paklik Jon!” saya bilang ke Lita dan secara refleks langsung ngacir ke depan siapa tahu dapet rejeki nomplok bisa salaman dg beliau. Bener juga! Pas saya mendekat, pas dia berjalan menuju ke arah kanan panggung, langsung saya tubruk “Jon, saya datang dari Indonesia khusus untuk pertunjukan yang kamu cancel di Jakarta” sambil ‘mak cles’ tangan saya berjabat erat dengan paklik Jon dan beliau menimpali “Oh sorry for our friends in Indonesia ……”. Kami bertatap mata sejenak dan “jepret” ternyata Lita saya udah siap dengan kameranya mengabadikan peristiwa penting ini . Nyleszzzzzz ……….. Tentrem atiku rek! salah satu cita2ku tercapai ….. he he he … kampungan pol, yoben lah sing penting salaman …

Gak nyangka saya, ternyata, seperti dalam ABWH live, Jon menyusup di tengah2penonton. Penampilannya yang mbambungan ini membuat saya terkecoh sempet gak perhatiin.

MEGAH

Beberapa menit kemudian “JRENG!” Firebird Suite – masuk mak nyesz ke “Siberian Khatru”. Waduh, luar biasa ternyata nonton live grup ini. Suara bersih menggelegar, mainnya rapi kompak. Hampir bisa dibilang tanpa cacat dah, bening kompak. Sesekali ada sih distorsi di gitar howe tapi minor banget lah. yang saya heran, dentuman drum alan menggelegar dan suara bass squire juga bulet bening. Sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Sepanjang lagu, seperti biasa, ndesit, tangan saya menggebuk drum sambil tereak nyanyi. Kiri Lita, kanan

gang, tapi saya gak peduli dengan orang di sebelah kanan gang yang keherranan meliat pola tingkah saya. Kampungan. NAmanya ya orang ndeso gak pernah nonton band. tapi di dua baris depan saya juga ada cewek chinese, 35 tahunan, yang juga histeris ikut nyanyi2. Klop lah.

Setelah Siberian usai, Jon nyangklong gitar masif, kecil lucu dan jreng “magnification” dibawaian agak ngerok dikocokan gitar Howe nya. Apik banget. Akhir lagu ini nyambung ke “Don’t Kill The Whale” dengan versi beda yang saya belum pernah denger sebelumnya. Yang unik adalah transisinya yang begitu mulusnya sampai kita gak nyangka bahwa kita udah berada di lagu yang berbeda, “Dont Kill The Whale”. Saya sangat terkesan sekali dengan lagu ini karena juga menyukai versi studio lagu ini. Di penggalan terakhir lagu, disispin melodinya “Rejoice” meski hanya sebentar. Indah sekali.

Setelah The Whale usai, Jon berdialog dengan penonton. Beberapa penonton mulai meneriakkan “Close to The Edge”, “Starship Trooper”. Yang terjadi adalah …kicauan Jon “Deeper than every ocean / Deeper than every river / That’s what your presence brings to me ..” yang merupakan lirik awal dari “In The Presence of” dari album Magnification. Lagu menday-ndayu ini membawa kita ke alam lain yang damai.

MEMBANGUN NUANSA 70AN

Kemudian Jon berdialog lagi, cerita bahwa dia mau bawain lagu yang beberapa tahun lalu ditulis saat ELP lagi istirahat merekam album di studio yang sama di tahun 72 saat Fragile sessions. Dia masuk ke ruangan khusus dan membawakan lagu ini. Nuansamatik banget cerita beliau ini. Saya jadi ingat waktu kecil dulu kenal Yes karena temen saya bilang ada lagu berjudul “Yes” yang dibawakan grup ELP. Ha ha ha … lucu … Trus … “We Have Heaven” mengumandang dengan apik dan kompak. Seperti versi studio, lagu ini diakhiri dengan bunyi “ketiplak ketiplak ketiplak …” bunyi sepatu orang lagi jalan …. Terus … “Southside of The Sky” jreng masuk.

A river a mountain to be crossed

The sunshine in mountains sometimes lost

………….

Di sini lah penonton melihat stage act Chris begitu menawan. Dia memetik dawai bas satu tangan dengan tangan kiri tanpa pegang fret gitar dengan kaki bergaya ke kanan ke kiri dan ekspresi wajah membanyol. Wuuuiiiihhh … nggajag pol pakde! Kerrreeeeeeenn uabisssssssszzzz!!!!!!

Lagu ini dibawakan the topographic team dengan khusus: lebih ngerok (terutama dibagian yang liriknya “Were we ever colder on that day / a million miles away / It seemed from all of eternity…”) dan interludenya di bagian akhir lagu dibuat panjang memberikan ruang pada wakey dan howe saut-sautan dengan aksentuasi musik pada dentuman dawai bass chris dan rofel indah alan yang menggelegar. Terasa banget bahwa melalui lagu ini kita sedang menonton musik rock 70an beneran!

Puas dengan Southside, Howe memetik intro “And You And I”. Usai lagu ini, Jon menyilakan Howe bersolo:

- To Be Over (asik)

- The Clap

- abis the clap tiba2 menyeruak pemain gitar lain (akustik, singaporean) dan penyanyi berjambul pelangi, membawakan lagu “Rainbow”. Garing lah pokoknya, gak claro blas! Tidak “bahas”-able, makanya saya gak mau komen.

Setelah itu Jon’s solo. Nyanyi diiringi gitar masif lucu yang tadi saya sebutin. Asik. Mendayu-ndayu merdu. “Show Me” mengumandang. Saya berharap dia bawain “Time and A Word” tapi gak juga. Ya udah lah, sing penting wis salaman …

Seperti standar live nya Yes sejak Yessongs, solo Jon diikuti dengan solo wakey dg “Excerpts from Six Wives …”. Meski berkali udah denger, tetap indah. Pada show kali ini rambut RW udah panjang seperti Yessongs dulu, kerutan hilang, mungkin udah dioperasi. Kebetulan t4 duduk saya di sayap RW / CS dan keliatan deket banget.

Repertoir selanjutnya adalah “Heart of The Sunrise” dengan menonjolkan Chris dan Wakey, nyambung ke Long Distance-The Fish. Kemudian, atraksi jam session Chris dan alan terjadi begitu menawan. Saya sempet melantunkan Tempus Fugit tapi ternyata Chris hanya memainkan penggalan bass yang menonjol dan “berjalan dinamis” di lagu Tempus Fugit dari Drama ini. Gebugan drum Alan membuat aksentuasi solo Chis menjadi terpola dengan apik, seolah memainkan repertoire beneran secara utuh. Di sela-sela solo bass nya, Chris juga memainkan penggalan “On A Silent Wing of Freedom” dari Tormato. Ciamik pol!

Setelah solo bass … masuklah “Awaken” yang sangat saya suka ini. Bagus sekali. Di bagian interlude akhir yang solo organ wakey mendayu-ndayu itu, dibawakan dengan jernih sempurna, termasuk ketukan triangle jon yang kencring kencring itu ….. Megah sekali lagu ini ….

Seusai Awaken, mereka pamitan. Tapi saya rasa ini bo’ongan karena standar nya Yes itu selalu “encore” nya “Roundabout”. Penonton keplok-keplok terus sambil tereak “more! more!”. Bener aja … mereka muncul lagi membawakan “I’ve Seen All Good People” dan apalagi kalau bukan “Roundabout”. Seperti memahami situasi bahwa kalau “roundabout” udah dimainkan maka pertanda usai, begitu “I’ve Seen Good People” orang pada menyerbu ke dekat panggung sambil tereak “Starship Trooper” “Close to The Edge” …..

Abis itu saya koit menderita kepuasan …. dan capek ngetiknya ….

About these ads

18 Responses to “Nggeblak Nonton YES Manggung …!!!”

  1. Tatan Taufik Says:

    Mas Gatot,

    Nggak terasa Yes manggung di Singapore sudah hampir 5 tahun yang lalu. Akupun saat itu bener2 menderita kepuasan paripurna! Apalagi jarak kita dari panggung hanya sekitar 5 meteran ya… wuih sampai monitor gitar Steve Howe jelas terdengar di tembang pertama dan kedua.

    Akupun sempat salaman dengan eyang Jon Anderson sewaktu dia jalan di antara penonton depan dan dia bilang “enjoy the show!”. Sehabis show saya dan mas Bowo sempet nongkrong ngobrol di marriott sampai lewat tengah malam.

    Yang mungkin paling beruntung adalah mas Benny Suyudono, beliau pas kembali ke Jakarta di Changi airport ketemu Steve Howe, Chris Squire, Alan White dan Rick Wakeman serta dapet tanda tangan mereka (berhubung gak ada kertas beliau minta tanda-tangannya di tiket pesawat hehehe….)

    Salam, Tatan

  2. Gatot Widayanto Says:

    Kang Tatan … yoiiii … what a memorable moment … !!!! Bayangin … udah 29 tahun menikmati musiknya, baru hari itulah melihat mereka main di depan mata saya … hemmmmm… uediyan jekkkkk…..!!!!!

    Salam,
    G

  3. alfie_khc Says:

    Saya tahunya terlambat karena dikerjain temen biar saya mabok dan nyesel seumur hidup padahal keinginan lihat yes itu dah sejak jamannya Bruford ada disana dulu ( waktu masih saya belasan tahun) dan memang nyeselnya samapai sekarang apalagi waktu Yes mau Show di Jakarta saya dari tlp banyak teman dan sudah janjian sama adik tercinta yang penggila YES juga (akibat saya racuni sama YES tiap hari ) buat kita coret coret jacket lagi (seperti waktu kami nonton Deep Purple di Senayan 33 tahun yang lalu)atau sablon logonya YES tapi manajemennya YES ketakutan buat gelar YES di Jakarta dan dua kali nyesel seumur hidup sampai saya sumpah serapah sama panitia dan manajemennya YES sekalian pemerintah Inggris yang ga berjiwa prog itu!.

    Salam

  4. Gatot Widayanto Says:

    Saya juga sudah beli tiket 12 biji pak buat konser di Jakarta, ambil baris kedua dari depan, karena baris paling depan buat UNDANGAN (yang nota bene pejabat dan biasanya .. belajar dari pengalaman nonton Rick Wakeman, gak ada yang dateng karena ndak ngerti). Jadi saya udah siap2 mau duduk di paling depan (seperti Rick Wakeman Concert) dan merencanakan membuat spanduk besar bertulisakn “29 YEARS IN WAITING” dengan simbol Yes di spanduk besar yang dibentangkan oleh 12 orang gendhenk yang beli tiket bareng tersebut, termasuk mas Beny Suyudono ….

    Begitu denger mereka batal … kesel banget saya … tapi ya udah .. the show must go on .. cari info di YESWORLD ternyata ada tuh di Spore …

    JRENG!!!

    Salam,
    G

  5. Surya Says:

    Om G, aku pnasaran sama fotonya yang bareng sama Jon Anderson itu, kok Simbah Jon lagi mbidik kameranya ke arah lain??? dia motret apaan?? padahal lagi foto2 sama Om G kan??? hehehe…itu gmana ceritanya, candid gitu???
    wah kapan yah bisa ntn konser band legendaris kayak gini… :(

  6. Gatot Widayanto Says:

    Surya,
    Critanya saat itu Jon sedang mencoba kamera istrinya. Jadi pas setelah ngobrol bentar dengan saya, dia coba kamera tersebut .. pas momen njepretnya kek gitu .. ya untunglah masih dapet mukaku deket ama Jon .. ha ha ha ha ha ….

    Salam,
    G

  7. adi Says:

    wuih nostalgik kemlithik tenan iki Pak Gatot, apalagi sempet foto bareng Jon Anderson, two thumbs up !

  8. agam Says:

    memang Singapura itu negeri yang tidak berbudaya tenan. masak disambangi YES yang datang penduduk asli cuma seupil.
    harusnya para musisi dunia ini diberi pengertian bahwa kalau mau mendapatkan penonton yang berbudaya, paham musiknya, berduit, ya ke Indonesia

  9. MITA_luv_howe Says:

    Wadyuhhh, keren banget fotonya bareng Jon, ngirinya hehe

    hampir nangis kalo inget waktu 2003 itu om(waktu itu masi SMA) , udah bahagia ngebayangin bisa liat pakde2 YES di jakarta , eh malahbelok ke negri jiran.

    Palagi pas tau Close To The Edge and Back Tour 2008 di North America dibatalin (mungkin alasan kesehatan, Jon asmanya baru kambuh) rasanya makin jauh harapan buat bisa nonton YES, takutnya mereka keburu mati.

    yah moga2 ada peluang Original Asia buat dateng ke sini, paling nggak masih bisa liat steve howe….

  10. alfie_khc Says:

    Jangan doain eyang Jon cepat wafat dong Mita, nanti bisa bisa blog pak Gatot ini berkabung sampai bulanan, karena hampir 100% yang posting di blog ini adalah para penggila YES tulen semua !.

    Salam

    MHAS

  11. Gatot Widayanto Says:

    Halo Mita …makasih ye komentarnya … Iya waktu itu kita udah rencana bikin banner besar dengan tulisan “29 years in waiting …welcome YES!” dan udah pesen 12 tiket front row. Rencananya banner itu pegang sambil diuduk dan berdiri nonton di baris depan. Tiket udah dibayar …eh BATAL …wadouw…

    Iya pak ALfie .. yang di blog ini pada gila YES, ELP, GENESIS, GENTLE GIANT ..dan …VAN DER GRAAF GENERATOOOOOOOOORRRR ….. (?????)

    hua ha ha ha ha ….jangan ngaku 70an kalo gak suka Van der Graaf …ha ha ha ha ha ….

    Salam,
    G

  12. MITA_luv_howe Says:

    ASW Om Gatot, Om Alfie

    Ceritanya dulu guru gitarku (namanya Bpk.Rudi Prasojo, juga penggermar YES dan Rush kelas berat) mau ngajakin bolos skolah,ke airport bareng jemput YES. Barangkali waktu itu beliau bakal jadi salah satu LO Yes selama di Jakarta, hati udah berbinar-binar. Ga taunya ga jadi,pundung deh.

    mumpung topiknya sedang YES, saya mau berbagi situs2 tempat saya dan temen2 penggemar Yes berkumpul dan naro karya /fan art
    (mohon mampir..)

    http://buttprobe-2112.deviantart.com/ —> punya saya
    http://yesclub.deviantart.com/ ———-> punya temen

    Kartun heboh Yes/ rick wakeman oleh NIna Mayehofer
    http://www.myspace.com/proganimewakey
    http://www.youtube.com/user/wakeyforever

    Aku selalu nge-doain Yes kayak ngedoain eyang sendiri…moga2 panjang umur, sehat, hepi dan selalu berkarya …hakhakhak

    wassalam

  13. Gatot Widayanto Says:

    Alaikumsalam wr wb.

    Halo MITA_luv_howe…

    Maaf telat soalnya ndak nyangka masuk moderasi …

    BTW, saya kenal sama Om Rudy Prasojo lho. memang dia jago gitar banget dan suka banget ama Howe….
    Kapan2 kita ketemuan ama Om Rudy sekalian ….

    Wass,
    Gatot

  14. MIta luvs HOwe Says:

    Wahh bener OM? Ayo kapan2 kita ketemuan, ama Pa Rudi ahaha, sekalian saya kenalan sama Om. Kemaren (off topic yah) saya kontak Pakguru, gara2 panik denger Steve Hackett bakal manggung di Jakk Jazz tempo hari (featuring ama band Djabe) ada di fyernya, ga taunya batal dateng band nya. Ya nasiib….

    For the love of Yesmusic, ahahaha

  15. Benny Suyudono Says:

    Gatot kemana aja ?

    Saya coba hubungi enga bisa. Tolong dong ke
    email saya di benpratiknos@yahoo.com

  16. Gatot Widayanto Says:

    Mas Benny,

    Lho? Masak sih mas? Aku selalu ada. Gak ada missed call dari mas Benny. Nonton DT nggak?

  17. Masih Layak-kah Nonton YES? « Music for Life Says:

    [...] gara2 bom Marrriott. Terpaksa saya harus ke Singapura buat nonton mereka main di sana. Silakan KLIK kalau mau membaca reportase saya.Sementara itu tak ada kabar kelompok lain dari generasi pertama [...]

  18. gilang Says:

    yes yang paling saya kagumi adadalah yes mark ll, & ABWH. ( semoga suatu hari ABWH konser di ind0nesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: