Archive for March 19th, 2008

Merajut Makna Melalui Prog Rock (15 of 99)

March 19, 2008

Hari Tanpa Pengharapan – Mungkinkah?

Jawabannya ya mudah sekali: sangat mungkin. Banyak kok orang yang memulai hari tanpa pengharapan apa2. Istilah kerennya ”go with the flow” alias bahasa Inggrisnya ”mengalir sajalah…”. Temen saya ada yang bilang ”nikmati saja” (dengan intonasi pengucapan yang penuh penekanan). Banyak orang menikmati hidup dengan menjalaninya tiap hari dengan menapakkan jejak langkahnya mengikuti apa yang dibawa alam atau lingkungan diseputar kehidupannya. Makanya ada yang bilang bahwa hidupnya adalah sebuah kerutinan ”from 8 to 5” (jam kerja kantor) dan perlu dinikmati. Ya, saya salut dengan orang2 yang menganut aliran ini karena sebagian besar dari mereka yang saya kenal, tidak banyak mengalami tekanan (stress) dalam hidupnya. Dan jangan salah, banyak yang ”berhasil” dalam karirnya dengan menikmati setiap jengkal profesinya asalkan dibarengi dengan ketekunan.

Apapun bentuknya, sesuatu yang bernama ”hari” itu bener2 penuh misteri dan hanya satu Dzat yang maha mengetahui misteri itu, yaitu Allah SWT. Jangankan sebuah hari, sebuah daun kecil yang terjatuh dari pohon di belantara hutan pun Allah Maha Mengetahui kok. Dia juga Maha Kuasa sehingga bila berkenan, apapun bisa terjadi dalam sekejap: hari yang penuh kecerahan, hari penuh bencana atau hari yang ”biasa-biasa saja”. Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini tunduk terhadap apapun titahnya karena Dia adalah Maha Diraja yang Paling Berkuasa dan tidak ada satu hal pun di alam semesta yang menyamai atau bahkan mendekati kuasaNya. Namun, Dzat yang satu ini berbeda dengan manusia yang bila mendapat kuasa malah cenderung sombong dan mendholimi makhluk lain. Dzat ini justru sangat menyayangi semua isi alam semesta ini terutama bagi mereka yang patuh terhadap perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.

Dia sangat Pemurah terhadap ciptaanNya yang patuh. Alkisah pada hari perhitungan, tinggal dua orang yang setelah dihitung amalan dan maksiatnya akhirnya diputuskan oleh Allah SWT keduanya masuk neraka. Dalam perjalanannya menuju neraka, salah satu dari dua orang ini menoleh ke surga dan Allah menanyakan mengapa ia melongok menoleh surga. Orang tersebut menjawab bahwa ia menyangka Allah akan memasukkannya ke surga. Mendengar jawaban orang ini Allah SWT memerintahkan malaikat untuk memasukkan orang ini masuk surga. Ini menunjukkan bukti bahwa bila kita berbaik sangka kepada Allah, insya Allah memberikan rahmatNya kepada kita.

Dalam misteri hari, saya cenderung memilih school of thoughts yang mengatakan bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini harus diawali dengan sebuah harapan. Harapan adalah cahaya yang memberikan semburan kecerahan dalam menentukan arah yang kita lakukan agar tidak ”in limbo” dan terbawa arus. Mengapa? Karena kita semua tahu bahwa
album hidup adalah untuk mati pada akhirnya. Visi manusia hidup itu jelas: kematian. Tentu, kematian yang bermartabat, yaitu kematian yang membebaskan kita dari siksa alam kubur dan membawa kita ke surga. Saya justru menyikapi rintihan Edgar Winter dalam lagu “Dying To Live” yang menyuarakan “Why am I dying to live if I’m just living to die?” dengan kerangka : karena saya ingin mati bermartabat, mati yang khusnul khotimah, karena hidup ini hanya sementara dan hanya ada satu kehidupan kekal, yaitu akherat.

Sementara itu kelompok YES dalam album “Union” membuat komposisi indah bertajuk “Without Hope, You Cannot Start The Day” yang menurut saya temanya sangat menggugah. Saya ibaratkan lirik lagu ini merupakan dialog dengan Allah dalam shalat Dhuha untuk memulai sebuah “hari”. Dalam setiap segmen gerak shalat, sebagai manusia lemah, saya merasa seolah saya ini egois sekali karena selalu saja dalam shalat saya lebih banyak meminta kepada Sang Penguasa, dan Allah seolah berkata (seperti dalam lirik di lagu ini):

I can see what you’re thinking of

I can see what you think you need

I can see what you’re thinking of

I can see that it must be love

Dalam gerak sujud saya, seolah tutur kata seperti itu dikatakan Allah kepada saya yang (sekali lagi) selalu saja meminta YesUnion album coverkepadaNya. Tentu Allah mengetahui apa yang saya pikirkan dan juga yang saya butuhkan persis seperti lirik lagu di atas. Dan tentu saya lakukan ini karena cinta saya kepada saya (uh .. betapa egoisnya saya!), kepada anak-anak saya yang sudah dewasa dan saya kurang dalam mendidiknya menjadi anak yang soleh (ini yang mengganggu saya, karena ini sama aja dengan saya mendurhakai anak saya), kepada keluarga saya. Semuanya saya mintakan ampun kepada Allah SWT tanpa rasa malu bahwa saya tidak banyak berbuat di jalanNya. Sudahkah saya menjalankan semua perintahNya? Sudahkah saya meninggalkan semua laranganNya? Sudahkah saya membimbing keluarga saya ke jalan Nya? Sudahkah saya bersedekah? Semakin saya challenge diri saya dengan pertanyaan tersebut, saya menjadi semakin kecil dan tidak ada apa-apanya sama-sekali!!!!!! Ya Allah .. ampuni semua wrongdoings yang telah saya lakukan karena terlena dengan kenikmatan dunia yang sungguh sangat menawan dan menggoda ini. Berapa kali saya “cuekin” panggilan shalat berjamaah di masjid yang Kau suarakan lewat bhilal di masjid sebelah rumah, demi kenikmatan mendengarkan “South Side of The Sky” nya Yes yang musiknya menawan? Belum lagi bila aku tergila-gila menyanyikan “Script for A Jester’s Tear” nya Marillion atau “Fly on a Windshield” nya Genesis? Meski kadang saya juga memutar lagu yang membesarkanMu seperti “The Revealing Science of God” nya Yes; tetep aja saya cuekin adzan itu. Berapa kali saya menolak memberi makan anak yatim? Berapa kali saya menolak pengemis? Berapa kali saya mengeluh “ah!” kepada ibunda tercinta dimana surga ada di telapak kakinya? Sejuta dosa telah saya akumulasikan …. kok saya tetep minta kepadaMu ya Allah? Betapa tidak tahu dirinya saya …

Penggalan lirik I can see what you think you need sungguh bermakna sangat dalam bagi saya, karena saya sering-kali “sok tahu” apa yang saya butuhkan. dan biasanya, ke”sok-tahu”an saya itu tak jauh berkisar pada hal2 yang sifatnya fisik materiil: bisa beli CD yang buanyak, punya rumah yang besar dan asri, punya mobil, punya banyak uang, tabungan berlimpah, bisa jalan2 ke luar negeri, bisa nonton konser Pain of Salvation atau Dream Theater atau King Crimson .. dan sejuta “bisa” lainnya. Ini membuktikan rasa kekurangbersyukuran saya dalam menikmati apa yang sudah ada. Diberi mata yang sempurna, tapi tidak diamini dan disyukuri, malah dipakai buat nonton yang maksiat,bukan buat membaca kitabNya. Diberi tangan dan kaki sehingga bisa bersepeda, berlari, naik gunung, namun gak bersyukur. Itulah … saya suka sok tahu terhadap “what I think I need” yang sebetulnya justru Allah lah yang MAHA MENGETAHUI apa yang saya butuhkan.

Allah sendiri sebenernya sudah memberi kesempatan kita mulai sejak matahari belum terbit dengan shalat Subuh yang bisa kita gunakan memohon rahmatNya untuk masa depan kita dan memulai berangkat kerja dengan rahmatNya. Pada saat di tempat kerjapun, sebelum memulai segala macam kegiatan pekerjaan, kita diberi lagi waktu melalui shalat Dhuha untuk memohon rahmat agar apapun yang kita kerjakan pada hari tersebut merupakan jalan ibadah kepadaNya. Makanya lantunan Jon Anderson dalam “Without Hope, You Can Not Start The Day” sungguh nikmat buat memulai bekerja.

Salam,

G

Lirik lengkap “Without Hope, You Can Not Start The Day”

Hold still now for the moving information close to you.

You could never force it in your life: this decision to break it.

Without hope, you cannot start the day.

It’s coming clear I’ve noticed;

It’s a different face you’re showing.

It’s another “Welcome Back”.

I don’t imagine it could be this way — So jealous!

Only you can tell it; tell me why.

Only you call tell it.

Only you can say.

In between this moving out to save your soul it came away,

And took it out;

Oh why?

Fire burning wild, burning in the night, chasing in the wind;

Shadows always dance in the rain, ringing into the fire.

Doesn’t matter who, who can see in the smile.

Hope in the rain, open the flame, coming back in the night.

I can see the rhythm of the rain; I can see it shout back under:

I can see what you’re thinking of

I can see what you think you need

I can see what you’re thinking of

I can see that it must be love

Shadows come alight from the vision that flowed;

Shake it off – Passion is the flame that fired.

Does it matter? Can you give? Can you hear it come?

Can you see you’re like?

What’s the matter? Don’t you want to risk? Don’t you want to hold me?

Hold me, dance in the rain.

I can see the love in your eyes; I can see you coming.

I can see what you’re thinking of

I can see what you think you want

I can see what you’re thinking of

I can see that it must be love

Sweet suffering, love protection: Need it, You need; Come to me.

Believe it, better by far, your heart is there;

Most of all: Believe it.

Perfection Reaction…

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 131 other followers