Cerita Pendek Tragedi Berdarah Konser Beside
Pengantar : MUSIK ROCK INDONESIA BERDUKA …. Ini memang suasana berkabung dari tragedi yang baru saja
terjadi di Bandung pada Sabtu lalu yang merenggut 10 korban meninggal dunia. Tragis. Cerpen ini ditulis oleh Eben, gitaris kelompok BURGER KILL dari Bandung. Kejadian ini perlu kita renungkan agar di kemudian hari penyelenggaraan konser musik, terutama rock, berjalan jauh lebih tertib dan aman. Saya sendiri sudah beberapa kali menjadi MC konser metal dan rock, namun selama ini saya lihat mereka (penonton) cukup tertib. Penuturan Eben ini diposting sama temen saya Supriyanto di milis i-rockmusik@googlegroups.com. Minggu depan, 22 Feb 2008, konser Helloween digelar dan Burger Kill juga main sebagai opening act. Semoga tidak ada pembatalan penyelenggaraan konser ini karena tragedi berdarah di Bandung. Juga konser internasional lainnya akan digelar: Bjork, Incubus, Skid Row. Semoga semua berjalan lancar.
————–
Cerita pendek Tragedi Berdarah konser musik Beside.
Tepat jam 19.00 wib saya tiba di gedung AACC di jalan Braga Bandung, tempat dimana launching album perdana band metal asal kota kembang Beside digelar. Suasana diluar gedung sangat ramai dipenuhi teman-teman dari komunitas yang berkumpul untuk menyaksikan konser tunggal dari band yang baru saja meluncurkan album bertitel “Against Ourselves” ini. Di depan gerbang gedung yang berkapasitas 500 orang ini saya melihat ratusan metalhead yang terus mengantri berusaha masuk kedalam gedung, terlihat juga beberapa orang aparat keamanan yang sedang bersantai duduk diatas motor yang diparkir di depan gedung. Tidak lama kemudian dari luar terdengar Beside sudah mulai menggeber lagu pertama dari set list konser mereka malam ini, tanpa banyak menunggu saya langsung masuk melalui pintu samping gedung yang dikhususkan untuk para undangan dan teman-teman media.Dari pinggir panggung saya melihat hampir 800 metalhead memadati crowd yang intens berpogo ria diiringi penampilan Beside yang powerfull, setelah saya perhatikan nampaknya pihak panitia telah menjual jumlah tiket yang melebihi kapasitas gedung. Sempat beberapa kali saya melihat beberapa penonton yang mabuk dan pingsan dehidrasi dikarenakan kurangnya sirkulasi udara segar di dalam gedung, tapi sangat disayangkan pihak panitia tidak sigap menyediakan bantuan yang maksimal seperti PMI atau tim khusus untuk menangani kejadian seperti ini, sehingga beberapa penonton yang pingsan hanya dibiarkan tergeletak di lorong samping panggung tanpa pertolongan yang benar.
Memang udara didalam gedung sangat panas dan pengap hingga dipertengahan konser saya berjalan keluar melalui jalan samping untuk membeli minuman dingin. Dari depan pintu samping saya melihat kerumunan penonton tanpa tiket yang beramai-ramai berusaha merubuhkan gerbang utama gedung AACC ini, namun sayangnya para aparat yang berada di sekitar gerbang tidak melakukan tindakan antisipasi dan hanya berdiri merokok menyaksikan kejadian tersebut. Sempat saya mengingatkan salah seorang aparat untuk segera bertindak tapi hanya sebuah jawaban sederhana yang saya terima, “Udah biarin aja ada panitia yang jaga, kamu ga usah ikut-ikutan” tuturnya. Aneh mendengarnya, seharusnya mereka lebih sigap dan segera mengamankan kejadian tersebut. Merasa tidak digubris saya kembali masuk kedalam gedung dan memberi tahu kondisi diluar gedung ke pihak panitia yang berjaga didalam, akhirnya beberapa panitia berlarian keluar untuk ikut membantu.
Setelah pemutaran video klip “Holyman” melalui big screen di kanan kiri panggung para personil Beside terlihat membagikan beberapa gelas bir kepada penonton yang berada di barisan depan panggung, tentunya suguhan ini dengan gembira ditanggapi oleh para penonton yang memang kehausan setelah terus berpogo. Tak berselang lama Beside kembali bersiap dan melanjutkan konser mereka. Sekitar jam 20.30 konser yang berjalan lancar ini berakhir, kerumunan penonton yang mengantri untuk keluar pun terlihat aman dan tertib. Didalam gedung terdapat beberapa penonton yang kelelahan dan beristirahat sambil menunggu antrian yang cukup panjang. Dan tragedi buruk ini pun dimulai, tidak lama kemudian saya mendapat kabar bahwa diluar ada dua orang penonton yang meninggal karena kehabisan nafas.
Tiba-tiba seorang aparat tanpa seragam naik ke atas panggung dan langsung berteriak-teriak menyuruh semua penonton yang ada didalam gedung untuk segera keluar. Tanpa basa-basi pun beberapa polisi lainnya ikut masuk kedalam dan dengan kasar mengusir semua penonton yang tersisa. Kembali saya coba mengingatkan para aparat untuk tidak bertindak kasar dan menerangkan bahwa diluar antrian penonton masih panjang. Namun sekali lagi omongan saya tidak digubris dan mereka terus bertindak seenaknya mendorong dan menendang para penonton, dan akhirnya suasana antrian menjadi tidak terkendali.
Beberapa penonton dibagian belakang terus mendorong kedepan karena takut terkena pukulan para aparat yang terus memaksa keluar, sangat jelas terlihat bertambahnya korban yang pingsan karena terinjak-injak antrian yang terus menumpuk. Dalam kondisi panik saya berusaha membantu seorang penonton yang tergeletak pingsan didepan gedung dan membopongnya untuk dibawa kedalam mobil salah satu panitia. Tiba-tiba salah seorang teman saya yang juga ikut membantu korban dipukul wajahnya oleh seorang oknum aparat tanpa alasan yang jelas, dengan sigap saya berusaha melerai mereka. Dan sekali lagi sikap angkuh dan sok jagoan dari seorang oknum aparat pun dipertontonkan, dengan sikap yang kampungan hampir 20 orang aparat langsung menyerang saya dan mengeroyok membabi buta seperti segerombolan preman yang haus berkelahi.
Akhirnya suasana kembali tidak terkendali dan kerusuhan pun terjadi, beberapa teman yang ikut melawan dan melindungi saya pun ikut terkena pukulan dan tendangan dari oknum-oknum aparat yang terus bertambah sehingga kami semua berpencaran berlari jauh untuk menghindar. Dari kejauhan saya melihat beberapa korban yang pingsan didepan gedung diusir dengan kasar oleh beberapa aparat, dan mereka pun langsung memasang Police Line agar tidak ada lagi penonton yang masuk kedalam gedung. Tak lama kemudian saya mendapat kabar bahwa beberapa teman saya dibawa ke Polwiltabes Bandung sebagai saksi untuk dimintai keterangan perihal kejadian tersebut, dan saya pun langsung menuju kesana untuk mencari tahu kepastian beritanya.
Sesampai di kantor polisi saya melihat beberapa panitia yang berkumpul sambil menunggu giliran untuk di interogasi. Saya mencoba menghampiri dan bertanya kepada mereka tentang berita terakhir korban tragedi tersebut dan ternyata jumlah korban yang meninggal sudah mencapai 10 orang yang tersebar di 2 Rumah Sakit. Beberapa korban yang tidak tertolong meninggal di RS Bungsu dan RS Hasan Sadikin Bandung, dan menurut panitia yang ikut mengantar ke rumah sakit bercerita setibanya di rumah sakit hampir sebagian besar korban tidak dilayani dan hanya dibiarkan saja oleh pihak rumah sakit hingga akhirnya mereka meninggal dunia. Mungkin hal ini terjadi dikarenakan pihak rumah sakit takut akan tidak selesainya urusan admistrasi dari masing-masing korban. Sungguh kondisi yang sangat mengecewakan dan menyesakan dada, namun apa daya semuanya sudah terlewati dan kami sudah tidak bisa membantu lebih banyak lagi.
Dunia musik Indonesia kembali berduka, sebuah konser musik yang menelan korban jiwa kembali terjadi. Lalu siapa yang bisa disalahkan? Apakah buruknya persiapan antisipasi panitia yang nakal dengan menjual tiket diluar kapasitas gedung? Apakah juga bobroknya sikap aparat sebagai pihak yang seharusnya mengatur keamanan di lokasi konser? Atau terlalu banyaknya teman-teman kita yang terlalu mabuk ketika menonton konser? Lalu bagaimana dengan parahnya pelayanan di rumah sakit yang terkesan acuh untuk menangani korban? Saya rasa semua itu bisa menjadi penyebabnya, dan kita hanya bisa menyesalinya. Tentunya setelah tragedi ini rasa pesimis teman-teman di komunitas akan sulitnya izin untuk bisa menyelenggarakan konser-konser akan semakin bertambah.
Dengan adanya tulisan pendek ini mudah-mudahan berita miring di media yang terkesan memojokan teman-teman komunitas atas tragedi ini dapat sedikit diluruskan, dan kejadian ini dapat dijadikan contoh kasus yang perlu diteladani dan disikapi dengan benar oleh semua pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan sebuah konser musik. Tulisan ini hanya sebuah pandangan dan opini seorang musisi, teman, dan penikmat musik yang sangat mengharapkan suasana yang kondusif dari sebuah konser. Dari lubuk hati yang paling dalam saya mewakili komunitas musik sejagad Indonesia turut merasakan prihatin dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi ini. Semoga teman-teman kami yang telah pergi dapat beristirahat dengan tenang dan segala kebaikannya diterima disisi Allah SWT, Amien…
Live hard, die hard… Rest In Peace Brothers, we’re gonna miss u…
Posted by Megabenz.(Eben BKHC)
February 11, 2008 at 3:42 am
egois semua ceritanya
hanya karena “oknum”
seperti saya yang harus keluar kost gara - gara
“oknum” membawa cewek
rest peace n gaul
February 11, 2008 at 3:45 am
secara implisit negra kita adalah sekumpulan otoritas bobrok
secara simultan baik sipil atau non sipil bertindak move di luar batas
komunitas minor secara threat selalu jadi kambing hitam
anjing media blow up news shit
metro tv,sctv,rcti diulas mirip cek dan ricek
…………………………………………………………………….malang……………
February 11, 2008 at 3:47 am
kurang ajar memang
semoga arwah yang meninggal dapat menjadi martir hitam
para korban penjahat wewenang
February 11, 2008 at 3:49 am
lebih dari 10 th saya nonton gigs di saparua sampe di dago tea house
kejadian memilukan baru terasa sekarang
saya sampe gak bisa tidur ingat komunitas dibandung diujung tanduk
February 11, 2008 at 3:53 am
waktu acara itu gwe berada di depan pintu, ada salah satu oknum aparat
mencolek kegenitan bernafsu tolong pak polwil bandung bertindak tegas
kita hanya cari hiburan.ada teman gwe di pegang “anunya”
anjing aparat
February 11, 2008 at 3:55 am
akohol menurut aa’ gym adalah bencana besar bagi umat
tolong sekali lagi anak beside terus kasih minum racun tikus ke aparat
sumpelin aja anusnya pake mic
February 11, 2008 at 4:29 am
Wah .. terima kasih reaksi yang begitu cepat dari temen2 … Waktu tinggal di Bandung jaman baheula .. saya juga berkali-kali nonton konser rock dari Arthur Kaunang, Yuke Semeru dengan G’Bril nya dan sampe konser Cockpit dan Uriah Heep sekalipun .. kagak pernah ada kericuhan. Bahkan persahabatan antara rockers begitu dekat …
Demikian pula di Jakarta dengan Metal Madness (diulas di Kompas, bahkan), Sunday Metal Fest, DragonForce .. semuanya aman sejahtera ….
Namun kawan … kalo boleh gw sarankan, jangan lawan kebathilan dengan sumpah serapah … kita hadapi dengan kearifan. Kekesalan cukup dibatin dalam hati saja, tidak perlu ditulis di dunia maya karena bisa memancing yang lain dan membuat suasana menjadi keruh.
Kita doakan Allah SWT memberi petunjuk ke kita semua semoga penyelesaian kasus ini tuntas dan yang salah memang bener2 salah (bukan kambing hitam) dan mendapatkan pelajaran yang setimpal sesuai hukum berlaku. Bila dalam prosesnya terjadi kecurangan, Allah MAHA TAHU dan oengadilan hari akhir jauh lebih keras dazab nya …
Ini memang tragedi yang memerlukan renungan mendalam dari kita semua …. tapi kita harus tetap arif.
PEACE MAN!
Salam metal! Salam prog! Salam rock!
Gatot Widayanto
February 11, 2008 at 4:30 am
Sori salah ketik:
Bila dalam prosesnya terjadi kecurangan, Allah MAHA TAHU dan oengadilan hari akhir jauh lebih keras dazab nya …
SEHARUSNYA:
Bila dalam prosesnya terjadi kecurangan, Allah MAHA TAHU dan pengadilan hari akhir jauh lebih keras adzab nya …
February 11, 2008 at 5:19 am
Memang kita tetap harus arif dan tidak perlu memperkeruh suasana….., tapi tunjukkan bahwa kebenaran tetap harus diperjuangkan…….
Salam jabat erat,
ChankS
February 11, 2008 at 5:31 am
ikut berduka..
bisa di ambil pelajaran dari kejadian yang telah terjadi..
mudah”an manusia bisa melihat dirinya sebagai siapa!
agar bisa melakukan tugasnya masing”…
February 11, 2008 at 7:16 am
oknum tai!!!!
apakah seperti itu sikap oknum!!!!
yang harus di salahkan ya oknum!!!!
panitia mungkin tak bisa berbuat apa apa karena banyak orang yang ingin menjebolkan acara itu!!!!
kita belajar dari acara ini okeh!!!!
jangan menjebolkan acara!!!!
mending beli tiket!!!!
masa Rp.10.000 doang gak kebeli????
BANDUNG SKATEPUNK!!!!!
February 11, 2008 at 9:55 am
1 . sy sengaja memasang alarm jam 6.15 pagi tgl 11 februari 2008 begitu dengar 2 dari personil berangkat ke jakarta untuk diwawancarai oleh stasiun tv swasta LATIVI . begitu sy liat di tv , sy benar2 tidak menyangka mereka ( pihak LATIVI ) bahkan tidak mengetahui moshing . malah mereka bilang itu kerusuhan ? haha . aneh . mene ede yeng keye begete . TIDAK TAHU MALAH BERSIKAP SOK TAHU . apalagi dengan sikap mewawancarai yang terlihat sangat menyudutkan . hah . disini sy MENGINGATKAN KEPADA MEDIA yang tidak mengetahui apa2 jangan banyak mengarang bebas . ini bukan pelajaran bahasa indonesia . katanya mu ngasi berita FAKTA ? kok ditambahin fiksi . apeu .
2 . sy benarkan soal APARAT yang hanya marah2 tidak karuan . malah ada yang melihat sy dengan memicingkan mata dari ujung kepala sy sampai ujung kaki . ” maksud loe ?? ” (entah mungkin karena sy begitu cantik . haha . ) padahal disekitar mreka banyak korban yang harus dievakuasi . bukannya membantu . yu . oia , dulu di AACC jg pernah ada acara METAL BERWARNA , sy melihat kekacauan yang terjadi , hampir sama seperti yang dikatakan , bahwa APARAT HANYA MELIHAT TANPA MELAKUKAN APA2 . smpe sy YANG BUKAN PANITIA harus turun tangan . sy mencoba meminta bantuan kepada aparat and guess what , satu aparat bilang ” bilangny ke ketua aparat ” , yang satu lagi bilang ” iya iya ” satu lagi bilang ” baiklah ” . AND ALL THEY DID IS NOTHING ! . akhirny sy desak terus sampai mau mambantu . hah . SANGAT TIDAK CEKATAN . mana yang ktny mau membantu masyarakat ??? atau harus dibayar dulu baru mau mambantu ?? emang ga dikasi gaji ? kasiaan , buat apa donk jadi aparat ? sabar yah .
3 . bukan maksud sy memihak panitia , tapi mereka sudah terlalu banyak disalahkan , karena kelalaian yang akhirnya sebetulnya bukan hanya kelalaian panitia saja . tapi dari aparat dan juga penonton .
tolong donk para penonton , emang datang ke acara metal harus MABOK ? sudah mabok bahasa yang digunakan juga sangat disayangkan . yang paling parah ya ini , yang akhirnya brakhir menyedikan . TANPA MEMBAYAR TIKET MENCOBA MENEROBOS MASUK , dan membuat kacau acara , merusak fasilitas , padahal para personil sudah mengingatkan untuk tetap cool and calm waktu interview2 diradio . sy dengar sendiri koq , aduuhh , kasian bgt sih . buat beli minuman beralkohol koq bisa ? ini cuma ngluarin kocek ceban aj susah . sulit , sulit .
4 . INNALILAHI WA INNAILAIHI ROJIUN . smoga kawan2 diterima disisinya ! amien .
5 . hmm . peristiwa ini bener2 ngebuat pusing , sedih , ga karuan , kesel , pada akhirnya kita bergelut dengan diri kita sendiri . maybe yes , WE ARE AGAINST OURSELVES ! buat kaka2 dari BESIDE , dan para rocker underground lainny , yu ah kita bela musik kita ! semangat !!!!!
6 . buat penyelenggara acara , lain kali jangan sungkan minta bantuan aparat , klw bisa suruh cewe yang minta bantuan . da klw nyuruh laki2 yang minta bantuan mah aparat gkn ngebantu cu . mending cewe , ceweny suruh pake rok mini , trus nangis , sambil flirting2 . haha , uh oh uh oh , aaaw . ( tw bgt lah aparat ky gmn ) oia , GA USAH NGASI DUIT LAGI DA ITU SUDAH TUGAS APARAT ITU SENDIRI UNTUK MEMBANTU MASYARAKAT !!!
February 11, 2008 at 9:59 am
eh , sy baru aj liat di METRO TV ONLINE , mereka memasang video penonton beside yang lagi moshing , tulisanny , “Keributan dalam konser Band Beside di Bandung, Jawa Barat.” haha . GAUL DONK JADI MEDIA . haha .
February 11, 2008 at 1:36 pm
sumpah pemda bandung hanya memikirkan persib..
buktinya gada hasil + dari perjuangan mereka…lihatlah kejadian beside ini…gara-gara bandung tidak punya tempat bwd musik padahal bandung adalah barometer band indie indo…….semoga tak ada kejadian kembali seperti itu
February 11, 2008 at 1:59 pm
sedih banget
ko media begitu menyudutkan genre musik underground
padahal genre magh ga ngaruh
emang kericuhan disebabkan oleh genre ?
ga kali!
dangdut aja bisa bikin ricuh
lebih parah lagi
tapi kenapa seolah pemberitaan begitu menyudutkan genre musik underground yang keras…
seandainya kita punya wadah yg layak untuk menyelenggakan musik seperti ini
ini adalah bukti bahwa anak2 bandung begitu mencintai musik underground
underground takan pernah mati..
kami kan tetap ada
February 11, 2008 at 3:54 pm
Memang, kadang-kadang musik menjadi disalahkan dalam hal ini, tetapi begitu banyak sisi2 lain yang harus diperhatikan dalam tragedi ini, dan semoga juga tidak akan mempengaruhi konser2 musik lain di negeri kita ini..seperti kata Mas Gatot juga, dan lebih jauh lagi diperlukan kearifan untuk melihat tragedi ini dari sudut pandang yang lebih bijaksana. Memang musik tidak akan pernah mati oleh tragedi apapun, musik akan tetap menjadi bagian dari kehidupan manusia. Terima Kasih.
Salam Metal, Keep on Proggin’, Rock Will Never Die, Long Live Underground.
Salam
Fridie
February 12, 2008 at 1:25 am
Temen2 semua .. metal mania .. rock mania … underground mania ….
Memang dari dulu yang namanya musik rock, heavy metal, dan segala macam turunannya selalu dikonotasikan dengan aliran sesat, musik setan, dan sebagainya. Orang menilai musik rock dari segi beringasnya penampilan sang rocker dan juga kelakuan beberapa pemainnya yang sebetulnya gak hanya rocker aja, selebrities pop pun juga bisa berperilaku seperti itu. Namun tetep aja orang masih memojokkan musik rock, metal, underground sebagai musik sesat ….
The QUEEN, mohon dipahami juga bahwa pihak MEDIA belum tentu paham dengan moshing, slamdance dsb. Dulu waktu saya jadi host malam inaugurasi i-Rock! tahun 2006 di Hard Rock Cafe Jakarta, pengunjungnya juga mbludag sampe 800an orang padahal kafenya kecil. Pas Sucker Head main, penonton pada moshing dan itulah pertama kali saya liat moshing dan saya pikir itu berantem - sampe saya panik dan bikin announcement bahwa mereka gak boleh berantem .. eh ternyata … itu justru membuat masa metal bersatu, dengan melakukan moshing dan slam dance dsb. Seru …
Setelah itu saya terbiasa dengan atraksi penonton metal, bahkan saat METAL MADNESS, saya liat sendiri masa yang jumlahnya hampir 3000 melakukan moshing seru banget. Lama kelamaan saya menikmati mereka moshing … Juga pada saat SODOM, DRAGONFORCE, SUNDAY METAL FEST, dsb .. mereka seru banget … Saya enjoy. Dan .. mereka kompak sekali!!!
Ide THE QUEEN buat menyuruh CEWEK minta bantuan aparat keamanan .. sangat brilliant itu !!! Saya akan usulkan buat tim panitia konser Helloween minggu depan tuh. Yah .. semoga gak ribut yah …
Tadi malem saya liat tv konon ada dari pihak aparat yang kena skorsing juga… Ini mungkin juga karena pemeriksaan terhadap saksi mata yang memojokkan aparat juga. Gimanapun juga KEBENARAN musti akan terungkap .. karena ALLAH MAHA TAHU … Kita doakan penyelesaian kasus ini berdasarkan kebenaran dan hati nurani. Ini melibatkan 10 korban jiwa lho .. bukan jumlah yang sedikit … satu orang aja sudah berat kok .. apalagi 10!!! Innalillahi wa Innailaihi Roji’un …
Salam Metal!
G
February 12, 2008 at 2:51 am
kalo Liat dr crita diatas . dan crita dr temen2 saya yg menyaksikan langsung dsana .. saya rasa ini memang musibah .. dan saya turut berduka atas kejadian yg menimpa “dulur - dulur” kita dsana ..
tp jujur .. dr lubuk hati yang paling dalam saya hanya ingin berkata ..
“APARAT DARI DULU MEMANG KEPARAT”
*ekki -underverse-*
February 12, 2008 at 3:19 am
Kalau sudah kejadian itu berrati Takdir dari Allah SWT jadi janganlah kita saling mengumpat/menghujat karena sekalipun segala kekuatan di alam semesta ini sisatukan itu tidak akan bis amengubah takdir yang telah digariskanNya.
Mungkin yang dapat kita lakukan sekarang adalah berkontemplasi/bertafakur
kemudian memperbaiki diri bukan saling mencaci!.
Salam
February 12, 2008 at 3:44 am
smua karena alkohol…. Saran saya anak2 muda sekarang boleh lah idealis soal aliran musik yg keras2 (asumsi para pihak media yg suka musik ini dekat dengan narkoba dan alkohol), mari para metal mania hilangkan asumsi itu di pihak media, dengan tidak menggunakan narkoba dan alkohol,
Smua yg dilarang oleh agama ga akan berujung dengan baik -_-’
February 12, 2008 at 4:03 am
merk birnya apaan sih? sponsor minuman keras di acara konser musik rock keliatannya nggak bijaksana deh.
February 12, 2008 at 6:14 am
saya atas nama komunitas PUNK CHADAZ kami turut perihatin atas kejadian tersebut. kami do’a kan semoga arwah para teman yang mendahului kita diterima disisi-Nya.
tetap jaga persatuan musik BDG
—th3 pUNk—
February 12, 2008 at 7:14 am
Ini mah balik lagi seperti jaman konser AKA, Godbless, Giant Step atau Rollies pada tahun 70′an yang selalu saja telan korban akan tetapi mereka meninggal bukan karena nenggak alkohol atau ngobat tapi tergilas para penonton yang bisa mencapai belasan atau puluhan ribu orang seperti di Malang, Bandung atau Jakarta (summer 73). Namun anehnya para pemainnya sekarang dah pada jadi Ustadz, Dai atau Pendeta dll, itulah spirit 70-an garang dipanggung santun /alim di masyarakat.
Salam
February 12, 2008 at 8:27 am
turut bduka cita bwt korban2 d konser beside..
wow..
prtama kali gw tw kjadian in dr beberapa teman dr bdg yg pada saat itu ikt bermain pada gigs yg saya bwt d bogor.
gw sendiri g tw jelas ttg kronologis kjadian,karna gw jg g prnh nonton tv.
tp klo gw baca dr crita d atas..
mnurut gw,smuany hal hasil dari kejelakan moral individualnya.
biarpun kita minum pas acara berlangsung,klo kita bsa ngebawa dan ngebatesin diri,mugkin ga akan ada masalah.
trs panitiany juga jgn terlalu tamak dengan menjual tiket lebih dari kapasitas venue.
polisi atau aparat yg seharus ny berfungsi sebagai pengaman atau pengayom masyarakat(ap lagi dy btugas untuk menjaga acara tsb)
seharus ny bsa mengambil sikap dan sadar akan tugas yang diembannya.
jgn malah santai ngrokok ngeliat tindakan anarki bkn mencegah malah cuek.
klo udh kjadian ny tambah parah,baru mreka sok jagoan, lebih brutal dan lebih anarki dari yg lain..
mukulin yg g salah,cuek sama yg pingsan…
parah…
rumah sakit jg ga mw ngambil sikap tegas thdp korban,
kok malah diem2 aj,mungkin bner seh mreka takut ga ad yg nanggung biaya administrasiny.
tp kan mreka dokter dan suster yg punya tanggung jawab bwt ngerawat org sakit!!!
msa iy d diemin amp ad yg meniggal..
udh gila kali mreka..
February 12, 2008 at 8:59 am
Sebentar tho, yang sampeyan maksud APARAT itu sapa tho?
Enggak jelas dan bisa salah tafsir, nanti dikira fitnah..atau kena pasal perbuatan tidak menyenangkan atau peghinaan terhadap lembaga negara.
Oey mau komentar belum cukup inpormasinya, itu tentang APARAT tadi…
Kalau APARATnya itu tukang BAKSO, ya mereka benar, lha wong mereka cari duit sendiri, dimakan sendiri endak ada kenaikan upah (eh gaji)berkala, enggak ada tunjangan Istri dan anak, enggak ada tunjangan beras, enggak ada tunjangan lauk pauk, enggak ada uang pakaian, enggak ada uang lembur, enggak ada uang transportasi, enggak bisa mencari tambahan sendiri, enggak bisa kompas orang, ya melulu jual bakso itu. Kalau mereka diharapken mbiantu Panitia ya gak mungkin lah…sampeyan ini mengada ada saja…
Duwitnya tukang bakso itu kan dari keringatnya sendiri, modalnya sendiri bukan dari uang rakyat, jadi kalau enggak mau bantu rakya ya wajar to
Lha yang Anda atau sampeyan maksud APARAT itu sapa tho? bikin jelas dong!
February 12, 2008 at 9:51 am
Bagus, jadi ada sumber informasi lain nih. Soalnya kalo menyimak berita di TV kok nggak begini saya nangkepnya.
February 12, 2008 at 3:23 pm
ok . jadi gmn nih ? langkah apa yang harus qt lakukan slanjutnya kawan2 ?? qt ga mungkin dnk dyem aj , berargumen tanpa hasil , LETS MAKE A MOVE !
oia . bagi kalian yang bersimpati , dateng deh ke aacc , sekedar mendoakan , tabur bunga , apapun ! untuk 11 orang yang memberikan nyawanya demi musik !
cheers .
February 13, 2008 at 1:33 am
Sebagai pencinta musik rock , prog dan metal .. saya juga gak rela teman2 metalhead dituduh macem2 dengan opini yang tidak berdasarkan fakta. Di jaman dulu ada majalah musik AKTUIL yang sering mencoba memberikan reportase dari kacamata penikmat musik, jadi pembaca tidak dipengaruhi opini yang memojokkan …
Kemarin di milis i-rockmusik@googlegroups.com ada yang posting berita ‘independen’ tidak memihak siapapun di Pikiran Rakyat. Ntar kalo nemu “link” nya saya post ya …
HAIL!
G
February 13, 2008 at 3:48 am
trs alirkn simpatimu buat tmn2 di bandung!dukungnmu support bgi mrk dgn jgn trlalu prcaya pd media mainstream yg kesanx trlalu mmojokkn komunitas ni.,dengarkn dgn hati fren’ & doax buat para korban..rest in peace my bro. & sist.
February 13, 2008 at 8:06 am
Turut berduka cita Bro.. Thanks to Eben n This press starter. Semoga ini yang terakhir.. Baca koran PR hari ini (13Feb0
3 perwira polisi dibebastugaskan.. Seperti api kecil disiram pertamax.. Apinya membesar.. Semoga api ini akan membawa gelapnya kejahatan menjadi terang, menghangatkan persahabatan dan mempereratkan sekaligus menghancurkan ke-egoan dan nafsu semua pihak.. Long live Underground Indonesia.. Support our local Underground !!
February 13, 2008 at 7:18 pm
barangkali tragedi ini akan lebih berarti jika kita tidak saling melempar kesalahan satu sama lain. tragedi ini telah terjadi. kata penyesalan adalah satu dari serangkaian kata yang tak bermakna, bahkan umpatan pada salah satu kelompok merupakan hal yang bodoh yang pernah dilakukan oleh manusia. antisipasi serta langkah nyata-lah yang diperlukan. seperti apa antisipasi yang diperlukan ketika media-media mainstream sebagai alat propaganda telah men-stimulus masyarakat dengan perspektif yang sempitnya memojokan komunitas terbayang ini (saya memaknai komunitas terbayang ini hanya sekedar untuk menggambarkan betapa masyarakat jijik serta menganggap remeh keberadaannya), kemudian bagaimana meng-organisir massa mendesak pemerintah setempat untuk dapat memberikan space publik yang representatif bagi kegiatan pemuda di Bandung, mengingat tata ruang kota bandung untuk space publik masih sangat miskin apalagi space tersebut dikhususkan bagi kegiatan anak muda…….selamat berjuang!!!
February 14, 2008 at 2:29 am
turut berduka cita atas musibah yang dialami teman2 dan keluarganya, menyesal dengan sikap aparat terkait (the police!!! - Dont u Have A JOB!!!???) yang merasa bukan salah mereka..Tetap Jaya musik bandung,,forever punk forever young!!!
February 14, 2008 at 11:37 am
permasalahan yg terlihat begitu semu…nmun pokok dr semua ini bisa saja berawal dr bukan hanya oknum aparat,,
juga melibatkan pemerintah sebagai media untuk orng”awaw,,
hrusnya pemerintah sadar!!!!
dgn kejadian ini seharusnya mereka berpikir untuk segera membuat wadah atau fasilitas untuk kita sebagai headbanger!!!!
bangun kembali saparua!!!!!
February 15, 2008 at 1:22 am
saiia sngat ksal dngan prlakuan aparat yg kasar terhadap headbanger . dn terhadap pra media yg terlalu menyudutkan musik underground http://www.youtube.com/watch?v=m-CYX3sGJGA http://www.youtube.com/watch?v=YaErmtT_E1A
Innalillahi wa Innailaihi Roji’un
saya turut berduka cita sdlam”nya atas smua kjdian ini . smoga keluarga yg ditinggalkan di beri ketabahan . dn smoga arwahnya diterima disisinya . amien .
BUAT pemerintah :
buatkan gedung dn tempat buat kami . pra pecinta musik underground . Bukakan kembali gor saparua .
thx .
xYxQieMurdErxYx
February 16, 2008 at 12:26 pm
”
turut beduka yang mendalam bagi keluarga kawan-kawan yang telah meninggalkan kita lebih dahulu.
perjuangan kalian akan tergaris dalam komunitas.
semoga hari yang kelabu ini tidak akan pernah terjadi lagi di ranah pergerakan kita.
“
February 16, 2008 at 3:26 pm
turut berduka cita buat kawan2 ! u all HERO for us !
karena kalian skr UNDERGROUND lebih dilihat !
terima kasih !!!!
February 18, 2008 at 1:31 am
[...] http://gwmusic.wordpress.com/2008/02/11/cerita-pendek-tragedi-berdarah-konser-beside/ [...]
February 18, 2008 at 1:35 am
Turut berduka cita.
Nampaknya kita harus kerja lebih keras lagi untuk mengembalikan citra musik rock
mas Gatot harus sering-sering nulis nih, tentang tiga hal yang bikin gara-gara itu (dari lagu Dream Theater itu lho mas).
February 18, 2008 at 3:37 am
Di Indonesia blm waktunya bisa menggelar konser “indie” dengan biaya swadaya di gedung yang sangat kecil, dengan sirkulasi udara sangat terbatas, dengan jenis musik sedemikian keras, dengan peminat yang msh belia, dengan emosi penonton yang tidak terkendali, dengan panitia (yg menurut SCTV) tidak dibayar dan sukarela, dengan pancingan bir gratis, dengan bla, bla, bla. Utk grup musik lainnya atau Beside sekalipun, berpikirlah 2008 kali kalau akan menggelar konser sejenis.
-erwin (dosen, peminat musik, rock fans)
February 18, 2008 at 11:01 am
Sepertinya semua salah di Indonesia ya.
1. Aparat dibilang salah.
2. Panitia dibilang salah.
3. Band yg main juga salah (krn membagikan alkohol, di negara barat aja dilarang minum alkohol di konser spt itu, kok di Indonesia malah dibagikan gratis ?)
4. Penonton juga salah, kok mau tetep masuk nonton kalo udah penuh?
February 18, 2008 at 11:16 am
Ya ya ya .. memang musibah kalo memang sudah terjadi karena kehendak Allah memberi peringatan ke kita ya kita ndak bisa menghindar.
Memang kita harus mengembalikan citra musik rock, seperti kata mas Budi. Hal2 yang dilarang agama memang terbukti membawa kemudharatan bagi umat manusia, ya contohnya seperti cerita Dream Theater di sequelnya yang belum abis itu (nyambung postingan mas Budi): 1. The Glass Prison 2. This Dying Soul 3. The Root of all Evil 4. Repentance …..
Yah Portnoy sudah mengingatkan kita mas ….
Salam,
G
February 19, 2008 at 1:16 am
Aparatnya kurang banyak “sesajen” duitnya tuh, jadi ganas-ganas ngga karuan kayak anjing kelaparan liat sepotong daging segar. Aparat keparat gara-gara mrk Rock image nya jadi kurang baik….dasar
February 19, 2008 at 2:01 am
makasih……………………………………………………………..
duh di aacc ini harus segera di bukla lagi karena saya pingin liat konser beside
ok.
mksih
February 19, 2008 at 3:19 am
APARAT KEPARATZ!
February 19, 2008 at 8:05 am
TERNYATA DI INDONESIA INI SAMA AJA
DIMANAPUN ADA METAL HEADS APARTA PASTI MENGANGGAP SEBAGAI BIANG RUSUH ATAU SAMPAH MASYARAKAT
PADAHAL ANAK2NYA BANYAK YANG JADI ANAK METAL JUGA TUH.
YA DOA IN AJA YANG UDAH PERGI BIAR TENANG DISANA
N JANGAN HEADBANGING PULA DI ALAM KUBUR
February 19, 2008 at 8:50 am
pengen denger ada kerusuhan konser musik genre keroncong
February 19, 2008 at 7:00 pm
ikut berduka cita
semoga menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik panitia penyelenggara, kepolisian (read: aparat), dan tidak ketinggalan juga penonton agar lebih budiman dan bijak dalam menangani atau menghadapi segala sesuatu khususnya konser rock pada masa yang akan datang
semoga yang melakukan kesalahan diberi ampunan dari yang Atas dan segera bertobat memohon ampun
kemudian kerabat keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk menghadapi kehidupan dan tetap mensyukuri anugrah yang telah diberikan-Nya
peace dari untuk dan oleh rock-mania (demokrasi rock)
February 20, 2008 at 9:04 am
turut berduka cita…semoga arwah temen2 yang meninggal tenang disana…,,,dan buat temen2 komunitas yg lain jgn sampai terpengaruh oleh pemberitaan media,,,ntar juga bakal tw kebenarannya….
……peace n love…
February 20, 2008 at 9:06 am
turut berduka cita…semoga arwah temen2 yang meninggal tenang disana…,,,dan buat temen2 komunitas yg lain jgn sampai terpengaruh oleh pemberitaan media,,,biar kan media melakukan kebohongan publik,,,,ntar juga bakal tw kebenarannya….
……peace n love…
February 20, 2008 at 7:10 pm
udah waktunya setiap konser 18+
February 21, 2008 at 3:56 pm
Turut berduka cita, mosh pit dari dulu memang selalu nelan korban tapi menurut gw itu bukan dari penikmatnya tapi karena sekumpulan orang2 yang pergi ke acara musik tanpa tujuan yang jelas. saya newbie dalam menulis di blog mohon komentnya juga ^_^
February 22, 2008 at 6:14 am
aduh lagi-lagi saya menjadi MANUSIA INDONESIA YANG TERLAMBAT,hehe
saya Turut Berduka Cita atas TBKB,
terimakasih kepada mas Eben BKHC,
CerPen TBKB Membuat Saya Jadi MAWAS DIRI,
February 22, 2008 at 6:42 am
turut berduka cita..semoga arwah para korban diterima disisiNya, sesuai amal dan ibadahnya..amin
segala hal pasti ada konsekuensinya.!
fanatik sempit, apa iya bisa dibanggakan.?
balik lagi, memang banyak yg harus dibenahi membaca dari tulisan kang Eben diatas, alangkah baiknya kita benahi mulai dari DIRI KITA MASING2.
jangan hanya ngeluh atau pun berkata2 kasar disini, yang justru memperkeruh masalah ini dan tidak memberi pengaruh yang lebih baik untuk siapapun kedepannya. MAWAS DIRI setuju dengan mas pande.
salam
February 23, 2008 at 2:35 am
Kita semua bersedih mendalam atas tragedi di Bandung tgl 9 Februari 2008 ini. Semua bersedih .. termasuk penonton yang tadi malam menghadiri konser Helloween di Tennis Outdoor Senayan.
Sekitar 2.500 an orang yang menonton tadi malam sempat mengheningkan cipta mendoakan agar kelangsungan konser musik rock / metal / indie dan juga musik lainnya akan selalu berlangsung aman dan tertib … Amin.
Salam,
G
February 24, 2008 at 6:15 am
metal gendeng kabeh, gilaaaaaaaaaa semuanya.
Yang paling salah adalah panitianya, ngapain kok ngadain acara ginian. Ente semua menanggung dosa semua penonton yang ikut menonton dalam konser tersebut
February 25, 2008 at 1:39 am
METAl GAk GENDHENK mas .. Buktinya konser HELLOWEEN SUKSES BESAAAARRR .. Penonton tertib dan heboh …!!! Ini baca aja sendiri mas:
http://gwmusic.wordpress.com/2008/02/23/konser-helloween-di-jakarta-aman-lancar-heboh/
Salam,
G
February 25, 2008 at 2:14 am
TURUT BERDUKA CITA bwat korban acara BESIDE di bandung….
Lebih baik tak usah mengmpat karena Kita sendiri juga yang dosa Umpatan” kitajuga tak akan mengambalikan Korban Tragedi Beside….
Kita Kasih Do’a Ajah semoga yang salah dihukum dan korban” diterima Di Sisi Allah SWT….
SEMANGAT….. Metal ga Akan Mati…………
February 25, 2008 at 9:47 pm
Buat Semua Pecinta Musik……
TerusLah Berkarya, Jgn Dengar kan Ocehan Anjing2 yang mengaum…..
semua kejadian yang telah terjadi mudah2an bisa menjadi pelajaran dan menjadi inspirasi buat kita agar tidak terjadi kedua kali hal yang sama….
Buat sang aparat Yang terhormat……
Tolong hargai Kami….kami Bukan SAMPAH yang bisa anda tegur,pukul,tendang dan usir begitu saja…..
tolong hargai kami….kami juga sama seperti anda , manusia yang diciptakan dari tanah…..gak ada yang nama nya diatas atau dibawah….semua nya sama dimata ALLAH.SWT….
ROckEr’s Teruslah berjaya….
Let’s Rock 4 Ever……..
February 26, 2008 at 5:54 pm
pertama-tama saya sangat terharu membaca tulisan yg ditulis eben ini. kalau benar begitu adanya banyak yang harus dibenahi oleh pihak-pihak yg terkait(aparat,lsm,dan birokrasi lainnya). kita tidak perlu mencari siapa yg salah, tetapi kita harus menjadikan kejadian ini sebagai suatu pelajaran sangat berharga.
saya sangat tidak setuju jika dikatakan kejadian tersebut dikarenakan musik kita yang keras. bukan karena itu, tetapi kejadian ini tidak terlepas dari profesional pihak panitia dan aparat, seharusnya sebelum membuat atau menyelenggarakan suatu even alangkah baiknya jika panitia melakukan survey atau analisis gun mengetahui animo dari metahelhead.
kapasitas gigs pn harus diperhitungkan, berapa banyak penonton yang dapat ditampung, juga pihak panitia jangan sembarangan menjual ticket ilegal. pemberian minuman keras seperti beer pun juga jgn sembarangan diberikan, image yg tebentuk di luar scene kita ialah musik metal identik dengan miras dan narkoba, dan saya menolak keras anggapan itu.
sekali lagi, marilah kita jadikan pelajaran yang sangat mahal dari kejadian konser maut itu. bagi pihak aparat, jangan kalian pukul rata semuanya pasca kejadian kemarin.
marilah bersama-sama kita benahi ini semua agar tidak terulang kembali kejadian yang sama, dengan segala rasa hormat saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.
February 28, 2008 at 6:12 am
gw ga ngerti . .
kenapa bisa kaya gini ? /
turut berduka .
God bless us . .
February 28, 2008 at 11:04 am
Gw cm mw jelasin n ksh saran, tp sblmnya gw turut berbelasungkawa, emang sulit menjaga ketertiban pas lagy konser,,
bukan cuma konser rock, metalhead, ato underground duank, bhkan konser musik pop pun sering memakan korban (liat konser ungu, sheila on7, samsons, dll).
Gw pun pernah menjadi panitia kegiatan pensi konser (maklum, gw emang msh SMA),dan waktu itu pensi gw undang the upstairz.
Dan bnyk dari fans mereka yang seenaknya melanggar aturan panitia. Memang, waktu itu jumlah penonton gw yakin <500, coz panitia ngepRint tiket itu emang <500,coz pensi yg diadain indoor. Dan seringkali, ketika masalah muncul,panitia lah yg disalahn.
Aparat yg drtadi dpojokan, emang juga berlaku saat pensi gw. Saat penonton mulai ricuh (pagar dpan jbol, pagar tngah rusak, dan hanya tnggal pagar pembatas panggung) semua panitia yg ngejaga.
Gw harap dgn adanya kasus ini,justru smakin mengeratkan hub kita smwa.
Salam musik!
February 29, 2008 at 9:31 am
Terima kasih banyak atas komentar2nya … Kita semua dituntut untuk berpikir dan bertindak dewasa. kalo sesuatu terjadi yang diluar perkiraan, sering kali saling tuding terjadi. Termasuk panitia yang disalahkan seperti yang terjadi di pensi Dh_s1_4 yang di atas.
Ada kabar baik lho .. dua hari setelah konser Helloween lancar dan aman, pihak Kemanan telah RELEASE semua ijin konser yang tadinya sempat ditahan. Jadi .. konser metal dan rock bakalan marak lagi .. dan kita perlu tunjukkan bahwa kita bisa TERTIB tanpa huru-hara.
Salam,
G
February 29, 2008 at 9:53 am
SetUJU!! Salam koNSER musik bandung!
Gw asli bdg lho!
March 17, 2008 at 1:36 pm
Indonesia memang dipenuhi ketidak jelasan. Semua dilakukan setengah2. Seperti salahsatu comment diatas tentang media yang tidak megetahui moshing. Tetapi malah memojok2an.
Kebetulan saya juga pernah punya pengalaman dulu waktu masih sekolah. Kebetulan ada kasus di sekolah yang melibatkan untuk di wawancara. Katanya sih, dia mau belain kita. Tapi nyatanya setelah saya nonton di Metro TV, malah sebaliknya. Dia menganggap pendapat saya itu sebagai suatu bentuk pemberontakan. Apa jadinya muka masuk TV hanya untuk di sampah2in.
Sebelumnya salam kenal
http://www.anarchy-rocknroll.com
March 18, 2008 at 4:45 am
gw kira kejadian ini merupakan bentuk dari keteledoran semua pihak,
cuba kita intropeksi diri masing
keep DIY
April 8, 2008 at 1:29 pm
[...] Ikut berduka atas tragedi di Bandung beberapa waktu lalu. Seperti kita tahu, kejadian ini merenggut 10 korban meninggal dunia. Berikut tulisan yang mengupas tragedi konser Rock di Bandung itu. [...]