Archive for February 11th, 2008

The Police Reunion Concert 2008

February 11, 2008

Fenomena Telur & Ayam yg Absurd 

Friends,

andre-di-karockean.jpgSebenernya ga niat mo nulis reportnya The Police Reunion Concert ini, krn memang sebenernya gw Tidak Di Anugerahi  Kemampuan untuk menulis review seperti temen2 yg lain dimilis, tp berhubung ada request dr beberapa temen sebelum berangkat, maka terpaksa dg extra effort, gw coba utk menulis dr perspektif yg sedikit berbeda, walaupun tidak dg struktur bahasa yg baku dlm satu review, jadi mohon dimaklumi yah…

“Kalo boleh dibilang, Trend cari Duit dr group2 lawas dg model2 Reunian spt ini bener2 lagi marak dlm 5 tahun terakhir, sebut saja mulai dari KISS, Motley Crue, Genesis, Led Zeppelin, Van Halen sampai Trio Gaek The Police, hal yg menarik dr model konser2 spt ini, adalah uang yg dikeruk dr hasil manggung ternyata sangat Luar Biasa, bayangin utk acara Reunian spt ini, trio dr England ini bisa meraup US $ 133.2 juta dr tahun 2007 saja (based on Forbes Business Report 2008), fenomena ini tentu sangat menggiurkan buat group2 yg pernah eksis & sempet bubar, karena Fenomena Telur & Ayam jadi sangat Absurd (logikanya, satu group musti eksis dr penjualan album dulu, baru menuai sukses dr perjalanan Live Concertnya & teori ini tentu ga berlaku buat group2 gaek, yg memang sdh punya fans based cukup besar & tdk perlu untuk membuat album baru utk memulai satu tour, bahkan dg reuni spt ini, mereka bisa mengcreate satu album baru yg bertajuk : Reunion Concert yg bisa mencetak fulus luar biasa dr produksi CD, DVD sampai Pernik2 Merchandise, selain Concertnya itu sendiri.

Kembali ke fokus The Police, group yg dulu sangat luar biasa di medio 80an, ternyata jg melihat celah menggiurkan ini, hal ini ternyata bisa menyingkirkan Idealisme, Friksi Personal dan segala macam atribut Egoisme demi mencetak tambang dollar yg lama tidak pernah mereka rasakan sejak memutuskan untuk jalan2 masing2 secara individual. Buat mereka, teori bahwa Fans yg 20 tahun lalu masih culun, tentunya sekarang sdh punya Buying Power yg sangat tinggi, sehingga berapapun Penawaran yg mereka ajukan, pasti akan ter-absorb oleh target pasar mereka  & teori itu ternyata terbukti, salah satunya adalah di Konser The Police di Singapore ini.

Konser tgl 4 February ini adalah salah satu contoh Sold Out event tahun 2008, dimana sekitar 2 minggu sebelum hari H, ticket sdh ga tersedia di ticket2 box resmi, kecuali di e-bay yg ditawarkan dg harga berlipat-lipat. Yang sebenernya tidak mengejutkan adalah, fenomena dimana hampir 40% penontonnya, berasal dari Indonesia.  Hal ini sudah sangat disadari oleh promotor2 Singapore sejak 3 tahun terakhir ini, apalagi mereka memang didukung penuh oleh Government Tourism Board, sehingga langkah mereka (baca Promotor2 Singapore) untuk bisa memonopoli artis2 bagus utk “hanya” manggung di Singapore bisa berjalan mulus, karena bisa dibayangkan, berapa duit yg berputar dr penyelenggaraan konser seperti ini, mulai dari Transportasi,  Akomodasi & bisnis2 penunjang lainnya, bisa menikmati “gurih”nya gemerincing Rupiah yg sudah berubah bentuk menjadi Singapore Dollar .

Balik ke cerita konser, sejak jam 19.00, Venue (Singapore Indoor Stadium) sudah dipadati oleh ribuan fans The Police, gw masuk ke dalam sekitar jam 19.30, penonton masih sekitar 35% yg masuk, tp begitu jam 20.00, tiba2 band pembuka ( Fiction Plane) langsung  menggebrak (nama band ini tidak tercantum di publikasi acara ) & langkah ini cukup jitu untuk memaksa penonton yg masih Hang Out diluar Venue, buat cepet2 cari tempat duduk masing2,  sehingga venue bener2 penuh, opening band beraksi sampe sekitar jam 20.45, dan dengan tata panggung seadanya (tanpa Backdrop) mereka berusaha main secara maksimal, tp berhubung ga ada penonton yg tahu lagu2nya mereka, jadi applaus cuman jd cerita basa-basi ala orang timur.

The Police sendiri mulai naik panggung jam 21.15, Jreng! Langsung panggung digebrak ama “Message in The Bottle, Synschronicity II & Don’t Stand so Close to Me” Jujur aja, gw ga begitu hafal lagu2 The Police album per album, referensi gw cuman satu Album the Best (karena gw pikir ini Tour Reuni (bukan Tour Album baru), jadi pasti lagu2nya ga jauh2 dr kompilasi terbaiknya yg sudah beredar dlm berbagai versi & teori bahwa ga usah repot2 ngapalin satu persatu pelajaran dr masing2 album, cukup ambil kumpulan soal2 dr bank soal (he…he ini pengalaman sbg pelaku generasi praktis) ternyata teori ini bener adanya), karena hampir semua lagu di album The Best ini, bener2 dimainin oleh mereka. Jujur aja, enaknya melihat group Legend manggung adalah terletak pd kemampuan mereka untuk “Berkomunikasi” dg penonton, satu hal yg jarang dipunyai oleh band2 pemula (rata2 band muda, masih melihat tour panjang sbg ajang “Kejar Setoran” dibanding bermain sebagai bentuk aplikasi Seni & Kesenangan).

Dari ketiga personel :Sting (Gordon Sumner), Steward Copeland & Andy Summers,  kemampuan Copeland inilah yg bener2 mendominasi konser selama  1.5 jam, menurut gw, dialah “Komandan” yg sebenarnya dari pasukan Polisi ini, walaupun jenderalnya masih di pegang oleh Sting, sedangkan fungsi Andy Summers lebih sebagai “Penjaga Ritme Musik” saja.

Konser ini bener2 jadi ajang pamer Copeland untuk unjuk kebolehan dalam menabuh segala macam bentuk Perkusi (ada Puluhan set Perkusi di belakang set Drumnya dia), bahkan di lagu ‘Wrapped Around Your Finger”, dia bener2 memperkosa semua bunyi2an perkusi yg dibawa & dua jempol untuk kualitas sound malam itu, dimana gemerincing symbal kecil yg dipukul, bener2 bisa didenger oleh kuping yg kurang peka sekalipun. Ga salah kalo di paruh konser, Sting bilang “Welcome To The Steward Copeland’s show”.

Total sekitar 18 lagu dibawain trio ini & seluruh penonton di Indoor Stadium, bener2 dipaksa bergoyang mengikuti Improvisasi mereka yg dicampur aduk antara Adonan Jazz, Reagge, New Wave & Punk.

Yg menarik dari konser ini, selain Kualitas Sound yg prima,adalah Kecanggihan Lighting Systemnya (walaupun stagenya sederhana & tanpa backdrop (hal ini ternyata untuk memberi kesempatan penonton dibelakang panggung( yg ternyata cukup penuh), untuk bisa menonton aksi mereka), total sekitar 27 Moving Head di area bawah panggung & 42 set disisi atas, menjadikan panggung malam itu semacam Kolam Pemandian Cahaya yg sangat atraktif (ada sekitar 8 set lighting yg diatur secara Hidrolis naik turun mengikuti jenis lagunya).

 Secara singkat, konser ini bener2 menjadi ajang Sidang Paripurna Kepuasan sekitar 8.000 Penonton, hampir semua orang yg hadir, bener2 puas bisa berjingkrak, bergoyang tanpa mengingat Gender, Umur & Status.

Satu hal yg gw pelajari dr konser ini adalah, keseriusan Singapore dalam mempersiapkan Konser2 spt ini sebagai salah satu bentuk Industri yg Berkesinambungan, sebagai contoh sebelum konser dimulai, disetiap kursi, disisipkan Flyer tentang event Formula 1 yg akan segera diselenggarakan di penghujung 2008 ini, kemudian di Giant Screen jg ditampilkan iklan utk Konser Santana di tgl 18 february ini.  Gw cuman membayangkan, betapa Goverment ternyata bisa menjadi media yg baik buat para pelaku bisnis yg terlibat dalam rangkaian event2 semacam ini, sehingga menjadikan Singapore seakan sebagai satu tempat Impian yg bisa menjadikan Ajang pemenuhan semua kebutuhan baik dr sisi Bisnis maupun Entertainment secara komprehensive, gw cuman bisa berkhayal, kapan Pemerintah kita bisa mengkoordinasikan kegiatan2 sejenis dg para pelaku bisnis lokal, sehingga Pencanangan “Visit Indonesia Year 2008″ bukan sekedar slogan belaka ( tanpa adanya langkah kongkrit menuju kesana).  Padahal kalo pemerintah mau menjadi mediator yg baik & setiap komponen promotor bisa saling mengisi setiap kegiatan dg terkoordinasi, maka akan tercipta banyak peluang bisnis yg cukup besar disini (bayangkan dalam satu kegiatan event, berapa orang yg bisa terserap dr kegiatan pencetakan poster , flyer & spandu, kemudian berapa orang yg terserap untuk prodses pencetakan ticket pertunjukan, trus berapa orang yg bisa mendapatkan rejeki dari pemasangan baliho2 event, berapa pula penjual teh Botol & makanan, tukang parkir serta Calo Ticket yg bisa mendapatkan fulus dr penyelenggaraan event2 semacam ini, yg jelas, kegiatan seperti ini, akan menciptakan peluang2 bisnis yg berkesinambungan, yg akhirnya akan membuka banyak lapangan kerja utk saudara2 kita).

Layaknya Singapore sebagai satu Cafe, yg harus mengisi dg kegiatan2 supaya Cafenya tetap rame, mereka cukup berhasil dg salah satunya acaranya & pengisi acara malam itu adalah The Police, sayangnya lamunan gw terpaksa sirna, seiring dg beringsutnya penonton mencari pintu keluar dr venue”

Complete Setlist (sorry mungkin ada yg ga berurutan) :

·         Message in a Bottle

·         Synchronicity II

·         Don’t Stand so Close to me

·         Walking On The Moon

·         Voices Inside My Head

·         When The World Is Running Down

·         Driven To Tears

·         Hole In My Life

·         Every Little Thing She Does Is Magic

·         Wrapped Around Your Finger

·         De Do Do Do De Da Da Da

·         Invisible Sun

·         Can’t Stand Losing You

·         Roxanne

Encore:

·         King Of Pain

·         So Lonely

·         Every Breath You Take

·         Next To You

 

Oleh ANDRE SOLUCITE, diposting di i-rockmusik@googlegroups.com

 

AKA nan Nuansamatik!!!

February 11, 2008

Terima kasih kepada majalah Rolling Stone Indonesia, terutama Denny MR, yang telah memuat artikel tentang AKA yang selama membacanya saya ndhredheg mbrebes mili inget masa kecil dan muda saya. banyak kisah yang bener2 menyentuh emosi saya. Ini apresiasi yang bagus sekali dari RSI terhadap musisi lokal jaman mbiyen (jadul – red.) . Bravo RSI! Saya jadi inget masa kecil saya …. my right-placed childhood

lahar-panas-aka.jpg

Masa kecil saya selalu tidak pernah lepas dari dunia musik – sembarang kalir aliran, baik itu pop, disco, rock, jazz .. semuanya tumplek bleg dalam satu cita. Kalo memang pada akhirnya mengerucut ke prog dan rock, itu hanya karena masalah preferensi belaka. Mungkin juga musik rock pertama yang saya dengar ya “Fools” nya Deep Purple yang saya dengar saat saya liburan ke Jakarta dan kakak saya, mas nDoet, memiliki kaset DP “Fireball”. Luar biasa itu kibor solo di tengah lagu disertai gebugan drum Paice.

Kemudian pas manuk saya disunat, ibu saya mengadakan syukuran kecil2an diantara handai-tolan. Mulyono (plesetan dari lumayan yang kalau dibaca kebalik gaya arek Malang menjadi ‘nayamul’ .. terus biar enak lagi maka jadilah ‘mulyono’. Maap bagi temen2 yang namanya Mulyono. tapi harusnya Anda berbangga karena tanpa melihat apapun anda udah dikategorikan ‘lumayan’ .. ha ha ha ha h)-lah … di akhir syukuran, dari amplop yang terkumpul kok saya dapet uang yang bisa dibelikan tape recorder mono Panasonic warna abu2. Dibeli di Pasar Kawak, Jl. Bogowonto, Madiun. Sekalian ada 6 kaset yang dibeli (dipilihkan) oleh kakak saya no. 2, mas Henky: Uriah Heep “Demons and Wizards” (side B nya Khan “Space Shanty” dan Lucifer’s Friend “Where The Groupies Killed The Blues”) rekaman Starlite Surabaya, Santana (rekaman Nirwana), Deep Purple “Who Do You Think We ARe” yang ada Woman From Tokyo (rekaman Nirwana) sama tiga kaset grup lokal, kalo ndak salah: RASELA, The Gembel’s sama The Mercy’s.  Kontan .. tiap hari muter kaset2 tersebut sampe ibu saya (sekarang 81 tahun) juga suka Uriah Heep .. ha ha ha ha …

Singkat kata.. saya akhirnya koleksi musik rock termasuk kaset “Do What You Like” dari kelompok Suroboyoan AKA.aka.jpg Biyuh .. lagu “Do What You Like” itu jan keren mukeren tenaaaaannn!!! Saya yakin, kalo disandingkan satu panggung dengan Grand Funk Railroad masing2 membawakan repertoire sendiri .. Mark Farner bakalan jiper melihat penampilan AKA nan top markotop itu! Sejak saat itu saya keranjingan sama lagu2 AKA dan mengumpulkan kaset2nya.

Senengnya lagi, beberapa bulan kemudian terbetik kabar bahwa AKA akan mengadakan pertunjukan di Stadion Utama Madiun .. whhhHHHHoooAAAAA …..!!! hati ini bungah tenan …. udah lagunya keren, berita2 di AKTUIL (referensi utama saya) tentang atraksi panggungnya AKA memang dahsyat .. wuiiiihhhh …. Beberapa minggu sebelum konser digelar, saya ngonthel wira-wiri dari rumah saya di Jl Sumatra ke Stadion Utama (sekitar 10 KM pulang pergi) mengantisipasi keadaan dan dimana nantinya saya akan duduk atau berdiri menonton konser AKA. Kadang saya menirukan gaya Arthur Kaunang memainkan bass gitar padahal saya ndak bisa main gitar .. lha wong masih SD saat itu…

aka-ucok-arthur.jpg

Hari yang dinanti-nantikan tiba … saat konser digelar dan saya udah dag dig dug pengen liat muka2 personel AKA di atas panggung .. wuuihhh pasti nggajak (keren – red.) tenan ..!! Saya lupa mereka membuka atraksi dengan lagu apa .. kayaknya lagunya James Brown atau Joe Tex (ha ha ha ha .. masih inget nama ini? Nuansamatik nih nama!). Jancuk keren banget atraksi mereka. Si Arthur gayanya pake nendhank kaki ke atas sambil mbetot bass gitarnya .. si Ucok juga gila dengan orgel nya – njungkel kesana-kemari. Di depan panggung memang ada tiang gantungan yang siap dipakai Ucok buat atraksi gendhenk nya. Juga ada peti mati. Terus terang .. untuk urusan ini saya paling takut dan saat atraksi peti mati, mata saya bener2 merem tapi ngriyip (ngintip sedikit dari stengah merem – red.) karena penasaran. Memang atraktif sekali bang Ucok Harahap ini! Gak jelas lagunya apa yang dibawakan – wong saya cumak apal “Do What You Like” aja kok .. tapi tetep permainan AKA di panggung bener2 spektakuler!! (Bener juga Ucok mengatakan bahwa konser musik itu konsepnya: 60% buat mata dan hanya 40% buat telinga). Wisss .. pokoke muanteb kemretebhz tenaaannn …!!! Saya lupa apakah waktu itu ada opening act ya? Rasanya iya .. kalo ndak salah band Madiun yang namanya Kecik Boys yang main. Tapi pokoke konser malam itu bener2 nuansamatik nostalgik memorablik pol! Yang seru .. pas buabaran konser … jalan raya di depan stadion utama (sekarang Jl. Kol. Mahardi) penuh sesak dengan manusia berjalan sampai sepanjang 2 KM dan baru agak lega jalannya saat udah deket perempatan Pasar Gede. Bener2 mbludag dah itu konsernya.

aka-on-stage-1.jpg
aka-on-stage-2.jpg

Oh ya .. mengenai Kecik Boys .. itu sebetulnya nama geng di Madiun. Ngetop banget saat itu di tahun 70an. salah satu pentholannya bernama Bagio, wajahnya keren dan tubuhnya ceking. Mereka suka ngeband di Jl. Pahlawan dan saya suka banget nonton mereka latihan, apalagi kalo bawain lagunya Santana “No One To Depend On” ,… wualaaahhhh …!!! Top markotop kemlotop barokotop tenannnnnn!!! Mas Bagio inilah yang ngedrum. Merka udah tingkat SMA saat saya SD, jadi ya reken2 mereka ya “mas mas” lah .. lha wong seusia kakak saya mas Henky. Kalo ndak salah juga, band ini juga jadi opening act nya Yeah Yeah Boys … ha ha ha … band jadul lainnya tuh … saya gini2 juga pernah nonton lho. Yang saya penasaran sebetulnya Rawe Rontek yang pake atraksi debus. Beritanya di Aktuil heboh banget band ini, tapi saya ndak pernah nontok.

Kembali ke AKA, saya bersyukur punya kenalan bernama Ali Gunawan – kolektor piringan hitam paling lengkap di Indonesia, dengan 13 ribu koleksi! Ediyan tenan! Sehingga pada sekitar tahun 2000an saat masih ada radio classic rock M97, saya main ke rumahnya di Pasar Baru dan beliau dengan sangat baiknya merekamkan saya lagu2 top AKA dan SAS dari PH ke CDR. Lha ini .. saya nulis sambil menikmati “Baby Rock”, “Do What You Like” ama “Crazy Joe” .. muantabzsss ….

aka-pop-melayu.jpg

Sekali lagi, terima kasih Rolling Stone Indonesia yang membantu menegakkan emosi masa kecil dan muda saya. Ulasannya bener2 muantab! Jangan sebut Anda rocker kalo ndak beli majalah ini edisi terakhir. Lho? Kok promosi? Ndak kok .. saya ndak ada urusan komersil apa2 sama Rolling Stone .. saya cumak seneng aja band jaman mbiyen masih diulas jugak .. Saluuutttttt!!!!

aka-diskografi.jpg

Oh ya .. terakhir kali saya nonton adalah Arthur Kaunang main bertiga bawain “Legend of The Month” GRAND FUNK RAILROAD di Waroeng Kemang, Jakarta. Muantab tenan! Sebelumnya, sekitar 81-an saya nonton Arthur satu panggung dengan Yuke Semeru (G’Brill) main di Gelora Saparua .. pake atraksi bakar gitar segala ,… gendhenk tenan!

Keep on rockin’ ..!!!

NB. Foto2 saya jepret langsung dari majalah Rolling Stone – tanpa ijin, maap. Biar seru aja kok .. tanpa ada maksud melanggar copy act right …. jiwa rocker aja. Nyuwun sewu njih …


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 145 other followers