Ketika Tangan dan Kaki Berkata

By Gatot Widayanto

dsc00050.jpgIni bukan iklan buat membeli majalah Sabili, tapi masih terkait musik juga. Setelah salat dzuhur berjamaah di lantai 23 Indosat, saya melihat majalah Sabili yang sangat jarang saya beli. Tapi iseng2 buka, ternyata ada artikel menarik di halaman 64 bertajuk “Ketika Mulut, Tak Lagi Berkata” oleh Taufiq Ismail. Karena saya memang suka lagu ini, saya beli juga majalah kecil ini.

Subhanallah! Isinya memang penuh dengan sentuhan terkait dengan lagu Chrisye bertajuk “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”. Beberapa kali saya sudah pernah mendengar kisah penulisan lirik lagu ini yang konon tidak mudah. Namun membaca artikel singkat ini hati saya semakin ngilu rasanya terutama saat membaca bagian dimana Chrisye berulang kali gagal menyanyikan lagu yang liriknya diambil dari surah Yasin ini. Sungguh menggugah. Bahkan, konon, Chrisye memang baru satu kali berhasil menyanyikan lagu tersebut sepenuhnya seperti yang kita dengar di kaset tanpa ada re-take, dan sesudahnya dia tak bisa menyanyikannya lagi. Luar biasa. Saya ikut merasakan isak tangis Chrisye dalam membawakan lagu ini.  Sebuah artikel penuh makna yang menjadikan peringatan bagi kita semua bahwa pada hari akhir tak ada lagi yang kita bisa lakukan. Tobat kagak ada gunanya lagi.

dsc00053.jpg

Artikel ini juga menyinggung bagaimana Iin Parlina juga hanya sanggup menyanyi dua baris saja dari lagu Rindu Rasul. Sebuah pengalaman spiritual yang penuh makna dan bisa kita tarik manfaatnya bagi kita.

dsc00052.jpg

Chrisye memang telah pergi dari dunia yang fana ini. Namun, pesan yang ia nyanyikan dari lirik yang ditorehkan Taufiq Ismail dan bersumber pada AL Quran ini sungguh memberikan makna yang dalam. Memang, ini bukan musik prog, namun lagu ini elok sekali komposisinya – apalagi dengan lirik yang sangat menggugah. Subhanallah.

dsc00051.jpg

2 Responses to “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”

  1. unto3100 Says:

    Memang mas, Chrisye ini seorang seniman yang handal, komposisi musik yang dibuat serta sentuhan2 aransemennya sangat sophisticated juga, terutama dalam penempatan nada dan instrumen musiknya, apalagi lagu ini yang jelas2 sangat menyayat perasaan kita ketika dilantunkan oleh chrisye sendiri…..memang Tuhan menciptakan seni sebagai sebuah anugerah dan merupakan sebuah pijakan alam sadar kita untuk mengingat-Nya….Subhanallah

    Salam

    Fridie

  2. Gatot Widayanto Says:

    Ya mas Fridie, setuju sekali. Saya kalo mendengar lagu ini memang trenyuh sekali – rasanya banyak banget dosa yang telah saya perbuat. Bukan rasanya lagi sih, memang buanyak pol mas… Lagu ini menjadi peringatan.
    Saya juga suka lagu JIKA SURGA DAN NERAKA TAK PERNAH ADA (bener gak judulnya?). Liriknya bagus, meski lagu ini bukan murni karya anak bangsa.

    ALbum pertama Chrisye SABDA ALAM bagi saya fenomenal, mas Fridie…

    Salam,
    G

Leave a Reply