Archive for December, 2007

Merajut Makna Melalui Prog Rock (8 of 99)

December 29, 2007

Pink Floyd “Time” Yang Penuh Makna

Tanggal 24 Desember 07 yang lalu saya sedang mengerjakan proposal buat mendesainpf-dsotm.jpg pelatihan leadership (customized) untuk klien saya di oil & gas business. Hari yang cukup melelahkan gak tahu kenapa topik yang sudah biasa saya bawakan ini kok begitu ada “permintaan khusus” jadi sulit menjahit framework yang pas, yang bisa dipertanggung-jawabkan begitu. Kalo sekedar desain “generik” sih saya sudah ada metodologinya. Tapi begitu customized dengan permintaan yang rada aneh, pusing tujuh kelililng lah jadinya. Huh! Kusut pol!

Saya kerja sejak abis subuhan di masjid sampe habis shalat Ashar berjamaah di masjid sebelah. Alhamdulillah, sekitar jam 4 sore ide pokok udah ketemu gimana cara njahitnya yang “pas” dan bisa dipertanggung-jawabkan. PLONG! Lega ,……!!! Tak sruput lah kopi tubruk yang udah dingin karena memang udah dibuat sejak Dzuhur gitu lah.

Eh .. setelah lega gitu kok ujug2 mak gedhandhut .. saya kok pengen banget nyetel Pink Floyd Dark Side of The Moon terutama lagu ”Time” yang jaman kuliah dulu saya pake sebagai pembangun pagi hari (alias weker) karena memang pas banget judulnya dan awal lagu yang ada bunyi bel itu. Mantabh lah. Saya ambil CD saya yang merupakan satu dari empat CD pertama yang saya beli saat saya dulu belum punya CD player. Opo tumon? Beli CD tapi ndak punya player nya? Begitulah kalo udah gila ama musik prog. CD yang lain adalah (dari 4 itu) MARILLION ”Misplaced Childhood”.

pf-dsotm-inside-1.jpgOK. Sore itu jam 4:10 saya pasang CD Dark Side ini, langsung ke track TIME dengan volume super duper kuenchenk (3/4 volume ampli!) sampe speaker B&W saya keluar masuk mbecungul nendhang bass dan gebugan drumnya. Suara gitar David Gilmour nan menawan itu melengking seolah berada di depan saya mainnya. Pokoke muantabh biyanget lah!

 

 

 

Ticking away the moments that make up a dull day
You fritter and waste the hours in an offhand way
Kicking around on a piece of ground in your home town
Waiting for someone or something to show you the way

Lagu ini memang dahsyat sekali. Tidak hanya gitarnya yang manteb kemretebh, tapi juga ini lagu “groove” dan “soul” nya gila banget! Nyentuh ulu ati dan nunjek sukma pol!

Saat ini saya baca juga sleeve note nya karena ada liriknya dan jujur .. di tengah hingar bingar nya musik dari lagu TIME ini saya langsung teringat salah satu surah di AL Quran yaitu Al-Ashr yang diawali dengan : Demi Masa! (aduh .. saya ndhredhegh banget!!!). Al Quran memberi petunjuk kepada kita pentingnya dimensi waktu bagi umat manusia yang kudu dimanfaatkan sebaik mungkin agar hidup kita tidak sia-sia.

Coba amati penggalan lirik ini:

And you run, and you run to catch up with the sun, but it’s sinking
Racing around to come up behind you again
The sun is the same in a relative way, but you’re older
Shorter of breath and one day closer to death

Every year is getting shorter
Never seem to find the time
………..

Waduh luar biasa dah lirik lagu ini. Siapa yang menyangkal bahwa semakin hari kita merasakan waktu yang semakin pendek. You damn right Mr Pink Floyd : ”Every year is getting shorter” !! Saya masygul dan langsung teringat betapa banyak waktu yang saya sia-siakan untuk tidak selalu ingat kepada Yang Maha Kuasa. Sering sekali saya tergoda gangguan setan yang menjauhkan saya dari Sang Pencipta Yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Wah ,, malu sekali saya. Belum lagi dosa2 yang saya buat dalam memanfaatkan waktu yang diberikan Allah SWT. Semoga Allah masih memberi saya ”waktu” buat bertobat dan selalu mengingat kekuasan Nya. Bukankah saya diciptakan buat beribadah kepada Nya?

Namun .. toh saya masih bersyukur bahwa di tengah hingar-bingar musik Pink Floyd yang merasuk sukma ini, saya masih diberi hidayah tentang lirik Pink Floyd di lagu TIME ini yang terkait dengan surah di Al Quran. Setidaknya … memang benar musik rock bukan sekedar buat hura2, tapi sekaligus sebagai media kontemplasi.

AL’ASHR (MASA) [Surat ke 103; 3 ayat]

1. Demi Masa.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran.

 

Salam,

G

 

dsc00026.jpg


Oleh-oleh dari LED ZEPPELIN Reunion Concert

December 14, 2007

NDREDHEGH merindhink ngguweblak gw menerima telpon dari mas Tatan dan bang Ijal tadi malam tentang bagaimana mas Tatan mbrebes mili nonton konser LZ langsung! Posisi nonton mas Tatan hanya 8 meter dari panggung utama. Uediyaaaannn!!! Selama konser berlangsung memang mas Tatan rajin kirim SMS pada setiap lagu yang dibawakan dan membuat iler gw ngecesz .. ngiri banget!!! Gw langsung minta foto2nya dikirim buat diupload di blog ini. Gw juga udah setuju dengan mas Tatan buat gw interview dan ntar dimasukkan media massa. Ini email dari mas Tatan, tanpa gw update, dan foto2 hasil jepretan dari kamera yang beliau bawa. Mas Tatan rules tenaaannn!!!! Selamat membaca …

————————-

cimg0095.jpg

Mas Gatot,

Berikut gw attached beberapa foto yg layak tampil untuk dipost di blog mas atau di mana aja… maaf trip reportnya mungkin menyusul karena gw masih capek banget dan kena flu berat di hari-hari terakhir di London.

Pokoknya sulit dilukiskan perasaan hati ini… walaupun sebelumnya gw udah melihat performance mereka beberapa kali as a solo/duo artist, tapi getting together with a Led Zeppelin name is just like a chance in a life time experience. Nggak aneh ada orang yg mau bayar sampe GBP 83 ribu for a pair of tiket in a charity auction. Gw denger di ebay harganya sampai GBP 7 ribu for a single ticket, and I got it for free….  well almost.. GBP 139 incl. booking fee, but  couldn’t be better than this!! Sengaja gw pilih tiket General Admission / Festival dengan harapan bisa nonton paling dekat dgn panggung.
cimg0069.jpg
Ditiket ditulis pintu arena di buka jam 18.00, tapi jam 2 siang gw udah ngantri dan ada kurang lebih 300 orang di depan saya (bahkan ada yg nginep segala di venue biar dapet pas depan panggung). Ternyata setelah menunggu 4.5 jam dalam cuaca yg sangat dingin penantian ini tidak sia-sia, gue dapet posisi hanya 5 meter dari pembatas panggung + 3 meter safety barrier, jadi total jendral cuman 8 meter!!  Jimmy Page ngiler (drooling) aja keliatan jelas! Performance mereka? sama sekali diluar dugaan pesimistik banyak orang…  mereka tampil sangat prima, very well rehearsed, dan sama sekali tidak terlihat tegang.. Page bayak senyum dan sempat berbicara ke penonton – sesuatu yg hampir tidak pernah ia lakukan during LZ times kecuali di tour terakhir mereka di tahun1980. Melihat prime performance mereka kemaren, gw pikir kemungkinan mereka lanjut dgn world tour jadi 60/40…..  kecuali memang Plant masih keukeuh gak butuh duit….

cimg0040.jpg
Show mulai tepat jam 19.15 dan selesai jam 23.15. Led Zeppelin main tepat selama 2 jam (termasuk 2 encores) sesuai dengan janji mereka…..

cimg0047.jpg
Lanjutannya menyusul ya….  di Bali udah jam 01.45 AM nih.. need to catch some sleep….

Salam,

Tatan

cimg0052.jpg

cimg0068.jpg

cimg0066.jpg

Opening Act: Chris Squire, Keith Emerson, Paul Rodgers, Alan White, Ron Wood …

cimg0011.jpg

cimg0012.jpg

cimg0028.jpg

cimg0015.jpg

cimg0009.jpg

HELLOWEEN “Hellish Rock 2008″ Live in Jakarta

December 4, 2007

Prog ya prog man .. tapi pinonir power metal yang satu ini jangan dilewatkan!!!!!!

design-promo-teaser-paint.jpg

Updated 24 Januari 2008:

Ticket Box HELLOWEEN “Hellish Rock” Live in Jakarta

Salam,

G

Merajut Makna Melalui Prog Rock (7 of 99)

December 1, 2007

Nuansa Gelap di Genesis “And Then There Were Three”

Sedih. Itulah yang saya rasakan tatkala membeli sebuah kaset rekaman Perina Aquarius dengangenesis_andthenthere_were3-_4.jpg tajuk Genesis “And Then There Were Three”. Band ini kok semakin terpuruk saja. Setelah ditinggalkan Peter Gabriel paska tur The Lamb Lies Down on Broadway, band ini menelurkan dua album ciamik tanpa Gabriel yakni “A Trick of The Tail” dan “Wind and Wuthering”. Lha kok malah sekarang Hackett juga cabut. Ono opo cak?

Yang membuat saya sedih sebetulnya adalah “nuansa gelap” yang ditonjolkan album ini. Liat aja dari cover albumnya yang serba mendung dan gelap hasil karya Hipgnosis, studio desain yang didirikan oleh Storm Thorgerson, yang gak asing lagi dengan Pink Floyd. Bukan hanya itu …. Saya anggap kepergian Hackett sangat menyedihkan karena salah satu cirri utama Genesis ya raungan gitar menyayat ati menohok kalbu nunjek rempelo dari beliau ini. Pokoke dahsyat dah mainnya.

Mengapa Hackett hengkang? Kecewa. Ngambek. Mutung. Nesu. Kuesel. Pokoknya semua kata2genesis_andthenthere_were3-_3.jpg yang mewakili kekecewaan dah .. sampe2 kalo ada yang mengambil gambar mukanya saat itu, mungkin dia lagi “mecucu” mukanya dilipet. Lha? Apa pasal? Gini …. Bukan saya tahu persis dan sok tahu lho .. karena rumus paling penting dari manusia prog itu katanya kudu open mind dan … ini dia yang penting … kagak boleh sok tahu, apa lagi sok pinter! Lha dunia prog itu maha luas jare … Mosok mau sok pinter?! Ya ora tumon to? Ora becik. Becik ketitik .. olo ketoro (boso jowone: “Karena nila setitik, rusak susu se samudra …). Coba .. siapa diantara pembaca yang terdampar di sini (keciyan ye … terdampar di blog gembloenk maremboenk …) bias gak anda definisikan musik prog? Uangel tenan! Kalo temen saya Hardiansyah Rizal mengatakan: “Musik prog itu pokoknya kalo anda denger musiknya dan gak bisa memberikan kategori .. pasti prooogggg …atau … kalo durasinya di atas 8 menit, pasti proooggg …”. Benarkah?

 

genesis-live-and-then-there-were-3.jpg

Kok mumet kesana kemari? Itulah prog .. serba gak jelas muter2. OK. Hackett keluar karena kecewa karena lagu2 yang dia karang selama penulisan “Wind and Wuthering” ternyata ditolak Phil Collins buat masuk ke dalam album. Lha padahal, tadinya Phil udah setuju, namun dia berubah pikiran di sesi sebelum mixin dan … direstui pula anggota lainnya. Lha rak yo ngambek to…! Kalo Anda jadi Hackett, nesu ndak? Yo pasti je! Lha janji ndak ditepati gitu…. Tahukah Anda, lagu apa itu? “Please Don’t Touch”! Sayang banget! Ini lagu kan keren banget … dan akhirnya muncul di album Steve Hackett dengan tajuk yang sama. Wah …. Saya rasa Phil membuat keputusan yang salah dengan reject lagu ini karena sebetulnya lagu ini satu nafas dengan musik “Wind and Wuthering” lho.

Tapi ya begitulah … Hackett kan juga manusia yang punya harga diri. Dia buktikan bahwa dia bisa sukses tanpa Genesis. Terbukti!

Album “And Then There Were Three” versi Perina malah bukan diawali dengan lagu “Down and Out”. Namun, lagu inilah yang menyentak saya bahwa Genesis dengan warna lain tapi malah semakin progressive! Lho? Simak aja intro lagu “Down and Out” ini yang aneh bin nyeleneh dengan perpaduan suara bass, drums, kibor yang tidak pernah jatuh pada ketukan yang sama. Orang rumah bilang” “Kirain kasetnya kusut .. tapi memang balapan gini ya?”. Benar memang komentar beliau. Tapi justru “ketidaksinkronan” ini yang membuat lagu ini begitu indah sukotjowati menerawang sukma! Apalagi gebugan drum Phil Collins sebelum masuk lirik diimbuhi dengan bunyi organ meraung-raung gak keruan tapi menyayat ulu ati membuat suasana tambah gelap aja. Terus suara vokal Phil masuk indah sekali. Uiiiiiihhh …. Uediyan lagu ini!!!! Doahzyyyaaaatt!!! Kok ada ya, lagu saling kejar tapi menimbulkan harmoni indah? Ini bener2 eksplorasi baru!

genesis_andthenthere_were3-_2.jpgSemua lagu di album ini enak2, termasuk “Burning Rope” (retaknya hubungan mereka dengan Hackett), “Many Too Many”, “Follow You Follow Me” dan favorit saya yang juga membuat merintih menangis kalo mendengarkan melodi dan solo kibornya: “The Lady Lies” …. Wuiiiiiihhhhhhhhhh …. Ngguweblak aku! Gusti Allah nyuwun ngapuro …. Kok lagu puniko sae sanget njih??? Tony Banks memang piawai mencipta melodi nunjek ulu ati. Salut dah!!!

Di tengah menyiapkan Helloween konser awal tahun depan, beberapa hari yang lalu saya sempatkan memutar album ini beberapa kali. Nunjek banget di ati. Apalagi .. saya puter dengan volume setengah ampli .. FULL POWER man!!! Muantaaabbbzzzzzzzz ….!!!

Hanya orang yang sombong dan congkak aja yang gak mau appreciate album ini indah …. Dan saya jelas gak termasuk golongan ini … menungso prog kudu humble and open minded. Ya nggak ? 3 x (sambil alis naik turun 3 x juga sejalan dengan yang diucapkan ..)

Oh ya .. saya juga udah review di Progarchives tapi dengan bahasa jaim rada formal nggilani gitu .. apa boleh buat .. itu kan dibaca ribuan orang di dunia ….

Salam,

G


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 150 other followers