Archive for November, 2007

Merajut Makna Melalui Prog Rock (6 of 99)

November 29, 2007

Digging In The Dirt dan Menerima Kritik Pedas

Bagaimana rasanya bila Anda dikritik di depan orang lain? Marahkah? Down? Kesel? Ngambek? Gak terima? Dendam? … atau malahan ANda berterima kasih karena ada yang memberikan Anda feedback?

Apapun jawaban Anda, tentu valid saja dan tidak ada salah dan benar. Setiap orang kan memiliki derajat kepekaan yang berbeda. Meski ada kata bijak yang mengatakan : “You can not change the way people treat you. But, you can control your reaction for how other people treat you!”, tetap saja maha sulit menerapkannya.

Ini terjadi pada saya. Memang, jujur saya akui, saya pertama denger, rasanya tidak terima “meskipun” yang dikatakan pengkritik itu benar adanya. Tetep aja saya tidak terima. Alhamdulillah saya bisa mengendalikan reaksi saya hingga tidak sampe marah. Bahkan, saya masih bisa minta maaf atas perilaku saya yang menyakitkan dia sehingga dia mengkritik. Ini baru terjadi tadi malam lho … bukan beberapa hari yang lalu atau beberapa bulan yang lalu atau beberapa tahun yang lalu. Bahkan setelah berpisah pun, saya masih kirim MINTA MAAF lewat SMS dana saya CC ke semua orang (3 orang saja selain pengkritik).

Biyuh! Meski udah minta maaf, tetep aja malam itu saya ndak bias tidur. Saya menyesal mengapa saya telah membuat tindakan yang merugikan orang lain. Padahal, prinsip utama saya adalah: tidak mau punya musuh! Lha … ini kok saya menciptakan musuh meskipun tanpa sadari. Di shalat Subuh pagi harinya saya masih memanjatkan doa supaya “kesalahan” saya ini diampuni Allah SWT meski pada awalanya saya tidak bermaksud membuat kesalahan itu.

Rupanya Allah menjawab doa saya. Pagi harinya, jam 8:00 saya mengikuti workshop yang dipimpin oleh Nigel Bristow. Saya terkesan dengan topik “Menerima Kritik” dimana ada suatu ilustrasi (gambar) berlian yang terpendam di dalam Lumpur. Dia membahas bahwa “kritik pedas dari orang lain, bahkan di depan umum pun” ibarat sebuah berlian yang terpendam dalam tanah berlumpur. Untuk mendapatkan berlian itu, Anda harus “menggali” nya dengan usaha keras… dan sangat hati-hati karena batu berliannya bisa jadi pecah. Maknanya apa? Sepedas apapun kritik dari orang, pasti ada hikmah positifnya.

Dasar musik rock sudah ada di darah saya sejak kecil, pas Nigel menjelaskan itu, kok ya ujug-ujug mak gedhandhut (bahasa Jowonya: “out of the blue” – red.) saya teringatp-gabriel-us.jpg Secret Live nya Peter Gabriel saat dia melantunkan Digging In The Dirt. Kok ya judul lagunya pas dengan subyek yang dibahas Nigel dan pas sekali dengan situasi yang saya alami karena malam hari tadi saya menerima kritik dari teman. Saya masygoel .. dan langsung bersyukur … Allah Maha Penyayang .. karena tadi malam sebenernya saya bukan dihukum, tapi hanya dijewer agar tidak keterlaluan memperlakukan orang. Saya malah berterima kasih pada pengkritik itu yang berani mengatakan ke saya. Tanpa kritikan itu, saya tidak akan menjadi better person.

Saya rasa tidak banyak penggemar musik prog rock yang memperhatikan lagu Peter Gabriel dari album Us ini. Mungkin karena iramanya agak ngedisco dan gak ada prognya babar pisan. Tapi lagu ini huenak tenan. Kasarnya, kalo disco tapi yang bawain Peter Gabriel .. rasanya mak JUEGLERRRR … muanteb kemreteb tenan!

Tengoklah penggalan liriknya:

I’m digging in the dirt
Stay with me I need support
I’m digging in the dirt
To find the places I got hurt
To open up the places I got hurt

Ini menggambarkan bahwa untuk menggali Lumpur kotor demi mendapatkan “berlian”, Anda perlu support dari temen, keluarga, dan Allah SWT hingga menemukan tempat dimana rasa sakit terasa memilukan. Rasa sakit itu ternyata, bila dikupas dengan benar dan hati2… merupakan “berlian” Anda.

Pengalaman yang sungguh nuansamatik ….

Malam ini saya akan putar lagu indah ini …….

Salam,

G

MARILLION – Tetap Berkibar dengan Format Musik Baru

November 28, 2007

Iseng browsing, ternyata artikel yang saya tulis dulu ada di internet. Ini link nya:

MARILLION – Tetap Berkibar dengan Format Musik Baru

Salam,

Gatot

Nyetel CD Dream Theater Volume Kenchenk!

November 24, 2007

Tadi malem pulang kerja udah malem .. ngonthel sepeda pulak …. sampek rumah langsung nge JRENG volume kuenchenk DREAM THEATER

- Pertama puter Systematic Chaos … keren abis … pas FORSAKEN gw ulang sampe 5 x sambil mbengok2 “Forsaken … Ihave come for you tonight. Awaken ….” biyuh melodynya keren banget … apalagi nyetelnya setengah ampli NAD dan speaker B&W terasa tenggorokan LaBrie “mbecungul” di woofer nya speaker dan bass gitar nya Myung menggelegarrrrrrr ….

- Setelah Constant Motion, gw mau nggeblak bersama “Vacant” – “Stream of Consciousness” … uediyaaaaaaaaaann .. jancuk jaran tenan … ini lagu instrumental setara dengan YYZ nya Rush maupun La Villa Strangiato .. bener2 dahsyat pada volume setengah ampil luwih thithiksampe jendela gw begetar .. (padahal udah jam 22:45). “Stream of Consciousness” gw pasang 3 kali in its entirety .. uediyaaannnnnnn … beberapa temen SMS blast gw curhatin penderitaan gw atas kenikmatan paripurna ini …. nangis darah tenan man … MAHA DAHSYAT! Kebayang gak, sekali puter 11 menit berarti buat lagu ini aja udah 30 menit ….

- abis itu gw comot cd OCTAVARIUM dan gw pasang dari awal ampek SACRIFICED SONS …. wuaduhhhh …… JEGLER JEGLER bunyinya …. uediyan pol …. sampe akhirnya HP gw berdering .. rupanya ada yang gw SMS ikut panas … ha ha ha ha .. gw terima telpon itu dan gw gak bisa nikmatin lagi lagu pamungkas “OCtavarium” karena gw bicara di telpon ampe jam 0:30 ….

- Tapi puwas man! Menderita kepuasan paripurna dah pokoke ….

DREAM THEATER pokoke jan rule tenan!!!!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 145 other followers