Kenangan GENESIS “Duke” Yang Tak Terlupakan
Suatu hari di tahun 1980, sekitar bulan Mei begitu, saya melintas Dago mengendarai motor Honda bebek C70 warna merah, memakai jaket tentara GI (yang dulu begitu bekennya). Kecepatn gak begitu tinggi lah, paling sekitar 50 atau 60 KM / jam begitu. Gedhubrak! Begitulah kejadiannya … motor saya menabrak pintu taksi yang dibuka karena ada penumpang turun – di tengan jalan pulak! dan mendadak. Saya sudah mencoba rem motor, tapi ndak juga nolong. Ya nabrak lah. Saya jatuh tersungkur, dan saat itu belum ada kewajiban ber-helem ria, untungnya kepala saya gak terbentur apa-apa. Saya hanya lecet saja. Saya mau marah sebetulnya, tapi penumpang taksi dan supirnya pada menolong saya dan minta maaf setengah mati. Yaudah deh .. gak jadi marah. Saya juga gak nuntut apa2 meski motor saya lecet juga. Dari pada ribut, case closed aja lah ….
Tanpa saya sadari, ternyata dada saya sebeleh kiri agak nyeri, saya blonyohi (balur – red.) dengan Rheumason (ha ha ha ha .. sekarang kok saya ndak pernah denger lagi ada balsem Rheumason ya? Dulu ngetop banget! Kalo ndak salah dulu dijual dengan retail price Rp. 70,- saat saya masih kecil, sebelum di Bandung lah yaw ..). Anehnya setelah seminggu, nyerinya ndak ilang juga. Bahkan kalo dipake buat ruku’ saat shalat terasa banget nyerinya. Akhirnya setelah selesai ujian semester 2, saya mudik ke Madiun. Dalam perjalanan di kereta, saya pernah batuk dan keluar darah. Wah .. kenapa ya? Sementara itu nyerinya tidak hilang, bahkan lebih parah.
Di Madiun langsung periksa ke internis .. dan diputuskan bahwa paru2 saya terluka. Ya itu tadi mungkin karena kena setang sepeda motor saat saya terjatuh di Jl. Dago. Singkat kata .. saya divonis buat dirawat di RSU Dr. Sutomo, Madiun. Walah .. wong lagi prei kok malah mlebu rumah sakit .. opo tumon??? Tapi ya udahlah .. apa boleh baut … dijalani aja. Itulah pertama kali saya merasakan sakit di rumah sakit. Bener2 tidak enak sama sekali. Hari-hari saya hanya menghadapi kesepian saja. Untung saya punya ibu yang sangat setia mengunjungi saya setiap pagi siang dan sore, memabawa makanan kesukaan saya seperti: soto ayam, blendrang, lodeh .. wis jan Jowo pol! Juga ada Pramono yang saat itu di rumah saya dan setia mengantar makanan bila ibu suatu ketika jahitannya banyak. Tiap hari saya mengharap ada yang bezoek, tapi gak ada juga .. pokoknya sepi banget …. Saya masih ingat, saudara saya ada yang meminjamkan buku sejarah Dibawah Bendera Revolusi yang tebelnya seperti bantal orang dewasa. Itu saya lahap habis. Juga ada novel2 Islami karya Motinggo Busye … saya lahap juga …
GENESIS “Duke”
Tentu .. yang paling mengesankan adalah beberapa kaset rekaman Yess yang saya bawa dari Bandung buat liburan, terutama Genesis “Foxtrot” dan “Duke”. Saat itu kaset Duke baru saja saya beli karena memang dirilis tahun itu juga, masih gress gitu loh … Dua album ini begitu mendalam saya resapi di kesepian kamar rumah sakit, terutama album “Duke” – bukan berarti Duke lebih hebat dari Foxtrot lho .. cuman nuansanya saja saat itu paling pas justru Duke. Karena yang saya miliki versi kaset Yess, ya urutan lagunya gak sama dengan resminya.
Diawali dengan Alone Tonight … yang begitu meresap dengan suasana hati saya saat itu karena kesepian di rumah sakit (bukan karena ditinggal cewek .. he he he …) . Dibuka dengan desahan suara khas Phil Collins “There’s nothing here that I can understand. And no one cares I’m a lonely man …” terasa pas merasuk sukma menohok ulu ati. Nyuamlenk pol! Lagu ini terasa nuansamatik banget karena saat itu saya sendirian kesepian banget. Apalagi saat Phil masuk dengan tereakan ” I know that’ll be all . Alone again, alone again tonight oh I’m Alone again, alone again tonight oh I’m Alone again, and it seems to me that every time I try to change – Say that you’re say that you’ll. Help me reach the other side…” sebuah untaian kata nan indah dibalut dengan musik yang rancak. Dasar Genesis!
Urutan selanjutnya di kaset adalah lagu yang edan banget komposisinya Cul-De-Sac .. wah huenak pol ini lagu! Semangat pulak! Diawali dengan suara Phil yang melodik diiringi kibor tipis ” Wake up now, this is the time you’ve waited for.” terus diikuti permainan kibor akrobatik dari Tony Banks … wuuiihhhh … muantab. Nah .. yang huenaknya lagi .. ujug2 nadanya meninggi dan gedubugan drum dimulai juga …”Far below, where shadows fester as they grow ..” muantabz jek! Gak tahu kenapa, lagu ini saat itu langsung secara kuat singgah di hati saya dan melekat selamanya. Menurut saya, komposisinya rapi meski gak rumit banget dan Tony Banks menampilkan permainan multi-layer nya secara rapi dan santun (tidak terkesan kasar atau rakan gitu lho …) dan melodinya sangat catch. Karena saking sukanya dengan lagu ini, buku-buku kuliah saya ada beberapa yang saya tulis dengan Cul-De-Sac sehingga temen seangkatan saya di Teknik Industri ITB, Gede Bagus John Sujayana menjadi akrab karena tulisan ini. Di saat kuliah Pemrograman Komputer (pake Fortran IV jek! Jadul abislah .. opo tumon?) dia sapa saya :”Wah Cul-De-Sac …??? Aha rupanya kamu suka Genesis yah”. Sejak itu kami sering diskusi musik prog rock terutama Genesis.
Kembali ke situasi saya di rumah sakit, paling mengesankan lagi saat lagu berjudul Heathaze dikumandangkan Genesis. Hatiku langsung hancur lebur luluh lantak berantakan menjadi abu .. ha ha ha ha … Ini lagu melankolis banget dan melodinya terasa pas banget sama situasi saya di rumah sakit yang sepi. Namun dengan kesepian itu saya menjadi banyak kontemplasi.
Larik lirik pembuka “No cloud, a sleepy calm, …” terasa pas sekali karena suasana orang dirawat di rumah sakit memang rasanya ngantuk tapi sulit tidur juga … Apalagi setlah ada lirik “Only endless days without a care,Nothing must be done.” lebih pas lagi karena saya merasa sepi sekali tiada teman mengunjungi …oh sedihnya …. Terus pikiran saya tersentak dengan lirik ini “It’s time to stop this dreaming, must rejoin the real world …” ya ya ya … buat apa kita bermimpi muluk-muluk .. hadapi aja kenyataan sebagai pasien rawat-inap .. dengan harapan segera keluar dan bisa gedumbrangan menikmati musik Genesis pake sound system di rumah, bukan walkman. Saat Phil menyanyikan ini, terasa kok kayak saya yang nyanyi ya: “Oh I feel like an alien, a stranger in an alien place.” .. ha ha ha ha ha ha ha ha memang hidup di rumah sakit sebagai pasien itu sungguh membosankan. Makanya, Anda yang baca tulisan ini ,jangan mau menghuni rumah sakit!Tetaplah sehat! Jadi pasien di rumah sakit itu jan gak uenak tenan!
Pokoknya keseluruhan album Genesis “Duke” ini sangat saya suka karena sangat memorable bagi saya. Lagu-lagu yang disajikan juga bagus-bagus kecuali “Misunderstanding” dan “Turn It On Again” yang saya gak suka. Oh ya di kaset ini ada lagu dari EP Pigeons berjudul “Match of The Day” dan “Pigeons“.
Makna dari album ini terkait yang saya alami :
1. Dirawat di rumah sakit itu nggak enak karena terasa sepi sekali. Makanya setelah mengalami perawatan 1 minggu di rumah sakit, saya bertekad bezoek temnen yang dirawat di rumah sakit karena saya telah merasa betapa tersiksanya tinggal sendirian di ruang perawatan. Bosan!
2. Sebaiknya kita selalu menjaga kesehatan agar tidak terserang sakit yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Makanlah buah dan sayuran sebelum makan nasi karena buah2an dan sayuran banyak seratnya. Olahraga lah yang teratur, misalnya naik sepeda atau ngonthel atau nggowes secara rutin 2 kali seminggu .. dst .. dst … Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati ….
Salam,
G
Buku ini langsung saya baca halaman demi halaman, kalimat demi kalimat dan beberapa kalimat sudah saya stabillo boss kan untuk membantu mengingat. Dari buku ini semakin jelas bagi saya, dan tentunya Anda semua setuju, bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti. Kehidupan di dunia ini sangat sementara sedangkan kehidupan setelah kematian (life after death) adalah sesuatu yang kekal. Jadi, janganlah kita gadaikan hidup ini untuk terlalu mencintai dunia berlebihan dan melebihi kecintaan kita kepada akhirat. Tujuan hidup manusia itu jelas: kematian karena tidak ada seorang manusiapun yang bakal kekal di dunia. Pertanyaannya, seberapa besar upaya kita untuk menyiapkan kematian yang spektakuler ini? Sudahkah kita mengamalkan hal-hal yang dituliskan di Al-Qur’an? Pertanyaannya mudah, tapi menjawabnya saya tak kuasa menahan tangis. Saya sungguh merasa menjadi kecil .. sangat keciiiiiilll sekali … sepersekian nanomikron bahkan tak terhingga kecilnya dibandingkan Dzat Maha Sempurna, Maha Kuasa… Allah SWT.
Seperti sudah saya ungkapkan di atas, tujuan hidup manusia adalah kematian sebagai orang yang beriman. Kalo saya menjadi Pete Sinfield (penulis lirik lagu ini) saya akan ganti menjadi Confusion won’t be my epitaph. Mengapa? Cita-cita saya, bila Allah telah memanggil, saya inginkan bahwa saya bukan menjadi orang yang meragukan Allah dan RasulNya, benar-benar menjadi manusia beriman.
The Pound.
Phew! Finally … the first anniversary of i-Rock! was celebrated successfully with great live performances by great bands on August 16, 2007 at Mario’s Place. There were 340 crowd who flocked into Mario’s Place on that bright evening. The show got started at 8:00 PM through a slide show of WHAT HAVE YOU DONE, BABY? – One Year Scorecard of a Rockin’ Journey. The slide show represented full one year i-Rock! activities and programs implemented in 2006 and 2007. The slide started with initial meeting at Coffee Bean in Plasa Indonesia sometime in March 2006 followed with a series of spectacular events :
fact the drummer is still a kid. They covered Iron Maiden with a good performance. The guitar players and drummer are excellent. Unfortunately the bass player was too shy and could not do a stage act like Steve Harris. But it’s probably they lacked of experience. However, their performance was really entertaining and rockin’ ..! Some people criticized the lead vocal but I’m fine with him. In fact he could deliver his vocal line clearly despite loud music they played. With more gigs I believe this band would be excellent. One thing I like also was that they covered my favorite track Flight of Icarus excellently! Keep on rockin’ … Denzuko! (***





was in fact much better than what they did at Fame Station (an i-Rock! event at Bandung, April 13, 2007). Not only that they performed really well, they also bring additional keyboard (ex Miracle keyboard player) and saxophone player (to perform Another Day). They started with opening track of Scene From a Memory album as their opening. There were troubles on sound system the first two songs they performed but I salute them because they did not panic and get the music going! Two thumbs up for this! In fact, when they performed bass guitar solo during Metropolis, the amps was cut off but the bass player kept playing, helped by guitar riffs. Yeah .. they could manage to overcome the sound problems. I even admire them on this!


When picture and sound quality do NOT matter at all ..!


Pertama mengenal kelompok ini secara “tidak sengaja” melalui kaset BLACK SABBATH “Sabotage” format kaset rekaman Paradise warna pink yang saya beli di Toko Duta Irama, Madiun, sekitar tahun 1975. Kaset tersebut merupakan salah satu dari enam kaset yang dijanjikan oleh ibu saya. Ceritanya, saya tinggal berdua dengan ibu saya di rumah yang sangat besar di Madiun. 


