Archive for August, 2007

Merajut Makna Melalui Prog Rock (2 of 99)

August 30, 2007

Kenangan GENESIS “Duke” Yang Tak Terlupakan

Suatu hari di tahun 1980, sekitar bulan Mei begitu, saya melintas Dago mengendarai motor Honda bebek C70 warna merah, memakai jaket tentara GI (yang dulu begitu bekennya). Kecepatn gak begitu tinggi lah, paling sekitar 50 atau 60 KM / jam begitu. Gedhubrak! Begitulah kejadiannya … motor saya menabrak pintu taksi yang dibuka karena ada penumpang turun – di tengan jalan pulak! dan mendadak. Saya sudah mencoba rem motor, tapi ndak juga nolong. Ya nabrak lah. Saya jatuh tersungkur, dan saat itu belum ada kewajiban ber-helem ria, untungnya kepala saya gak terbentur apa-apa. Saya hanya lecet saja. Saya mau marah sebetulnya, tapi penumpang taksi dan supirnya pada menolong saya dan minta maaf setengah mati. Yaudah deh .. gak jadi marah. Saya juga gak nuntut apa2 meski motor saya lecet juga. Dari pada ribut, case closed aja lah ….

Tanpa saya sadari, ternyata dada saya sebeleh kiri agak nyeri, saya blonyohi (balur – red.) dengan Rheumason (ha ha ha ha .. sekarang kok saya ndak pernah denger lagi ada balsem Rheumason ya? Dulu ngetop banget! Kalo ndak salah dulu dijual dengan retail price Rp. 70,- saat saya masih kecil, sebelum di Bandung lah yaw ..). Anehnya setelah seminggu, nyerinya ndak ilang juga. Bahkan kalo dipake buat ruku’ saat shalat terasa banget nyerinya. Akhirnya setelah selesai ujian semester 2, saya mudik ke Madiun. Dalam perjalanan di kereta, saya pernah batuk dan keluar darah. Wah .. kenapa ya? Sementara itu nyerinya tidak hilang, bahkan lebih parah.

Di Madiun langsung periksa ke internis .. dan diputuskan bahwa paru2 saya terluka. Ya itu tadi mungkin karena kena setang sepeda motor saat saya terjatuh di Jl. Dago. Singkat kata .. saya divonis buat dirawat di RSU Dr. Sutomo, Madiun. Walah .. wong lagi prei kok malah mlebu rumah sakit .. opo tumon??? Tapi ya udahlah .. apa boleh baut … dijalani aja. Itulah pertama kali saya merasakan sakit di rumah sakit. Bener2 tidak enak sama sekali. Hari-hari saya hanya menghadapi kesepian saja. Untung saya punya ibu yang sangat setia mengunjungi saya setiap pagi siang dan sore, memabawa makanan kesukaan saya seperti: soto ayam, blendrang, lodeh .. wis jan Jowo pol! Juga ada Pramono yang saat itu di rumah saya dan setia mengantar makanan bila ibu suatu ketika jahitannya banyak. Tiap hari saya mengharap ada yang bezoek, tapi gak ada juga .. pokoknya sepi banget …. Saya masih ingat, saudara saya ada yang meminjamkan buku sejarah Dibawah Bendera Revolusi yang tebelnya seperti bantal orang dewasa. Itu saya lahap habis. Juga ada novel2 Islami karya Motinggo Busye … saya lahap juga …

GENESIS “Duke”

genesis-duke.jpgTentu .. yang paling mengesankan adalah beberapa kaset rekaman Yess yang saya bawa dari Bandung buat liburan, terutama Genesis “Foxtrot” dan “Duke”. Saat itu kaset Duke baru saja saya beli karena memang dirilis tahun itu juga, masih gress gitu loh … Dua album ini begitu mendalam saya resapi di kesepian kamar rumah sakit, terutama album “Duke” – bukan berarti Duke lebih hebat dari Foxtrot lho .. cuman nuansanya saja saat itu paling pas justru Duke. Karena yang saya miliki versi kaset Yess, ya urutan lagunya gak sama dengan resminya.

Diawali dengan Alone Tonight … yang begitu meresap dengan suasana hati saya saat itu karena kesepian di rumah sakit (bukan karena ditinggal cewek .. he he he …) . Dibuka dengan desahan suara khas Phil Collins “There’s nothing here that I can understand. And no one cares I’m a lonely man …” terasa pas merasuk sukma menohok ulu ati. Nyuamlenk pol! Lagu ini terasa nuansamatik banget karena saat itu saya sendirian kesepian banget. Apalagi saat Phil masuk dengan tereakan ” I know that’ll be all . Alone again, alone again tonight oh I’m Alone again, alone again tonight oh I’m Alone again, and it seems to me that every time I try to change – Say that you’re say that you’ll. Help me reach the other side…” sebuah untaian kata nan indah dibalut dengan musik yang rancak. Dasar Genesis!

Urutan selanjutnya di kaset adalah lagu yang edan banget komposisinya Cul-De-Sac .. wah huenak pol ini lagu! Semangat pulak! Diawali dengan suara Phil yang melodik diiringi kibor tipis ” Wake up now, this is the time you’ve waited for.” terus diikuti permainan kibor akrobatik dari Tony Banks … wuuiihhhh … muantab. Nah .. yang huenaknya lagi .. ujug2 nadanya meninggi dan gedubugan drum dimulai juga …”Far below, where shadows fester as they grow ..” muantabz jek! Gak tahu kenapa, lagu ini saat itu langsung secara kuat singgah di hati saya dan melekat selamanya. Menurut saya, komposisinya rapi meski gak rumit banget dan Tony Banks menampilkan permainan multi-layer nya secara rapi dan santun (tidak terkesan kasar atau rakan gitu lho …) dan melodinya sangat catch. Karena saking sukanya dengan lagu ini, buku-buku kuliah saya ada beberapa yang saya tulis dengan Cul-De-Sac sehingga temen seangkatan saya di Teknik Industri ITB, Gede Bagus John Sujayana menjadi akrab karena tulisan ini. Di saat kuliah Pemrograman Komputer (pake Fortran IV jek! Jadul abislah .. opo tumon?) dia sapa saya :”Wah Cul-De-Sac …??? Aha rupanya kamu suka Genesis yah”. Sejak itu kami sering diskusi musik prog rock terutama Genesis.

Kembali ke situasi saya di rumah sakit, paling mengesankan lagi saat lagu berjudul Heathaze dikumandangkan Genesis. Hatiku langsung hancur lebur luluh lantak berantakan menjadi abu .. ha ha ha ha … Ini lagu melankolis banget dan melodinya terasa pas banget sama situasi saya di rumah sakit yang sepi. Namun dengan kesepian itu saya menjadi banyak kontemplasi.

Larik lirik pembuka “No cloud, a sleepy calm, …” terasa pas sekali karena suasana orang dirawat di rumah sakit memang rasanya ngantuk tapi sulit tidur juga … Apalagi setlah ada lirik “Only endless days without a care,Nothing must be done.” lebih pas lagi karena saya merasa sepi sekali tiada teman mengunjungi …oh sedihnya …. Terus pikiran saya tersentak dengan lirik ini “It’s time to stop this dreaming, must rejoin the real world …” ya ya ya … buat apa kita bermimpi muluk-muluk .. hadapi aja kenyataan sebagai pasien rawat-inap .. dengan harapan segera keluar dan bisa gedumbrangan menikmati musik Genesis pake sound system di rumah, bukan walkman. Saat Phil menyanyikan ini, terasa kok kayak saya yang nyanyi ya: “Oh I feel like an alien, a stranger in an alien place.” .. ha ha ha ha ha ha ha ha memang hidup di rumah sakit sebagai pasien itu sungguh membosankan. Makanya, Anda yang baca tulisan ini ,jangan mau menghuni rumah sakit!Tetaplah sehat! Jadi pasien di rumah sakit itu jan gak uenak tenan!

Pokoknya keseluruhan album Genesis “Duke” ini sangat saya suka karena sangat memorable bagi saya. Lagu-lagu yang disajikan juga bagus-bagus kecuali “Misunderstanding” dan “Turn It On Again” yang saya gak suka. Oh ya di kaset ini ada lagu dari EP Pigeons berjudul “Match of The Day” dan “Pigeons“.

Makna dari album ini terkait yang saya alami :

1. Dirawat di rumah sakit itu nggak enak karena terasa sepi sekali. Makanya setelah mengalami perawatan 1 minggu di rumah sakit, saya bertekad bezoek temnen yang dirawat di rumah sakit karena saya telah merasa betapa tersiksanya tinggal sendirian di ruang perawatan. Bosan!

2. Sebaiknya kita selalu menjaga kesehatan agar tidak terserang sakit yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Makanlah buah dan sayuran sebelum makan nasi karena buah2an dan sayuran banyak seratnya. Olahraga lah yang teratur, misalnya naik sepeda atau ngonthel atau nggowes secara rutin 2 kali seminggu .. dst .. dst … Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati ….

Salam,

G

Merajut Makna Melalui Prog Rock (1 of 99)

August 20, 2007

Musik rock, terutama progressive rock, telah menjadi bagian dari hidup saya sejak saya masih SMP. Sebetulnya tepatnya sejak SD saya sudah terbiasa dengan musik rock melalui kaset-kaset yang diputar kakak saya, Henky, di rumah kami di Madiun dulu. Setelah mengenal YES “Fragile”, ELP “Brain Salad Surgery”, Rick Wakeman “Journey To The Center of The Earth”, Genesis “Nursery Cryme”, Jethro Tull “War Child”, hati saya tertambat dengan musik jenis ini yang sangat dinamis. Hari-hari selalu saya lewati mendengarkan kaset rekaman dari PH yang dibuatkan oleh mas Henky yang kemudian saat itu kuliah di Yogya dan menjadi penyiar radio Geronimo.

Di sisi lain dari kehidupan, saya juga seorang muslim yang kadang berupaya meningkatkan iman dan takwa kepada Rabb nya Allah SWT. Bagi saya hidup adalah pencarian makna secara terus menerus dan bagaimana bisa hidup dalam makna yang sebenarnya. Makna hidup yang benar ada di Al-Qur’an. Life is a quest for value, begitulah kira-kira. Tapi tidak berhenti di sini tentunya. Begitu kita udah mendapatkan value tersebut kita harus berpikir dan bertindak yang selalu menambah nilai, baik itu dalam hubungan antar manusia maupun dengan Allah SWT.

Alhamdulillah sudah satu tahun lebih ini saya diberi hidayah oleh Allah untuk terlibat di Indosat dalam bidang jasa konsultansi manajemen. Saya banyak berkantor di kantor pusat Indosat. Yang menyenangkan, sejak saya di sini, insya Allah tingkat keimanan saya bertambah karena kegiatan ibadah di Indosat ini begitu banyak. Yang jelas saya rasakan adalah shalat berjamaah dzuhur, ashar dan maghrib. Banyak pembelajaran saya peroleh di sini. Aspek lainnya adalah di mushalla lantai 23, ada penjaja buku2 agama yang memajang buku2 berkualitas dan juga majalah kesukaan saya: Tarbawi (mingguan). Beberapa minggu yang lalu saya membeli buku dengan judul menggugah: Malam Pertama di Alam Kubur.

malam-pertama-di-alam-kubur.jpgBuku ini langsung saya baca halaman demi halaman, kalimat demi kalimat dan beberapa kalimat sudah saya stabillo boss kan untuk membantu mengingat. Dari buku ini semakin jelas bagi saya, dan tentunya Anda semua setuju, bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti. Kehidupan di dunia ini sangat sementara sedangkan kehidupan setelah kematian (life after death) adalah sesuatu yang kekal. Jadi, janganlah kita gadaikan hidup ini untuk terlalu mencintai dunia berlebihan dan melebihi kecintaan kita kepada akhirat. Tujuan hidup manusia itu jelas: kematian karena tidak ada seorang manusiapun yang bakal kekal di dunia. Pertanyaannya, seberapa besar upaya kita untuk menyiapkan kematian yang spektakuler ini? Sudahkah kita mengamalkan hal-hal yang dituliskan di Al-Qur’an? Pertanyaannya mudah, tapi menjawabnya saya tak kuasa menahan tangis. Saya sungguh merasa menjadi kecil .. sangat keciiiiiilll sekali … sepersekian nanomikron bahkan tak terhingga kecilnya dibandingkan Dzat Maha Sempurna, Maha Kuasa… Allah SWT.

 

Lantas, apa hubungannya dengan Prog Rock?

Kebanyakan orang akan menjawab tidak ada hubungannya, ngomong musik kok dikaitkan dengan Al-Qur’an. Bukan .. bukan itu maksud saya. Sebagai hamba Nya yang sangat lemah ini saya merasa bersalah karena mungkin lebih banyak menikmati musik dari pada me lafaz kan firman Nya di Al-Qur’an. Bahkan, kadang saya meninggalkan shalat …Ah .. betapa penuh dosanya saya ini .. sudah sangat kecil, berani tidak mengerjakan perintahNya.

Bila pengalaman pribadi saya ini salah, saya mohon ampun kepada Allah SWT. Namun, itulah yang saya alami. Karena begitu kuatnya untaian nada, chord dan melodi musik prog rock yang saya kenal sejak kecil, setiap ada kejadian kehidupan yang saya alami, saya selalu (hampir selalu) mengasosiasikannya dengan musik prog rock. Tak terkecuali saat saya membaca buku ini.

Setelah baca beberapa halaman dari buku ini, tiba-tiba saya teringat dengan lagu Epitaph dari King Crimson album pertama In The Court of the Crimson King (1969), terutama pada larik lirik ini:

Confusion will be my epitaph.
As I crawl a cracked and broken path
If we make it we can all sit back and laugh.

But I fear tomorrow I’ll be crying,
Yes I fear tomorrow I’ll be crying.

kc-in-the-court-cover.jpgSeperti sudah saya ungkapkan di atas, tujuan hidup manusia adalah kematian sebagai orang yang beriman. Kalo saya menjadi Pete Sinfield (penulis lirik lagu ini) saya akan ganti menjadi Confusion won’t be my epitaph. Mengapa? Cita-cita saya, bila Allah telah memanggil, saya inginkan bahwa saya bukan menjadi orang yang meragukan Allah dan RasulNya, benar-benar menjadi manusia beriman.

Buku ini mengungkap bahwa bila kematian tiba, kita akan menuju liang lahat yang sempit bersatu dengan tanah dan cacing. Saya membayangkan lirik As I crawl a cracked and broken path merupakan perjalanan umat manusia menuju kubur. Tak ada lagi anak yang lucu, istri, ibu, kakek, teman atau kerabat yang menemani kita.  Tiada satu orang pun atau hal apapun yang bisa menolong, tidak juga harta kita, kecuali amal kita pada saat masih hidup.

Begitu sudah sampai di kubur, ada dua kemungkinan dihadapi manusia: bagi yang beriman, alam kubur merupakan bagian dari taman surga, sedangkan bagi yang berpaling dari Allah SWT, maka adzab yang dahzyat akan menerpanya. Sehingga lirik If we make it we can all sit back and laugh terasa “pas” banget menggambarkan situasi ini. Maksud saya, bila kita memang beriman (if we make it) kita akan menjalani kehidupan di taman surga sehingga kita bisa duduk dan tertawa (sit back and laugh).

 

kc-in-the-court-sleeve.jpg

Masalahnya, dalam ,menjalani kehidupan ini begitu banyak sekali tantangan dan cobaan yang begitu berat sehingga kadang kita terjerumus di jurang kenistaan dan berbuat maksiat. Tidak ada salahnya kita gundah kelana menghadapi kematian. Untuk itu larik ini begitu “pas” mengenai sasarannya: But I fear tomorrow I’ll be crying …. Yes I fear tomorrow I’ll be crying. Sebagai hamba yang lemah, saya juga tidak pernah yakin bahwa pada hari akhir hayat saya nanti saya akan “make it” sehingga larik But I fear tomorrow I’ll be crying … bener2 membuat hati saya sontak. Mengapa? Saya sangat meragukan diri saya bisa “make it”. Saya benar2 menangis. Ya, tadi malam saya putar lagu ini berkali-kali sebelum tidur … saya merinding dan meneteskan airmata saat Greg Lake melantunkan :

But I fear tomorrow I’ll be crying …………
Yes I fear tomorrow I’ll be crying ………..

Sungguh ini merupakan ukiran makna lirik yang sangat berarti bagi saya dan tentu .. saya tidak akan pernah melupakan. Epitaph nya King Crimson sudah menjadi bagian dari hidup saya dan memerlukan waktu lebih dari 30 tahun bagi saya untuk memaknai dengan benar, dikaitkan dengan usaha saya mencapai keimanan. Apalagi penataan musik King Crimson di lagu ini begitu magis dan nuansa yang dibangun benar-benar membangunkan saya untuk lebih sadar dan meningkatkan keimanan, terus menerus……. Saya tidak peduli maksud Pete Sinfield menulis larik lirik seperti itu, tapi bagi saya larik lirik tersebut sangat bagus sebagai bahan renungan tentang makna kehidupan ini.

Ya Allah ampunilah dosa-dosaku …..

Setelah saya merenung, saya juga merasa pas dengan lirik-lirik lagu Firth of Fifth dari Genesis album Selling England bygenesis-selling-england.jpg The Pound. Di awal lagu Peter Gabriel sudah menorehkan lirik The path is clear though no eyes can see . Ya … jalur (path) menuju akhir hayat itu sudah sangat jelas meski kita tidak bisa melihat apa yang dialami manusia di alam kubur. The course laid down long before.

He rides majestic
Past homes of men
Who care not or gaze with joy
To see reflected there
The trees, the sky, the lily fair

The scene of death is lying just below … 

Ya … memang .. peta kematian memang sudah terletak jelas di bawah tanah ….

The mountain cuts off the town from view

Bila kiamat tiba, semua gunung pun hancur dan kotapun musnah …

Tadi malam memang saya putar King Crimson ”In The Court of the Crimson King”, Genesis ”Selling England by The Pound” dan ”Duke”. Saya pergunakan musik sebagai media kontemplasi dan tamparan bagi saya untuk bangun menuju kehidupan keimanan yang insya Allah, dengan ridhla Allah, meningkat. Saya percaya bahwa yang dilantunkan Bimbo dengan “Aku jauh, Engkau jauh. Aku dekat, Engkau dekat” adalah benar adanya.

 

(Ditulis tgl 16 Agustus 2007 berdasarkan renungan tanggal 15 Agustus 2007 malam)

 

 

i-Rock! 1st Anniversary

August 18, 2007

ONE LOUD NITE, REALLY!

oln-slide-show.jpgPhew! Finally … the first anniversary of i-Rock! was celebrated successfully with great live performances by great bands on August 16, 2007 at Mario’s Place. There were 340 crowd who flocked into Mario’s Place on that bright evening. The show got started at 8:00 PM through a slide show of WHAT HAVE YOU DONE, BABY? – One Year Scorecard of a Rockin’ Journey. The slide show represented full one year i-Rock! activities and programs implemented in 2006 and 2007. The slide started with initial meeting at Coffee Bean in Plasa Indonesia sometime in March 2006 followed with a series of spectacular events :

  • First Jamming @ BB’s Cafe Menteng, 24 May 06
  • Family Gathering & Charity @ Parkir Timur, 3 Jun 2006
  • Second Out @ Romeo Cafe, 14 Jul 2006
  • United We Stand, Hard Rock Cafe, 16 Aug 2006
  • Thre3logy @ Front Row Sport Grill, 20 Sep 2006
  • 4 Those about to ROCK! @ Front Row, 10 Nov 2006
  • Mailing list i-Rockmusik@googlegroups.com, 7 Nov 2006
  • Ruby Thursday @ Mario’s Place, 21 Dec 2006
  • Metal Madness @ GOR Bulungan, 21 Jan 07
  • An Appreciation for Genesis @ Mario’s Place, 3 Feb 07
  • Website http://www.i-rockmusik.com & Friendster
  • The Art of Glam 1, 1 Mar 07
  • The Art of Glam 2, 5 Apr 07
  • Supporting SOLUCITE for DragonForce Live in Jakarta, 19 May 07
  • Many more activities (kaROCKean, Listening Party, Watching Party etc.)

The most important thing was that during the slide show there was an accompanying music of Symphony X “Paradise Lost” album and Kamelot “Ghost Opera” played very LOUD at the venue’s BOSE sound system.

 

Denzuko

The opening act was a youngster band from Cileungsi DENZUKO. The players were all really young – inoln-denzuko.jpg fact the drummer is still a kid. They covered Iron Maiden with a good performance. The guitar players and drummer are excellent. Unfortunately the bass player was too shy and could not do a stage act like Steve Harris. But it’s probably they lacked of experience. However, their performance was really entertaining and rockin’ ..! Some people criticized the lead vocal but I’m fine with him. In fact he could deliver his vocal line clearly despite loud music they played. With more gigs I believe this band would be excellent. One thing I like also was that they covered my favorite track Flight of Icarus excellently! Keep on rockin’ … Denzuko! (*** )

 

Gugun and The Blues Bugs

Oh man .. I cannot believe that this is a pure Indonesian blues band with their own songs. Oh yeah … these guys have produced two albums: Get The Bugs (2005) and Turn It On (2006). By the time I watched this three-piece band (guitar & vocal, bass, drum) I only got a chance to listen to their second alum only. It’s an excellent album. Through this gig Gugun performed 7 songs including a cover of Stevie Ray Vaughn “Tin Pan Alley”. Three thing I admire this band: 1. they played clean and transparent blues rock music with great English speaking vocal (by Gugun) 2. great guitar solo by Gugun, and 3. energetic bass player as well as drum player. In fact, the bass player did a great job in stage act and playing his tight bass lines. I think if Jimi Hendrix and SRV still alive they would definitely be amazed by the performance of Gugun and The Blues Bugs. The crowd really enjoyed this great band. They played flawlessly, really! I cannot rate this band less than 5 stars out of 5 maximum (*****).

 

oln-gugun.jpg

 

Break: The Anniversary Cake from mbak Didy (i-Rock! loyal crowd): Thanks a lot mbak! Matur sembah nuwun! Penjenengan jan rocker sa’estu!

 

oln-cake.jpg

 

Crazy Train

This is basically Piyu Padi’s side project exploring the cover of Black Sabbath and Ozzy Osbourne. During radio interview two weeks before the show at Saturday Night Rock Program of Trijaya FM, Piyu said that Randy Rhoads has inspired his guitar style.He proved it …!!! That night, he played to the fullest and all crowd gave him a great applause. Everyone was amazed that Piyu could do such a rockin’ guitar. The crowd started to do headbanging .. especial;y when Bark at The Moon was performed! One of the crowd (some of them in fact!) shout that Piyu should not play with Padi and do a rockin’s album like Black Sabbath. I really loved when Piyu did a long guitar solo in the middle of Mr. Crowley and also his stunning riffs and solo performing Sabbath Bloody Sabbath. Oh man … I could not believe he did it excellently! Mandow did a great job at his keyboard opening of Mr. Crowley. Dodi also sung excellently. The other great player was the drummer (Unung) who played like crazy! Again .. I could not give less than 5 stars for Crazy Train. Perfect! (*****).

 

 

oln-crazy-train-1.jpg

oln-crazy-train-2.jpg

 

oln-crowd-1.jpg

 

oln-crowd-2.jpg

Miracle

Oh yeah .. this band delivered really “miracle” that night. Their performance, covering Dream Theater,oln-miracle-buncil.jpg was in fact much better than what they did at Fame Station (an i-Rock! event at Bandung, April 13, 2007). Not only that they performed really well, they also bring additional keyboard (ex Miracle keyboard player) and saxophone player (to perform Another Day). They started with opening track of Scene From a Memory album as their opening. There were troubles on sound system the first two songs they performed but I salute them because they did not panic and get the music going! Two thumbs up for this! In fact, when they performed bass guitar solo during Metropolis, the amps was cut off but the bass player kept playing, helped by guitar riffs. Yeah .. they could manage to overcome the sound problems. I even admire them on this!

The crowd was getting hot and some of them stood up and walked approaching the stage, did headbanging and sung along with the lead vocal. When they reached last song people asked for more and they did an encore with I Walk Beside You. People were getting crazier with this song. After the song was performed, the band started to step down but again … people were still wanted them to do another encore. Spirit Carries On was performed excellently and all crowd went up to the stage and they all sung together with the band! What a memorable show, really!!! Miracle’s performance this time was much better than their gig at Fame Station. Ovearll rating : 5 tars out of 5 (*****).

 

oln-miracle-2.jpg

 oln-miracle-3.jpg

oln-miracle-sax.jpg oln-miracle-1.jpg

 

 

GENESIS “Gabriel” Live DVD

August 15, 2007

GENESIS Genesis Live progressive rock album and reviews Symphonic Prog
(DVD/Video, 2004)
Avg: 3.88/5
from 13 ratings


Review by Gatot (Gatot Widayanto)
Special Collaborator Honorary Collaborator

4 stars When picture and sound quality do NOT matter at all ..!

I just got this DVD yesterday and when I came back home from work last night about 9:30 I saw a package from Missingpiece.net (Thanks Martin!) already at my desktop. So after I finished my quick dinner (due to curiosity about this “rare” DVD) I put the disc into my DVD Player. I do not care with the fact that I was so tired after cycling from work (approx 22 KM or 15 miles, it’s my Bike to Work Day!) I could not procrastinate any longer even one single night!. My heart gave thumping beats and my adrenaline run faster even before the picture appeared on my TV screen. Well, actually I hate TV but for playing prog rock DVDs! And … BOOM! When the screen started showing picture with its main menu and parts of The Musical Box music with “I’ve been waiting so long …..” lyrical part, …my adrenaline run even faster and my curiosity reached the ultimate limit. There were three three choices in the menu: 30-10-1973 Shepperton Studios, Borehamwood, UK ; 20-12-1973 Midnight Special – NBC Studios, Burbank, California, USA; and 20-04-1974 The Black Show – University Sports Arena, Montreal, Canada. I clicked the Shepperton concert first.

It started with keyboard solo and mellotron intro for a song that actually I do not favor “Watcher of The Skies” … but this time I really do not care whether I like it or not! It does not matter at all to me. Here we .. go … what I see is Peter Gabriel singing with his white mask and theatrical act. Oh my God … what a great performance! It flows to the next track starting with “Can You tell me where my country lies? …” a lyrical part of “Dancing With The Moonlit Knight” that I used to use to greet friends especially prog heads. Oh I cannot believe that I watch this DVD man! You might not believe that I had tears in my eyes (”mbrebes mili”) when I saw Gabriel sings and Steve Hackett follows with his howling guitar solo. What a POWERFUL show!!!! Yeaaaaaaaaahhh ….!!! Genesis Gabriel era rules …!!! that’s exactly what I said while watching this DVD. I really do not care about the sound quality and picture quality which are not good actually. But who cares man? What matters most to me was that … thanks God … I finally can enjoy the Gabriel concert with Genesis in its full coverage! And … at the end of this track Gabriel plays his flute beautifully. Oh, I cannot believe it’s true ….

Gabriel changes his gear again for the next track “I Know What I Like”. His stage act is so attractive. Just before the song really starts he acts like an actor on stage, theatrically. The next rack is the legendary “The Musical Box” which Gabriel opens it with communication with the audience. He sings wholeheartedly and sometimes using flute when necessary. “Play me my song .. here it comes again …”. Through this DVD I saw it clearly that actually Tony Banks, Mike Rutherford and Steve Hackett are all of them play acoustic guitars during opening part! During the performance of this song, after long musical interlude … Gabriel went back stage .. he used an old man (like a grand pa) mask …and then sings “She’s the lady .. she is mine …” oh my God .. what a great gesture, mimics and body language he uses while singing this song!

Here comes Supper’s Ready ..!

This is really a long awaited video on “Supper’s Ready” in concert, by Gabriel! When I first listened to audio version of the concert under Genesis Archives # 1, I already was impressed with it. And now .. what I am facing is the DVD. Oh .. it must be wonderful! Gabriel starts communication with the audience. I like the part when he sings “Jerussalem” with Phil Collins drum work. The audience gave applause and after this short part, Gabriel shake hand with Phil Collins (something that I had ever known before). “Walking cross a sitting room …” oh my God .. finally I watch them in concert! And again, during opening part the three gentlemen play acoustic guitar. I also like when Gabriel plays his flute. This epic song is performed excellently by the band. As usual, Gabriel is well equipped with many types of gears including the big flowers where he puts his head at the center. Oh actually, writing about the live performance of Supper’s Ready can take a novel long review! It’s amazing! It’s powerful!

Conclusion

This DVD is definitely a MUST for avid Genesis music lover. I am sure you will not count the picture and sound quality (which are actually bad) for this long awaited and really memorable video concert! Even the quality of picture and sound for the Black Show concert is really bad. One legendary song “Firth of Fifth” (thanks to Tony Banks for including the piano intro – even though it’s shortened) is even truncated in the middle part and continued with end part. Disappointing actually, but again .. I really don’t care! This is the best that I can expect for a memorable live performance! Genesis Gabriel ear really rule! Keep on proggin’ ..!

Peace on earth and mercy mild – GW

Posted Tuesday, August 14, 2007, 23:07 EST
Review Permanent link | Submit a review for this album

Don’t Miss This Specatucular Event!

August 13, 2007

portrait.jpg

For review of Gugun & The Blues Bugs “Turn It On” please click:

- Wind Tales blog : blues di antara buku

a local rocking blues

- Digital Noise Blog : Gugun And The Bluesbug / Turn It On

Send blank email to i-rockmusik-subscribe@googlegroups.com to join our mailing list

Feel free to ask all questions by e-mail to irock.comm@gmail.com
Please pass this information to every mailing list and people you know )

Rock on!

i-Rock! diulas Tabloid KONTAN

August 7, 2007

JRENG!

Asik juga, i-Rock! diulas di Kontan edisi minggu ini (Jumat 3 Agustus 2007 – Minggu I, Agustus 2007). Foto diambil saat kegiatan Watching Party kita tgl 31 Juli yang lalu dengan tajuk: Metal – Headbanger’s Journey. Dikupas FULL COLOR sebanyak 1.5 halaman!

i-rock-di-kontan.jpg

 

Berita lengkap klik DISINI.

Heboh Legend at 9 : MARILLION

August 5, 2007

Phew ….!!! Puwaszzz … akhirnya Marillion masuk di Legend at 9 tadi malem pada acara Saturday Night Rock vol 24 (4 Agustus 2007) radio Trijaya FM. Memang, waktu 2 jam tidaklah cukup buat membahas grup legendaris yang merupakan “hero” musik progressive rock. Bayangkan, kalo gak ada Marillion mungkin musik prog sudah mati ditelan gelombang baru (new wave) yang sudah menggerus band prog kawakan seperti Genesis yang ikut2an ngepop di “abacab” dan Yes juga di “90125″.

Marillion tiba menggelegar dengan “So here I am once more…. In a playground of a brokenheart …” ……..Biyuuuuuuuuuuuuuuuhhhh .. nikmat sekali ….”Script For A Jester’s Tear”….

Yang jelas,  siaran tadi malem bener2 HEBOH karena saya membawa satu kopor sebagian besar dari koleksi CD (official, bootleg dan official bootleg), LP, Laser Disc, DVD, buku… wis pokoke sembarang kalir yang berkaitan dengan Marillion.

marillion-snr-4aug07.png

Tanggapan dari pendengar Trijaya juga luar biasa. Yang asik adalah komentar dari pendengar di Semarang (Denny) yang berprofesi sebagai lawyer:

Kalo ada lawyer yang gak suka FUGAZI, masa depannya suram ..!!” Hua ha ha ha ha ha ha … saya dan mas Aldi yang siaran tadi malam nguakak abis dengan komentar ini …!!! Ha ha ha ha ha ha … Top Markotop!!!! (NB: Mas Denny ini berprofesi sebagai LAWYER dan menyukai Marillion abiszzz!!).

Kalo komentar pak Agung (yang saya kenal gara2 MARILLION juga) lain lagi:

Album Script itu saya putar berkali-kali sampe kasetnya bodol dan saya beli album ini sampe 3 kali …” ha ha ha ha ha ha ha ha ….

Itulah kegilaan terhadap Marillion ….

KANSAS Bagi Saya

August 5, 2007

kansas-box-set-12-sleeve.jpgPertama mengenal kelompok ini secara “tidak sengaja” melalui kaset BLACK SABBATH “Sabotage” format kaset rekaman Paradise warna pink yang saya beli di Toko Duta Irama, Madiun, sekitar tahun 1975. Kaset tersebut merupakan salah satu dari enam kaset yang dijanjikan oleh ibu saya. Ceritanya, saya tinggal berdua dengan ibu saya di rumah yang sangat besar di Madiun. Saking besarnya rumah tersebut hingga seringkali disewakan buat indekos. Target marketnya adalah auditor (dari Jakarta) yang setiap tahun mengaudit Perhutani, Pertani atau PJKA saat itu. Nah, ketika lagi sepi tidak ada yang indekos, ibu saya mengucapkan nazar ke saya: ”Tot, nanti kalo ada Bapak2 auditor menyewa kamar kita, ibu belikan kamu kaset 6 buah ya …” (harga kaset saat itu Rp. 500,-) . Benar juga .. bapak2 auditor tersebut akhirnya datang juga dan saya mendapat Rp. 3.000,- langsung dari ibu saya. Alhamdulillah …. Saya langsung nyengklak sepeda jengki merek ”Forever” warna hijau tua yang dibelikan ibu saya saat lulus SD, menyusur Jalan Pahlawan menuju toko Duta Irama di pusat kota. Tanpa pikir panjang ”tak sikat” itu Black Sabbath gara2 jatuh cinta dengan tawa tengil Ozzy di lagu ”The Writ” yang di kaset itu sebagai track pembuka … Opo tumon? Biyuh .. lagu ini keren abiszzz ….

Di Side B saya baca ada tulisan KANSAS tapi saya ndak tertarik blas, lha wong ndak pernah denger sama sekali ini grup apa. Tapi ya karena kaset, begitu Side A selesai, ya otomatis tak baliklah itu ke Side B. ”Duk duk duk duk … JRENG .. tet tet tet tet tet …” gabungan hentakan drum sederhana dan kibor dengan tempo medium mengalun indah membuka lagu berjudul ”Incomudro”. Subhanallah … Ini lagu buagus biyanget! Ringan tapi muantab pol! Saya duduk tertegun menikmati untaian nada dan chords yang diramu dalam lagu yang mengalir indah ini. Udah gitu, vokalnya bersuara agak ”bindeng” (bahasa Indonesianya mungkin : suara sengau, kayak orang bicara tapi hidungnya dipencet gitu lho. Coba praktekkan sekarang! Ya kan ? Ya begitu itulah suaranya…). Sejak itu … saya tertambat dengan kelompok ini.

Pada saat Perina Aquarius warna kuning mengeluarkan ”Leftoverture” langsung dahkaset-kansas-rover.jpg saya beli juga kaset itu. Biyuh itu lagu yang namanya ”Magnum Opus” bikin ati dag dig dug aja kalo dengerin. Edhan! ”Cheyenne Anthem” juga ballad yang bagus. Saya kemudian juga beli kaset seribu tiga (beli tiga kaset, harga Rp. 1.000,-) rekaman Rover dengan tajuk The Best of Kansas. Begitulah .. Kansas bagi saya. Selanjutnya saya selalu beli kaset Kansas bahkan sampe album Power (masih format kaset).

Sekitar tahun 1975/1976 (?) saya menonton God Bless di TIM, diantar kakak saya Budi. Wah dahsyat sekali Donny dan Ian Antono memainkan ”Carry On Wayward Son” dengan apik dan kompak. Saya semakin suka sama Kansas.

Setelah marak dengan CD, sayapun mulai koleksi setiap albumnya dengan format CD. Memang layak dikoleksi grup satu ini. Waktu kerja di Price Waterhouse dulu, tahun 1994, saya liat ada kaset (box set) Kansas Volume 1 dan 2. Langsung saya beli. Waduh ternyata ada lagu2 live seperti ”Death of Mother Nature Suite” yang keren abis …. Pokoknya kaset boxset ini oke banget. Eh … beberapa hari kemudian liat versi CD nya … langsung tak embat juga.
Ini versi box set CD nya:

kansas-box-set-12.jpg

Setelah itu keluar lagi box set (2006) yang bikin mbrebes mili karena ada footage ”live” mereka tahun 70an dalam format DVD. Sungguh .. saya meneteskan air mata menikmati box set bertajuk ”Sail On” ini. Kemasannya bagus dan ada ilustrasinya segala.

kansas-sail-on-1.png

Memang, pengetahuan saya dalam Kansas masih jauh kurang mendalam dibandingkan dua teman saya ini. Pertama, adalah Bli Rikon yang usianya jauh lebih muda dari saya. Dia menguasai benar liku2 kelompok ini dan bahkan pernah mengulas habis kelompok ini da radio classic rock almarhum M97 FM, di sekitar tahun 2000an begitu. Kedua, mas Fadhil Indra (pemain kibor Discus dan Atmosfera) yang pernah mengupas Kansas secara tuntas di radio Trijaya dalam Saturday Night Rock (kerjasama i-Rock! dengan Trijaya) beberapa bulan yang lalu.

 

kansas-sail-on-3.jpg

Bagi saya, Kansas merupakan band legendaris dimana saya tumbuh dari remaja menjadi dewasa dan sekarang menjadi ”bapak-bapak” musiknya selalu menemani saya. Memang saya tidak ngefans berat sih, tapi tetep saja saya menyukai kelompok satu ini. Musiknya luar biasa indahnya, terutama perpaduan dalam violin, kibor / piano dan biola. Memang saya suka musik rock digabungkan dengan biola.



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 142 other followers