Musik Yes di Ambang Senja (7 of 10)

April 20, 2014

Herwinto

image

Harian Kompas Yang Ngawur!!!

Bila teringat kisah ini saya benar benar ndongkol puol !!! Bagaimana tidak ndongkol, lha wong harian Kompas menyebut album Fly From Here jauh lebih bagus daripada Drama, ya jelas saya gak terima !!! Memang membeli album baru dari artis yang pernah berjaya dimasa lalu adalah suatu hal yang bersifat spekulasi, makanya saya gak mau beli album Fly From Here dulu meski saya cinta berat dengan Yes karena saya trauma dengan Open Your Eyes.

Saat itu harian Kompas membahas peluncuran album baru Yes dengan formasi seperti formasi Drama di tahun 1980 serta menyatakan album ini lebih bagus di banding Drama, saya memang penasaran dengan pernyataan ini sebab jika benar berarti album ini benar benar keren, Eeee…lha kok ndilalah mas Hippienov malah sudah beli CD nya duluan dan email emailan dengan mas Gatot bahas album ini, gemblungnya lagi email emailan ini diposting juga sama mas Gatot,…. lengkap sudah kegemblungan blog ini…ha ha ha ha….(ayo disundul lagi mas)…dari sinilah saya tahu bahwa album ini ternyata tidak bisa disandingkan dengan Drama yang super keren itu….

Terlalu lembek, dan yang jelas mboseni puol….saya hanya mampu bertahan sampai track 2 lalu loncat ke track 8,9, 10 dan 11. Tak ada yang istimewa. Sampai sekarang saya gak pernah muter lagu lagunya, apalagi beli CD nya.

Musik Yes di Ambang Senja (6 of 10)

April 19, 2014
Herwinto
Big Generator……Waduuuuh kok Yes kayak gini?
big
Ada dua alasan mengapa album ini tidak saya masukkan di tret Indahnya Musik Yes, sementara saudara kandungnya yakni 90125 saya masukkan. Alasan pertama, 90125 adalah album yang memiliki jasa besar mempopulerkan Yes sehingga Yes memiliki pengikut dari generasi  baru yakni generasi tahun 80 an yang kemudian ikut menjelajah keindahan musik Yes di era 70 an, inilah jasa yang tidak bisa dilupakan!! dan saya sangat gembira banyak yang akhirnya kenal Yes dan menggandrungi Close To The Edge walau awalnya adalah 90125.Alasan kedua, 90125 bukanlah album yang parah karena di album tersebut terselip karya karya yang sungguh masih sangat progresif seperti Changes yang begitu indah, Cinema yang begitu ngerock serta Our Song yang begitu menawan…namun jika saya menengok Big Generator album ini tak ada lagu yang bisa saya banggakan selain Love Will Find A Way, lagu lagu yang lain sudah terlalu ngepop dan album ini dirilis di waktu yang tidak tepat sehingga kesuksesan 90125 tak bisa lagi diulang, di tahun 1987 telah banyak band band baru beraliran new wave yang lebih digandrungi anak anak muda saat itu, praktis Yes telah dilupakan.

Musik Yes di Ambang Senja (5 of 10)

April 19, 2014
Herwinto
Open Your Eyes…… Karya Yang Sungguh Menyakitkan
Saya sebenarnya tidak mempermasalahkan album ini jika Yes bukanlah band yang saya openkenal selama ini, atau mungkin saya tidak akan menyebut album ini jelek jika Yes adalah band yang selalu menciptakan lagu lagu demikian, namun jika mengingat Yes adalah band yang pernah menelorkan album album spektakuler macam Fragile, Relayer, Topographic Ocean dan setidaknya Drama, maka sungguh ini adalah karya yang membuat saya sakit hati, ”What is this, Mr Howe????”
Sungguh tak ada ciri musik Yes di album ini, bahkan terkesan nglantur dan asal – asalan, tak ada karya yang brillian, apalagi menohok!!…tak tahan saya mendengar lagu lagu di album ini sampai akhirnya muncul album The Ladder, barulah ini album yang bisa dinikmati kembali…

When Phil Collins Meets Bill Bruford

April 19, 2014

Gatot Widayanto

Genesis - In Concert [w Bill Bruford] 1976

Pagi ini begitu indah …akhirnya saya menemukan secara tak sengaja permainan duo drums kesayangan saya : Phil Collins dan Bill Bruford dalam satu pertunjukan penuh selama empat puluh dua menit di tahun 1976. Tadinya selama ini saya hanya tahu dari rekaman resmi album Seconds Out dimana Bill Bruford main drums hanya di lagu Cinema Show saja. Namun di youtube yang saya temukan baru pagi ini, saya melihat betapa hebatnya permainan drum maling ketukan ala Bill Bruford dipadu indah dengan permainan rofel maut Phil Collins. Wah …bener2 mimpi menjadi kenyataan.

Bill Bruford

 

Di sini saya melihat alasan mengapa saya hingga kini tetep menyukai permainan Bill Bruford yang sampai detik ini masih tiada duanya. Menurut saya, Bill adalah drummer prog paling keren dan tak ada yang bisa mengalahkan hingga kini — tapi ini hanya versi saya lho. Mengapa saya berpendapat begini? pertama, Bill ini adalah seorang yang sangat inovatif karena menciptakan pukulan yang lari dari ketukan dasar sehingga musik terasa sumbang namun tetap indah. Saya gak tahu dia dulu dapat wangsit apa kok bisa bikin ketukan serba lari namun konsisten sepanjang ia bermain. Kedua, adalah suara snare drums nya yang unik dan sepertinya disetel kencenng sehingga suaranya kering namun kaya dengan nuansa. Coba Anda perhatikan setiap ada pukulan “THAK” bunyinya kering seperti ranting di musim kemarau namun memberikan nuansa yang memperkaya komposisi musik yang dibawakan. Coba dah Anda bandingkan Cinema Show versi Seconds Out dimana Bill main dengan indahnya dibandingkan versi studio dimana Phil Collins yang ngedrum. Bukannya drums Phil Collins gak bagus namun Bill Bruford memberikan tenaga dan nuansa tersendiri yang membuat kita ketagihan mendengarkannya.

Bagaimana dengan Phil Collins? Saya juga suka sekali melihat Phil Collins ngedrums. Kehebatan Phil dalam bermain drums justru pada variasi pukulannya yang cepat meski powernya gak sekuat Bill. namun justru inilah letak keunikan permainan Phil dalam memainkan stick drums nya. Kalau kita lihat dia main drums, kelihatan santai namun setiap variasi pukulan antara snare dan tomnya begitu mencolok sekali. Justru variasi inilah yang membuat pukulan drums Phil juga memiliki keunikan tersendiri yang tak dimiliki drummer lainnya.

Genesis Bruford

Konser ini difilmkan pada tahun 1976 langsung dari Apolo Theater, Glasgow. Secara keseluruhan memang konser pendek dan tak layaknya konser Genesis yang panjang. namun dari waktu yang pendek ini sekurangnya saya menikmati permainan dahzyat dua maestro drums kesukaan saya ini. lagu-lagunya meliputi:

Intro (stage rigging)

I Know What I Like

Broadway Melody of 1974 (instrumental)

Carpet Crawlers

Cinema Show (part two)

Entangled

Supper’s Ready (last part)

Los Endos

 

Pada I Know What I Like terasa ganjil memang bunyi drums nya karena tak seperti biasanya dan banyak kejutan tambahan bunyi snare drums. Phil pun menyanyi dengan sekaligus melucu dan asik dilihatnya. Perhatikan bagaimana Phil melawak dengan memberikan topi kepada pemain lainnya. dan .. pada bagian akhir lagu dia berdua-drums dengan Bill. perhatikan bagaimana ia memukul drums dengan berdiri dan menunjukkan begitu cekatan menyambar snare, tom dan cymbals. Pada Broadway melody of 1974 begitu indah perpaduan duo drummers Bruford – Collins … aduuuuuuuh indah banget dilihatnya , apalagi dengan suara kibor dan gitar nan mendayu-dayu membuat suasana hati melayang ke langit ke tujuh. Bagian paling indah adalah saat vokal gabriel akan masuk (versi studio) dimana musiknya membahana keren banget!

Ternyata Bill juga bisa main halus karena di Carpet Crawlers pun ia bisa mengiringi dengan baik ditambah beberapa kejutan suara THAK nan menawan. Hadew! Top banget dah! Cinema Show nya hanya kebagian instrumentalia saja dan sayangnya diberi ilustrasi film animasi ala Charlie Chaplin. namun tetep suara duo drums nya kentara banget. Apalagi di bagian akhir ada solo duo-drums antara Bill – Phil yang sungguh menawan dan menjadi ciri khas dari album Seconds Out.

Puncak kenggeblakan paripurna, setelah selama beberapa puluh menit disuguhi permainan innovatif ciamik antara Bill – Phil, adalah pada dua lagu terakhir yakni potongan akhir Supper’s Ready dan Los Endos. Di Los Endos kelihatan semua pemain begitu menunjukkan klimaks nya termasuk Steve Hackett yang menggosok gitarnya hingga berbunyi khas dan yang paling ciamik ya gilanya dan gokilnya permainan duo drums Bill Bruford dan Phil Collins. WHOOOOAAAAAAA …. ngguweblak ping kopang kaping !!! Tuooooooooooooobz!

Silakan KLIK buat nonton youtube nya.

Kompilasi Album MP3 DIY

April 18, 2014

Andria Sonhedi

gw-cd diy

gara2 pak Hippie nulis ttg cd2 kompilasi buatannya akhirnya begitu sampai magetan saya lalu mencari-cari  cd yg pernah saya buat sendiri sekitar tahun 2004-2005. berbeda dengan pak hippie yang membuat album Prog Fusion berisi lagu2 pilihan, yang saya buat adalah sekedar mengumpulkan album2 yg saya konfersi dari cd kopian ke format mp3.

sekitar tahun itu saya baru mulai belajar mengkonfersi mp3 dari cd. maklum saat itu cd mp3 bajakan memang didominasi album2 pop & alternatif. sementara itu saya blm tahu cara mendownload lagu dari internet. kebetulan saat itu saya bekerja di Sidoarjo yang juga banyak menjual cd mp3 bajakan, setiap ada mp3 grup rock yg saya blm punya mesti saya beli. tapi ya itu, nggak pernah nemu yg berisi Manowar, Stratovarius, Gamma Ray apalagi death metal atau thrash macam Morbid Angel dan Testament.

eh kok ya suatu saat ada pedagang mp3 di depan Matahari/Ramayana Jl Gajahmada, Sidoarjo jualan cd kopian Riot – Thundersteel, Exodus, Ayreon dan grup2 tdk umum lainnya. satu CD kopian ditawarkan Rp 15.000. karena ingin bisa mendengarkan Riot sambil kerja di kantor akhirnya saya beli juga wl saya saat itu paling anti cd bajakan krn saya anggap tdk ada seninya. singkat cerita akhirnya saya dapat sumber cd kopian yang lebih lengkap dan bisa murah  :) dari situlah cd 2 kopian saya bermula. dari cuma 1 cd Riot (yg awalnya saya berjanji demi Riot aja saya beli cd kopian) akhirnya jadi banyak sekali, awalnya saya beli tradisional heavy metal & power metal serta beberapa grup thrash yang saya kenal. kemudian saya berpikir dari pada membawa semua cd ke kantor akan lebih baik kl saya menyatukan dalam 1 cd, cuma bagaimana caranya? tak sengaja saya baca di koran Jawa Pos kl ada software gratis bernama  CD to MP3 yang bisa memenuhi keinginan saya tadi.

akhirnya saya satukan album2 Mp3 grup beraliran Power Metal, progressive & gothic metal ke cd yg saya beri judul Power. saya ambil gambar Rhandy Rhoads utk covernya, warnanya sengaja saya ganti tiap cd biar mudah dicari. Tak terasa sampai 10 cd juga. setelah itu karena cd2 power metal dan heavy metal sdh jarang ada (krn saya beli terus tiap minggu) saya mulai cari melodic death metal macam in Flames dan Children of Bodom lalu cdnya saya namai House of Loud. Instrumental gitar yg saya punya cd aslinya pun saya konfersi ke mp3 dan saya namai Give ‘em the  Axe & Ear Candy albumnya. pokoknya begitu ada 10 cd  ngumpul segera saya buatkan cd mp3nya.

sayangnya lama2 saya mulai kewalahan memburn cd-cd tadi, awalnya tetap membuat cd namun tanpa cover lalu lama-lama tidak melakukannya sama sekali :)

beberapa cd tadi masih bisa diputar tapi ada juga yang tidak bisa. selain itu sempat juga saya membalik proses, album2 bagus yg saya dapat mp3nya lalu saya konfersi jadi CD, sekalian saya buatkan covernya pakai kertas manila putih. pakai kertas HVS tintanya kok terserap shg gambarnya kurang cerah. tapi akhirnya kegiatan saya itu pun terhenti karena bosan atau banyak kerjaan lain, sekarang mp3 yg baru saya dapat cuma saya simpan di external hard disc saja.

The 40-Year ProgGraphy (3 of 40)

April 18, 2014

Gatot Widayanto

Satria Bergitar Sapu Ijuk

Ini sebenarnya masih masuk dalam periode pra Prog bahkan bisa dibilang saya belum secara pasti mengukuhkan diri sebagai penggemar musik rock meski kecenderungan ke situ memang lebih kuat dibandingkan ke kecenderungan jenis musik lain seperti funky atau disco. Musik jazz masih belum masuk dalam hitungan saya karena bagi saya terlalu tuwek kalau mendengarkan musik sejenis jazz. Sedangkan jiwa muda kan penuh gelora berapi-api seperti novel Api di Bukit Menoreh ..halah! Kok jadi ngomongin Agung Sedayu dan Alap-alap Jalatunda. Tapi emang masa itu saya rajin juga baca novel ini selain Nogososro Sabuk Inten. Pokoknya nuansamatik tenan lah. Kadang memang saat membaca novel dimana ada pertarungan malam hari di tengah hutan, saya memang kadang senandung lagu-lagu jadul seperti dari the Bee Gees, the Cats, the Casuals …sambil membayangkan bagaimana pertarungan berlangsung seperti yang dituturkan di novel.

Saya masih ingat bahwa di rumah Madiun mas Henky punya kaset the Bee Gees rekaman Nirwana dan saya juga suka lagu yang ada senandung “pi pi pi pi pi ….pi pi pi pi …pi pi …” yang merupakan bagian dari lagu bertajuk “Holidays” (semoga tak salah judulnya). Saya juga suka lagu bertajuk “Words”. Saya lupa lagu lainnya, yang jelas kaset the best tersebut bagus semuanya, kalau gak salah ada yang “First of May”. Tentu juga ada The Cats yang terkenal dengan “Lea” , “I’ve got to Know What’s Going On”, “Scarlet Ribbons”, dll. Yang syahdu itu lagunya The Casuals bertajuk “Jesamine” … What am I supposed to do with the girl like Jesamine …. WHOAAAAAAA …ini lagu kuwerrrreeeen tenan! Lagu pop nan ngguwajak!

DP in rockHal lain yang mempengaruhi saya adalah radio Moderato yang pada setiap jam selalu mengumandangkan intro lagu Child In Time sebelum masuk relai siaran berita dari RRI Pusat. Lagu ini menjadi memiliki makna tersendiri bagi saya karena saking sering denger meski hanya intronya saja. Yang membuat saya terbelalak justru ketika suatu hari lagu ini diputar full, tak hanya intronya saja. Naun saya menjadi lebih suka lagi ketika ada lagu lain lagi yang saya tak tahu judulnya namun bener2 penuh semangat dan temponya cepat meski lagunya pendek. Barulah kemudian saya tahu bahwa itu lagu dari Led Zeppelin bertajuk “Immigrant Song”. Edan tuh tereakan vokal di awal lagu “Aaaa …a … Aaaa …a!” duk thak duk jes …..Edaaaaaannnn …. Ini baru lagu. Kegemaran saya jadi memuncak ketika denger lagu yang tereakannya ini ..”You need uleeee …..” theng teng theng teng jreng thak ejek thak ejek ….theng teng theng teng jreng thak ejek thak ejek …. Tahulah tentunya lagu beken dari Led Zeppelin II ini … Muantab jek!

Gara-gara “Whole Lotta Love” inilah saya langsung membayangkan menjadi sosok pemain gitar rock dan sering pethakilan menirukan gaya seorang pemain gitar rock yang sedang manggung. Dan lucunya …saya pake sapu ijuk dibalik seolah itu adalah gitar listrik beneran. Padahal saat itu saya belum tahuLZ IIbahwa yang main gitar namanya Jimmy Page. Saya juga belum tahu orangnya seperti apa. Tapi ya udahlah yang penting pethakilan, loncat-loncat seperti pemain gitar sedang beraksi. Rasanya kalau sudah pegang sapu begini saya menjadi rang paling gagah dan serasa rocker sejati. Padahal perbendaharaan lagu-lagu rock ya sebatas Uriah Heep, Grand Funk, Deep Purple dan Led Zeppelin ini. Sayangnya pula, saya gak punya album Led Zeppelin II ini, alias belum mampu beli kasetnya, kecuali dari radio aja saat itu dan jarang sekali diputar. Akhirnya ya sering bersenandung sendiri tanpa tahu kesudahannya giman. Rapopo …sing penting ngerock to ya?

Kalau inget periode ini, saya ingin senyum sendiri. Apalagi periode inipun saya juga rajin nonton pertunjukan wayang orang di gedung Ajen bersama Pak Rebo. Pada setiap hari tertentu, kalau gak salah Selasa malam, saya nonton wayang orang gratis karena saya kenal pak Sudjio yang anggota TNI karena gedung Ajen tersebut adalah milik TNI. Oh ya .. Pak Rebo ini sebenernya “rencang” (pembantu rumah tangga) nya pak Sudjio yang merupakan tetangga kami di Jl. Sumatra, Madiun. keluarga kami dekat sekali dengan keluarga Pak Djio (panggilan pak Sudjio) yang menempati sebuah kamar di Losmen Sumatra (tepat di depan rumah kami di Jl. Sumatra 26). Saya sudah dianggap anak oleh Bu Djio ini. Ibu saya hampir tiap hari berkomunikasi dengan Ibu Djio ini. Kalau nonton wayang orang biasanya saya naik becak dengan Pak Rebo (dipanggil Pak Bo) ini. Nuansamatik kemlitik tenan …bahkan segmen kehidupan ini saya kok malah jarang cerita dimana-mana ya? Padahal saat indah itu …karena kalau nonton wayang orang saya terbebas dari kewajiban belajar … ha ha ha ha …. Saya rasa saat itu masih sebelum SMP, jadi ya sekitar 1969 – 1972 gitu. What a wonderful segment of my life!

Lha opo tumon, ….suka ngerock tapi nonton Wrekudoro Sakti (pertunjukan wayang orang) ….?!!! Ngerock nya dimana coba? Ha ha ha ha ha ….

Musik Yang saya Putar Setiap Pagi

April 18, 2014
Herwinto
7Saya memiliki kebiasaan pagi hari sebelum berangkat kerja menikmati musik yang memberi semangat saya untuk beraktivitas, termasuk ketika libur, karena kalau libur saya biasa bersih bersih rumah, motong rumput, ngepel lantai dan lainnya. Sejak mengenal IQ saya punya kebiasaan memutar album Seven Stories Into Eight, byuuuh….album ini benar benar kereen….sumpiiih!!! asyik banget buat menggerakkan badan untuk bekerja.
Ini adalah album perdana IQ yang dirilis pada tahun 1982 hanya dalam format kaset sehingga praktis susah dan langka untuk mendapatkan rekaman aslinya. Pada tahun 1998 album ini dirilis ulang dalam format CD dan dibuat versi barunya serta ditambah lagu baru kemudian diterbitkan dengan judul baru Seven Stories Into Ninety Eight. Inilah track list aslinya.
Capital Letters (In Surgical Spirit Land) (3:46)
About Lake afaive (5:02)
Intelligence Quotient (6:55)
For Christ’s Sake (5:05)
Barbell Is In (5:32)
Fascination (5:56)
For The Taking (4:17)
It All Stop Here (6:58)
Pada tahun 1998 lagu lagu ini direkam versi baru dengan durasi waktu yang juga berubah, dengan 7@penambahan satu lagu Eloko Bella Neechi (5:16). Formasi nya hanya berubah pada bagian bass yakni pada tahun 1982 oleh Tim Esau dan pada tahun 1998 oleh John Jowitt. Sungguh menikmati album yang sebagian besar instrumental ini benar benar menyemangati permulaan hidup di pagi hari. Komposisi yang disajikan benar benar keren, enerjik,dinamis, pokoke semangat!!!

Bikin Kaos Prog Sendiri

April 17, 2014

Budi Putra

Mas Gatot dan rekan-rekan blog gemblung yang keren-keren. Tret ringan ini saya buat sekedar untuk menghangatkan suasana blog gemblung yang semakin hari semakin progresif dengan ulasan-ulasannya. Dan, siapa tahu melalui tret ini memicu keinginan dari rekan-rekan untuk membuat kaos kebangsaan blog gemblung (ngarep.com). Wah, tentunya akan keren sekali bila ada kaos kebangsaan blog gemblung yang top markotop ini…hehehe.

Saya memilih prog tentu saja karena desainnya memiliki daya tarik seni tingkat tinggi, selain musiknya yang memang berkelas. Maka saya niatkan untuk browsing dan didapatlah beberapa desain yang unik-unik terkait prog. Kemudian desain dengan tulisan “Old School Prog” dengan latar desain cover album dari band prog yang warna-warni khas dan jadul itu seperti grup Yes, Pink Floyd, Genesis, King Crimson, Gentle Giant, ELP, dan lainnya, sungguh menarik minat saya. Jadi saya pilihlah desain ini. Lanjutnya saya cari desain lain dan memang agak sulit juga untuk mencari desain yang beda dan sesuai selera. Eh, ternyata dapat desain cover majalah Prog di blog gemblung ini dan tanpa membuang waktu langsung saya save.

Kemudian saya cari toko kaos online yang bisa order kaos desain sendiri dan didapatlah toko online inikaos. Setelah cocok langsung saya kirimkan desain kaosnya. Selang beberapa hari kaos yang saya order tiba dirumah dengan selamat. Rasanya seneng sekali kaos orderan sudah ditangan, dan tentunya setelah saya cuci sebentar, besoknya saya pake…biyuuh, keren tenan.

image

Walau demikian, memang ada beberapa catatan untuk kaos yang saya order ini seperti, kualitas tinta/sablonnya masih kurang bagus. Tapi hal ini memang terkait juga dengan kualitas desain yang kita kirim. Bahan yang digunakan tentunya bukan bahan jenis soft cotton jadi bila dipakai memang masih terasa agak panas. Namun dari kekurangan yang ada bisa tertutupi karena terlanjur seneng memakai kaos prog desain dendiri. Dan yang pasti bila dipake akan berbeda dengan kaos-kaos yang lainnya…Prog gitu loh!

Dahzyatnya The Flower Kings (4 dari 15)

April 17, 2014

Herwinto

Flower Power Track 02-15

Setelah terpuaskan menikmati track 01 Garden Of Dreams, giliran kini merambah track 02-15 yang merupakan lagu lagu mandiri, track 02 Captain Capstan (00:45) dan track 03 Ikea By Night (00:04) adalah semacam overture untuk menuju Astral Dog (08:03) ketiganya adalah instrumental yang sangat indah, Ikea By Night mengingatkan saya pada Five Percent For Nothing nya Yes pada Fragile berupa gebukan perkusi yang mantab. Track berikutnya Deaf, Numb & Blind (11:10) adalah nomor yang cukup keren, kaya elemen elemen simphony prog yang menawan, Stupid Girl (06:49) dan Corruption (05:54) adalah nomor nomor yang sangat renyah untuk dicerna namun tidak meninggalkan elemen prog khas The Flower Kings yang megah.

Track selanjutnya adalah buah karya Thomas Bodin yaitu nomor indah nan nunjek ulu hati Power Of Kindness (04:23) wah baru denger intro kibor nya aja udah gogrok hati ini, sungguh mengaduk aduk perasaan, ini adalah sebuah nomor instrumental layaknya Hairless Heart nya The Lamb Lies Down, cocok untuk kontemplasi di malam hari diluar rumah. Psychedelic Postcard (08:42) adalah nomor yang cukup dinamis dan bersemangat.

Track selanjutnya Hudson River Sirens Call 1998 (04:47) adalah nomor instrumental yang mengingatkan saya pada lagu Pink Floyd The Great Gig In The Sky pada album Dark Side Of The Moon yang berupa teriakan teriakan cewek yang benar benar indah, nah disini pun ada namun dalam balutan musik yang lebih mencekam sehingga lebih terkesan sakral. Nomor Magic Pie (08:19) intro gitarnya mengingatkan saya pada lagu The Beatles Every Litle Things, ini adalah nomor karya Hasse Froberg yang sungguh manis menurut saya, teriakannya huenak untuk ditirukan.

image

image

Track selanjutnya Painter (06:45) merupakan nomor yang sungguh mendayu dayu menurut saya namun tetap saja karakter vokal yang bertenaga Stolt dan sayatan gitarnya yang cukup melodius mejadikannya sangat menawan. Calling Home (11:19) bagi saya adalah nomor yang cukup keren, saya sangat menyukainya perpaduan vokal yang empuk dan nuansa musiknya yang sangat art rock sungguh memukau. Afterlife (04:34) merupakan nomor instrumental yang sangat megah sangat pas sebagai lagu pamungkas album ini. Puwassss sudah menikmati sajian album yang komplit plit begini….Salam!!!

Prog Fusion vol. 2

April 17, 2014

Hippienov

image

Happy weekend Mas G dan rekan-rekan semua, aku kembali lagi dengan postingan ringan nan gemblung untuk meramaikan blog. Semoga berkenan dan kiranya menarik untuk dibaca serta bisa membuat rekan-rekan tersenyum.

Kerennya ini adalah sequel/lanjutan dari tret sebelumnya “Iseng Bikin CD Kompilasi” tapi untuk menghindari persepsi kalo aku double kirim untuk tulisan yang sama, aku memilih untuk pakai judul “Prog Fusion Vol. 2″ karena memang tret ini masih seputar tentang keisenganku bikin cd kompilasi “Prog Fusion”. Semoga saja volume 2 Prog Fusion ini akan sama menariknya dengan volume sebelumnya ^_^

Ceritanya pada Rabu lalu setelah menggunakan hak pilih (progger juga mensukseskan pemilu loh, hehehe…) hampir seisi rumahku pergi jalan-jalan menikmati “hari libur dadakan” ini. Tinggallah di rumah aku bersama anak dan istri tercinta jadi kuncen, hehehe… Gak juga sih, kami pun punya rencana pergi muter-muter Depok dan sekitarnya tapi di sore hari itu. Rumah kosong, istri menemani anak kami tidur siang (umumnya tiap ada libur, istriku akan memanfaatkan kesempatan langka ini untuk re-charging tenaga dengan tidur tanpa aku disampingnya, hahaha…), dan akupun seperti deja vu ditinggal sendirian lagi bersama acara tv lokal yang mulai sibuk menayangkan hasil quick count pemilu yang baru saja digelar.

Gak mau terjebak dengan menonton acara tv yang bikin ngantuk dan untuk memanfaatkan waktu jeda sebelum pergi bersama keluarga di sore hari, aku segera putuskan untuk nge-burn lagu dari mp3 ke format audio. Setelah semua “gear” siap, mulailah aku berpikir mau tema apa untuk project burning-an ku kali ini. Berhubung yang lagi hangat adalah Prog Fusion, maka kuputuskan untuk membuat lanjutan kompilasi Prog Fusion yang akan kuberi judul Prog Fusion Vol. 2 karena kebetulan masih banyak koleksi lagu dari cd mp3 pemberian Mas Yuddi yang belum kebagian tempat di volume pertama plus sekalian menindaklanjuti masukan dari Mas G tentang lagu-lagu dari album perdana UK yang kurang kebagian porsi di Prog Fusion Vol. 1. Setelah proses pemilihan lagu yang lagi-lagi memakan waktu lumayan lama dan sedikit bingung untuk memutuskan mana yang akan masuk list dan mana yang harus “disimpan” lagi, akhirnya siap juga final list nya dan segera masuk proses burning… Berikut adalah playlist nya, kali ini total ada 20 lagu yang berhasil masuk :

1. Yes / Days (additional demo track di file Yes/Tormato dimana yang hanya berisi suara Jon Anderson tanpa background musik) 2. UK / Nothing to lose 3. Camel / Flight of the snow goose 4. Refugee / Ritt Mickley 5. Patrick Moraz / Kabala 6. Bill Bruford / Beelzebub 7. Steve Howe / Ram 8. UK / As long as you want me here 9. Yes / Soon (single edit) 10. Camel / Your love is stranger than mine 11. Chris Squire / You by my side 12. Steve Howe / Meadow rag 13. UK / Alaska 14. UK / Time to kill (aku amazed banget dengan 2 lagu ini, aslinya 2 lagu ini nyambung tapi karena di file yang aku punya ada jeda “putus” antara alaska ke time to kill, terpaksa aku “fade out” di akhir lagu alaska dan pas masuk time to kill aku “fade in” supaya efek putusnya lagu gak terlalu obvious dan raw banget. pasti Mas Rizki akan protes dengan tindakan editing ku ini, hehehe… So Sorry ya Mas Rizki…) 15. Bill Bruford / Hell’s Bells 16. Steve Howe / The Continental 17. Refugee / Someday 18. UK / Rendezvous 6:02 19. Yes / Sweet dreams 20. Camel / Eye of the storm.

Masih banyak lagu nuansamatik yang terpaksa gak bisa masuk termasuk “fainting in coils” nya Bruford yang direkomendasikan Mas G. Tenang Mas G, akan ada Prog Fusion Vol. 3 nanti, guess I’ll save the best for the last, hehehe…

Untuk cover/sampulnya aku punya niat untuk menampilkan cover tentang UK karena pada dasarnya kompilasi ini berawal dari takjubnya aku dengan band prog ini setelah dikasih cd mp3 nya oleh Mas Yuddi. Di volume 1 covernya “Yes” dan ada baiknya untuk volume 2 covernya something about UK jadi kalo digabungkan kira-kira punya makna “UK Yes!” Gak nyambung blas ya? hahahaha…. Saat sedang browsing mencari cover apa yang cocok tiba-tiba aku stuck dengan foto John Wetton saat konser dengan style yang keren banget, so 70s… so hippie dengan rambut gondrongnya… just like me, wakakakak…

Kira-kira demikian tulisanku kali ini yang sangat ringan, semoga berkenan dan menarik. Mohon maaf jika ada banyak kekurangan dalam penulisan. Seperti biasa matursuwun Mas G atas waktu dan kesempatan yang disediakan dan untuk rekan-rekan yang sudah meluangkan waktu mampir dan membaca…

Lots of great music are out there for us to find and enjoy them… hippienov


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 130 other followers