Wayang NgePROG

October 30, 2014

Herman

Terlampir saya kirimkan poster Wayang Ngeprog
Mudah mudahan hanya ada di Blog Gemblung, wayang ikutan ngeprog pakai headphone nyetel piringan hitam…..hahaha. Mungkin dia juga suka blusukan ke Blok M Square beli PH seken dan mampir ke Corelli untuk nyruput ( minum) kopi atau teh….

wayang prog art copy a
Salam Jreng,
Herman

Demam Gary Wright

October 30, 2014

Gatot Widayanto

Gara2 mas Andria, mas Hendrik, dibumbui mas Rizki dan mas Khalil akhirnya nama Gary Wright tiba2 meroket menjadi trending topic di blog paling gemblung di dunia ini. Trending topicnya bahkan mendekati berita gemparnya bakal ada DPR Perjuangan (jadi, selama ini memang DPR gak berjuang ya buat rakyat?) yang lagi meroket di medsos. Untungnya si GW ini hanya meroket di kalangan wong gemblung, jadi ya masih terkontrol lah ….ha ha ha …. Lha gimana gak gemblung ya, di sini tak hanya prog aja yang tumbuh subur namun metal dan pop pun juga punya porsi. Ha ha ha …. Pokoke sing penting musik untuk kehidupan ….he he …

Lha , malam ini saya balik ke rumah dari rumah ibu saya sambil gowes kok ya menikmati playlist yang ada dua lagunya GW yakni Dream Weaver dan Blind Feeling. Whoooaaaa …. Suasana gowes jadi marak. Dan pada saat melintas di depan rumah mas Rizki rasanya saya mau gedor pintu rumahnya sambil pamer bahwa di iPod saya sedang playing Dream Weaver yang terkoneksi ke Voombox . Ini fotonya:

image

Terus saya melaju santai dan setelah Hair of the Dog nya Nazareth lha kok nyambung ke Blind Feeling nya GW. Opo ra tambah nyamleng suromenggolo ki nartosabdo mangku wanito udo? Nikmaaadz pol ….. Trus sampek rumah tak golèki itu kaset Styx rekaman Nirwana dan dapet. Ini dia fotonya:

image

-

image

-
Dan ternyata masing2 dapat porsi sama yakni 30 menit baik Styx maupun GW. Whoooaaaa … Kaset ini sungguh nuansamatik kemlitik zonder rheumatik pol bagi saya. Rasanya mau menangis teringat masa itu saat beli kaset ini ….jauh jauh ke Pasar Turi hanya mampu beli satu buah kaset; itupun uang hasil dikasih kakak sepupu saya, mbak Aniek yang baik hati. Ludeslah uang rp. 700 saat itu buat beli kaset ini. Duh …merindhink disko nih kalau ingat masa lalu. Miskin dan indah. Poverty is beautiful!

Nah … Ruang di bawah ini akan kemudian diisi foto2 kaset GW koleksi mas Rizki dan mas Hendrik:
Ini kiriman foto dari mas Hendrik (31 Okt 2014):

image

-
image

-
Salam,
G

Bunyi “DHUNG DHUNG Cèz cèz” Nan Mantab ala Voombox

October 29, 2014

Gatot Widayanto

Uji Audio Divoom Voombox Travel bluetooth speaker

Rasanya sudah beberapa minggu ini pangsit saya dihibur dengan suara dari speaker cilik methisil tapi kalo ngentub bener2 nunjek sampe ulu ati paling dalam tipe Divoom Voombox Travel yang merupakan pengalaman pertama saya menggunakan speaker nir kabel namun sayang nya tidak nir biaya alias kudu beli. Ha ha ha …. Pada saat pertama kali speaker ini dulu saya setel , saya nggumun kok barang kecil bisa menghasilkan bunyi DHUNG DHUNG suara bass yang manteb sampe speakernya terasa ENDHUT ENDHUT karena nendhank bass nya. Biyuh!

Sebenarnya speaker cilik ini sudah saya bahas di tret sebelumnya namun malam inisaya tertegun kembali saat memasang The Flower Kings yang audio qualitynya memang bagus kok rasanya perlu diulas lagi ….Semoga gak bosen ya … he he he . Ini juga gara2 tadi pas lagi di kamar mandi si Voombox ini saya cangking ikut menemani saya sambil bersiul nyetel The Flower Kings “Desolation Road”. Whooooaaaa… nikmat sekali suara dan musiknya .. Apalagi pas masuk lagu Desolation Road dan kemudian White Tuxedos yang musiknya lucu (kata Koh Win kayak lagu jawa “Dolanan Dakon” …). Memang pas di bagian akhir Desolation Road album ini selesai saya terima SMS dari Koh Win yang ternyata beliau sedang nyetel TFK juga meski albumnya beda yakni “Unfold The Future”. Setelah itu saya disarankan menikmati Judas Kiss dan saya turuti juga, namun yang versi Alive on Planet Earth. Wah edan …. mantab tenan. Ini ulasan saya terhadap uji audio Voombox ini:

  • Pada saat Judas Kiss mengalun memang semua detil suara keluar. Trebel nya jangan ditanya dah, kelur ‘tekeces tekeces tekeces’ solid dan transparan serta tak sakit di pangsit saya sama sekali, baik volume kenceng sekalipun. Yang saya kagum justru di bass solo nya Michael Stolt terasa bulet banget dan pulen seperti nasi gitu …. Bunyinya dhung dhang dhung tapi tidak mebengung (bergema lain) alias cepat hilang setelah bunyi DHUNG nya muncul sehingga suara bass yang sepertinya pake Rickenbaker terasa mantap keluar dari suara speaker meski ukuran speaker ini cilik.
  • Kemudian saya pindah ke Scanning The Greenhouse yang merupakan kompilasi TFK namun saya tahu CD nya rekamannya bagus dan bassnya bener2 terasa gemuruh membahana bila disetel di stereo set rumah. Saya penasaran bagaimana di Voombox. Wah …ternyata memuaskan sekali. Saya mulai dari track terakhir “Cinema Show” terasa banget suara bassnya menggelora dan musiknya mengalir enak ENDHUT ENDHUT ENDHUT kayak lagi naik kuda sambil menikmati pemandangan alam. Wah …enak tenan rek! Apalagi di bagian interlude dan solo kibornya ngamuk. Puas dah!
  • Baru saya setel mulai dari track pembuka In The Eyes of The World. Waduh. Menteb tenan …semua detil suara keluar bahkan suara ecek ecek pun keluar termasuk sound effects yang jelas banget kemrincingnya. Pas track The Flower King juga indah sekali. Saya pun kemudian iseng speaker tersebut saya taruh di atas tumbler buat ngopi dan ….bleng bleng …bass nya makin ganas, trebel terasa banget kemrecesnya ….

image

-

image

-

Memang bass nya gak berlebihan sih, namun cukup bagi saya karena buat dinikmati sambil kerja speaker ini memang pilihan yang tepat dibandingkan kalau pake headset yang saya hanya tahan satu jam saja. Lagian kalau kerja di kafe sambil ngopi, anggep aja pendidikan bagi pengunjung lainnya terkait musik prog … ha ha ha ha ha …

Nanti saya akan coba speaker ini konek ke Walkman ya …. Sementara pake iPod dulu atau kadang pake laptop. Mantab pernah saya coba “Pigs: nya Pink Floyd dari laptop nyambung ke Voombox.

JRENG!

KISS “Glammed & Masked”

October 28, 2014

Hippienov

image

Setelah kompilasi ini selesai aku kasih judul barulah aku ngeh kalo judulnya wagu karena setelah aku cari-cari di google istilah “glammed” sulit ditemukan dan sepertinya gak ada artinya, hahaha… Tapi sudahlah, cover nya sudah keburu aku print, anggap aja salah cetak, hehehe…

Album kompilasi ini seyogyanya merupakan “tribute” buat adikku yang nge-fans dengan KISS dan tentunya untuk rekan-rekan semua penggemar KISS, sekaligus aku persembahkan untuk Bro Nelwin, seorang KISS Army sejati…
Semoga saja beliau tidak terlalu banyak mengkritik/memprotes isi kompilasi ini, karena pastinya banyak pilihan lagu apik KISS yang tidak muat masuk di album ini.

Kompilasi ini aku maksudkan untuk sedikit menggambarkan era KISS sepanjang dekade 70an sesuai judulnya “masked”, saat KISS masih setia dengan make-up dan kostum yang sangat mencirikan mereka dan membedakan dengan band-band lain. Mungkin keunikan inilah yang jadi salah satu alasan mengapa mereka begitu terkenal di dunia rock n’ roll.   
Saat tahap awal pembuatan aku memang tidak meniatkan untuk membuat sebuah kompilasi “the best” atau “greatest hits” walau tidak dapat dipungkiri saat pemilihan lagu aku mengacu pada beberapa album kompilasi “the best” KISS (baik yang lisensi atau jaman kaset normal) sebagai referensi, dan hasil akhirnya seperti yang bisa dilihat, nyaris semua lagu hits KISS nyangkut di album “abal-abal” ini:

KISS “Glammed & Masked”
1. Parasite.
2. Hotter Than Hell.
3. Strutter.
4. Cold Gin.
5. Black Diamond.
6. Deuce.
7. Rock n’ Roll All Nite.
8. She.
9. Detroit Rock City.
10. God of Thunder.
11. Shout It Out Loud.
12. Beth.
13. Hard Luck Woman.
14. Makin’ Love.
15. Callin’ Dr. Love.
16. I Stole Your Love.
17. Shock Me.
18. Love Gun.
19. I Was Made for Loving You.
20. Sure Know Something.
21. 2.000 Man.

Senang rasanya punya kompilasi ini karena memang semua lagu yang ada adalah yang betul-betul suka dan terlebih lagi karena aku bisa menyenangkan hati adikku yang gila KISS.

Demikian sharing ku kali ini, semoga berkenan dan seperti biasa matursuwun sanget Mas G atas tempat dan kesempatan yang diberikan. Serta untuk rekan-rekan yang sudi mampir membaca tulisan gemblung ini. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan.

A boy who dreams music,
hippienov 

“Sweet Rock 1″ by Perina Saturn

October 28, 2014

Hendrik Worotikan

image

-

image

Sontak seketika setelah komen di tret ‘The Greatest Prambors Slow Rock’ yg diposting oleh Mas Andria, keinginan untuk mendengarkan lagu lagu dengan nuansa melodi rock yang manis pun muncul.

Rekaman kaset Perina ‘Sweet Rock 1′ yang covernya sudah mulai memudar menjadi santapan saya siang ini sambil menikmati mie Banyumas.

Kapan dan dimana saya mendapatkan kaset nuansamatik ini ? Sayangnya… saya sudah lupa. Kemungkinan besar saya dapati di Jatinegara, seputaran Jl. Urip Sumoharjo, yang dulunya menjadi salah satu tempat belanja kaset bekas.

Lagu dan sederet nama band/penyanyi yang populer adalah alasan saya memiliki kaset ‘Sweet Rock 1′ ini.

Tadi saya mendengarnya mulai dari Side B.
Diawali dengan ‘The Wall’ (Kansas) yang intronya diisi petikan gitar dan dilatarbelakangi dgn suara organ, rasanya sudah membuat takjub untuk terus kita dengarkan.
Disusul dengan ‘Hard Luck Woman’ (KISS), ‘More Than A Feeling’ (Boston) serta lagu dari Queen ‘Let Us Cling Together’, sebuah komposisi musik yg indah yg diawali dengan suara dentingan piano yang smooth dan kemudian masuklah samar samar suara sang vokalis Freddy Mercury.
Solo album dari David Coverdale ‘Blind Man’ pun menghiasi rekaman ini. Rasanya wajar saja kalo mendengar lagu ini, seolah kita pun sedang mendengar musik Deep Purple.
Gary Wright ‘Time Machine’ menjadi lagu penutup pada Side B rekaman kaset ‘Sweet Rock 1′.

Enam lagu berikutnya terdapat pada Side A rekaman ini. Diawali dengan ‘Catch The Winds’ (Sammy Hagar) yg juga menjadi cover album ‘Sweet Rock 1′ ini.
Berikutnya ‘Wise Man (Uriah Heep), lagu yang kerap saya dengar dahulu kala. Dan dilanjutkan dengan KGB, band yang namanya tidak terlalu bergaung ditanah air. Mungkin juga karena umur mereka yang sangat singkat untuk menjadi sebuah ukuran supergrup dunia. Padahal, nama-nama musisinya cukup diakui diblantika musik.
Seperti Mike Bloomfield, seorang gitaris blues terkenal di Amerika. Rick Grech ex Blind Faith dan Traffic, Carmine Appice, dan lain-lain. Lagunya ‘My Serene Coleen’ rasanya asyik juga untuk dinikmati.
Sentuhan lain datang dari Procol Harum. Tidak seperti ‘A Whiter Shade of Pale’ atau ‘Homburg’, kali ini ‘Something Magic’ cukup menghentak dengan beat-beat irama musiknya.
Vokalis legendaris Ian Gillan tampil dengan mempesona lewat sebuah lagunya ‘Five Moons’. Tiupan flute diawal lagu yang disambut dengan dentingan piano menambah cantik komposisi ini.
Kelompok Styx menutup kumpulan kompilasi ‘Sweet Rock 1′ ini dengan lagunya yang menjadi andalan saat lalu yaitu ‘Suite Madame Blue’.

Panas yang terik rasanya menjadi sedikit adem dengan berkumandangnya dua belas lagu dalam balutan melodi ‘Sweet Rock 1′ rekaman jadul Perina ini.

BBM nya Mendiang Jack Bruce

October 27, 2014

Andria Sonhedi

gw-bbm

-
gw-bbm_2
BBM adalah power trio beranggotakan Jack Bruce (bass), Gary Moore (gitar) dan Ginger Baker (drum) yang didirikan tahun 1993. Dari huruf awal nama belakang ketiga musisi tadi sepertinya nama proyek ini berasal. Komposisi grup ini mirip Cream, dengan Gary Moore sebagai pengganti Eric Clapton.
Bagi saya sih awalnya musiknya tidak terlalu mengena, maklum tak biasa mendengarkan blues. Gara-gara ada Gary Moore aja saya beli kaset ini.  Para penggemar Moore era bluesnya pasti tetap suka album ini, krn saya bukan penggemar Cream jadinya ya tak bisa membandingkan  :)
Saat itu kaset BBM banyak terdapat di lapak seken Bringharjo namun memang sulit laku. Album ini adalah satu-satunya yg pernah dikeluarkan BBM, tahun 1994 proyek ini berakhir karena tak ada kesepahaman antara Ginger Baker & Jack Bruce.

Katanya sih model sampul album BBM ini adalah Ginger Baker

Jack Bruce kemarin tanggal 25 Oktober 2014 meninggal.

“There was a time when Jack Bruce was synonymous with the bass guitar in rock history, when he was widely revered as the best there was on four strings” ( the Daily Telegraph, Neil McCormick )

The Greatest Prambors Slow Rock dari Team Record

October 27, 2014

Andria Sonhedi

SRprambors1

-
SRprambors2

Setelah terlecut tulisan pak Hendrik jaman dahulu di blog ini tentang seri kaset Prambors saya kok jadi ingat sat-satunya kaset Prambors yang saya punya. Kaset saya judulnya The Greatest Prambors Slow Rock.  Berbeda dengan milik pak Hendrik milik saya ini terbitan Team Record dan memakai pita C-90. Saat kaset non royalty masih ada saya juga pernah lihat iklan kaset ini di brosur yang dikeluarkan oleh Team Record. Saya sebenarnya jarang beli kaset seken kompilasi namun kebetulan susunan lagunya cukup bagus (untuk saya) seperti yg ada di gambar di bawah ini.
Kebetulan saat itu saya baru punya kaset Europe, Queen, Freddie Mercury, Twisted Sister & Bon Jovi sehingga tahu lagunya namun lagu-lagu lainnya hanya saya kenal lewat radio dan tidak punya kasetnya.   Kasetnya tak banyak coretannya kecuali tanda ballpoint di beberapa lagu yang entah terbagus atau malah paling tak disukai pemilik lamanya. Saya paling suka side-A karena ada lagu2 slow yang enak dikuping & saya tak punya kasetnya: Amanda -Boston, Man Against the World – Survivor, Through the Barricades – Spandau Ballet dan In to Deep – Genesis.
Selama ini saya cuma tahu kl Genesis – Invisible Touch cuma terkenal dgn laguInvisible Touch & Land of Confussion terutama krn sering diputer di radio, ternyata ada juga lagu keren lainnya. Lagu di side B saya anggap memang menarik tapi tak terlalu istimewa. Lagu Man Against the World – Survivor benar2 membuat saya terharu saat pertama mendengarnya. Teman saya pernah beli kaset Through the Barricades – Spandau Ballet dan sangat menyukai lagu dengan judul sama. Setelah saya ikut mendengar di kaset ini saya pun setuju dengan lagu pilihannya itu. 
Jaman belum ada internet & mp3,  satu-satunya jalan untuk mendengarkan lagu yang jarang diputar radio adalah ndengarkan di toko kaset :D

     Kaset ini kl tak salah saya dapatkan di lapak kaset kecil di Purworejo, bercampur dengan kaset Indonesia modern & kaset bajakan ala kadarnya. Kl tak salah juga saya dapat bareng kaset the Very Best Pink Floyd yang C-90 terbitan Aquarius.

KISS “Glammed & Unmasked”

October 27, 2014

Hippienov

kiss3-1

Untuk membuat sebuah gambaran tentang sejarah musik KISS, maka aku putuskan untuk membuat juga kompilasi KISS era 80an setelah mereka manggung tanpa make-up/kostum yang unik, atau saat KISS jadi serupa dengan band glam metal lain yang memang sedang merajalela saat itu.

Jujur aku tidak tahu banyak tentang musik KISS era 80an dan aku gak tahu mana lagu-lagu mereka yang jadi hits dan mana yang tidak. Maka saat pembuatan kompilasi ini memakan waktu relatif lama karena aku harus mendengarkan album per album, lagu per lagu, baru kemudian aku putuskan mana lagu yang akan dipilih. Metode ini mungkin akan membuat kompilasi ini benar-benar berisi lagu yang dipilih secara subyektif bukan obyektif. Dipilih karena aku suka bukan karena lagu itu hits. Bro Nelwin bisa jadi akan protes keras terhadap kompilasi ini, hehehe…

Isi kompilasi ini diambil mulai dari album “unmasked” sampai “crazy crazy nights”. Sebenarnya kurang pas juga disebut “unmasked” karena di album “unmasked” kemudian “the elder” dan “creatures of the night” KISS masih memakai kostum/make-up, baru di album “lick it up” KISS berani tampil tanpa make up. Tapi aku pikir KISS era 80an lebih terkenal karena tanpa make-up sehingga aku putuskan untuk tetap menggunakan judul “unmasked”.

Setelah aku perhatikan musik KISS setelah album “the elder” berubah lebih ke arah heavy metal dengan riff gitar yang bertempo lebih cepat dan dentuman drums yang lebih sangar dibanding KISS era 70an. Aku jadi mulai ikut menyukai KISS 80an yang selama ini hampir tidak pernah aku sentuh.

Berikut songs list nya:

KISS “Glammed & Unmasked”.
1. Talk to Me.
2. A World Without Heroes.
3. I Still Love You.
4. Rock n” Roll Hell.
5. Creatures of The Night.
6. Killer.
7. Exciter.
8. Lick It Up.
9. Young and Wasted.
10. All Hell’s Breaking Loose.
11. Heaven’s On fire.
12. Under The Gun.
13. I’m Alive.
14. King Of The Mountain.
15. Trial By Fire.
16. Crazy Crazy Nights.
17. Turn On The NIght.
18. My Way.
19. When The Walls Come Down.
20. I’ll Fight Hell to Hold You.

Meskipun bukan sebuah kompilasi yang baik dan benar namun sekali lagi aku ingin mempersembahkan album ini untuk blog gemblung tercinta, rekan-rekan fanatik KISS, Bro Nelwin the KISS Army, Bro Rully yang sudah berbaik hati mengkopikan sejibun mp3 album KISS 70-80an dan my beloved brother who loves KISS.

Matursuwun sanget Mas G untuk tempat dan kesempatan yang diberikan, serta untuk rekan-rekan gemblungers yang sudi mampir membaca tulisan ini. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan, kiranya dapat berkenan.

A boy who dreams music,
hippienov

Ulasan Konser Dream Theater “Along For The Ride”, Jakarta

October 27, 2014

Ini hanya sekedar pesen kapling di blog gemblung terkait konser Dream Theater di Lapangan D, Senayan, Jakarta tanggal 26 Oktober 2014. Kita tunggu lapantanga (laporan pandangan mata dan telinga) dari mas DananG, atau mas Rizki Hasan (nonton DT pake kaos UK), atau Bro Apec atau Bro Soni atau mas Boed Setyawan ….atau siapa sajalah yang nonton …

Sementara saya pasang foto dari teman2 saya: Sinta Eva, Rustam Effendi dan Firmansyah Qmunk. Nanti boleh diganti fotonya. Monggo ditulis aja lapantanga nya ….

image

Courtesy of Sinta Eva

-

image

Courtesy of Rustam Effendi

-

image

Courtesy of Firmansyah Qmunk

-

image

Ketemu Mike Portnoy von Blok M Square

-
Mas Rizki juga kirim foto si Portnoy von Blok M ini …. Ha ha ha ….

image

Pagi Mas Gatot,
Mau sharing tampilan lain dari "Mike Portnoy" von Blok M :-)

Ketika melihat dia dikonser DT, saya langsung teringat artikel progring terakhir - pasti ini londo yang dimaksud karena wajahnya memang mirip Portnoy dan dia juga bawa pasangannya.

Salam and have a good weekdays.
Rizki

-

Lapsing ProgRing “Along for the Concert”

October 25, 2014

image


Alhamdulillah …akhirnya progring yang kesekian kalinya, sampai lupa sudah ke berapa, digelar hari ini di tempat biasanya: Corelli Cafe, Basement Floor, Blok M Square. Yang datang cukup banyak: bro Rully Resa, bro Apec, bro Soni von Medan, mas Hippie, mas Budi Putra, mas Hendrik, Mamak Indra Kusuma, dan saya. Meski udara panas menyengat Jakarta, namun ternyata sejuk juga di Corelli hingga kita tanpa terasa ngobrolnya hingga Maghrib.

Agenda progring pun bervariasi dari ngomongin musik, ngomporin band baru (oleh Rully tentunya), sekalian uji dengan speaker cilik suara mantab Divoom Voombox Travel, juga ngomongin lainnya tentunya …. The life side of the blog yang tak kalah seru. Bahkan ada rubrik konsultasi dokter segala. Wis pokoke seru.

Dengan menggunakan speaker Travel Box berbagai jenis musik diputar mulai dari Air Bag, Gazpacho, power metal music (lupa nama bnd nya, milik bro Soni soalnya), IQ, RPWL bahkan sampe Grand Funk segala. Suara Travelbox ternyata mendapat applause luar biasa dari peserta progring … Lha wong cilik methisil kok suaranya jegler! Ha ha ha ….

Penampilan kami tadi cukup meyakinkan lho … Bahkan ada suami istri wong Londo yang mukanya kayak Mike Portnoy nyamperin meja kami menyapa dengan gaya metal karena baju yang ia gunakan juga ada label DT nya. Dia bertanya sambil nuding jarinya ke kaos Bro Apec yang pake kaos Blind Guardian. Si buke tanya ke kita:

“Hi! Do you speak English?”

“Lha iyo to ndhul! Wong koyok awak2 ngene iki yo iso to yen boso Londo …,” jawab kita

“That’s good! Do you know where to get DT ticket?”

“Kuwi lho ndhul …awakmu mlakuo lurus ngantek prapatan trus menggok nengen …golèkono tulisan Warung Musik …. Jaluken tikete!”

Ha ha ha …. Tanya kok ke wong gemblung!

Progring kali ini tentu penuh kesan, seperti biasanya progring …. Dan Maghrib bubar kecuali saya, bro Apec dan bro Soni yang nyambung hingga pukul 20:00 dengan menyantap kuliner The Lamb’s Leg Soup “Irwan” di Panglima Polim. Wis pokok mantap … Karena kolesterol ternyata adanya hanya di laboratorium …. Nikmati ajah …. Siiiip!

image

image

Jarahan progring (sebagian kecil) ...

image

Ada yg sibuk ngitung kaset, ada yang konsultasi kesehatan ...

image

image

Tertegun dengan PH The Song Remains The Same ...


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 151 other followers